1 / 15

AGAMA-AGAMA DUNIA

AGAMA-AGAMA DUNIA. SEJARAH DAN AJARAN-AJARAN AGAMA HINDU. AWAL SEJARAH AGAMA HINDU. Agama Hindu berasal dari India. Disana, agama Hindu sering disebut dengan nama Sanatana Dharma, yang berarti agama yang kekal, atau Waidika Dharma, yang berarti agama yang berdasarkan kitab suci Weda.

kalli
Download Presentation

AGAMA-AGAMA DUNIA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. AGAMA-AGAMA DUNIA SEJARAH DAN AJARAN-AJARAN AGAMA HINDU Dosen Pembimbing: Siti Nadroh, M.Ag

  2. AWAL SEJARAH AGAMA HINDU Agama Hindu berasal dari India. Disana, agama Hindu sering disebut dengan nama Sanatana Dharma, yang berarti agama yang kekal, atau Waidika Dharma, yang berarti agama yang berdasarkan kitab suci Weda. Agama ini merupakan perpaduan antara agama yang dianut oleh bangsa Arya dan bangsa Dravida. Bangsa Arya yang berasal dari Asia Tengah berhasil mendesak bangsa asli India, Dravida. Terjadi pembauran antara bangsa Arya dan bangsa Dravida yang selanjutnya menurunkan generasi yang disebut bangsa Hindu. Kata hindu berasal dari kata sindhu (bahasa Sanskerta) yang berarti sungai. Kata ini mengacu pada Sungai Indus yang menjadi sumber air bagi kehidupan di sekitarnya. Dosen Pembimbing: Siti Nadroh, M.Ag

  3. PERKEMBANGAN AGAMA HINDU Dosen Pembimbing: Siti Nadroh, M.Ag

  4. PERKEMBANGAN AGAMA HINDU • ZAMAN WESDA : DIMULAI DENGAN MASUKNYA BANGSA ARYA DI PUNJAB HINGGA MUNCULNYA AGAMA BUDDHA (1500 – 500 S.M.). PADA ZAMAN INI DIKENAL ADANYA TIGA PERIODE AGAMA YANG DISEBUT PERIODE TIGA AGAMA PENTING (TIGA AGAMA BESAR): • AGAMA WEDA KUNO (AGAMA WEDA SAMHITA). • AGAMA BRAHMANA : PENDETA SANGAT BERKUASA DAN TERJADI BANYAK SEKALI PERUBAHAN DALAM KEHIDUPAN BERAGAMA. (1000 – 750 S.M.) • AGAMA UPHANISHAD : MUNCULNYA PEMIKIRAN-PEMIKIRAN KEFILSAFATAN KETIKA BANGSA ARYA MENJADI PUSAT PERADABAN SEKITAR SUNGAI GANGGA. (750 – 500 S.M.) • ZAMAN AGAMA BUDDHA : CORAKNYA SANGAT BERBEDA DARI ZAMAN WEDA. DIPERKIRAKAN BERLANGSUNG ANTARA 500 S.M. – 300 M. • ZAMAN AGAMA HINDU : BERLANGSUNG SEJAK 300 M SAMPAI SEKARANG. Dosen Pembimbing: Siti Nadroh, M.Ag

  5. TIGA AGAMA PENTING • AGAMA WEDA KEHIDUPAN KEAGAMAAN UMAT AGAMA HINDU DIDASARKAN PADA NASKAH SUCI YANG DISEBUT WEDA SAMHITA, YANG MEREKA YAKINI SEBAGAI CIPTAAN BRAHMA. HANYA PARA RESI SAJA YANG MAMPU MENERIMA ISI WEDA TERSEBUT. ISI WEDA PADA MULANYA BERBENTUK MANTRA-MANTRA, KEMUDIAN DISUSUN DALAM BENTUK PUJI-PUJIAN. • AGAMA BRAHMANA DALAM AGAMA BRAHMANA TERLIHAT ADANYA BEBERAPA PERKEMBANGAN BENTUK MAUPUN ISI DARI AGAMA SEMULA. MUNGKIN HAL INI TIDAK TERLEPAS DARI PERJALANAN MASA KETIKA ORANG ARYA INDIA SAMPAI KE LUAR DAERAH PUNJAB DAN MEMASUKI LEMBAH SUNGAI GANGGA DAN YAMUNA. LETAK PERBEDAAN YANG PALING MENCORAK ADALAH PERGESERAN ARTI KORBAN DAN MACAM KORBAN. • AGAMA UPANISHAD AGAMA UPANISHAD MENENTANG AJARAN-AJARAN AGAMA BRAHMANA, TERUTAMA MENGENAI AJARAN KORBAN. AGAMA INI DIDASARKAN PADA KITAB-KITAB UPANISHAD YANG MERUPAKAN KITAB WEDA YANG PALING MUDA USIANYA. Dosen Pembimbing: Siti Nadroh, M.Ag

