1 / 93

KI 3231

KI 3231. Struktur dan Keraktifan Anorganik. Sasaran kuliah. Struktur Mengetahui jenis-jenis struktur kimia anorganik Mampu menggambarkan struktur dengan tepat Mampu menginterpretasikan struktur baru Kereaktifan Mengetahui jenis-jenis reaksi kimia anorganik

faith
Download Presentation

KI 3231

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KI 3231 Struktur dan Keraktifan Anorganik

  2. Sasaran kuliah Struktur Mengetahui jenis-jenis struktur kimia anorganik Mampu menggambarkan struktur dengan tepat Mampu menginterpretasikan struktur baru Kereaktifan Mengetahui jenis-jenis reaksi kimia anorganik Mampu menuliskan persamaan reaksi dengan benar dan tepat. Mampu menginterpretasikan reaksi kimia baru.

  3. Kuliah Kimia Anorganik S-1 KI 2231 Golongan utama KI 3131 Transisi & katalisis KI 3231 Struktur & Kereaktifan KI 5231 Kapita selekta KI 5232 Pengantar sintesis PENELITIAN

  4. Materi STRUKTUR • Struktur atom (1 K) • Struktur atom hidrogen • Struktur atom berelektronbanyak • Struktur Padatan Sederhana(2K) • Struktur terjejal • Struktur logam • Struktur padatan ionik • Struktur Molekul (3K) • Struktur molekul sederhana • Struktur molekul beratom banyak

  5. Materi KEREAKTIFAN • Reaksi pelarutan (1 K) • Reaksi Asam-Basa(2K) • Reaksi Redoks (2K) • Reaksi Kompleks (1K)

  6. Kegiatan belajar Di kelas (DO) 2 jam perminggu selama 15 minggu Minggu ke 8 ujian struktur Minggu ke 15 ujian kereaktifan Di Laboratorium (IM) 1 periode (4 jam) perminggu selama 13 minggu Di perpustakaan/rumah/ruang komputer dll 135-(2*15+4*13)/15 ~ 3,5 jam/minggu

  7. Penilaian Ujian-1 30% Ujian-2 30% Praktikum 30% Kehadiran & partisipasi10% Nilai A 75 B 65 C 50

  8. PUSTAKA Huheey, J. E., Keiter, E. A. and Keiter, R. L., Inorganic Chemistry: Principles of structure and Reactivity, 4th ed, HarperCollinsCollege, 1993 Shriver, D.F., Atkins, P. W., Inorganic Chemistry 3rd ed, W. H. Freeman and company, 1999 Taro Saito, Inorganic Chemistry-online, Iwanami Shoten & Introductory Chemistry Group, 2006 Ismunandar, I Nyoman Marsih, Catatan Kuliah KI 3231, ITB, 2005

  9. Partikel Penyusun atom Elektron(e) me = 9,11x10-31Kg Proton(p) mp = 1,67x10-27 Kg Netron(n) mn = mp Foton Partikel a, b dan g

  10. MODEL ATOM • Bohr lintasan • Kuantum orbital Persamaan Schrodinger untuk Atom H: perkalian fungsi radial dan Fungsi sudut

  11. Fungsi radial Bergantung pada r Rnl(r)= f(r)(Z/ao)3/2e-r/2 dengan ao = jari-jari Bohr = 0,53A dan r = 2Zr/n ao diperoleh n l f(r) 1 0 2 2 0 (1/2V2)(2-r) 2 1 (1/2V6)r dst. Fungsi radial tidak punya makna, Yang punya arti fisik adalah fungsi distribusi radial yaitu keboleh jadian menemukan elektron

  12. Fungsi radial

  13. Fungsi distribusi radial Prakt-1 menggambar Fungsi radial dan fungsi distribusi radial

  14. Fungsi sudut Bergantung pada sudut   Ylml(, )= (1/4p)1/2 y (, ) l ml y (, ) 0 0 1 1 0 31/2 cos 1 +1 + 31/2 sin e+i Shriver Table 1.2 hal 13 Fungsi sudut menggambarkan bentuk orbital

  15. Bentuk orbital

  16. Prakt-2 menggambar orbital atom

  17. Atom berelektron banyak • Elektron terdistribusi dalam orbital • mengikuti aturan Aufbau dan Pauli • menghasilkan ‘konfigurasi elektron’ • Elektron saling berinteraksi • menghasilkan efek tolakan, • sehingga elektron ‘luar’ merasakan • efek tarikan inti lebih rendah • dari elektron ‘dalam’ • Muatan inti yang dirasakan disebut Z eff

