1 / 160

Bangunan Teori dan Analisis Kuantitatif

Bangunan Teori dan Analisis Kuantitatif. Sutriyono. POKOK BAHASAN & BUKU WAJIB BANGUNAN TEORI. Pokok Bahasan Pendahuluan Konsep Dalil Teori Paradigma Membandingkan Model dan Teori Melintas Garis JOI. Buku Wajib Ihalau , John J.O.I. 2000 Bangunan Teori. Edisi milenium.

tekli
Download Presentation

Bangunan Teori dan Analisis Kuantitatif

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Bangunan Teori dan Analisis Kuantitatif Sutriyono

  2. POKOK BAHASAN & BUKU WAJIB BANGUNAN TEORI • Pokok Bahasan • Pendahuluan • Konsep • Dalil • Teori • Paradigma • Membandingkan Model dan Teori • Melintas Garis JOI • Buku Wajib • Ihalau, John J.O.I. • 2000 Bangunan Teori. Edisi milenium. • Salatiga : Fakultas Ekonomi – Universitas Kristen Satya Wacana • Sri Sulandjari, John J.O.I. Ihlauw dan Ummi Arifa Afni • Bank – Soal Bangunan Teori • Salatiga : Fakultas Ekonomi – Universitas Kristen Satya Wacana

  3. O. BANGUNAN TEORI : APA ITU ? STUDI TENTANG CARA MEMBUAT SENDIRI UNSUR – UNSUR PEMBENTUKAN SEBUAH TEORI DAN CARA MERUMUSKAN SENDIRI TEORI TERSEBUT

  4. BANGUNAN TEORI : POKOK BAHASAN • Mengapa Mempelajari Bangunan Teori ? • Bagaimana Membangun Sendiri Sebuah Teori ? • Apa Kaitan Bangunan Teori Dengan Metodologi Penelitian Dan Analisis Statistika.

  5. 1.PENDAHULUAN • Alasan Pragmatis • Alasan Fundamental • Penjelajahan Mencari Kebenaran Bangunan Teori : MENGAPA ?

  6. BANGUNAN TEORI : MENGAPA?ALASAN PRAGMATIS • Membuat sendiri suatu teori sulit ? • Mempelajari teori yang sudah siap, namun tidak menguasai langkah-langkah dan unsur-unsur untuk membuatnya. • Membutuhkan teori/model yang dibuat sendiri, relevan dengan situasi dan kondisi. • Mengembangkan lebih jauh informasi yang telah diperoleh melalui penelitian eksploratif-deskriptif.

  7. BANGUNAN TEORI : MENGAPA?ALASAN FUNDAMENTAL MENCARI KEBENARAN • Kebenaran Macam Apa: • Authoritarian? • Mystical? • Logico-rational? • Scientific?

  8. FOUR WAYS OF GENERATING AND TESTINGTHE TRUTH OF EMPIRICAL STATEMENTS(Wallace, 1971 : 11 – 16) PRINCIPAL DISTINCTION PRODUCER PROCEDURE EFFECT AUTHORITARIAN MYSTICAL LOGICO-RATIONAL SCIENTIFIC WHO SAYS NO ? HOW DO YOU KNOW WHAT DIFFERENCE DOES IT MAKE?

  9. CARA AUTHORITARIAN Producer : Pengetahuan dicari dan diuji dengan mengacu pada orang yang secara sosial dipandang memenuhi syarat sebagai sumber pengetahuan (pengkotbah, tetua, pendeta, raja, presiden, profesor dsb.) Procedure : Secara esensial tergantung pada posisi sosial dari orang ybs. Sebagai sumber pengetahuan. Effects : Bisa berakibat orang ybs. Tidak dipercaya, namun diperlukan bukti-bukti yang cukup banyak.

  10. CARA MYSTICAL Producer : Pengetahuan bersumber pada orang yang mempunyai otoritas secara supranatural (nabi, paranormal, suhu, dukun dsb.) Procedure : Secara esensial tergantung pada keadaan “berkat” (state of grace) dan kondisi psychophysical pribadi orang ybs. Perlu penyucian ritualistik. Effect : Bisa berakibat orang ybs. Kehilangan wibawa dan tidak dipercayai, namun diperlukan bukti-bukti yang cukup banyak.

