1 / 18

Metodologi Penelitian Pendidikan Fisika S1 Pendidikan Fisika Semester 6

Metodologi Penelitian Pendidikan Fisika S1 Pendidikan Fisika Semester 6 Dra. Rahayu Dwisiwi SR, M.Pd. 8. METODE PENELITIAN. Membicarakan tentang urutan pelaksanaan penelitian, a.l. meliputi prosedur dan alatnya. Moh Nazir mengelompokkan metode penelitian sbb : Metode Sejarah

gore
Download Presentation

Metodologi Penelitian Pendidikan Fisika S1 Pendidikan Fisika Semester 6

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Metodologi Penelitian Pendidikan Fisika S1 Pendidikan Fisika Semester 6 Dra. Rahayu Dwisiwi SR, M.Pd. 8

  2. METODE PENELITIAN Membicarakan tentang urutan pelaksanaan penelitian, a.l. meliputi prosedur dan alatnya. • Moh Nazir mengelompokkan metode penelitian sbb : • Metode Sejarah • Metode Deskriptif: • Metode survei • Metode studi kasus • (c) Metode studi komparasi • Metode Eksperimen: • (a) Pre experimental design • (b) True experimental design • (c) Quasi experimental design • Metode Grounded Research • Metode penelitian Tindakan

  3. METODE SEJARAH Sejarah : deskripsi yg terpadu dari keadaan/ fakta masa lampau yg ditulis berdasarkan penelitian serta studi yg kritis untuk mencari kebenaran (Nevins, 1993). Dalam metode sejarah: menggunakan catatan observasi/pengamatan orang lain yang tidak dapat diulang kembali

  4. METODE DESKRIPTIF • Tujuan metode ini untuk membuat deskripsi/ gambaran secara sistematis, faktual, & akurat (teliti) mengenai fakta2, sifat2, serta hubungan antara fenomena2 yang diselidiki. • Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti: • Suatu/sekelompok manusia • Suatu obyek • Suatu set kondisi pd masa • Suatu sistem pemikiran sekarang • Suatu kelas-kelas peristiwa

  5. Metode Survei (mengamati secara langsung) Adalah penyelidikan yg diadakan untuk memperoleh fakta2 dari gejala2 yg ada dan mencari keterangan2 secara faktual. Dilakukan evaluasi & perbandingan dg hal yg telah dikerjakan dalam menangani masalah/situasi serupa. Hasilnya untuk perencanaan & pengambilan keputusan waktu yad.

  6. Studi Kasus Studi kasus/penelitian kasus: penelitian tentang status subjek penelitian yg berkenaan dengan suatu fase spesifik/khas dari keseluruhan pesonalitas. • Subyek penelitian dapat berupa individu, kelompok, lembaga, masyarakat. • Tujuan penelitian kasus: memberikan gambaran secara rinci tentang: • Latar belakang • Sifat2/karakter yg khas pd kasus • Status individu

  7. Kelemahan Studi Kasus: • Jumlah anggota sampel terlalu kecil • Dipengaruhi pandangan subjektif dalam pemilihan kasus, misalnya sifat khas subjek yang dibesar-besarkan • Keunggulan Studi Kasus: • Dapat mendukung penelitian lebih besar yang akan datang • Dapat memberikan hipotesis penelitian lanjutan

  8. c. Studi Komparasi Untuk mencari jawaban secara mendasar tentang sebab akibat dengan menganalisis faktor2 penyebab yang dijadikan dasar pembanding. Studi kasus bersifat expost facto, yaitu data dikumpulkan setelah semua kejadian berlangsung/selesai.

  9. METODE EKSPERIMEN Penelitian ini berdasarkan observasi dengan kondisi yang sengaja dibuat peneliti, dengan mengadakan manipulasi thd objek penelitian serta ada kontrol. Dimaksudkan untuk menyelidiki pengaruh: kondisi buatan terhadap gejala yang muncul

  10. Pre experimental designs • The one-shot case study • (The simple experimental case study) X O X = experimen/kegiatan O = observasi/pengamatan • The one-group pretest posttest design O2 O1 X • The static group comparation Group I Group II X O1 (klp eksperimen) (klp kontrol) O2 -

  11. b.True experimental designs • The pretest-posttest control group design O1 O2 X (klp. eksperimen) (klp. kontrol) R O1 O2 - Randomisasi & matching untuk menentukan anggota klp. eksperimen & klp. kontrol

  12. The posttest only control group design O2 X (klp. eksperimen) (klp. kontrol) R O2 - Randomisasi & matching untuk menentukan anggota klp. eksperimen & klp. kontrol

  13. c. Quasi experimental designs • The non randomized control group pretest-posttest design O1 X O2 (klp eksperimen) (klp kontrol) O1 - O2 • The time – series experiment O1 O2 O3 X O4* O5* O6* O dan O* berbeda karakter, misalnya: tes objektif dan tes esay

  14. Control group, time series O1 O2 O3 X O4 O5 O6 O1 O2 O3 - O4 O5 O6

  15. PENELITIAN TINDAKAN KELAS Tahapan dalam PTK: A. Identifikasi & Perumusan Masalah B. Perencanaan Tindakan C. Pelaksanaan Tindakan & Observasi D. Analisis & Refleksi Hasil E. Perencanaan Tindak Lanjut

  16. Siklus PTK RENCANA AWAL REFLEKSI TINDAKAN, OBSERVASI RENCANA REVISI REFLEKSI TINDAKAN, OBSERVASI

  17. Penelitian Tindakan

  18. 4 D Models

More Related