1 / 65

TESIS

TESIS. Dewi Marginingsih NIM.S.830908113 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SAINS PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA. JUDUL. PEMBELAJARAN FISIKA METODE INQUARY TERBIMBING MEDIA LABORATORIUM DAN ANIMASI KOMPUTER DITINJAU KEMAMPUAN BERFIKIR DAN SIKAP ILMIAH.

creda
Download Presentation

TESIS

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. TESIS DewiMarginingsih NIM.S.830908113 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SAINS PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

  2. JUDUL PEMBELAJARAN FISIKA METODE INQUARY TERBIMBING MEDIA LABORATORIUM DAN ANIMASI KOMPUTER DITINJAU KEMAMPUAN BERFIKIR DAN SIKAP ILMIAH

  3. BAB. IPENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah B. Identifikasi Masalah C. Pembatasan Masalah D. Perumusan Masalah E. Tujuan Penelitian F. Manfaat Penelitian

  4. LATAR BELAKANG MASALAH • Guru sebagai tenaga profesional (UU RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen). • Adanya miskonsepsi pokok bahasan gaya gesekan di SMA N 1 Surakarta . • Penggunaan media belajar yang kurang maximal. • Menciptakan pembelajaran fisika yang inovatif. • Meningkatkan prestasi belajar fisika. • Pembelajaran yang siswa aktif

  5. IDENTIFIKASI MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat diidentifikasi masalah-masalah sbb : • Guru belum berfungsi maksimal sebagai agen pembelajaran. • Terjadi miskonsepsi pada gaya gesekan di SMAN1 Ska • Media pembelajaran belum dimanfaatkan secara maximal. • Pembelajaran fisika masih kurang inovatif. • Prestasi belajar fisika belum maximal • Penggunaan media laboratorium kurang maksimal. • Pembelajaran fisika belum banyak siswa aktif

  6. PEMBATASAN MASALAH • Pembelajaran fisika dengan metode inquary terbimbing menggunakan media laboratorium.dan animasi komputer . • Pembelajaran fisika pada pokok bahasan gaya gesekan Kelas X Semester 2 SMA N 1 Surakarta tahun 2008/2009. • Kemampuan berfikir konkrit dan abstrak. • Sikap ilmiah dengan kategori tinggi dan rendah. • Prestasi belajar pada aspek kognitif.

  7. PERUMUSAN MASALAH 1 Adakah perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diajar dengan metode inquiry terbimbing media laboratorium dan animasi komputer ? 2 Adakahperbedaanprestasibelajarantarasiswa yang memilikikemampuanberfikirkonkritdanabstrak? 3 Adakahperbedaanprestasibelajarantarasiswa yang memilikisikapilmiahtinggidanrendah? 4 Adakahinteraksi media dankemampuanberfikirterhadapprestasibelajar? 5 Adakahinteraksi media dansikapilmiahterhadapprestasibelajar? 6 Adakahinteraksikemampuanberfikirdansikapilmiahterhadapprestasibelajar? 7 Adakahinteraksi media, kemampuanberfikirdansikapilmiahterhadapprestasibelajar?

  8. TUJUAN PENELITIAN 1 Mengetahui perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diajar dengan metode inquiry terbimbing media laboratorium dan animasi komputer 2 Mengetahui perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki kemampuan berfikir konkrit dan abstrak. 3 Mengetahui perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki sikap ilmiah tinggi dan rendah. 4 Mengetahui interaksi media dan kemampuan berfikir terhadap prestasi belajar. 5 Mengetahui interaksi media dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar. 6 Mengetahui interaksi kemampuan berfikir dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar. 7 Mengetahui interaksi media, kemampuan berfikir dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar.

  9. MANFAAT PENELITIAN 1. Manfaat Praktis Hasil penelitian merupakan salah satu alternatif bagi guru untuk menentukan model pembelajaran. Dengan mengetahui kemampuan berfikir dan sikap ilmiah siswa maka guru dapat memilih metode pembelajaran yang tepat. 2.Manfaat Teoritis Hasil penelitian dapat memberikan sumbangan teoritis bagi masyarakat, guru, yang memerlukan tambahan dasar teori bagi penelitian mereka, baik untuk pengembangan pembelajaran maupun penyelesaian tugas akhir.

