1 / 149

SAK ETAP

SAK ETAP. 1. 2. 3. 4. Pendahuluan. SAK ETAP. Detailed PSAK ETAP. Perbandingan SAK ETAP-PSAK. Agenda. Standar Akuntansi ??. U ntuk keseragaman laporan keuangan, laporan keuangan yang relevan dan reliable ( representational faitfullness )

reya
Download Presentation

SAK ETAP

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. SAK ETAP

  2. 1. 2. 3. 4. Pendahuluan SAK ETAP Detailed PSAK ETAP Perbandingan SAK ETAP-PSAK Agenda

  3. Standar Akuntansi ?? • Untuk keseragaman laporan keuangan, laporan keuangan yang relevan dan reliable (representational faitfullness) • Memudahkan penyusun laporan keuangan karena ada pedoman baku sehingga meminimalkan bias dari penyusun • Memudahkan auditor dalam mengaudit • Memudahkan pembaca laporan keuangan untuk menginterpretasikan dan membandingkan laporan keuangan entitas yang berbeda. • Pengguna laporan keuangan banyak pihak sehingga penyusun tidak dapat menjelaskan kepada masing-masing pengguna Laporan Keuangan bertujuan umum yang relevan dan reliable sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam pengembilan keputusan. PPL - IAPI

  4. Tujuan Laporan Keuangan • Memberikaninfomasi • posisikeuangan, • kinerja • perubahanposisikeuangansuatuperusahaan yang bermanfaatbagisejumlahbesarpemakaidalampengambilankeputusanekonomi • Laporankeuanganmenunjukkanapa yang telahdilakukanmanajemen (stewardship), danpertanggungjawabansumberdaya yang dipercayakankepadanya • Memenuhikebutuhansebagianbesarpemakai. • Menyediakanpengaruhkeuangandarikejadiandimasalaludantidakdiwajibkanmenyediakaninformasi non keuangan. PPL - IAPI

  5. Empat PilarStandarAkuntansi Indonesia • PernyataanStandar Akuntansi Keuangan • StandarAkuntansiKeuanganEntitasTanpaAkuntabilitasPubliksignifikan - SAK-ETAP • Standar AkuntansiSyari’ah – SAK Syariah • Standar Akuntansi Pemerintahan - SAP • IFRS hanyadiadopsiPSAK • SAK ETAP diluncurkan pada tanggal 17 July 2009 • InstansiPemerintahmenggunakanStandarAkuntansiPemerintahan PP 71 tahun 2010 PPL - IAPI

  6. AKUNTABILITAS PUBLIK SIGNIFIKAN • Harusmenggunakan PSAK – IFRS based • Namun, dapatmenggunakan SAK ETAP jikaadaregulasi yang mengijinkanpenggunaan SAK ETAP  BPR sesuai dengan SE BI No.11/37/DKBU tahun 2009 • Karakteristik IFRS : • IFRS menggunakan “Principles Base “ : • Lebih menekankan pada intepretasi dan aplikasi atas standar sehingga harus berfokus pada spirit penerapan prinsip tersebut. • Standar membutuhkan penilaian atas substansi transaksi dan evaluasi apakah presentasi akuntansi mencerminkan realitas ekonomi. • Membutuhkan profesional judgment pada penerapan standar akuntansi. • Banyak menggunakan fair value dalam penilaian, jika tidak ada nilai pasar aktif harus melakukan penilaian sendiri (perlu kompetensi) atau menggunakan jasa penilai • Mengharuskan pengungkapan (disclosure) yang lebih banyak baik kuantitaif maupun kualitatif

  7. SAK – ETAP: Why? • PSAK – IFRS based sulitditerapkanbagiperusahaanmenengahkecilmengingatpenentuan fair value memerlukanbiaya yang tidakmurah. • PSAK – IFRS rumitdalamimplementasinyasepertikasus PSAK 50 dan PSAK 55 meskipunsudahdisahkantahun 2006 namunimplementasinyatertundabahkan 2010 sudahkeluar PSAK 50 (revisi). • PSAK – IFRS menggunakanprinciple based sehinggamembutuhkanbanyakprofessional judgement. • PSAK – IFRS perludokumentasidan IT yang kuat • SAK ETAP sebagaisolusiutk SME (ETAP) PPL - IAPI

