1 / 25

PSSS : Mata Merah Visus Turun

PSSS : Mata Merah Visus Turun. Narasumber: dr. Soedarman Sjamsoe, SpM(K). Rizka Ramadhani Raymond Surya Gracia Jovita Kartiko Pascal Komala. Pemicu.

radwan
Download Presentation

PSSS : Mata Merah Visus Turun

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PSSS : Mata Merah Visus Turun Narasumber: dr. Soedarman Sjamsoe, SpM(K) Rizka Ramadhani Raymond Surya Gracia Jovita Kartiko Pascal Komala

  2. Pemicu • Seorang anak, 12 tahun, datang dengan keluhan mata kanan kena “shuttle cock” kemarin dan sekarang penglihatan pada mata tersebut menjadi kabur, disertai rasa sakit di sekitar mata.

  3. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Oftalmologi • Tak ada kelainan • AVOD 1/300 proyeksi baik, AVOS 6/6 • Pada mata kanan terdapat blefarospasme, konjungtiva bulbi hiperemis, perdarahan subkonjungtiva, injeksi siliar, edema kornea, COA berisi darah penuh. • Pada mata kiri segmen anterior tenang.

  4. Pertanyaan Apakah diagnosis kerja dan diagnosis banding pasien ini? Bagaimana patogenesis gejala pada pasien ini? Apa saja pemeriksaan tambahan yang diperlukan? Bagaimana rencana pengobatan dokter umum untuk pasien ini? Bagaimana rencana lengkap dokter mata untuk pasien ini?

  5. Diagnosis Diagnosis Kerja Diagnosis Banding • Hifema et causa trauma tumpul • Erosi Kornea

  6. Hifema • Adalah akumulasi darah pada bilik depan mata • Penyebab tersering adalah trauma tumpul pada mata  kerusakan pada iris  pembuluh darah pada iris dan bada siliar robek sehingga darah menuju ke bilik mata depan Artini W, Hutauruk JA, Yudisianil. Pemeriksaan Dasar Mata. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2011.p.101 Sheppard JD, Roy H. Hyphema. diunduh dari http://emedicine.medscape.com/article/1190165-overview#showall diakses pada 25februrasi 2013 pukul 18.00WIB

  7. Klasifikasi • Hifema Traumatik • Hifema Intraoperatif • Hifema Spontan, biasanya terjadi sekunder karena: • neovaskularisasi • neoplasma okular • uveitis • kelainan vaskular Sheppard JD, Roy H. Hyphema. diunduh dari http://emedicine.medscape.com/article/1190165-overview#showall diakses pada 25februrasi 2013 pukul 18.00WIB

  8. Hifema Traumatik • adanya tekanan dari luar ke mata  pergerakan mendadak gelombang cairan di aqueous dan vitreous humor  meregangkan pembuluh darah limbus dan menggerakkan iris dan lensa  dapat terjadi robekan iris atau badan siliar • patofisiologi: • robeknya pembuluh darah iris/badan siliar • peningkatan TIO sesaat  ruptur pembuluh darah Sheppard JD, Roy H. Hyphema. diunduh dari http://emedicine.medscape.com/article/1190165-overview#showall diakses pada 25februrasi 2013 pukul 18.00WIB

  9. Grading • 1: darah mengisi kurang dari 1/3 bilik mata depan • 2: darah mengisi 1/3 – ½ bilik mata depan • 3: darah mengisi ½ - hampir total dari bilik mata depan • 4: total diisi oleh darah, sering disebut blackball atau 8-ball hyphema Sheppard JD, Roy H. Hyphema. diunduh dari http://emedicine.medscape.com/article/1190165-overview#showall diakses pada 25februrasi 2013 pukul 18.00WIB

  10. Gambaran dan Manifestasi Klinis • Didapatkan adanya trauma pada mata dari anamnesis • Perdarahan di bilik mata depan • Pasien mengeluhkan nyeri pada mata • Ditemukan gangguan tajam penglihatan • Adanya keluhan fotofobia • Iridoplegia dan iridodialisis • Blefarospasme Hyphema. Diunduh dari URL http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/PMH0002016/ diakses pada tanggal 25 Februari 2013 pukul 18.00 Ilyas S. Hifema. Ilmu Penyakit Mata. Edisi ke 3. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2008; hal 264-65