  6. SUMBER POKOK AJARAN HINDU • RESI, ARYA, DAN ACARYA • RESI ( MUNI ) ADALAH ORANG-ORANG YANG DIWAHYUKAN KITAB SUCI DAN MEREKA BISA MELIHAT DAN MENGETAHUI AKAN KEBENARAN. • ARYA ADALAH PARA RESI DAN PENGIKUTNYA. DENGAN SEBUTAN LAIN SISTA (ORANG YANG SANGAT DISIPLIN). • ACARYA (GURU,GHURU) ADALAH PARA TOKOH PENAFSIR SECARA RINCI DALAM BIDANG MAZHAB FILSAFAT DARSANA. • NASKAH-NASKAH SUCI : PURANA DAN TANTRA • ISI POKOK KITAB PURANA ADALAH MITOLOGI DAN DONGENG-DONGENG KUNO YANG HIDUP DI KALANGAN PARA KSATRIA. • MENGENAI NASKAH TANTRA, PENYUSUNANNYA DILAKUKAN OLEH PARA RESI. KITAB INI PENUH DENGAN AJARAN-AJARAN RAHASIA DAN SULIT DIPAHAMI MAKSUDNYA. PADA GARIS BESAR, ISI KITAB TANTRA ADALAH PERSOALAN PENCIPTAAN DUNIA DAN PERATURAN-PERATURAN YANG CUKUP RUMIT. • KITAB WEDA, BRAHMANA, ARANYAKA, DAN UPHANISHAD YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ANTARA SATU DENGAN LAINNYA. • ETIKA MANUSIA MENURUT KITAB RIGWEDA, HUKUM TERHADAP DOSA DAN KESALAHAN ADALAH WEWNANG PARA DEWA. PELINDUNG MORAL TERTINGGI ADALAH WARUNA. ADA TIGA ISTILAH PENTINGYANG ERAT KAITANNYA DENGAN PEMIKIRAN MORAL AGAMA HINDU : • RTA  TATA TERTIB MORAL • SATYA  KEBENARAN • DHARMA  HUKUM-HUKUM DAN KETAATAN TERHADAP AGAMA YANG LEBIH DITEKANKAN PADA SISI KEMANUSIAN. Dosen Pembimbing: Siti Nadroh, M.Ag

  7. PANCA SRADHA ATAU 5 KEPERCAYAAN • Percaya adanya Tuhan (Brahma) yang berkuasa di atas segalanya. • Percaya adanya Atman yang merupakan percikan kecil dari Tuhan. Atman yang menghidupi manusia disebut Jiwatman. Bila Atman meninggalkan badan, maka orang pun mati. • Percaya terhadap adanya Karmaphala, yaitu Kehidupan atau perbuatan berikutnya sebagai akibat dari perbuatan sebelumnya. Setiap sesuatunya punya karma, yakni akibat. • Percaya terhadap adanya Punarbawa (Samsara), yaitu perputaran kelahiran kembali. kelahiran kembali ke dunia yang disebabkan keterkaitan pada dunia serta karmanya. • Percaya terhadap adanya Moksa, yaitu kelepasan sebagai tujuan akhir pemeluk agama Hindu. Seseorang yang tidak mencapai Moksa tidak lahir kembali ke dunia. Dosen Pembimbing: Siti Nadroh, M.Ag

  8. LIMA KASTA ATAU KELAS (1) Brahmana: terdiriataspemimpin agama ataupendeta. (2) Ksatria: terdiriatasparabangsawan, raja danketurunannya, sertaprajurit-prajuritnya. (3) Waisya: terdiriataspengusahadanpedagang. (4) Sudra: terdiriatasparapetanidanpekerjakasar. (5) Paria: terdiriatasgelandangan (orang yang haramuntukdisentuh). Dosen Pembimbing: Siti Nadroh, M.Ag