  8. SAK ETAP • SAK ETAP: Standarakuntansikeuanganuntukentitastanpaakuntabilitaspublik • Digunakanuntukentitastanpaakuntabilitaspublik. • ETAP adalahentitas yang: • Tidakmemilikiakuntabilitaspubliksignifikan; dan • Menerbitkanlaporankeuanganuntuktujuanumum (general purpose financial statement) bagipenggunaeksternal. • Contohpenggunaeksternaladalahpemilik yang tidakterlibatlangsungdalampengelolaanusaha, kreditur, danlembagapemeringkatkredit.

  9. Manfaat SAK ETAP • Diharapkan dengan adanya SAK ETAP, perusahaan kecil, menengah, mampu untuk • menyusun laporan keuangannya sendiri, • dapat diaudit dan mendapatkan opini audit, sehingga dapat menggunakan laporan keuangannya untuk mendapatkan dana (misalnya dari Bank) untuk pengembangan usaha. • Lebihsederhanadibandingkandengan PSAK – IFRS sehinggalebihmudahdalamimplementasinya • Tetapmemberikaninformasi yang handaldalampenyajianlaporankeuangan.

  10. SAK ETAP • Disusundenganmengadopsi IFRS for SME denganmodifikasisesuaikondisidi Indonesia dandibuatlebihringkas. • SAK ETAP masihmemerlukan professional judgementnamuntidaksebanyakuntuk PSAK – IFRS. • Dalambeberapahaltidakadaperubahansignifikandibandingkandengan PSAK lama: contoh PSAK 16 (1994). Namunadabeberapahal yang dimodifikasidari IFRS/IAS.

  11. IFRS for SMEs • IFRS for SMEs, merupakan “mini” Full IFRS • Terdapat pengurangan opsi dan pengungkapan • Tidak terdapat pengakuan dan pengukuran yang berbeda dengan Full IFRS, kecuali • “borrowing cost” dibebankan langsung dan tidak dikapitalisasi, dan • terdapat pengaturan mengenai “ekuitas” • Target dari IFRS for SMEs adalah perusahaan menengah ke bawah.

  12. SAK ETAP • PSAK yang disederhanakan: • Pilihan pada alternatif standar yang lebih sederhana • Penyederhaaan pengakuan dan pengukuran • Mengurangi pengungkapan • Penyederhanaan • Merupakan standar yang berdiri sendiri secara keseluruhan (stand alone)

  13. SAK ETAP

  14. Manfaat SAK ETAP • Diharapkan dengan adanya SAK ETAP, perusahaan kecil, menengah, mampu untuk • menyusun laporan keuangannya sendiri, • dapat diaudit dan mendapatkan opini audit, sehingga dapat menggunakan laporan keuangannya untuk mendapatkan dana (misalnya dari Bank) untuk pengembangan usaha. • Lebihsederhanadibandingkandengan PSAK – IFRS sehinggalebihmudahdalamimplementasinya • Tetapmemberikaninformasi yang handaldalampenyajianlaporankeuangan. PPL - IAPI

  15. SAK ETAP • Disusundenganmengadopsi IFRS for SME denganmodifikasisesuaikondisidi Indonesia dandibuatlebihringkas. • SAK ETAP masihmemerlukan professional judgementnamuntidaksebanyakuntuk PSAK – IFRS. • Dalambeberapahaltidakadaperubahansignifikandibandingkandengan PSAK lama: contoh PSAK 16 (1994). Namunadabeberapahal yang dimodifikasidari IFRS/IAS.

