1 / 14

Paradigma Psikoanalisis Sigmund Freud

Paradigma Psikoanalisis Sigmund Freud. Oleh : Devi Ari. Struktur Kepribadian. Tujuan hidup Manusia :mengejar kesempurnaan; mendapatkan kenikmatan, menghindarkan diri dari ketidak nikamatan Menurut Freud, pada manusia ada 3 tk kesadaran:

butch
Download Presentation

Paradigma Psikoanalisis Sigmund Freud

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Paradigma PsikoanalisisSigmund Freud Oleh : Devi Ari

  2. Struktur Kepribadian • Tujuan hidup Manusia :mengejar kesempurnaan; mendapatkan kenikmatan, menghindarkan diri dari ketidak nikamatan • Menurut Freud, pada manusia ada 3 tk kesadaran:  Tak sadar : bag terpenting dari jiwa manusia; berisi insting; dorongan; impuls yang di bawa sejak lahir ; pengalaman2 traumatik  Pra sadar : “memori siap” ; semula disadari tapi kemudian tidak lagi dicermati ( mimpi, lamunan, salah ucap, mekanisme pertahanan diri)  Sadar : fikiran; persepsi; perasaan; ingatan

  3. Struktur Kepribadian • Id (Das Es)  aspek biologis bekerja berdasarkan prinsip kenikmatan, menghilangkan ketidaknikmatan dengan cara : refleks dan reaksi2 otomatis (bersin, berkedip) serta proses primer (lapar  membayangkan makanan) • Ego (Das Ich)  aspek Psikologis bekerja berdasarkan prinsip realitas, menghindarkan ketidaknikmatan dengan cara2 yang sesuai dengan kondisi riil, baik kenyataan benda,maupun kenyataan sosial • Super ego (Das Ueber Ich)  aspek sosial bekerja dengan prinsip ideal : pantas/tidak pantas; susila/asusila; benar/salah. Manusia bertindak dalam cara yang sesuai dengan moral/norma masyarakat

  4. Struktur Kepribadian • Kesadaran, pra sadar, ketidaksaran, id, ego, super ego bisa bekerja dengan baik karena adanya energi psikis yang berasal dari fisiologisyang bersumber dari makanan • Energi psikis disimpan dalam instink2 • Menurut Freud, ada 2 macam insting dalam diri manusia :  Instink hidup/ libido :untuk tetap bertahan hidup. Makan, minum, seksual  instink mati :tidak jelas fungsinya; sifatnya destruktif. Dorongan agresif

  5. Struktur Kepribadian  mekanisme pertahanan diri • Strategi yang di pakai individu untuk bertahan melawan ekspresi impuls id serta menentang tekanan superego • Melindungi individu dari kecemasan yang berlebih • Beroperasi pd tk ketidak sadaran; selalu menolak, memalsu, memutar balikkan kenyataan; mengubah persepsi nyata untuk mengurangi kecemasan

  6. Mekanisme Pertahanan Diri • Identifikasi  mereduksi ketegangan dgn cara meniru/ mengimitasi mengidentifikasi diri dengan orang yang dianggap lebih berhasil • Displacement memindahkan energi dari satu objek ke objek lain karena suatu hal (objek yg dimaksud tidak dapat di capai • Represi menekan segala sst (ide, insting, ingatan, fikiran) yang dapat menimbulkan kecemasan agar tidak keluar dari kesadaran

  7. Mekanisme Pertahanan Diri • Fiksasi dan Regresi • Pembentukan Reaksi • Pembalikan • Proyeksi • Reaksi Agresi • Intelektualisasi • Isolasi • Undoing • Denial • Penolakan • Pengingkaran • Penahanan Diri

  8. Dinamika Kepribadian Cara bagaimana energi psikis itu di pergunakan oleh Id, ego dan super ego Aspek yang paling banyak menggunakan energi psikis, berpengaruh terhadap bentuk tingkah laku individu • Apabila Id  tindakan bersifat promitif, impulsif, agresif • Apabila Ego  bertindak dengan cara realistis, rasional-logis • Apabila super ego  mengerjar hal2 yang moralistis, sempurna, kadang kurang rasional

  9. Perkembangan Kepribadian • Belajar mempergunakan cara-cara baru dalam mereduksi tegangan yang timbul dalam diri individu • Sumber ketegangan : proses pertumbuhan fisiologis; frustasi; konflik; ancaman • Menekankan pentingnya peran masa bayi dan awal kanak-kanak (0-5 tahun) dalam membentuk karakter sso. • > 5 tahun  elaborasi dari struktur dasar yg terbentuk

  10. Perkembangan Kepribadian • Dibagi menjadi 3 tahap  Infantil (0-5 tahun)  laten ( 5-12 tahun)  genital (>12 tahun) Oral (0-1 tahun) Anal (1-2 atau 3 tahun) Phalic ( 2/3 thn – 5/6 thn)

  11. Perkembangan Kepribadian • Fase oral (0-1 thn)  kenikmatan diperoleh dari rangsangan melalui bibir – rongga mulut – kerongkongan. TL menggigit, mengunyah, menelan, memuntahkan Kepuasan yg berlebih  oral incorporation personality  senang mengumpulkan pengetahuan, harta benda, gampang ditipu Kurang puas oral agresion personality  senang berdebat, sarkastik, senang makan, merokok, menggunjingkan orang lain

  12. Perkembangan Kepribadian • Fase Anal (1 – 2/3 tahun)  pusat aktivitas dinamik pada fungsi eliminer /pembuangan kotoran (membuang feces  menghilangkan tekanan yang tidak menyenangkan karenasisa makanan) • Toilet training  bentuk latihan pemuasan id dan superego sekaligus • Semua bentuk kontrol diri dan penguasaan diri bermula dari fase anal

  13. Perkembangan Kepribadian • Fase Phalic ( 2/3 – 5/6 tahun)  alat kemain merupakan daerah erogen terpenting • Timbul oedipus complex (permusuhan terhadap orang tua sejenis),yang diikuti fenomena castraction anxiety (takut di kebiri) dan penis envy (cemburu pada alat kelamin laki2) • Manusia lahir biseksual

  14. Perkembangan Kepribadian • Fase laten ( 5/6 – 12/13 thn)  periode peredaan impuls seks; pengembangan kemampuan sublimasi (mengganti kepuasan libido dengan kepuasan non seksual  bid intelektual, keterampilan, hub teman sebaya, dsb); percepatan pembentukan superego • Fase genital (12/13 thn - dewasa)  impuls seks mulai di salurkan ( kegiatan kelompok, penyiapan karir, cinta lain jenis, dsb), orientasi sosial, realistis, altruistik

More Related