1 / 23

Pengaruh Faktor Lingkungan Kimia terhadap Kesehatan

Pengaruh Faktor Lingkungan Kimia terhadap Kesehatan. MK. Dasar Kesehatan Lingkungan (2 sks) Untuk smt 3 FKM UNAIR. Paparan zat kimia pd manusia :. Zat kimia alami di lingkungan zat kimia dari industri (buatan) yg lepas ke lingkungan Obat-obatan

karah
Download Presentation

Pengaruh Faktor Lingkungan Kimia terhadap Kesehatan

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PengaruhFaktorLingkungan Kimia terhadapKesehatan MK. Dasar Kesehatan Lingkungan (2 sks) Untuk smt 3 FKM UNAIR

  2. Paparan zat kimia pd manusia : • Zat kimia alami di lingkungan • zat kimia dari industri (buatan) yg lepas ke lingkungan • Obat-obatan Berpotensi menimbulkan efek negatif (efek toksik/toksisitas) bg kesehatan

  3. Sumber toksikan alami • Radiasi alamiah • Bakteri/jamur, mis : • aflatoksin (zat toksik yg dihasilkan o/ jamur Aspergillus flavus, tumbuh pd padi-an, jagung, kacang tanah  karsinogen) • chlostridium botulinum (sporanya toksik  neurotoksin) • Mineral, mis : • Flor (dlm air minum di India, Cina dan Afsel, kadar > 1 mg/l  fluorosis gigi) • NaCl (tekanan darah tinggi) • Gas tertentu, mis : • CO

  4. Sumber toksikan buatan • Lokasi paparan : • Industri  pekerja • Lingkungan  masy. umum yg tinggal di sekeliling industri • Contoh pemaparan okupasional • Asbestosis pd pekerja tambang, kilang minyak, pembongkaran bangunan • Tumor paru, ginjal, prostat akibat Cadmium pd pekerja di pabrik batere • Contoh pemaparan di lingkungan • Kasus minamata  keracunan metil merkuri (limbah merkuri dr pabrik polivinil klorida yg menggunakan merkuri sbg katalis) • Benzene sbg solvent (pelarut) tinta  anemia aplastik

  5. Efek Toksik/Toksisitas • Definisi : Perubahan abnormal yg tdk diinginkan akibat pemaparan zat kimia toksik. • Tergantung pd : • Jenis zat kimia • Dosis zat kimia • Port d’ entry (inhalasi, ingesti, absorbsi dermal) • Tipe paparan • Akut : pemaparan < 24 jam ~ dosis tunggal • Sub kronis • Kronis: pemaparan berulang, jangka panjang, min. 3 hari terus menerus.

  6. Efek toksik : • Efek akut dan efek kronis  gejala dan efeknya sangat berbeda • Efek lokal dan efek sistemik • tgt bidang kontak • Reversibel dan irreversibel Sifat kronis zat kimia yg masuk ke dalam tubuh : • Teratogenik • Karsinogenik • Mutagenik

  7. Zat kimia yg masuk ke dalam tubuh • Substansi yg bersifat lipofilik sulit dieksresi  proses detoksifikasi dlm hati (proses biotransformasi). • Zat tsb diubah o/ hati  metabolit yg sifatnya lebih larut dlm air dan tidak terlalu toksik  dieksresikan. • Setiap zat kimia memiliki organ target yg spesifik (mempengaruhi sistem dlm tubuh) sistem pernafasan, hati, ginjal, sistem syaraf dan sistem imun.

  8. Efek pd saluran pernapasan • Zat kimia yg masuk menimbulkan efek langsung pd sistem pernafasan atau terserap dlm sirkulasi sistemik. • Zat kimia yg terabsorbsi ke sistem peredaran darah, dari paru-paru akan melewati jantung kemudian didistribusi ke organ lain tanpa menjalani proses detoksifikasi di hati.

  9. Cara kerja sistem pernapasan • Fungsi utama : • Pertukaran oksigen dan karbon dioksida pd alveolus dan sistem darah. • Sistem pernapasan terdiri dari : Hidung, laring/tenggorok, trakea, bronkus, paru-paru dan pleura

  10. Mekanisme pertahanan sistem pernafasan • Semua alur pernapasan dijaga oleh lapisan lendir (mukus) yg fungsinya untuk menjaga kelembaban dan menangkap partikel kecil agar tidak mencapai alveolus. • Partikel yg tertangkap oleh lendir dikeluarkan oleh silia  ditelan atau dibatukkan ke luar tubuh. Bersihan mukosiliar

  11. Zat kimia yg diabsorbsi melalui inhalasi • Gas mis: CO, SO • Uap, mis: merkuri larut dlm air (lendir) dapat menimbulkan iritasi (c) Aerosol, mis: partikel kecil tgt ukuran partikel Efek Akut &Efek Kronis Jalur Inhalasi

  12. Efek akut jalur inhalasi • Konstriksi bronkus • Penyempitan jalan udara shg mengakibatkan mengi, ex : sulfur dioksida • Edema jalan udara • Akumulasi cairan di alveolus yg menyebabkan pembengkakan, ex : klorin, sulfur dioksida • Kerusakan sistem bersihan mukosiliar • Menyebabkan tertahannya toksikan lebih lama pd jalur pernapasan atas, ex: asap rokok, ozon.