  11. Cara logico-rational Producer : Siapapun, asalkan pernyataan-pernyataan yang dibuat didasarkan pada prosedur logika formal. Procedure : Bertolak dari rule of formal logic. Effects : Perlu bukti-bukti banyak untuk diskonfirmasi terhadap pengetahuan yang telah diterima.

  12. CARA SCIENTIFIC Producer : Siapapun, asalkan mengandalkan pada pengamatan empirik terhadap pernyataan yang dibuatnya pada prosedur (metode) yang digunakan untuk membuat pernyataan-pernyataan itu. Procedure : Mengandalkan pada metode yang memanfaatkan assessment kolektif dan replika dari prosedur tersebut. Effects : Terbuka terhadap kritik ilmiah dan pengetahuan ilmiah yang diperoleh akumulatif.

  13. KONSEKUENSI CARI KEBENARAN CARA ILMIAH • LANDASAN FILSAFATI • ARAS KIBLAT PIKIR ILMIAH • HAMPIRAN ILMIAH • NILAI – NILAI ILMIAH • BAHASA KEILMUAN

  14. FILSAFAT ILMU : TIGA LANDASAN • ONTOLOGI : Hakekatapa yang dikaji • EPISTEMOLOGI : Cara mendapatkanpengetahuan yang benar • AKSIOLOGI : Nilaikegunaanilmu

  15. KIBLAT PIKIR : 2 ARAS Tinggi Teori Tengahan Middle range Rendahan Model ABSTRAK GARIS JOI EMPIRIK Peristiwa, Kejadian, Fakta

  16. ARAS KIBLAT – PIKIR :Keterikatan Waktu & Ruang Tinggi Hampir bebas keterikatan Waktu & Ruang Tengahan Waktu & Ruang sedikit berpengaruh Rendahan Waktu & Ruang masih cukup berpengaruh ABSTRAK EMPIRIK Fakta Sangat terikat waktu dan ruang tertentu GARIS JOI

  17. HAMPIRAN ILMIAH • DUA HAMPIRAN : • Deduktif, proses ilmiah dari aras Abstrak Empirik • Induktif, proses ilmiah dari aras Empirik Abstrak

  18. CONSTRUCTING THEORY; UNDERSTANDING WHAT IS OBSERVED; INDUCTIVE METHODS APPLYING THEORY; KNOWING WHAT TO OBSERVE; DEDUCTIVE METHODS THEORIZING; LOGIC METHODS DOING EMPIRICAL RESEARCH; RESEARCH METHODS Classifications of the Principle Components, Controls, and Transformations of the scientific Process According to Some Conventional Terms.

  19. THEORIES CONCEPT FORMATION, PROPOSITION FORMATION, AND PROPOSITION ARRANGEMENT Logical Deduction LOGICAL INFERENCE DECISION TO ACCEPT OR REJECT HYPOTHESES EMPIRICAL GENERALIZATIONS Hypotheses TESTS OF HYPOTHESES MEASUREMENT, SAMPLE SUMMARIZATION, AND PARAMETER ESTIMATION INTERPRETATION, INSTRUMENTATION, SCALING, AND SAMPLING OBSERVATIONS

  20. THE SCIENTIFIC PROCESS Mencakup : 5 Principal information components 6 Principal sets of methods

  21. KIBLAT PIKIRAN DAN HAMPIRAN ILMIAH Membentuk, memodifikasi kosep/dalil & menata dalil Penalaran, perenungan Hampiran Deduktif Abstrak Garis JOI Empirik Hampiran Induktif Mengukur konsep & menguji dalil / model Amatan

  22. NILAI – NILAI ILMIAH(Vercruysse) • Netralitas emosional pendekatan yang tak pribadi • Universalisme kesyahan yang universal • Orientasi persekutuan keterbukaan • Individualisme kebebasan pribadi untuk berpikir dan bertindak secara ilmiah

  23. Bahasa Keilmuan • KONSEP • DALIL • TEORI (MODEL) • PARADIGMA

  24. RELASI BANGUNAN TEORI, METODE PENELITIAN, DAN STATISTIK • Konsep • Dalil • Teori (Model) • Asumsi (Paradigma) BANGUNAN TEORI ABSTRAK EMPIRIK Statistik METODE PENELITIAN Parametrik Non parametrik • Eksploratif • Deskriptif • Explanatoris * Deskriptif * Inferensial