  9. KITAB SUCI AGAMA HINDU Dosen Pembimbing: Siti Nadroh, M.Ag

  10. KITAB SUCI AGAMA HINDU Dosen Pembimbing: Siti Nadroh, M.Ag

  11. KITAB SUCI AGAMA HINDU ISI KITAB UPANISHAD ISI DARI KITAB UPANISHAD MERUPAKAN PEMIKIRAN FALSAFI YANG BERKISAR SEPUTAR ARTI DAN TUJUAN HIDUP DAN MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN HAKEKAT MANUSIA DAN ALAM SEMESTA. DARI SINI MUNCUL KONSEP AJARAN POKOK AGAMA HINDU, SEPERTI KONSEP BRAHMAN DAN ATMAN. MASALAH ASAL-USUL DAN TUJUAN MANUSIA SERTA ALAM SEMESTA DIGALI SECARA MENDALAM DAN MENDASAR DALAM UPANISHAD. ISINYA BANYAK YANG TIDAK LAGI BERSUMBER PADA PARA BRAHMANA, BAHKAN KITAB ITU MENJAADI PENENTANG UTAMA KEKUASAAN MUTLAK PARA PENDETA. KITAB UPANISHAD ADALAH SALAH SATU BAGIAN SAJA DARI KITAB-KITAB ARANYAKA YANG ISINYA MENEKANKAN PADA JARAN RAHASIA YANG BERSIFAT MISTIK DAN MAGIS. Dosen Pembimbing: Siti Nadroh, M.Ag

  12. ISI KITAB UPANISHAD • BRAHMAN DAN ATMAN ADA PERBEDAAN PENGERTIAN YANG SANGAT MENDASAR ANTARA PENGERTIAN BRAHMAN DAN ATMAN DALAM UPANISHAD DENGAN PENGERTIAN KATA TERSEBUT DALAM AGAMA BRAHMANA. • BRAHMAN  DOA  KEKUATAN GAIB YANG TERKANDUNG DALAM DOA  YANG MENYEBABKAN ADANYA DAN BERLANGSUNGNYA SESUATU YANG ADA SERTA MENYEBABKAN SEGALA GERAKAN DAN PERUBAHAN  JIWA UNIVERSAL. • ATMAN  JIWA INDIVIDU, BUKAN JASMANI, BUKAN INDRAWI, BUKAN KEHIDPAN, BUKAN PIKIRAN. ATMAN ADALAH JIWA, HAKEKAT TERDALAM DARI JIWA INDIVIDU ITU SENDIRI. • PENGETAHUAN SEJATI DALAM UPANISHAD DIUNGKAPKAN “PENGETAHUAN ADALAH BRAHMAN”, DAN YANG SANGAT TERKENAL ADALAH UNGKAPAN “AKU ADALAH BRAHMAN” (AHAM BRAHMA ASMI), DAN “JIWA INI ADALAH BRAHMAN”. UNGKAPAN “JASAD DAN JIWA” MENGANDUNG ARTI BAHWA JASAD ADALAH KENDARAAN DAN JIWA ADALAH PENGEMUDINYA. PENGETAHUAN SEPERTI ITU ADALAH PENGETAHUAN YANG SEJATI, DAN HANYA ORANG YANG DAPAT MENGUASAI DIRINYA SAJA YANG DAPAT MENCAPAI ILMU SEJATI SEMACAM ITU KARENA ILMU SEPERTI ITU HANYA DAPAT DICAPAI DENGAN USAHA YANG SUNGGUH-SUNGGUH DALAM MENGUASAI BATIN. • SAMSARA YAITU KEHIDUPAN BUKAN SAJA AKAN BERAKHIR DENGAN KEMATIAN, TETAPI KEMATIAN PUN AKAN BERAKHIR DENGAN KEHIDUPAN. DALAM ARTI LAIN, SAMSARA ADALAH PERPUTARAN KELAHIRAN KEMBALI. HANYA MANUSIA YANG TELAH MENCAPAI ATMAN YANG MULIA DAN YANG TAHU AKAN MAYA SAJA YANG DAPAT MENGATASI HUKUM KARMA DAN MENCAPAI MOKSA. • KARMA UPHANISHAD MENGAJARKAN BAHWA SEGALA SESUATU TUNDUK DAN TAKLUK TERHADAP KARMA, BAIK MANUSIA, BINATANG, MAUPUN TUMBUH-TUMBUHAN. KARMA MELIPUTI KEHIDUPAN DAHULU, SEKARANG DAN YANG AKAN DATANG. KARMA BERARTI KEHIDUPAN ATAU PERBUATAN BERIKUTNYA SEBAGAI AKIBAT DARI PERBUATAN SEBELUMNYA. Dosen Pembimbing: Siti Nadroh, M.Ag