  13. Efek kronis jalur inhalasi • Kanker • Fibrosis • Bronkitis kronis (produksi lendir berlebihan dalam bronkus) • Emfisema (destruksi dinding alveolus)

  14. Efek pd hati • Fungsi : • menerima substansi yg diabsorbsi oleh sal. Gastrointestinal sebelum disebarkan ke jaringan lain  Proses digesti, metabolisme, sintesis nutrien detoksifikasi obat dan zat kimia. • Menyimpan glikogen, zat besi dan vitamin mis Vit A. • Komponen struktural utama hati = sel hati / hepatosit

  15. Mekanisme pertahanan hati • Hati masih dpt berfungsi normal walaupun sebagian besar organ tsb telah rusak • Hati memiliki kemampuan beregenerasi dg cepat • Hepatotoksikan merusak hati dg 2 cara : • Steatosis (akumulasi lemak) ex : alkohol • Nekrosis (kematian sel hati/hepatosit) ex : aflatoksin, CCl4, kloroform

  16. Efek pd ginjal • Fungsi : • Proses ekskresi (menyingkirkan zat sisa) • Menjaga keseimbangan cairan tubuh (komposisi & volume) • Pembentukan hormon • Unit fungsional utama ginjal = nefron • tdk dapat direproduksi bila rusak • Efek paparan zat kimia toksik adalah berkurangnya pengeluaran zat sisa (fungsi ekskresi terganggu)  urine pekat

  17. Nefrotoksikan merusak ginjal dg 4 cara : • Mengurangi aliran darah ke ginjal • Mengganggu kemampuan ginjal dlm memfiltrasi darah • Mempengaruhi fungsi sekresi • Menyumbat atau menghambat aliran urine Efek akut, biasanya disebabkan oleh logam, mis: garam merkuri, Pb, Cd Efek akut & kronis biasanya disebabkan oleh hidrokarbon terhalogenasi, mis: CCl4, kloroform

  18. Efek pd sistem saraf • Sistem saraf : • Sistem saraf pusat : otak dan sumsum tulang belakang Fungsi : mengolah informasi sensorik dan menghasilkan respons motorik • Sistem saraf tepi • Fungsi Sistem Saraf: • Jalur komunikasi • Mengatur berbagai aktivitas tubuh dgn mengendalikan otot diseluruh tubuh • Mengendalikan sekresi zat kimia dari kelenjar • Unit fungsional = neuron • tdk dapat direproduksi bila rusak

  19. Sistem pertahan  barier darah- otak. Otak, sumsum tulang belakang dan saraf tepi dibungkus oleh suatu lapisan sel. • Neurotoksikan mengakibatkan cedera pada neuron, shg mengakibatkan terputusnya jalur komunikasi. Kerusakan bisa bersifat permanen ataupun menetap. • Contoh neurotoksikan : • Metil merkuri  tremor, kelemahan otot, gangguan mental • Timbal  mempengaruhi intelegensi anak • Karbondisulfida  perubahan kepribadian, mimpi buruk, insomnia

  20. Efek pd sistem imun = sistem pertahanan tubuh Komponen pokok : sel darah putih (neutrofil, makrofag dan limfosit) Neutrofil dan makrofag melindungi tubuh terhadap organisme asing yg masuk (termasuk sel rusak dan mati) dg cara menelan substansi tsb  fagositosis Limfosit : limfosit T dan B, Limfosit B memproduksi antibodi -- vs antigen (sub. asing yg masuk)

  21. Imunotoksikan menimbulkan 3 efek yg berlainan : • Imunosupresi Menekan sistem imun (menghambat fagositosis  menurunkan jumlah sel penghasil antibodi) Ex: merkuri, timbal, pestisida • Hipersensitivitas/alergi Alergen  menstimulasi limfosit B utk membentuk antibodi  menimbulkan respon alergik Ex: dermatitis kontak nikel, merkuri • Autoimunitas Sistem imum kehilangan kemampuan utk membedakan sel tubuh sendiri dg sel asing Ex: pestisida, merkuri

  22. Efek pd sistem reproduksi • Toksisitas reproduktif mencakup efek yang merugikan fungsi seksual dan fertilitas, mengganggu perkembangan normal janin. • 3 target utama toksikan reproduktif: • Mempengaruhi SSP utk mengubah sekresi hormon Ex: merkuri • Menghambat kerja sel gonad (ovarium & testis)  kemandulan, penurunan kesuburan Ex: karbon disulfida • Menyebabkan cacat lahir (teratogen) Ex: benzene, arsenik

  23. Daftar Pustaka • Widyastuti, Palupi dan Monica Ester. 2005. Bahaya Bahan Kimia pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan. Penerbit Buku Kedokteran ECG.

More Related