1 / 25

MILITARY STANDARD 414 (MIL-STD-414)

MILITARY STANDARD 414 (MIL-STD-414). Ir. BUDI NURTAMA, M. Agr. Dr. Nugraha E. Suyatma, STP, DEA. PS. SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN DEP. ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN FAK. TEKNOLOGI PERTANIAN - IPB. VARIABLES ACCEPTANCE SAMPLING PLANS. Didasarkan pada pengukuran variabel.

scott
Download Presentation

MILITARY STANDARD 414 (MIL-STD-414)

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. MILITARY STANDARD 414(MIL-STD-414) Ir. BUDI NURTAMA, M. Agr. Dr. Nugraha E. Suyatma, STP, DEA PS. SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN DEP. ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN FAK. TEKNOLOGI PERTANIAN - IPB

  2. VARIABLES ACCEPTANCE SAMPLING PLANS • Didasarkan pada pengukuran variabel. • Data variabel lebih mahal dibanding data atribut (alat pengukur, operator terlatih, perlu waktu lama). • Asumsi : proses bagi pengukuran mengikuti sebaran normal. • Pada tingkat proteksi yang sama, sampel lebih sedikit dibanding attribute sampling plan. • Memberi gambaran perilaku proses yang lebih dalam. • Data variabel dapat membuka permasalahan atau kekurangan sistem pengukuran yg digunakan.

  3. MIL – STD – 414 • publikasi pertama : tahun 1957 • dirancang utk acceptance sampling dg data variabel. • USA : ANSI/ASQC Z1.9 - 1980 • Internasional : ISO 3951 • Seperti halnya MIL-STD-105E, terdiri dari beberapa jenis sampling plans, level inspeksi, dan aturan switching. • dikembangkan sbg substitusi 105E untuk kasus yang membutuhkan sampel lebih sedikit, misalnya karena pengujian destruktif.

  4. Tiga sampling systems (metode estimasi variasi proses) • (1)  diketahui • (2)  tidak diketahui (standard deviation method) • (3)  tidak diketahui (average range method) • Dua bentuk form : Form 1 dan Form 2 • Spesifikasi satu sisi (one-sided spec) : Form 1 dan 2 • Spesifikasi dua sisi (two-sided spec) : Form 2

  5. Statistik sampel

  6. Average Range Method (a) jika n 10 maka = rataan dari semua Rsub-sampling ukuran 5 (b) jika n 10 maka = nilai R sampel

  7. Form 1 : konstanta k = acceptance value Kriteria penerimaan : statistik TU atau TL k Form 2 : M = maximum acceptable proportion nonconforming Kriteria penerimaan : Single-sided spec limit : lot % defective (pUatau pL)M Double-sided spec limit : (pU + pL) maksimum [MU , ML]

  8. Sistem AQL : 0.04 – 15.0 • Tingkat inspeksi : I - V berdasarkan ukuran lot • Tingkat I dan II = Special Inspection Levels • Tingkat III, IV, dan V = General Inspection Levels • Tingkat IV sebagai Normal Inspection • Switching rule dari Normal ke Tightened Inspection • Jika pada 10 lot terakhir diketahui bahwa : • a. taksiran % cacat untuk 1 lot (p)  AQL • b. % cacat rata-rata dari 10 lot tsb ( )  AQL

  9. Perbandingan dg ANSI/ASQC Z1.9 – 1980 dan ISO 3951 • Tingkat inspeksi : S3, S4, I, II, III  tingkat II = Normal inspection • Selang nilai Lot size dan Sample Size Code Letters diubah shg sesuai dg MIL-STD-105E. Plans dg huruf kode J dan L dihilangkan dan sisanya disusun ulang dari huruf B s/d Q (huruf O dihilangkan). • Nilai AQL = 0.10% - 10% (nilai 0.04%, 0.065%, dan 15% dihilangkan). • Switching rules juga diubah, terutama utk Normal ke Reduced inspection. • ISO 3951 diberi prosedur grafik untuk menentukan penerimaan lot dan hanya menggunakan standard deviation method.