  11. DD: Erosi Kornea • Kerusakan pada kornea yang menyebabkan hilangnya epitel kornea, umumnya disebabkan oleh trauma • Gejala: • Gangguan tajam penglihatan • Keluhan fotofobia Corena Erosions. Diunduh dari URL http://www.eyesite.org/cornea-and-eye-surface/cornea-erosions/ diakses pada tanggal 25 Februari 2013 Corneal erosions or abrasions. dounduh dari http://www.kellogg.umich.edu/patientcare/conditions/cornealerosions.html diakses pada tanggal 25 Februari 2013

  12. Patogenesis Gejala

  13. Blefarospasme • Blefarospasme distoniafokalpenutupaninvolunter yang berlebihandarikelopakmataakibatspasmeototorbicularisoculi • Disebabkanolehdefekdariaktivitas lingkaransetanblefarospasmeyaitusensorikekstremitas, pusatkontrolsentral yang beradadiotaktengahdananggotagerakmotorik. • Graham RH. Benign essential blepharospasm[homepage on the internet].Medscape. [updated 2011 Sept 2nd; cited 2013 Feb 24th]. Available from: http://emedicine.medscape.com/article/1212176-overview#showall • Hallet M. Patophysiology of blepharospasm and hemifacial spasm [homepage on the internet]. [cited 2013 Feb 24th]. Available from: http://www.blepharospasm.org/2002hallett.html

  14. PerdarahanSubkonjungtiva • Akumulasidarahpadaruangdiantarakonjungtivadansklera(konjungtiva bulbar) akibatpecahnyapembuluhdarahsetempat • Gejala: bercakkemerahanpadabagianputihmata, tidak nyeri, dan tidak keluardaribola mata • Tajampenglihatanbiasanyatidakberubah • Artini W, Hutauruk JA, Yudisianil. Mata merah. Dalam: Pemeriksaandasarmata. Jakarta: BadanPenerbit FKUI; 2011. hlm. 44. • Vorvick LJ. Subconjungtival hemorrhage [homepage on the internet]. Medline Plus. [updated 2011 Jan 5th; cited 2013 Feb 24th]. Available from: http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/001616.htm

  15. InjeksiSiliar • Melebarnyapembuluhdarahdiepisklerasekitarkornea tampaksptcincin • Tandabahaya yang biasanyaberhubungandenganadanyainflamasidikornea, iridosiklitis, atauglaukomaakut • Perbedaanantarainjkonjungtivadansiliar • Artini W, Hutauruk JA, Yudisianil. Mata merah. Dalam: Pemeriksaandasarmata. Jakarta: BadanPenerbit FKUI; 2011. hlm. 44.

  16. Edema Kornea • Kornea normal mengandung air sebanyak 78%  keseimbanganfaktorantaramenarik air kedalamkornea (contohtekananintraokulardantekanandarimatriksstromal) danfaktoryang mengeluarkan air darikornea (contohaksipompaaktifdariendoteldanbarierantaraepiteldanendotel) • Ketidakseimbangan edema korneahidrasidiatas 78%, ketebalansentral↑, transparansi↓ • Penyebab edema kornea: peningkatantekananintraokular, kerusakanendotel (trauma, berkaitandengandistrofikornea, sekunderdariinflamasi), kerusakanepitelkarena trauma mekanis, kimiamaupunradiasi • Gejalaklinis: penurunanpenglihatan. • Khurana AK. Disease of the cornea. In: Comprehensive ophthalmology 4thed (e-book). New Age International Limited; 2007. p. 121.

  17. Pemeriksaan Tambahan • Visus, lapang pandang • Deteksi proptosis, malfungsi kelopak mata, gerakan bola mata • Flash light  otot polos iris • Tonometri  tekanan intraokular • Funduskopi / Slit lamp / ultrasound  kerusakan lain dalam mata • Gonioskopi  trabecular meshwork Eva PR, Whitcher JR. Hyphema. Vaughan & Asbury’s General Ophtalmology. 17th ed. PA: McGrawHill; 2007. Hyphema. Diunduh dari http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/PMH0002016/, pada 25 Februari 2013, 19.03. Artini W, Hutauruk JA, Yudisianil. Mata merah. Dalam: Pemeriksaan dasar mata. Jakarta: Badan Penerbit FKUI; 2011. hlm. 49

