1 / 32

Organisasi Berkas Langsung dan Metode Hashing

Mundur. Maju. Organisasi Berkas Langsung dan Metode Hashing. Oleh : Riyanto, S.Kom. Mundur. Maju. Organisasi Berkas Langsung. Dengan organisasi berkas langsung, untuk menemukan suatu rekaman tidak melalui proses pencarian, namun bisa langsung menuju alamat yang ditempati rekaman

kent
Download Presentation

Organisasi Berkas Langsung dan Metode Hashing

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Mundur Maju Organisasi Berkas Langsung dan Metode Hashing Oleh : Riyanto, S.Kom

  2. Mundur Maju Organisasi Berkas Langsung • Dengan organisasi berkas langsung, untuk menemukan suatu rekaman tidak melalui proses pencarian, namun bisa langsung menuju alamat yang ditempati rekaman • Pada awalnya, untuk tujuan tersebut maka digunakan cara dengan menyimpan rekaman pada alamat yang sama dengan nilai kunci rekaman tersebut • Contohnya : rekaman dengan kunci 100 akan disimpan di alamat 100 • Sehingga untuk menemukan sebuah rekaman cukup melihat nilai kunci dan menuju ke alamat yang ditunjuk oleh kunci rekaman tersebut • Contoh : untuk membaca rekaman dengan kunci 55 langsung saja menuju alamat 55

  3. Dalam hal ini akan dibahas berbagai teknik yang dapat digunakan sebagai alternatif dalam merancang sistem Khususnya dalam menentukan lokasi rekaman yang akan disimpan serta pembacaan rekaman tersebut. Hal tersebut hanya mungkin terjadi bila bila kunci rekaman juga merupakan alamat lokasi rekaman. Dengan demikian waktu pencarian akan sangat baik, yaitu 1 probe untuk setiap rekaman yang dicari. Harus dimengerti harus tersedia 1 lokasi untuk setiap kemungkinan kunci rekaman. Meskipun Universitas bisa memiliki puluhan ribu mhs,pastilah ada beberapa bbrp nmr mhs yang kosong, karena beberapa alasan misal : sudah lulus, mengundurkan diri, DO, cuti, dll…SEHINGGA TIDAK SEMUA RUANG DIMANFAATKAN. Ini merupakan contoh dari implementasi daripada Korespodensi Satu-satu

  4. 0 0 kunci Ruang alamat 9999.9999.99999 9999.9999.99999

  5. Mundur Maju Kerugian Korespondensi Satu-Satu • Dengan menerjemahkan langsung dari kunci rekaman ke alamat rekaman, maka akan berlaku suatu hubungan korespondensi satu-satu antara kunci dengan alamat rekaman • Hal ini menyebabkan harus disediakannya ruang yang sangat besar untuk menampung setiap kemungkinan nilai kunci yang ada • Contohnya : untuk menyimpan data PNS yang kuncinya adalah NIP (terdiri dari 9 digit) dibutuhkan sebanyak satu milyar alamat, karena kemungkinan yang dapat muncul dari kode 9 digit adalah mulai dari angka 000000000 hingga 999999999)

  6. Mundur Maju Kerugian Korespondensi Satu-Satu • Selain itu dari cara korespondensi satu-satu juga akan mengakibatkan banyaknya pemborosan ruang penyimpan, atau terjadi banyak alamat yang tidak dipergunakan alias kosong • Contohnya : Kode NIP diawali dengan tiga digit kode departemen, yang tidak mungkin ada kode departemen 000. Sehingga alamat 000000000 sampai 000999999 (sebanyak sejuta alamat) tidak akan terpakai karena tidak ada rekaman dengan NIP di antara range tersebut

  7. Mundur Maju Metode Hashing • Untuk mengatasi kerugian yang timbul dari cara korespondensi satu-satu yang telah disebutkan itu, digunakan metode lain yang dinamakan Metode Hashing • Metode Hashing intinya digunakan untuk mengurangi banyaknya ruang alamat yang digunakan serta melakukan pemetaaan (melakukan konversi) dari kunci rekaman yang memiliki cakupan nilai yang luas ke nilai alamat yang memiliki cakupan yang telah dipersempit

  8. Mundur Maju Fungsi Hash • Untuk melakukan pemetaan (konversi) dari kunci rekaman ke alamat rekaman digunakan suatu fungsi yang dinamakan Fungsi Hash • Output dari fungsi hash dinamakan sebagai home address dari rekaman yang kuncinya diproses • Bentuk fungsi hash :