  10. BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS Kajian Teori

  11. Hakikat Belajar Belajar adalah proses seseorang memperoleh berbagai kecakapan, ketrampilan dan sikap. • Teori Belajar • Konstruktivisme Teori belajar menurut pandangan konstruktivis menyatakan bahwa siswa tidak menerima begitu saja pengetahuan tetapi siswa secara aktif membangun pengetahuannya dengan cara terus menerus mengasimilasi dan mengakomodasi informasi baru.

  12. Teori belajar Bruner Menurut Bruner dalam Ratna Wilis Dahar (1988:103) menyatakan”belajar penemuan sesuai pencarian pengetahuan secara aktif oleh manusia dan dengan sendirinya memberikan hasil yang paling baik”. Siswa aktif mencari pemecahan masalah serta pengetahuan yang menyertainya akan menghasilkan pengetahuan yang benar -benar bermakna. • Teori belajar Ausubel. Menurut Ausubel dalam Ratna Wilis Dahar (1988:112) ”belajar bermakna merupakan suatu proses mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang”. • Teori belajar menurut Piaget Menurut Piaget, ada empat taraf pokok dalam perkembangan intelektual yaitu taraf perkembangan sensori-motoris, taraf preoperasional, taraf konkret-operasional dan taraf formal-operasional.

  13. Inquary Terbimbing Inquary sebagai model pengajaran dimana guru melibatkan kemampuan berfikir kritis siswa untuk menganalisa dan memecahkan persoalan .

  14. Media Pembelajaran Media adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan ketrampilan atau sikap. • Animasi Komputer Animasi komputer dalam pembelajaran fisika adalah suatu program pembelajaran menggunakan komputer yang menarik dan menyenangkan agar siswa dapat menguasai konsep fisika. • Laboratorium Laboratorium fisika adalah suatu bangunan atau ruang yang di dalamnya dilengkapi dengan peralatan atau bahan-bahan untuk kepentingan pelaksanaan eksperimen fisika.

  15. Kemampuan berfikir Kemampuan (capabilitas) adalah penampilan yang dapat diamati sebagai hasil-hasil belajar Kemampuan berfikir adalah pengetahuan dan ketrampilan yang relevan, yang telah dimiliki siswa pada saat akan memulai mengikuti suatu program pengajaran. • Sikap ilmiah Sikap ilmiah adalah sikap yang dimiliki para ilmuwan yaitu jujur, teliti, cermat, menghargai pendapat orang lain.

  16. Prestasi belajar Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai setelah seseorang melakukan kegiatan belajar. • Gaya gesekan Konsep gaya gesekan meliputi gaya gesekan statis, gaya gesekan statis maximum, gaya gesekan kinetik,besar koefisien gesekan dan arah gaya gesekan.

  17. KERANGKA BERFIKIR 1 Siswa memperoleh prestasi yang lebih baik jika pembelajaran fisika gaya gesekan dengan media animasi komputer . 2 Siswa yang memiliki kemampuan berfikir abstrak memiliki prestasi yang lebih baik..dibanding dengan siswa yang memiliki kemampuan berfikir konkrit. 3 Siswa yang memiliki sikap ilmiah tinggi akan memperoleh nilai yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang memiliki sikap ilmiah rendah. 4 Siswa yang memiliki kemampuan berfikir konkrit lebih baik hasilnya jika diberi pembelajaran dengan media laboratorium, sedangkan siswa yang memiliki kemampuan berfikir abstrak lebih baik jika menggunakan media animasi komputer

  18. 5 Dalammelaksanakanprosesinquirysangatdiperlukansikapjujur, teliti,bertanggungjawabsehinggapenulismendugaadainteraksi media dengansikapilmiahterhadapprestasibelajar. 6 Pembelajaranfisikagayagesekandenganmetoda inquiry terbimbingmenggunakan media laboratoriumatauanimasikomputerakanlebihefektifuntuksiswa yang memilikikemampuanberfikirabstrakdansikapilmiah yang tinggi. 7 Adainteraksiantara media pembelajaran, kemampuanberfikirdansikapilmiahterhadapprestasibelajar.

  19. PENELITIAN YANG RELEVAN • Literzet Sobri. S (2004) • Riolita Butsia Anggraini (2007) • Ngadiyo (2006) • Hardiati (2004)

  20. HIPOTESIS 1. Ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diajar dengan metode inquiry terbimbing media laboratorium dan animasi komputer 2.Ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki kemampuan berfikir konkrit dan abstrak 3. Ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki sikap ilmiah tinggi dan rendah 4. Ada interaksi media dengan kemampuan berfikir terhadap prestasi belajar 5 . Ada interaksi media dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar . 6. Ada interaksi kemampuan berfikir dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar . 7. Ada interaksi media, kemampuan berfikir, dan sikap ilmiah terhadap prestasi .