  16. IFRS for SMEs • IFRS for SMEs, merupakan “mini” Full IFRS • Terdapat pengurangan opsi dan pengungkapan • Tidak terdapat pengakuan dan pengukuran yang berbeda dengan Full IFRS, kecuali • “borrowing cost” dibebankan langsung dan tidak dikapitalisasi, dan • terdapat pengaturan mengenai “ekuitas” • Target dari IFRS for SMEs adalah perusahaan menengah ke bawah. PPL - IAPI

  17. SAK ETAP • PSAK lama (2006) yang disederhanakan: • Pilihan pada alternatif standar yang lebih sederhana • Penyederhaaan pengakuan dan pengukuran • Mengurangi pengungkapan • Penyederhanaan • Merupakan standar yang berdiri sendiri secara keseluruhan (stand alone) PPL - IAPI

  18. ISI SAK ETAP

  19. Ruang lingkup PPL - IAPI • SAK ETAP, dimaksudkan untuk digunakan oleh Entitas TanpaAkuntabilitasPublik (ETAP), yaituentitas yang: • Tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan • Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal • Entitas dengan akuntabilitas publik signifikan • Telah mengajukan pernyataan pendaftaran, atau sedang dalam proses pengajuan pendaftaran, pada otoritas pasar modal atau regulator lain untuk tujuan penerbitan efek di pasar modal; atau • Menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok besar masyarakat, seperti bank, entitas asuransi,pialang dan atau pedagang efek, dana pensiun, reksa dana dan bank investasi. • Entitas yang memiliki akuntabilitas publik signifikan dapat menggunakan SAK ETAP jika otoritas berwenang membuat regulasi mengizinkan penggunaan SAK ETAP.Contoh: Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

  20. BAB1 Ruang Lingkup Ruang lingkup • SAK ETAP, dimaksudkan untuk digunakan oleh Entitas TanpaAkuntabilitasPublik (ETAP), yaituentitas yang: • Tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan • Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal

  21. BAB1 Ruang Lingkup Ruang lingkup • Entitas dengan akuntabilitas publik signifikan jika: • Telah mengajukan pernyataan pendaftaran, atau sedang dalam proses pengajuan pernyataan pendaftaran, pada otoritas pasar modal atau regulator lain untuk tujuan penerbitan efek di pasar modal; atau • Menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok besar masyarakat, seperti bank, entitas asuransi,pialang dan atau pedagang efek, dana pensiun, reksa dana dan bank investasi. • Entitas yang memiliki akuntabilitas publik signifikan dapat menggunakan SAK ETAP jika otoritas berwenang membuat regulasi mengizinkan penggunaan SAK ETAP. • Contoh: Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

  22. Apakah memiliki akuntabilitas publik? • Perusahaankecil yang memilikisaham di pasar modal. • Perusahaan manufaktur besar (bukan emiten). • Bank umum besar (bukan emiten). • Entitas yang bisnis satu-satunya adalah pendapatan bunga atas uang yang dipinjamkan kepada nasabah. Entitas ini memperoleh semua dana dari seorang pemilik yang milyuner.

  23. BAB 2 Konsep dan Prinsip Pervasive Konsep dan Prinsip Pervasif • Konsep dan prinsip pervasif merupakan KDPPLK (Kerangka Dasar Penyajian dan Pengukuran LK)untuk ETAP • Tujuan Laporan Keuangan • Karakteristik kualitatif informasi dalam laporan keuangan • Dapat dipahami, relevan, materialitas, keandalan, substansi mengungguli bentuk, pertimbangan sehat, kelengkapan, dapat dibandingkan, tepat waktu, keseimbangan antara biaya dan manfaat • Posisi keuangan: aset, kewajiban, ekuitas, • Kinerja keuangan: pendapatan dan beban • Pengakuan : probabilitas manfaat ekonomi masa depan dan keandalan pengukuran • Pengukuran unsur-unsur laporan keuangan : biaya historis dan nilai wajar • Prinsip pengakuan dan pengukuran berpengaruh luas (Pervasif) : dalam hal tidak ada pengaturan tertentu dalam SAK ETAP mengikuti aturan hirarki. • Dasar akrual • Saling hapus tidak diperkenankan