  18. Tatalaksana awal • Pasien berbaring dengan kepala ditinggikan 30-45 derajat • Mata ditutup dengan patch • Diberikan antikoagulasi (aminocaproic acid; ACA 100 mg/kg setiap 4 jam dalam 5 hari secara oral; pada hifema yg mengisi 75% BMD atau kurang) 1. Ilyas S. Hifema. Ilmu Penyakit Mata. Edisi ke 3. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2008; hal 264-65 2. Sheppard JD. Hyphema. Diunduh dari: http://emedicine.medscape.com/article/1190165-overview#aw2aab6b9 pukul 19.22 tanggal 22 Feb 2013

  19. Tatalaksana Awal • Bila tekanan intraokular lebih dari 22 mmHg maka dapat diberikan acetazolamid oral 22 mg/kg/hari yang dibagi dalam 4 dosis Sheppard JD. Hyphema. Diunduh dari: http://emedicine.medscape.com/article/1190165-overview#aw2aab6b9 pukul 19.22 tanggal 22 Feb 2013

  20. Tatalaksana lanjut • Parasentesis • Yaitu mengeluarkan darah dari BMD bila terlihat tanda-tanda inbibisi kornea, glaukoma sekunder, hifema penuh dan berwarna hitam atau bila dalam 5 hari tidak hilang. • Merupakan tindakan pembedahan untuk mengeluarkan darah atau nanah dari BMD • Insisi kornea 2 mm dari limbus ke arah kornea yang sejajar dengan permukaan iris, biasanya bila dilakukan penekanan pada bibir luka maka koagulum akan keluar dari bilik mata, bila darah tidak keluar seluruhnya maka dibilas dengan garam fisiologis • Luka insisi tidak perlu dijahit. Ilyas S. Hifema. Ilmu Penyakit Mata. Edisi ke 3. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2008; hal 264-65

  21. Komplikasi hifema • Glaukoma sekunder • Akibat kontusi badan siliar berakibat menggeser sudut bilik mata sehingga terjadi gangguan pengaliran cairan mata • Siderosis bulbi • Zat besi di dalam bola mata menyebabkan komplikasi ini dan bila didiamkan dapat mengalami kebutaan. Ilyas S. Hifema. Ilmu Penyakit Mata. Edisi ke 3. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2008; hal 264-65

  22. Glaukoma Sekunder • Peningkatan yang akut dari tekanan intraokular yang disebabkan oleh sel darah merah yang menyumbat trabecular meshwork atau trauma langsung pada jaringan tersebut. • gejala klinis: • nyeri pada mata, • nyeri kepala • fotofobia Kanski JJ, Bowling B. Clinical Ophthalmology a systematic approach. UK : Elseiver.

  23. Tatalaksana glaukoma sekunder • Sikloplegik • Steroid topikal • ACA • Penurunan tekanan intraokular penting dilakukan. Sheppard JD. Hyphema. Diunduh dari: http://emedicine.medscape.com/article/1190165-overview#aw2aab6b9 pukul 19.22 tanggal 22 Feb 2013

  24. TERIMA KASIH 

  25. DaftarPustaka • Artini W, Hutauruk JA, Yudisianil. Mata merah. Dalam: Pemeriksaandasarmata. Jakarta: BadanPenerbit FKUI; 2011. hlm. 44. • Vorvick LJ. Subconjungtival hemorrhage [homepage on the internet]. Medline Plus. [updated 2011 Jan 5th; cited 2013 Feb 24th]. Available from: http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/001616.htm • Khurana AK. Disease of the cornea. In: Comprehensive ophthalmology 4thed (e-book). New Age International Limited; 2007. p. 121. • Graham RH. Benign essential blepharospasm [homepage on the internet]. Medscape. [updated 2011 Sept 2nd; cited 2013 Feb 24th]. Available from: http://emedicine.medscape.com/article/1212176-overview#showall • Hallet M. Patophysiology of blepharospasm and hemifacial spasm [homepage on the internet]. [cited 2013 Feb 24th]. Available from: http://www.blepharospasm.org/2002hallett.html

More Related