1 / 22

Populasi Sampel

Populasi Sampel. &. POPULASI :. Wilayah generalisasi yg terdiri atas objek/ subjek yg mempunyai kualitas & karakteristik tertentu yg ditetapkan peneliti utk dipelajari & ditarik kesimpulan. POPULASI ??. Orang Objek Benda. POPULASI :.

harmon
Download Presentation

Populasi Sampel

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Populasi Sampel &

  2. POPULASI : Wilayah generalisasi yg terdiri atas objek/ subjek yg mempunyai kualitas & karakteristik tertentu yg ditetapkan peneliti utk dipelajari & ditarik kesimpulan POPULASI ?? • Orang • Objek • Benda POPULASI : Bukan sekedar JUMLAH yg ada pd objek/ subjek yg dipelajari, Tetapi, meliputi seluruh karakteristik/ sifat yg dimiliki objek/ subjek

  3. CONTOH : Peneliti melakukan penelitian di sekolah X • Populasi : sekolah X • Sekolah X mpy sejumlah orang/ subjek & objek Populasi dlm arti jumlah/ kuantitas

  4. CONTOH : Peneliti melakukan penelitian di sekolah X • Populasi : sekolah X • Sekolah X mpy sejumlah karakteristik orang-orangnya, seperti motivasi kerja, disiplin kerja, kepemimpinan, dll • Sekolah X mpy sejumlah karakteristik objek, seperti prosedur kerja, tata ruang kelas, lulusan yang dihasilkan, Populasi dlm arti karakteristik

  5. SAMPEL : Bagian dr jumlah dan karakteristik yg dimiliki oleh populasi Sampel yg diambil dr populasi harus representatif (mewakili) Mana populasinya ? Mana sampelnya ? Ada berapa populasi ? Ada berapa sampel ?

  6. Alasan mengapa kita memerlukan pengambilan sampel yaitu : • karena terbatasnya waktu, • dana, • tenaga, • kondisi alam, dll

  7. Metode Penentuan Jumlah Sampel Cara 1. Pendapat Slovin n = n = Ukuran Sampel N = Jumlah Populasi e = % Kemungkinan kelonggaran akibat kesalahan pengambilan sampel Contoh : Apabila diketahui jumlah populasi dalam sebuah penelitian 500 Orang, maka tentukanlah jumlah sampel yang dapat diambil ( e = 5 %). ! Jawab : Dengan menggunakan rumus di atas ; n =

  8. Dengan menggunakan rumus tersebut di atas maka jumlah Sampel di peroleh seperti pada tabel Ukuran Sampel Untuk Batas-Batas Kesalahan Dari Jumlah-Jumlah Populasi Tertentu

  9. LATIHAN • 1). Hitung berapa sampel yang diambil pada suatu penelitian jika jumlah populasi 8.000 orang, untuk dengan taraf kesalahan 1 % dan 10 %. • 2). Hitung berapa sampel yang dapat diambil dari populasi 150 siswa, bila taraf kesalahan 3 % dan 10 %.

  10. Jawaban 1). 2).

  11. Teknik Sampling Non Probability Sampling Probability Sampling • Simple Random Sampling • Proportionate stratified • random sampling • Disproportionate stratified • random sampling • Are (clutser) sampling • (sampling menurut daerah) • Sampling Sistematis • Sampling Kuota • Sampling Incidental • Porposive Sampling • Sampling Jenuh • Snowall Sampling

  12. PROBABILITY SAMPLING Probabilitysampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik ini meliputi, sampel acak sederhana, sampel acak berstratifikasi , sampel acak proporsional berstratifikasi, sampling area dan sampel acak pengelompokan. • Sampling Acak Sederhana • pengambilan dari populasi dilakukan secara acak tanpa perhatikan strata yang ada dalam tingkatan itu. Diambil secara Random Populasi Homogen Sampel yang representatif

  13. 1 2 4 5 1 2 4 5 3 3 b. Sampling Acak Proposional Berstratifikasi Yaitu teknik pengambilan sampel bila populasi anggota atau unsur yang tidak homoge dan berstrata secara proposional c. Sampling acak Tak Proposional Berstartifikasi Yaitu teknik digunakan untik menentukan jumlah sampel, apabila berstrata tetapi kurang proposional. Diambil secara Random

  14. d. Area Sampling Yaitu teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misal penduduk dari suatu negara, propinsi atau kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang akan Dijadikan sumber data, maka pengambilan sampel ditetapkan secara bertahap dari wilayah yang luas (negara) sampai ke wilayah terkecil, kemudian baru dipilih sampel secara acak.

  15. 2. Non Probabilitas Sampling Adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota Populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik sampling ini meliputi, Sampling sistematis, kuota, aksidental, purpose, jenuh, snowball. • Sampling Sisitematis • Adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.

  16. Diambil secara sistematis

  17. b. Sampling Kuota Sampling kuota adalah metode memilih sampel yang mempuyai ciri-ciri tertentu dalam jumlah atau kuota yang diinginkan, misal sejumlah mahasiswa tingkat V dari beberapa universitas tetrtentu yang bekerja sambil belajar. c. Sampling insidental Adalah sampel yang diambil dari siapa saja yang kebetulan ada, misalnya menanyakan siapa saj yang dijumpainya di tengah jalan untuk meminta pendapat mereka tentang sesiatu sperti kenaikan harga, keluarga berencan, peraturan lalu lintas, dan sebagainya. d. Sampling Jenuh Adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagi sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi realtif kecil, kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat gerealisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Istilah lain sampel jenuh adalah sesnsusu, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.

  18. f. Snowball Sampling Snowball Sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil kemudian membesar. Ibarat bola salju yang menggelinding yang lama-lam menjadi besar. Dalam penentuan sampel, pertama-tama dipilih ssatu orang, tetapi karena satu orang belum merasa lengkap terhadap data yang diberikan, maka peneliti menambha satu orang lain yang dipandang lebih tahu begiti seterusnya.

  19. Sampel Pertama A

More Related