  24. BAB 2 Konsep dan Prinsip Pervasive Laporan keuangan untuk tujuan umum Laporan keuangan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pengguna laporan keuangan, misalnya: − pemegang saham, − kreditor, − pekerja, − masyarakat dalam arti luas

  25. BAB 3 Penyajian Laporan Keuangan Penyajian laporan keuangan Penyajian wajar Kepatuhan terhadap SAK ETAP Kelangsungan usaha Frekuensi pelaporan Penyajian yang konsisten Informasi komparatif Materialitas dan agregasi Laporan keuangan lengkap Identifikasi laporan keuangan

  26. PenyajianLaporanKeuangan Penyajian wajar posisi keuangan, kinerja keuangan dan arus kas. Entitas yang menggunakan SAK ETAP harus secara eksplisit menyatakan secara penuh atas kepatuhan terhadap SAK ETAP dalam catatan laporan keuangan. Entitas harus menilai kelangsungan usaha pada saat menyusun laporan keuangan Entitas menyajikan laporan keuangan minimal satu kali dalam setahun. Informasi komparatif dengan periode sebelumnya Pos-pos yang material disajikan terpisah.

  27. PenyajianKonsisten • Penyajiandanklasifikasipos-posharuskonsisten, kecuali: • Terjadiperubahansignifikanoperasientitasatauperubahantersebutmenghasilkanpenyajian yang lebihandaldanrelevan. • SAK ETAP mensyaratkanperubahanpenyajian • Reklasifikasiharusdilakukanretrospektif, kecualitidakpraktisdapatsecaraprospektif. • Jikaprospektif: diungkapkansifatreklasifikasidanjumlahpos yang direklasifikasisertaalasannya.

  28. Penyajian laporan keuangan Laporan keuangan lengkap − Neraca (Bab 4) − Laporanlabarugi (Bab 5) − Laporan perubahan ekuitas (Bab 6) − Laporan arus kas (Bab 7) − Catatan atas laporan keuangan (Bab 8)

  29. Penyajian • Jikaentitashanyamengalamiperubahanekuitas yang berasaldari • labarugi, • pembayarandividen, • koreksikesalahanperiodelaludan • perubahankebijakanakuntansi • makaentitasdapatmenyajikanLaporanlabarugidansaldolabasebagaipenggantiLaporanlabarugidanLaporanperubahanekuitas.

  30. LaporanKeuangan Neraca Kewajiban Laporanlabarugi Laporanperubahanekuitas Laporanaruskas Catatanataslaporankeuangan Laporanposisikeuangan (neraca) Liabilitas Laporanlabarugikomprehensif Laporanperubahanekuitas Laporanaruskas Catatanataslaporankeuangan SAK ETAP PSAK 1 (Revisi 2009)

  31. PenyajianLaporanKeuangan • Identifikasisecarajelassetiapkomponenlaporankeuangan. • Informasiberikut, jikaperlu, padasetiaphalaman: • Namaentitaspelapordanperubahandalamnamatersebutsejaklaporanperiodeterakhir • Tanggalatauperiode yang dicakupolehlaporankeuangan, mana yang lebihtepatbagisetiapkomponenlaporankeuangan; • Matauangpelaporan, sepertididefinisikandalamBab 25 Mata UangPelaporan; • Pembulatan angka yang digunakan dalam penyajian laporankeuangan. • Catatanlaporankeuangan: • Domisili , bentukhukumdanalamatkantor yang terdaftar • Penjelasansifatoperasidanaktivitasutama

  32. BAB 4 Neraca Neraca • Penyajian • Klasifikasi aset lancar dan aset tidak lancar • Klasifikasi kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang • Kecuali jika memberikan informasi yang andal dan relevan dapat berdasarkan likuiditas