  9. Mundur Maju Macam-Macam Fungsi Hash • Fungsi ModuloHome address dicari dengan cara mencari sisa hasil bagi nilai kunci dengan suatu nilai tertentu • Dengan nilai n dapat berupa 2 kemungkinan, yaitu : • Banyaknya ruang alamat yang tersedia • Bilangan prima terdekat yang berada di atas nilai banyaknya data, setelah itu banyaknya ruang alamat disesuaikan dengan n

  10. Mundur Maju Macam-Macam Fungsi Hash • Metode PemotonganHome address dicari dengan memotong nilai kunci ke jumlah digit tertentu yang lebih pendekContoh : Nilai NIP yang tadinya 9 digit dipotong menjadi hanya 3 digit dengan mengambil 3 nomor terakhir. Misalnya : NIP 132312090 akan memiliki home address 090 atau 90

  11. Mundur Maju Macam-Macam Fungsi Hash • Metode PelipatanDiandaikan kunci rekaman ditulis di atas kertas dan dilipat ke dalam bagian-bagian yang sama panjang, lalu setiap bagian dijumlahkan • Contoh, Nilai NIP yang 9 digit dibagi ke dalam 3 bagian masing-masing 3 digit, terus dilipat pada bagian-bagian tersebut. NIP 132312090 akan menjadi 3 bagian yaitu 231, 312, dan 090 yang dijumlahkan dan menghasilkan 633 (dengan carrier) atau 533 (tanpa carrier)

  12. Mundur Maju Macam-Macam Fungsi Hash • Metode PengkuadratanHome address dicari dengan mengkuadratkan setiap digit pembentuk kunci, lalu semua hasilnya dijumlahkanContohnya : NIP 132312090 memiliki home address = 12+32+22+32+12+22+02+92+02 = 1+9+4+9+1+4+0+81+0 = 104

  13. Mundur Maju Macam-Macam Fungsi Hash • Penambahan Kode ASCIIMetode ini dapat digunakan jika kunci bukan berupa kode numerik. Home address dicari dengan menjumlahkan kode ASCII setiap huruf pembentuk kunci.Contoh : Rekaman dengan kunci ADE memiliki home address 65+68+69 = 192

  14. Mundur Maju Kriteria Fungsi Hash yang Baik • Dapat mendistribusikan setiap rekaman secara merata, sehingga dapat meminimalkan terjadinya collision • Dapat dieksekusi dengan efisien, sehingga waktu tidak habis hanya untuk menghitung home address saja

  15. Mundur Maju Collision (Tabrakan) • Dengan menggunakan metode hashing, maka secara otomatis hubungan korespondensi satu-satu antara kunci rekaman dengan alamat rekaman menjadi hilang • Selalu ada kemungkinan terjadinya peristiwa dimana terdapat dua buah rekaman dengan kunci yang berbeda namun memiliki home address yang sama • Kejadian ini dinamakan sebagai Collision atau Tabrakan atau Tumbukan

  16. Manajemen Kolisi • Makin sedikit jumlah kolisi, maka makin baik fungsi hashing tersebut karena makin sedikit jumlah waktu yang diperlukan untuk melihat tempat yang berbeda dalam menemukan rekaman yang diinginkan. • Beberapa cara untuk mengantisipasi kolisi adalah mengganti fungsi hashing, atau mengkombinasikan faktor-packing. Faktor packing suatu berkas adalah perbandingan (atau rasio) antara jumlah rekaman yang disimpan dalam berkas dengan kapasitas berkas, atau dapat dinyatakan sbb :

  17. Resolusi Kolisi • Yang menjadi tujuan utama metoda resolusi adalah menempatkan rekaman sinonim pada suatu lokasi yang membutuhkan probes tambahan yang minimum dari home-address rekaman tersebut. Synonim adalah dua atau lebih nilai key yang berbeda pada hash ke home-address yang sama • Salah satu penyelesaian yang dapat dilakukan adalah memberikan petunjuk pada lokasi rekaman sinonim.

  18. Mundur Maju Collision Resolution • Karena collision dapat dipastikan akan selalu terjadi, maka dikatakan bahwa output dari fungsi hash (home address) bukanlah merupakan alamat unik yang pasti ditempati oleh rekaman yang diproses, namun hanya berupa kemungkinan alamat yang bisa ditempati • Jika home address dari suatu rekaman ternyata sudah ditempati rekaman lain, maka harus dicarikan alamat lain untuk ditempati rekaman tersebut • Proses pencarian alamat lain ini dinamakan sebagai Collision Resolution

  19. Metode Coalesced Hashing • Bila terjadi tumbukan dalam pemasukan kunci rekaman maka dicari alamat yang paling besar/paling akhir Contoh : misalkan akan dilakukan penyisipan rekaman-rekaman dengan kunci 38,51,40,61,83,24, dan 60 Langkah I : Hash semua kunci dengan kunci modulus 11 (11 adalah kapasitas berkas), maka akan dihasilkan :

  20. II. Masukkan ke alamat : Untuk membaca masing-masing rekaman 1 kali diperlukan rata-rata probe 1.4 diperoleh dari total jumlah probe dibagi jumlah rekaman.

