1 / 38

FISIOLOGI SISTEM SARAF TEPI

FISIOLOGI SISTEM SARAF TEPI. Divisi aferen. Mengirim informasi mengenai lingkungan internal dan eksternal ke SSP (sensasi) Persepsi (conscious awareness and interpretation of sensations by cerebral cortex ) some sensory information never reaches c erebral cortex, no perception

luce
Download Presentation

FISIOLOGI SISTEM SARAF TEPI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. FISIOLOGI SISTEM SARAF TEPI

  2. Divisi aferen • Mengirim informasi mengenai lingkungan internal dan eksternal ke SSP (sensasi) • Persepsi (conscious awareness and interpretation of sensations by cerebral cortex) • some sensory information never reaches cerebral cortex, no perception • Eg : blood pressure

  3. Sensory Modalities • General senses • Somatic senses • Tactilesensations (touch, pressure, vibration, itch, and tickle) • thermalsensations (warm and cold) • pain sensations • proprioceptivesensations • Visceral senses : conditions within internal organs • Special senses • smell,taste, vision, hearing, and equilibrium

  4. Sensory Receptors • free nerve endings of 1st -order sensory neurons • encapsulated nerveendings of 1st -order sensory neurons • separate cells synapse with 1st-order sensory neurons

  5. Location • Exteroceptors • at or near the external surface of the body • Interoceptors/visceroceptors • in blood vessels, visceral organs, muscles, andnervous system, monitor conditions in internal environment • not consciously perceived • Proprioceptors • in muscles, tendons, joints, and the innerear • information about body position, musclelength and tension, and the position and movement joints

  6. Type of stimulus • Mechanoreceptors : mechanical stimuli • Thermoreceptors: temperature • Nociceptors: painful stimuli • Photoreceptors : light • Chemoreceptors: chemicals in the mouth (taste),nose (smell), and body fluids. • Osmoreceptors: osmotic pressure of body fluids

  7. Process of Sensation

  8. Potensial reseptor • Potensial reseptor : Perubahan depolarisasi potensial aksi pd reseptor yg terpisah • Potensial generator Perubahan depolarisasi potensial aksi jika reseptor adalah ujung khusus dari suatu neuron aferen

  9. Jaras – jaras sensorik • Sistem lemniskus/kolumna dorsalis • Serat-serat utk rasa raba halus dan propriosepsi berjalan ke atas di dalam kolumna dorsalis medula spinalis dan bersinaps di nukleus grasilis dan kuneatus. • Dari nukleus ini neuron ordo kedua menyilang garis tengah dan naik ke atas di dalam lemniskus medialis, kemudian berakhir di bagian ventral nukleus posterior dan nukleus-nukleus relai sensorik spesifik talamus

  10. Sistem anterolateralis • Serat-serat utk rasa raba lainnya, suhu, dan nyeri, akan bersinaps dgn neuron di kornu dorsalis. • Akson neuron-neuron ini akan menyilang garis tengah dan menuju ke atas dalam kuadran anterolateralis medula spinalis membentuk sistem anterolateralis. • Umumnya rasa raba : traktus spinotalamikus ventralis, nyeri & suhu : traktus spinotalamikus lateralis

  11. Adaptasi reseptor • Bila rangsang dgn kuat rangsang tetap diberikan kontinyu pd suatu reseptor, frekuensi potensial aksi di saraf sensoriknya lama kelamaan akan menurun. Fenomena ini dikenal sebagai adaptasi /desensitisasi • Berdasarkan kecepatan adaptasinya terdapat 2 jenis reseptor yaitu • Reseptor fasik • Reseptor tonik

  12. Reseptor fasik • Reseptor yg cepat beradaptasi • Tdk berespon lagi thdp rangsangan yg menetap • Jika rangsangan dihentikan reseptor berespon dgn depolarisasi ringan • Eg:Reseptor taktil di kulit

  13. Reseptor tonik • Reseptor yg tdk beradaptasi sama sekali atau beradaptasi secara lambat • Penting utk mengetahui informasi yg kontinyu dr suatu stimulus, eg : • Reseptor regang otot -> memantau kekuatan otot • Proprioseptor sendi -> mengukur derajat fleksi sendi