  21. BAB III METODOLOGI PENELITIAN • Tempat dan Waktu Penelitian • Populasi dan Sampel • Metode Penelitian • Variabel Penelitian • Teknik Pengumpulan Data • Instrumem Penelitian • Uji Coba Instrumen Penelitian • Teknik Analisis Data

  22. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Surakarta. • Waktu Penelitian Penelitian dilakukan pada Kelas X semester 2 tahun pelajaran 2008/2009. • Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa Kelas X SMA N 1 Surakarta. • Sampel Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik cluster random sampling yakni mengambil dua kelas dengan cara diundi.

  23. TEHNIK PENGUMPULAN DATAT • Metode Angket Digunakan untuk memperoleh data sikap ilmiah siswa. • Metode Tes Digunakan untuk memperoleh data kemampuan berfikir dan prestasi belajar.

  24. VARIABEL PENELITIAN • Variabel bebas • Media laboratorium dan animasi komputer • Variabel moderator • Kemampuan berfikir • Sikap ilmiah • Variabel terikat Prestasi belajar fisika

  25. DESAIN FAKTORIAL PENELITIAN

  26. Uji Coba Instrumen Penelitian 1.Tes Prestasi

  27. Uji Coba Instrumen Penelitian

  28. Distribusidayabedasoaltesprestasi • Distribusi daya beda soal tes prestasi

  29. Ujireliabilitasujicobatesprestasibelajarmenggunakan program excel diperolehbesarreliablitas = 0,928 dengankualitasreliablitastinggi. Dari hasilujicobainstrumentesprestasibelajaraspekkognitifdenganmemperhatikandayabeda, tingkatkesukaran, validitasdanreliablitasperangkatsoaltesdapatdisimpulkandari 28 item tesujicobadipilih 22 soal yang disesuaikandengankisi-kisisoal. Soaltes yang tidak valid adalahsoaltesnomor 2, 6, 8, 11, 13 dan 24.

  30. 2.Tes Kemampuan Berfikir

  31. Korelasi skor butir soal tes kemampuan berfikir terhadap skor total ditentukan dengan menggunakan excel. Dari 33 soaltesprestasi, 9 soal yang tidakvalidyaitu no 1,3,13,14,16,20,25,30,31

  32. 3.Angket SikapIlmiah Dasarteori yang digunakanuntukmengetahuivaliditas,reliabilitasangketsikapilmiahsamadengan yang digunakanpadasoal res prestasi.Hasilujivaliditasangketsikapilmiah 0,869 danujireliabilitas 0,930. Dari 26 soalangketsikapilmiahterdapatduasoal yang tidak valid yaitunomor 14 dan 26 sehinggauntukmenentukankategorisikapilmiahdigunakan 24 soal.

  33. BAB IV HASIL PENELITIAN • Deskripsi Data • UjiPrasyaratAnalisis • PengujianHipotesis • PembahasanHasilAnalisis • KeterbatasanPenelitian

  34. A. DESKRIPSI DATA Deskripsi data Kemampuan Awal Siswa Sebelum diberi Perlakuan

  35. Diskripsi Data Prestasi belajar siswa

  36. Jumlahsiswa yang MempunyaiKemampuanBerfikirKonkritdanAbstrak

  37. Jumlahsiswa yang MempunyaiSikapIlmiahTinggidanRendah

  38. B. UjiPrasyaratAnalisis1. UjiNormalitas • Uji Normalitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah sample berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Hasil uji normalitas prestasi belajar siswa pada signifikasi 0,05 dengan uji Ryan- Joiner . Dari gambar 4.5 di atas tampak bahwa harga P-Value > 0,1. Dengan demikian diperoleh keputusan bahwa Ho ditolak. Ini berarti bahwa data sampel-sampel dalam penelitian berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Dari gambar 4.1, 4.2, gambar masing-masing histogram normal.