  21. Probe total 10 Jadi probe rata-rata 10/7 Rumus Probe rata-rata = probe total jumlah rekaman

  22. Mundur Maju Metode Collision Resolution • Metode Open Addressing • Metode Chaining • Metode Coalesced Hashing • Metode Chained Progressive Overflow(Linier Probing) • Metode Bucket

  23. Mundur Maju Metode Open Addressing(Metode Untuk mengatasi Kolisi /tubrukan) • Alamat alternatif dicari pada alamat-alamat selanjutnya yang masih kosong • Cara mencari alamat alternatif ada 2 macam, yaitu : • Linear Probingpencarian dilakukan dengan jarak pencarian yang fix (tetap), biasanya satu satu • Quadratic Probingpencarian dilakukan dengan jarak pencarian berubah dengan perubahan yang tetap

  24. Mundur Maju Contoh Soal Linear Probing Sesuai namanya, bila lokasi yang akan ditempati telah terisi, maka dilihat lokasi selanjutnya apakah msh belum terisi. • Fungsi hash yang dipakai adalah :f(key) = key mod 10 • Ruang alamat yang tersedia : 10 alamat • Metode Collision Resolution yang dipakai adalah Open Addressing dengan Linear Probing jarak 3 • Urutan kunci yang masuk adalah : 20, 31, 33, 40, 10, 12, 30, dan 15

  25. Mundur Maju Jawaban Linear Probing Probe total = 19 Probe rata-rata = 19/8

  26. Penggunaan Buckets • Jmlh pengaksesan dapat direduksi dengan meletakkan lebih dari satu rekaman pada satu alamat penyimpan. Kemungkinan tersebut dpt direalisir bila digunakan sistem buckets disebut juga blok atau halaman. • Disediakan 2 alamat kunci yaitu kunci 1 dan kunci 2 • Sama seperti linier probing,bila terjadi kolisi(tubrukan) jika lokasi yang ditempati telah terisi,maka dilihat lokasi selanjutnya apakah belum terisi.

  27. Contoh : rekaman-rekaman dengan kunci 38,51,40,61,83,24,60,20 dan 94 Probe total 11

  28. Membaca rekaman dalam buckets Probe total 11 Jadi probe rata-rata = 11/9

  29. Mundur Maju Metode Chaining • Dengan metode ini, harus disediakan ruang ekstra untuk menyimpan rekaman-rekaman yang mengalami tabrakan (terpisah dari tabel hash) • Pada setiap ruang alamat yang ada, tidak hanya menyimpan data rekaman namun juga menyimpan suatu nilai yang menunjukkan alamat rekaman selanjutnya yang harusnya menempati ruang tersebut • Setiap sinonim (nilai-nilai yang memiliki home address sama) akan membentuk rantai (chain)

  30. Mundur Maju Metode Coalesced Hashing • Hampir sama dengan Chaining, namun tidak menyediakan ruangan ekstra • Bila terjadi tumbukan/kolisi dalam pemasukan alamat/rekaman, maka cari lokasi paling akhir/memiliki alamat paling besar

  31. Mundur Maju Metode Progressive Overflow • Metode Open Addressing dengan Linear Probing disebut juga sebagai Metode Progressive Overflow • Metode ini jika didesain dengan salah bisa menimbulkan infinite loop, dimana alamat alternatif tidak dapat ditemukan karena pencarian hanya memutar-mutar di tempat yang sama • Kelemahan ini dapat diatasi dengan cara : • Jarak pencarian diambil suatu nilai yang bukan merupakan faktor dari jumlah ruang alamat (n) • Banyaknya ruang alamat diambil suatu bilangan prima, misalkan ada 10 data, maka disediakan ruang alamat sebanyak 11

  32. Awal =1 • Akhir = n • While awal <= akhir do • Berikut = awal + kunci (dicari)-kunci (awal) (akhir-awal) • Kunci (akhir)-kunci(awal) • If kunci(cari)=kunci (berikut) then • Pencarianberakhir • Else if kunci (cari) > kunci (berikut) then • Awal = berikut + 1 • Else akhir =berikut-1 • End • Rekamantidakditemukan • end

More Related