  10. Operasi Sistem Penarikan Sampel MIL-STD-414 • Tentukan AQL (Acceptable Quality Level); untuk double specification limits, nilai-nilai AQL yang berbeda mungkin dipilih untuk setiap batas jika diinginkan. • Bila perlu, gunakan AQL Conversion Table untuk memperoleh AQL yang konsisten dengan rancangan MIL-STD-414. • Tentukan modus dan tingkat inspeksi; kecuali ada yang dispesifikasikan, gunakan Normal InspectionLevel IV untuk mulai. • Gunakan tabel Sample Size Code Letters untuk memilih huruf kode yang sesuai. • Tentukan rancangan yang digunakan : Form 1 atau Form 2. • Tetapkan modus penanganan variasi proses :  yang diketahui,  yang diestimasi dengan simpangan baku sampel, atau  yang diestimasi dengan average range method .

  11. Operasi Sistem Penarikan Sampel MIL-STD-414 (lanjutan) • Gunakan tabel yang berkaitan dengan pilihan di atas untuk menentukan ukuran sampel dan nilai-nilai penerimaan (atau persentase). Dalam kasus dimana suatu rancangan tidak ada untuk suatu kombinasi ukuran lot dan AQL, ikutilahtanda panah ke rancangan terdekat yang ada. • Mulailah gunakan sampling plan pada langkah 7 dan simpanlah catatan penerimaan dan penolakan sehingga switching rule dapat diterapkan. (Periksa publikasi MIL-STD-414 untuk switching rules.)

  12. CONTOH-CONTOH PENGGUNAAN MIL – STD – 414

  13. Contoh 1. Lot sebanyak 3000 botol saus tomat dibeli dg syarat cemaran Arsen maksimal 1.0 mg/kg. Nilai AQL = 1.0%. Dilakukan pemeriksaan normal tingkat IV. Misalnya hasil analisis kandungan Arsen dari sampel : rata-rata = 1.5 mg/kg dan simpangan baku = 0.2 mg/kg Berapa ukuran sampel dan apa keputusan pembeli ?

  14. MIL-STD-414 untuk CONTOH 1. 1. Table 1. AQL Conversion Table : AQL = 1.0% berada pada 0.700 – 1.09, jadi digunakan AQL = 1.0 % 2. Table A-2. Sample Size Code Letters : Ukuran lot = 3000 termasuk kisaran 1301  3200 dan inspeksi normal tingkat IV maka diperoleh huruf kode L. 3. Nilai  tidak diketahui , s diketahui , dan Single specification limit maka menggunakan Table B-1. 4. Table B-1 (Form 1) : Dengan huruf kode L diperoleh Sample size (n) = 40 Pada AQL = 1.0% diperoleh nilai k = 1.89

  15. MIL-STD-414 untuk CONTOH 1. (lanjutan) 5. Kandungan arsen : USL  1.0 mg/kg 6. Hitung TU= (1.0  1.5) / 0.2 = 2.5 (nilai absolut) 7. Keputusan : Nilai TUk maka lot DITERIMA

  16. Contoh 2. Lot sebanyak 1000 botol saus tomat dibeli dengan spesifikasi jumlah padatan terlarut = 30  5 % b/b. Nilai AQL = 0.8% (untuk LSL) dan 2.0% (untuk USL). Dilakukan pemeriksaan normal tingkat IV. Misalnya hasil analisis dari sampel : rata-rata = 24.5 % dan simpangan baku = 5.0 %. Berapa ukuran sampel dan apa keputusan pembeli ?

  17. MIL-STD-414 untuk CONTOH 2. 1. Table 1. AQL Conversion Table : AQL = 0.8% berada pada 0.700 – 1.09, jadi digunakan AQL1 = 1.0 % AQL = 2.0% berada pada 1.65 – 2.79, jadi digunakan AQL2 = 2.5 % 2. Table A-2. Sample Size Code Letters : Ukuran lot = 1000 termasuk kisaran 801  1300 dan inspeksi normal tingkat IV maka diperoleh huruf kode K. 3. Nilai  tidak diketahui , s diketahui , dan Double specification limit maka menggunakan Table B-3. 4. Table B-3 (Form 2) : Dengan huruf kode K diperoleh Sample size (n) = 35 Pada AQL1 = 1.0% diperoleh nilai ML = 2.68 Pada AQL2 = 2.5% diperoleh nilai MU = 5.57