  39. HasilUjiNormalitasKemampuanBerfikir • Dari gambar 4.6 di atas tampak bahwa harga P-Value > 0,1. Dengan demikian diperoleh keputusan bahwa Ho ditolak. Ini berarti bahwa data sampel-sampel dalam penelitian berasal dari populasi yang berdistribusi normal

  40. HasilUjiNormalitasSikapIlmiah • Dari gambar 4.7 di atas tampak bahwa harga P-Value > 0,1. Dengan demikian diperoleh keputusan bahwa Ho ditolak. Ini berarti bahwa data sampel-sampel dalam penelitian berasal dari populasi yang berdistribusi normal

  41. 2. UjiHomogenitas • Uji homogenitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah sampel berasal dari populasi yang homogen atau tidak. Uji homogenitas untuk tingkat signifikan α = 0,05 .Uji homogenitas prestasi belajar ditinjau dari media , dari gambar 4.8 di atas dapat dilihat bahwa harga P-value>0,05. Dengan demikian diperoleh keputusan bahwa Ho ditolak, hal ini menunjukkan bahwa data sampel-sampel dalam penelitian berasal dari populasi yang homogen.

  42. HasilUjiHomogenitasPrestasiditinjaudariKemampuanBerfikir. • Dari gambar 4.9 di atas dapat dilihat bahwa harga P-value>0,05. Dengan demikian diperoleh keputusan bahwa Ho ditolak, hal ini menunjukkan bahwa data sampel-sampel dalam penelitian berasal dari populasi yang homogen.

  43. HasilUjiHomogenitasPrestasiditinjaudariSikapIlmiah •  Dari gambar 4.10 di atas dapat dilihat bahwa harga P-value>0,05. Dengan demikian diperoleh keputusan bahwa Ho ditolak, hal ini menunjukkan bahwa data sampel-sampel dalam penelitian berasal dari populasi yang homogen.

  44. D. PengujianHipotesis1. Anava • Data-data yang diperoleh dari hasil penelitian yang berupa nilai prestasi belajar, kemampuan berfikir dan sikap ilmiah siswa dianalisis dengan analisis variansi 2 x 2 x 2 dengan isi tidak sel sama, dengan bantuan software minitab 15 menggunakan GLM (general linier Model), dilanjutkan uji lanjut untuk H0 yang ditolak Adapun rangkuman hasilnya adalah sebagai berikut :

  45. GLMPRESTASI VERSUS MEDIA,KEM.BER,SIKAP ILMIAH

  46. HASIL ANAVA 1 Dari hasil Result 4.1 terlihat bahwa P-value untuk media terhadap prestasi 0,810 atau lebih besar dari 0,05 yang berarti Ho : tidak ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diajar dengan metode inquiry terbimbing media laboratorium dan animasi komputer diterima berarti tidak ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diajar dengan metode inquiry terbimbing media laboratorium dan animasi komputer. 2 Dari hasil Result 4.1 terlihat bahwa P-value untuk Kemampuan Berfikir terhadap prestasi 0,003 atau lebih kecil dari 0,05 yang berarti Ho :tidak ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki kemampuan berfikir konkrit dan abstrak ditolak berartiada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki kemampuan berfikir konkrit dan abstrak.

  47. 3 Dari hasil result 4.1 terlihat bahwa P-value untuk sikap ilmiah terhadap prestasi 0,000 atau lebih kecil dari 0,05, yang memberikan hasil bahwa Ho : tidak ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki sikap ilmiah tinggi dan rendahditolak,berarti ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki sikap ilmiah tinggi dan rendah . 4 Dari hasil result 4.1 terlihat bahwa P-value inreraksi antara media dan kemampuan berfikir terhadap prestasi 0,592atau lebih besar dari 0,05, yang memberikan hasil bahwa Ho : tidak ada interaksi media dan kemampuan berfikir terhadap prestasi belajar.diterima ,berarti tidak ada interaksi media dan kemampuan berfikir terhadap prestasi belajar.

  48. 5 Dari hasil result 4.1 terlihat bahwa P-value interaksi antara media dan sikap ilmiah terhadap prestasi 0,559 atau lebih besar dari 0,05 yang memberikan hasil H0 : tidak ada interaksi media dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar diterima berarti tidak ada interaksi antara media dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar. 6 Dari hasil result 4.1 terlihat bahwa P-value interaksi antara kemampuan berfikir dan sikap ilmiah 0,060 atau lebih besar dari 0,05 yang memberikan hasil H0 : tidak ada interaksi kemampuan berfikir dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar.diterima berarti tidak ada interaksi antara kemampuan berfikir dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar

  49. 7 Dari hasil result 4.1 terlihat bahwa P-value interaksi antara media,kemampuan berfikir dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar 0.051 atau lebih besar dari 0,05 yang memberikan hasil H0: tidak ada interaksi media, kemampuan berfikir dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar. diterima berarti tidak ada interaksi antara media,kamampuan berfikir dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar.

More Related