  25. Alasan Pragmatis • BANGUNAN • TEORII • Penjelajahan Cari Kebenaran : • Authoritarian ? • Mystical ? • Logico-Rational ? • Scientific ? Alasan Fundamental Landasan Filsafati Kiblat Pikir Hampiran (Strategi) Ilmiah Nilai Ilmiah Bahasa Keilmuan • SITUASI PROBLEMATIK • MASALAH PENELITIAN • PERSOALAN PENELITIAN PARADIGMA DALIL KONSEP *Definisi TEORI (MODEL) * Spesifikasi Epistemic Correlation Hipotesis Empirik (2) titian Garis JOI Ukur Konsep Uji Dalil dan atau metode METODE PENELITIAN • Aras Ukuran (NOC) Hipotesis Statistik (2) • Indikator Empirik (2) Data Uji Hipotesis Statistik (2) Uji Kesahihan Uji Keterandaian Bahasa (PersoalanPenelitian) Gunakan data Sahih dan Terandai saja Simpulan (Persoalan Penelitian) HAMPIRAN teRPADU : BANGUNAN TEORI, METODE PENELITIAN DAN STATISTIK Implikasi Teoritis Implikas Terapan (Policy)

  26. 2. Konsep ABSTRAK GARIS JOI EMPIRIK

  27. KONSEP • Apa itu KONSEP ? • Bagaimana membuat KONEP ? • Aspek-aspek apa dari konsep yang harus dicermati ? ABSTRAK EMPIRIK • Bagaimana konsep diukur ? • Bagaimana diketahui bahwa pengukuran terhadap konsep tersebut sahih dan terandal?

  28. KONSEP (CONCEPT, CONSTRUCT) : APA ITU ? • Simbol (-simbol) yang digunakan untuk memaknakan fenomena. • Bentuk : • Notasi • Kata tunggal • Kata majemuk • Kalimat pendek • Menjadi unsur utama untuk membentuk dalil (model atau teori) • Disebut juga : Concept by Postulation

  29. TIGA ASPEK DARI KONSEP MAKNA (KONSEPSI) SIMBOL Diberi isi dengan KONSEP Ditunjuk oleh Abstrak Empirik Dikandung dalam Peristiwa, Fakta, Referensi Empirik

  30. Simbol Primitif dan Simbol Turunan (Nominal)

  31. Rekonstruksi Fenomena Menjadi Konsep Simbol : kata/kata – majemuk apa yang tepat untu menangkap fenmena / peristiwa ini? * Konsep apa yang diisi ke dalam simbol ? ABSTRAK GARIS JOI EMPIRIK Fenomena / peristiwa Pertandingna final sepak bola Itali Perancis, Akhbar, menegangkan tetapi menghibur. Italia unggul 1-0 pada menit ke 56. Keungulan Gol Marco Delvecchio buyar pada beberapa detik sebelum peluit akhir pertanidingan; menit ke 94 dalam injury-time melalui gol Sylvian Wiltord. David Trezeguet memastikan Perancis menjadi Juara Euro-2000 melalui Gol kedua pda menit ke 103. Perancis berjaya, menyandi Piala Eropa (2000) dan Piala Dunia (1998). Perancis Berpesta, Italia tunduk kecewa. (Sumber: Kompas, 4 Juli 2000)

  32. Mental Juara Situasi Hati Yang Tak Pernah Surut Untuk Berusaha KONSEP ABSTRAK EMPIRIK KOMPAS, 4 Juli 2000 : 13

  33. Aspek – aspek konsep • Makna • Macam • Aras – ukuran (level of measurement) • Matra

  34. Setiap Konsep Harus Diberi Definisi : Mengapa ? • Agar : • Batas maknanya jelas • Tampak aras ukurannya (NOIR) • Beri petunjuk mengenai indikator empirik (indikator empirik yang potensial dalam rangka mengukur konsep).