  14. Reseptor dalam kulit Ada 4 jenis • Reseptor raba-tekan • Reseptor dingin • Reseptor panas • Reseptor nyeri

  15. Rasa Sentuh (raba) • Paling banyak di kulit jari tangan serta bibir, relatif jarang di kulit badan • Badan Meissner dan Pacini -> reseptor sentuh yg cepat beradaptasi • Diskus Merkel dan ujung Ruffini -> reseptor sentuh yg lambat beradaptasi • Impuls dikirim ke SSP melalui serat A dan sebagian melalui serat C

  16. Propriosepsi • Kesadaran akan posisi berbagai bagian tubuh dlm ruang • Muscle spindles : Muscle length • Tendon organs : Muscle tension • Joint kinesthetic reseptor : Joint position and movement

  17. Suhu • Dua jenis organ indera suhu : • Organ yg berespon maksimum thdp suhu antara 32 - 48  C ((suhu panas) • Organ yg berespon maksimum thdp suhu antara 10 - 40C (suhu dingin) • Reseptor : ujung-ujung saraf bebas • Rangsang adekuat : perbedaan dua derajat panas krn dingin bukan suatu bentuk energi • Aferen suhu dingin : serat C dan A • Aferen suhu panas : serat C

  18. Nyeri • Organ indera : ujung-ujung saraf bebas yg terdapat pd hampir semua jaringan tubuh • Impuls dikirim ke SSP melalui serat A kecil bermielin -> nyeri cepat dan serat C tak bermielin-> nyeri lambat • Hiperalgesia kulit : nyeri abnormal, dimana rangsang yg secara normal hanya menimbulkan nyeri ringan , justru menyebabkan nyeri yg berkepanjangan

  19. Referred pain : pain is felt in or just deep to skin that overlies stimulated organ, or in asurface area far from stimulated organ • served by same segment of spinal cord

  20. Korteks somatosensorik • Daerah sensorik somatik I (SI) di girus pascasentralis, sesuai dgn daerah Brodmann 1,2, dan 3

  21. Di girus pascasentralis terdapat lokalisasi yg rinci utk setiap bagian tubuh • Ukuran daerah korteks yg menerima impuls dari bagian tertentu tubuh tsb jg setara dgn jumah reseptor di bagian itu • Daerah korteks yg menerima impuls dari tangan dan bagian –bagian mulut yg berbicara sangat besar, sedangkan yg menerima sensasi dr punggung dan badan lebih kecil • Proyeksi ini bukan bawaan dan tdk kekal, dapat berubah oleh pengalaman

  22. Homunkulus sensorik (gambar)

  23. Diskriminasi 2 titik • Jarak terkecil dimana 2 rangsang sentuh harus dipisahkan agar dapat dirasakan sebagai terpisah • Bervariasi pd setiap tempat di tubuh • Makin banyak reseptor sentuh makin kecil jarak kedua rangsangan

  24. Setiap neuron sensorik berespon thdp informasi sensorik hanya dalam daerah terbatas di permukaan kulit sekitarnya yang dikenal sbg lapangan reseptif • Semakin besar ukuran lapangan reseptif semakin rendah kepadatan reseptor daerah tsbt • Semakin kecil lapangan reseptif suatu bagian tubuh, semakin besar ketajaman atau kemampuan diskriminatif

  25. Reflex • fast, automatic, unplanned sequence of actions that occurs inresponse to a particular stimulus • inborn,learned or acquired

  26. Reflexarc • pathway followed by nerve impulses that produce a reflex (reflex circuit)

  27. Stretch reflex • contraction of a skeletal muscle (effector) in response to stretching of muscle • monosynaptic

  28. Tendon Reflex • tendon organs detect and respond to changes in muscle tension • inhibitory neurotransmitter inhibits (hyperpolarizes) motor neuron, which then generates fewer nerve impulses

  29. Flexor (withdrawal) reflex • intersegmental reflex arc • polysynaptic

  30. Crossed extensor reflex • sensory neuron activates several interneurons that synapse with motorneurons on the left side of the spinal cord in several spinal cord segments

  31. TERIMA KASIH

More Related