  33. Neraca • Menyajikanaset, kewajibandanekuitaspadatanggaltertentu. • Minimal mencakuppos-pos: • kasdansetarakas, • piutangusahadanpiutang lain-lain, • persediaan, • propertiinvestasi, • asettetap, • asettidakberwujud, • utangusahadanutanglainnya, • asetdankewajibanpajak, • kewajibandiestimasi • ekuitas. • Urutandan format postidakditentukanoleh SAK ETAP

  34. AsetLancar • Entitas mengklasifikasikan aset sebagai aset lancar jika: • diperkirakanakandirealisasiataudimilikiuntukdijualataudigunakan, dalamjangkawaktusiklusoperasi normal entitas; • dimilikiuntukdiperdagangkan; • diharapkanakandirealisasidalamjangkawaktu 12 bulansetelahakhirperiodepelaporan; atau • berupakasatausetarakas, kecualijikadibatasipenggunaannyadaripertukaranataudigunakanuntukmenyelesaikankewajibansetidaknya 12 bulansetelahakhirperiodepelaporan. • Asetlainnyadiklasifiaksikantidaklancar

  35. Kewajiban Jangka Pendek • Entitasmengklasifikasikankewajibansebagaikewajibanjangkapendekjika: • diperkirakanakandiselesaikandalamjangkawaktusiklus normal operasientitas; • dimilikiuntukdiperdagangkan; • kewajibanakandiselesaikandalamjangkawaktu 12 bulansetelahakhirperiodepelaporan; atau • entitastidakmemilikihaktanpasyaratuntukmenundapenyelesaiankewajibansetidaknya 12 bulansetelahakhirperiodepelaporan. • Entitas mengklasifikasikan semua kewajiban lainnya sebagaikewajibanjangkapanjang.

  36. InformasidisajikandiNeracaatau CALK kelompok aset tetap; jumlah piutang usaha, piutang dari pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa, pelunasan dipercepat dan jumlah lainnya; Rincian persediaan Kewajiban imbalan kerja dan kewajiban diestimasi lainnya

  37. Contoh Klasifikasi Aset dan Kewajiban • Aset lancar • Kas dan setara kas • Piutang usaha • Persediaan • Biaya dibayar dimuka • Pajak dibayar dimuka • Aset tidak lancar • Properti investasi • Aset tetap • Aset tidak berwujud • Aset lainnya • Kewajiban jangka pendek • Utang bank jangka pendek • Utang usaha • Utang pajak • Biaya yang masih harus dibayar • Kewajiban jangka panjang • Utang bank jangka panjang • Kewajiban imbalan pascakerja

  38. Ekuitas • Ekuitasterdiridari: • Modal disetor • Tambahan modal disetor • Saldolaba • Pendapatandanbeban yang langsungdiakuikeekuitas • Entitas yang berbentuk PT, jugamengungkapkan: • jumlah modal dasar • jumlahsaham yang diterbitkandandisetorpenuh • nilai nominal saham • ikhtisarperubahanjumlahsahamberedar

  39. BAB 5 Laporan Laba Rugi LaporanLabaRugi • Menyajikan laporan laba rugi suatu periode tertentu yang menunjukan kinerja keuangan selama periode tersebut. • Pos minimal: • Pendapatan • beban keuangan • bagian laba atau rugi investasi (metode ekuitas) • beban pajak • laba atau rugi bersih • Pos luar biasa tidak diperkenankan

  40. Laporan Laba Rugi • Sifatbeban • bebanbahanbaku • bebantenagakerja • bebanpenyusutan • bebansewaruangan • bebanlistrik • bebanoperasilainnya • Fungsibeban • bebanpokokpenjualan • bebanpemasaran • bebanumumdanadministrasi • bebanoperasilainnya Entitas dapat menyajikan beban berdasarkan

  41. BAB 6 Laporan Perubahan Ekuitas Alternatif Penyajian • Entitasdapatmenyajikan: • Laporanperubahanekuitas • Laporanlabarugidansaldolaba • jikaperubahanpadaekuitashanyaberasaldarilabaataurugi, pembayardividen, koreksikesalahanperiodelaludanperubahankebijakanakuntansi. • Menyajikan: • Labarugitahunberjalan • Pendapatandanbeban yang diakuilangsungdalamekuitas • Pengaruhperubahankebijakanakuntansidankoreksikesalahan. • Rekonsiliasijumlahtercatatawaldanakhirperiodedarikomponenekuitas.

