1 / 12

PRODUKSI ANTIMIKROBA HERBAL : KONTROL MASTITIS DAN KESEHATAN PUTING SAPI PERAH

PRODUKSI ANTIMIKROBA HERBAL : KONTROL MASTITIS DAN KESEHATAN PUTING SAPI PERAH. Oleh Drh. Imbang Dwi Rahayu, MKes. Staf Pengajar Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian-Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang. LATAR BELAKANG.

lori
Download Presentation

PRODUKSI ANTIMIKROBA HERBAL : KONTROL MASTITIS DAN KESEHATAN PUTING SAPI PERAH

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PRODUKSI ANTIMIKROBA HERBAL : KONTROL MASTITIS DAN KESEHATAN PUTING SAPI PERAH Oleh Drh. Imbang Dwi Rahayu, MKes. Staf Pengajar Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian-Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang

  2. LATAR BELAKANG • Radang ambing (mastitis) pada sapi perah disebabkan terutama oleh : Staphylococcus aureus : produksi susu • Infeksi lewat spincter • Tingkat pertahanan kelenjar mammae mencapai titik terendah : post pemerahan sphincter masih terbuka, jumlah sel darah putih dan antibodi minim.

  3. LATAR BELAKANG • S. aureus telah resisten terhadap antibiotik : oksasilin, eritromisin , tetrasiklin, ampisillin dan gentamisin (Salasia dkk, 2005). • Sudarwanto (1999): residu antibiotik pada susu segar yang beredar di daerah Bogor, Jakarta dan Bandung mencapai 31,10 %, pada susu pasteurisasi sebesar 32,52%. • Antiseptika sebagai pencelup puting post pemerahan telah dipraktekkan resistensi bakteri, seperti antibiotik.

  4. LATAR BELAKANG • Perlu pengganti antibiotik dan antiseptika : antimikroba alami hasil ekstrak herbal, ”Aloe barbadensis Miller”. • Astati (2006) : ekstrak Aloe barbadensis Miller konsentrasi 7,7% mampu menghambat pertumbuhan Streptococcus agalactiae dan Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan secara maserasi, perkolasi dengan metanol dan evaporasi dengan menggunakan evaporator vacuum putar.

  5. TUJUAN KHUSUS • Memperoleh produk antimikroba alami (antrakuinon dan saponin) hasil ekstrak Aloe barbadensis Miller untuk kontrol mastitis dan kesehatan puting sapi perah secara aman, tanpa resistensi bakteri dan residu antibiotik dalam susu. • Anmikroba alami hasil ekstraksi diharapkan bisa digunakan sebagai salep pengoles puting post pemerahan dan sebagai cairan infus intramammae

  6. DESAIN DAN METODE PENELITIAN Tahun I Tahap 1 : Isolasi dan identifikasi antrakuinon • Metode : eksperimen • Ekstraksi : maserasi, perkolasi dengan metanol dan evaporasi dengan menggunakan evaporator vacuum putar. • Identifikasi antrakuinon dan saponin menggunakan spektrofotometri (kuantitatif) dan HPLC (kualitatif). • Analisis Data : deskriptif

  7. Ekstraksi (Maserasi Perkolasi) Aloe vera Vakum Evaporasi centrifugal ISOLASI DAN DENTIFIKASI ANTRAKUINON Ekstrak kasar Kromatografi lapis tipis (antrakuinon) Pengembang BEA (Benzena, Etil Asetat, Asam asetat) = 75 : 24 : 1 Antimikroba : Antrakuinon Uji Identifikasi dengan spektrofotometri UV, Analisis kuantitatif dan kualitatif dg KLT keluaran

  8. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji kualitatif (KLT) • Pengembang BEA Ekstrak AD : 10.8 dan L : 18,2 Rf : 0,593 x 100 = 59,3 Ekstrak BD : 11,4 dan L : 18,1 Rf : 0,629 x 100 = 62,9 Ekstrak C D : 11 dan L : 18,1 Rf : 0,607 x 100 = 60,7 Violet

  9. HASIL DAN PEMBAHASAN • Pengembang Forestal Ekstrak AD : 7,5 dan L : 13 Rf : 0,57 x 100 = 57 Ekstrak BD : 6,8 dan L : 13,1 Rf : 0,52 x 100 = 52 Ekstrak C D : 7,2 dan L : 13 Rf : 0,55 x 100 = 55 Violet

  10. HASIL DAN PEMBAHASAN Literatur : Emodin (Rf x 100) = 52 Krisofanol = 76 Fision = 75 Ubikuinon = 65 -71 Jenis kuinon yg terkandung dalam ekstrak Aloe barbadensis Miller : Emodin

  11. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji kuantitatif (spektrofotometer) • Ekstrak A : 3,922 µg/g Emodin • Ekstrak B : 11,248 µg/g Emodin • Ekstrak C : 13,788 µg/g Emodin

  12. KESIMPULAN • Kuinon yang terkandung dalam ekstrak Aloe barbadensis Miller berupa Emodin. • Kandungan Emodin dalam Aloe barbadensis Miller : • Ekstrak A : 3,922 µg/g • Ekstrak B : 11,248 µg/g • Ekstrak C : 13,788 µg/g

More Related