  18. Urutan pengisisan orbital Tingkat energi orbital 3d dan 4s hampir sama

  19. Atom H vs atom polielektron • Antaraksi antar elektron (efek perisai) • Tingkat energi orbital berubah

  20. Muatan inti efektif

  21. EFEK PERISAI (S) Efek perisai pada Li < Rb

  22. Aturan Slater- memperkirakan nilai S • Tuliskan konfigurasi elektron sesuai urutan • (1s) (2s,2p) (3s,3p) (3d) (4s,4p) …..dst • elektron dikanan kelompok ns,np • tidak memberi sumbangan pada S • elektron pada ns,np masing-masing menyumbang 0,35 • elektron di (n-1) masing masing menyumbang 0,85 • elektron di (n-2) dst masing-masing menyumbang 1,0 • Bila elektron ada pada nd atau nf maka aturan d) dan e) menjadi • semua elektron di kiri nd atau nf menumbang 1,0

  23. Cara perhitungan • N ( Z= 7), konfigurasi elektron (1s2) (2s2 2p3) • S = (2 x 0,85) + (4 x 0,35) = 3,1 • Zeff = 7- 3,1 = 3,9 • Zn (Z = 30) (1s2) (2s2,2p6) (3s2,3p6) (3d10) (4s2) • Satu elektron lepas dari orbital 4s • S = (10 x 1) + (18 x 0,85) + (1 x 0,35) = 25,65 • Zeff = 30 - 25,65 = 4,35 • Satu elektron lepas dari orbital d • S = (18 x 1) + (9 x 0,35) = 21,15 • Zeff = 30 - 21,15 = 8,85 • Maka ketika Zn terionisasi, elektron yang dilepaskan pasti dari 4s dan bukan dari 3d.

  24. Latihan • Hitung muatan inti efektif untuk • Li(Z=3), Na(Z=11), K(Z=19), Rb(Z=37) • Li(Z=3), Be(Z=4), B(Z=5), C(Z=6), N(Z=7), O(Z=8), F(Z=9), Ne(Z=10) • Dari hasil yang diperoleh simpulkan • Kecenderungan unsur dalam satu golongan • Dan dalam satu perioda

  25. Kesimpulan

  26. STRUKTUR PADATAN SEDERHANA

  27. Sistem kristal

  28. Kubusbccfcc

  29. Kubus sederhana, bcc

  30. Bidang kristal

  31. Bidang kristal

  32. Struktur terjejal ccp hcp

  33. Lubang pada struktur terjejal

  34. Lubang pada fcc

  35. Struktur logam pada 25oC, 1 atm

  36. Paduan logam • Kriteria terbentuknya paduan logam: • Perbedaan jari-jari unsur tidak lebih dari 15% • Struktur kristalnya sama/compatible • Memiliki kemiripan karakter elektropositif

  37. Paduan logam Struktur Na & K sama, tetapi beda jar-jari ~ 19%, jadi tidak mungkin terbentuk paduan logam alkali Cu 1,28A & Ni 1,25A, strukturnya fcc terbentuk paduan logam dengan berbagai komposisi Zn 1,37A, struktur hcp bukan fcc Bisa terbentuk paduan logam dengan Cu Pada komposisi terbatas

  38. Struktur padatan ionik

  39. Struktur padatan ion 1:1 dan 1:2

  40. Struktur NaCl

  41. Struktur ZnS

  42. Struktur CaF2

  43. Penentuan Struktur

  44. Kovalen vs ionik

  45. Aturan Fayans i. Potensial ionik (perbandingan muatan dan ukuran kation ) besar, makin bersifat kovalen Li+ = 17 Be2+ = 64 B3+ = 150 Na+ = 10 Mg2+ = 31 Al3+ = 60 K+ = 8 Ca2+ = 20 Ga3+ = 48 muatan kation harus besar dan ukuran kation harus kecil

  46. Aturan Fayans ii. Muatan anion besar dan ukuran anion juga besar, ini menunjukkan sifat LUNAK yang berarti anion ini mudah dibentuk atau mudah dipolarisasikan. Contoh I-, Se2- dan Te2- (ukurannya besar) sedangkan As3- dan P3- menunjukkan muatannya besar; anion tersebut lebih bersifat kovalen

  47. Aturan Fayans iii. konfigurasi elektron kation. Logam transisi lebih mudah mempolarisasikan bila dibandingkan dengan logam alkali atau alkali tanah. Contoh Hg2+ (r = 102 pm) lebih bersifat kovalen sedangkan Ca2+ (r = 100 pm) lebih bersifat ionik.

  48. Akibat karakter kovalen • Titik lebur senyawa ion MENURUN • Efek ukuran kation BeCl2 405oC • Ca Cl2 772oC • Efek muatan NaBr 755oC • MgBr2 700oC • AlBr3 98oC • Efek ukuran anion LiF 870oC • LiCl 613oC • LiBr 547oC • LiI 446oC • Efek konfigurasi CaCl2 772oC • HgCl2 276oC

  49. Akibat karakter kovalen • Kelarutan Menurun • Ksp AgF larut • AgCl 10-10 • AgBr 10-13 • AgI 10-17

  50. STRUKTUR MOLEKUL

More Related