  42. Contoh

  43. Contoh

  44. Catatan atas Laporan Keuangan • Merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangn • Menjelaskan informasi umum tentang perusahaan • Kebijakan akuntansi yang dipilih oleh perusahaan termasuk metode akuntansi dan estimasi yang digunakan • Penjelasan rinci / data detail mengenai angka dalam laporan keuangan • Informasi tambahan mengenai transaksi atau akun tertentu: • Utang  tingkat bunga, kreditor, jumlah utang, jatuh tempo, jaminan yang digunakan • Investasi  nama perusahaan, jumlah kepemilikan, waktu akuisisi, dll • Pajak  jumlah pajak dibayarkan, pajak tangguhan, beda permanen/temporer, pajak final, dll • Informasi penting yang diharuskan oleh standar • Segmen usaha • Transaksi hubungan istimewa • Kontijensi • Kontrak kerjasama

  45. BAB 7 Laporan Arus Kas LaporanArusKas Menyajikaninformasiaruskasdariaktivitasoperasi, aktivitasinvestasidanaktivitaspendanaan. Aktivitasoperasihanyadapatdisajikansecaratidaklangsung. Bungadandividenharusdiungkapsecaraterpisahsecarakonsistensebagaiaktivitasoperasi, investasiataupendanaan. Pajakpenghasilandiungkapkanterpisahsebagaiaktivitasoperasikecualidapatsecaraspesifikdiidentifikasisebagaiaktivitasinvestasiataupendanaan. Transaksi non kastidakdapatdisajikandalamlaporanaruskas.

  46. Klasifikasiaruskas • Aktivitasoperasiadalahaktivitaspenghasilutamapendapatan (principal revenue-producing activities) danaktivitas lain yang bukanmerupakanaktivitasinvestasidanaktivitaspendanaan. • Aktivitasinvestasiadalahperolehandanpelepasanaktivajangkapanjangsertainvestasi lain yang tidaktermasuksetarakas • Aktivitaspendanaan (financing) adalahaktivitas yang mengakibatkanperubahandalamjumlahsertakomposisi modal danpinjamanperusahaan

  47. Perubahan current asset dan current liabilities Arus kas dari kegiatan operasi Laba bersih + Kerugian dan - Keuntungan + Beban bukan kas seperti depresiasi dan amortisasi AktivitasOperasi – Indirect method

  48. Aruskasdarikegiataninvestasi Hasildari : • Penjualanaset tetap • Penjualaninvestasi • Penagihanpokokpinjamankepadapihak lain + Arus kas dari kegiatan Investasi • Kasdibayarkankepada : • Pembelianaset tetap • Pembelianinvestasi • Pembeli _

  49. Aruskasdarikegiatanpendanaan Hasildari : • Penerbitansaham • Penerbitanobligasi • Pinjaman + Aruskasdarikegiatan Financing • Dibayarkanuntuk : • Membeli treasury stock • Menarikobligasi • Membayarpokokpinjaman • Membayardeviden _

  50. BAB 8 Catatan atas L/K CatatanAtasLaporanKeuangan • Catatanataslaporankeuanganberisiinformasitambahan, penjelasannaratifataurincianjumlah yang disajikandalamlaporankeuangan. • Harusmengungkapkan: • dasarpenyusunanlaporankeuangan • kebijakanakuntansi yang signifikan • informasitambahan yang tidakdisajikandalamlaporankeuangan, tapirelevanuntukmemahamilaporankeuangan • Disajikansecarasistematisdanmerujuksilangke pos-pos dalamlaporankeuangan.

More Related