  18. MIL-STD-414 untuk CONTOH 2. (lanjutan) • 5. Jumlah padatan terlarut : • LSL = 25% dan USL = 35% • Hitung QL= (24.5  25.0) / 5.0 = 0.10 (nilai absolut) • QU= (35.0  24.5) / 5.0 = 2.10 • 7. Table for Estimating Lot Percent Defective Using Std. Dev. Method : • QL= 0.10 dan n = 35  pL = 46.05 • QU= 2.10 dan n = 35  pU = 1.54 • Keputusan : • Nilai pLML maka lot ditolak. • Nilai pUMU maka lot diterima. • Nilai (pL + pU)  maksimum [ ML , MU ] maka lot ditolak. • Dua penolakan menunjukkan tanda bahwa lot harus DITOLAK

  19. Contoh 3. Lot sebanyak 3000 botol saus tomat dibeli dg syarat cemaran Arsen maksimal 1.0 mg/kg. Nilai AQL = 1.0%. Dilakukan pemeriksaan normal tingkat IV. Misalnya hasil analisis kandungan Arsen dari sampel : rata-rata wilayah = 0.5 mg/kg Berapa ukuran sampel dan apa keputusan pembeli ?

  20. MIL-STD-414 untuk CONTOH 3. 1. Table 1. AQL Conversion Table : AQL = 1.0% berada pada 0.700 – 1.09, jadi digunakan AQL = 1.0 % 2. Table A-2. Sample Size Code Letters : Ukuran lot = 3000 termasuk kisaran 1301  3200 dan inspeksi normal tingkat IV maka diperoleh huruf kode L. 3. Nilai  tidak diketahui , diketahui , dan Single specification limit maka menggunakan Table C-1. 4. Table C-1 (Form 1) : Dengan huruf kode L diperoleh Sample size (n) = 50 Pada AQL = 1.0% diperoleh nilai k = 0.812

  21. MIL-STD-414 untuk CONTOH 3. (lanjutan) 5. Kandungan arsen : USL  1.0 mg/kg 6. Hitung TU= (1.0  1.5) / 0.5 = 1.0 (nilai absolut) 7. Keputusan : Nilai TUk maka lot DITERIMA

  22. Contoh 4. Lot sebanyak 1000 botol saus tomat dibeli dengan spesifikasi jumlah padatan terlarut = 30  5 % b/b. Nilai AQL = 0.8% (untuk LSL) dan 2.0% (untuk USL). Dilakukan pemeriksaan normal tingkat IV. Misalnya hasil analisis dari sampel : rata-rata jumlah padatan terlarut = 24.5% dan rata-rata wilayah = 8.0%. Berapa ukuran sampel dan apa keputusan pembeli ?

  23. MIL-STD-414 untuk CONTOH 4. 1. Table 1. AQL Conversion Table : AQL = 0.8% berada pada 0.700 – 1.09, jadi digunakan AQL1 = 1.0 % AQL = 2.0% berada pada 1.65 – 2.79, jadi digunakan AQL2 = 2.5 % 2. Table A-2. Sample Size Code Letters : Ukuran lot = 1000 termasuk kisaran 801  1300 dan inspeksi normal tingkat IV maka diperoleh huruf kode K. 3. Nilai  tidak diketahui , diketahui , dan Double specification limit maka menggunakan Table C-3. 4. Table C-3 (Form 2) : Dgn huruf kode K diperoleh Sample size (n) = 40 dan faktor c = 2.346 Pada AQL1 = 1.0% diperoleh nilai ML = 2.69 Pada AQL2 = 2.5% diperoleh nilai MU = 5.61

  24. MIL-STD-414 untuk CONTOH 4. (lanjutan) • 5. Jumlah padatan terlarut : • LSL = 25% dan USL = 35% • Hitung QL= (24.5  25.0) / (8.0 / 2.346) = 0.15 (nilai absolut) • QU= (35.0  24.5) / (8.0 / 2.346) = 3.08 • 7. Table for Estimating Lot Percent Defective Using Std. Dev. Method : • QL= 0.15 dan n = 40  pL = 44.085 (interpolasi) • QU= 3.08 dan n = 40  pU = 0.052 • Keputusan : • Nilai pLML maka lot ditolak. • Nilai pUMU maka lot diterima. • Nilai (pL + pU)  maksimum [ ML , MU ] maka lot ditolak. • Dua penolakan menunjukkan tanda bahwa lot harus DITOLAK

  25. Latihan : Bagaimana jika (a) CONTOH 1. menggunakan Table B-3 ? (b) CONTOH 3. menggunakan Table C-3 ? (c) Tightened inspection utk keempat contoh ?

More Related