  13. DEWA TRIMURTI DEWA BRAHMA Dewa Brahma bertugasmenciptakanalamsemestadanmengatursegalaperistiwadidunia. Kendaraannyaberupaangsa. Dewa Brahma jugabergelarsebagaiDewapengetahuandankebijaksanaan. BeberapaorangbijaksanamemberinyagelarsebagaiDewaapi. Dewa Brahma saktinyaDewiSaraswati, yang menurunkansegalailmupengetahuankedunia. Menurutmitologi Hindu, Dewa Brahma lahirdengansendirinya (tanpaIbu) daridalambungateratai yang tumbuhdidalamDewaWisnupadasaatpenciptaanalamsemesta. Legenda lain mengatakanbahwaDewa Brahma lahirdari air. Di sana Brahman menaburkanbenih yang menjaditeluremas. Dari teluremastersebut, lahirlahDewa Brahma Sang pencipta. Material teluremas yang lainnyamenjadiBrahmanda, atauteluralamsemesta. Menurutceritakuno, padasaatpenciptaanalamsemesta, Brahma menciptakansepuluhPrajapati, yang kononmerupakan ayah-ayah (kakekmoyang) manusiapertama. MenurutManusmrti, sepuluhPrajapatitersebutadalah: Marichi, Atri, Angirasa, Pulastya, Pulaha, Kratu, Vasishtha, PrachetasatauDaksha, Bhrigu, danNarada. Beliaujugakononmenciptakantujuhpujanggabesar yang disebutSaptaRsiuntukmenolongnyamenciptakanalamsemesta. Dosen Pembimbing: Siti Nadroh, M.Ag

  14. DEWA TRIMURTI DEWA WISNU DewaWisnu bertugas memelihara alam semesta. Kendaraannya berupa seekor burung garuda. Dewa Wisnu Dalam ajaran agama Hindu, Wisnu (Devanagari: विष्णु ; Viṣṇu) (disebut juga Sri Wisnu atau Nārāyana) adalah Dewa yang bergelar sebagai “shtiti” (pemelihara) yang bertugas memelihara dan melindungi segala ciptaan Brahman. Dalam filsafat Hindu Waisnawa, Ia dipandang sebagai roh suci dan Dewa yang tertinggi. Dalam filsafat Advaita Vedanta dan tradisi Hindu umumnya, Dewa Wisnu dipandang sebagai salah satu manifestasi Brahman dan enggan untuk dipuja sebagai Tuhan tersendiri yang menyaingi atau sederajat dengan Brahman. Dosen Pembimbing: Siti Nadroh, M.Ag

  15. DEWA TRIMURTI dewasiwa DewaSiwabertugassebagaiperusaksemua yang tidaklagibergunadialam. Kendaraannyaseekorlembu. DewaSiwa (Çiwa / Shiva) adalahmanifestasidariTuhan Yang MahaEsasebagaipelebur, melebursegalasesuatu yang sudahusangdantidaklayakberadadiduniafanalagisehinggasegalaciptaanTuhantersebutharusdikembalikankepadaasalnya (Tuhan). Dalamkeyakinanumat Hindu (khususnya Hindu India), DewaÇiwamemilikiciri-ciri yang sesuaidengankarakternya, yakni: • Bertanganempat, masing-masingmembawa: trisula, cemara, tasbih/genitri, kendi • Bermatatiga (tri netra) • Padahiasankepalanyaterdapatardhachandra (bulansabit) • Ikatpinggangdarikulitharimau • Hiasandileherdariularkobra • Kendaraannyalembunandini OrangbijaksanamemberinyagelarDewaangindanDewacintakasih. BeliautampaksebagaiDewa yang memancarkankasihsayangkepadamakhlukhidup. Sebaliknyabagiorang yang hidupnyapenuhdosa, BeliautampaksebagaiDewa yang menyeramkan, matanyamelototdanmemegangbanyaksenjata, seolah-olahhendakmembinasakanapapun yang adadihadapannya. Dosen Pembimbing: Siti Nadroh, M.Ag

More Related