  35. STRUKTUR DEFINISI Definiendum Definiens Genus Proximum Differentia Specifia Simbol Konsepsi Konsep Garis JOI Referensi Empirik

  36. Contoh struktur definisi Sumber : (1. BPS ; Indikator Kesejahteraan Anak dan Pemuda, 1996) (2. BPS ; Indikator Kesejahteraan Rakyat, 1995)

  37. Definisi

  38. Stuktur Definisi : ADA YANG SALAH ? Ialah penyediaan kalori atau protein per orang per hari untuk konsumsi dalam negeri. Penyediaan kalori atau protein Ialah mereka yang termasuk dalam angkatan kerja yang tidak bekerja tetapi mencari pekerjaan. Penganggur Ialah luas lantai yang ditempati dan digunakan untu keperluan sehari-hari. Luas Lantai Ialah rata-rata banyaknya penduduk per kilometer persegi. Kepadatan Penduduk Adalah kelompok pertokoan yang berada di luar pasar dan sedikitnya ada 10 toko. Kelompok Pertokoan • Sumber : • BPS ; Indikator Kesejahteraan Anak dan Pemuda 1996. • BPS ; Indikator Kesejahteraan Rakyat 1995. • BPS ; Bahan Statistik Sosial dan Kependudukan 1985.

  39. DEFINISI : Jangan Dirakit ! • Definisi-definisi asal mungkin memiliki : • Differentia specifica berbeda • Genus proximum berbeda • Aras ukuran berbeda • Definisi rakitan menjadi memiliki batas substansi maka terlalu luas, sulit diukur secara empirik.

  40. Merakit definisi : dua praktek yang salah KESALAHAN 1 : Konsep berupa kata mejemuk dicari maknanya dengan meramu definisi dari setiap unsur kata yang membentuk kata majemuk itu. Contoh : Definisi : Genus Proximum Defferentia specifica Definisi : Genus Proximum Defferentia specifica Kebijakan Pembangunan Definisi Perakitan : Genus Proximum ? Defferentia specifica ? KEBIJAKAN - PEMBANGUNAN KESALAHAN 2 : Konsep yang didefinisikan oleh bebrapa ahli atau yang dimaknai keberadaannya berbeda dalam berbagai disiplin ilmu diramu unsur-unsurnya ke dalam satu definisi rakitan Contoh : Definisi menurut Mikro Ekonomi atau Pakar A : Genus Proximum Defferentia specifica Definisi menurut Pemasaran atau Pakar B : Genus Proximum Defferentia specifica HARGA HARGA Definisi rakitan : Genus Proximum ? Differentia Specifica ? HARGA

  41. MACAM KONSEP • Atribut (Attribute, Categorical Concept) • Peubah (Continuous Variable, Variable)

  42. VARIABLES Karakteristik dari satuan analisis, yang berubah, memiliki berbagai nilai, kategori atau atribut pada observasi yang berbeda Focus of the research • Dependent variables • Independent variables : Explanatory variables All other variables • Controlled variables • Uncontrolles variables : Extraneous variables Variables Apabila nilai atau kategori veriabel tersebut terdiri atas angka dan jika beda antar kategorinya dapat dinyatakan dengan angka Quantitative variables : Qualitative variables Memiliki kategori-kategori discrete, lasimnya dinyatakan dengan kata atau label, dan beda antara kategori bukanlah angka. :

  43. VARIABLE Flow Variable Nilai berubah cepat Contoh : Tingkat – Penjualan Daur – Kas Variable - Cost Stock Variable Nilai berubah lambat Contoh : Investasi Fixed - Cost constant Variable Sangat panjang waktu untuk nilai berubah • Note : • Flow Variable & Stock Variable berubah karena : • Waktu • Perkembangan Teknologi • Constanta : tidak diketahui penyebab perubahannya

  44. ARAS UKURAN • Terkait dengan macam konsep • Implikasinya kepada pengukuran konsep • Aplikasi analisis statistik Macam : ATRIBUTE VARIABLE Aras Ukuran Nominal Ordinal Interval Ratio Parametric Analisis Statistik Non Parametric Modifikasi Aras Ukuran N O I R

  45. ARAS UKURAN KONSEP KUALITATIF KUANTITATIF Nominal Ordinal Interval Ratio Dinaikkan aras (?) Aras Asal Tidak Aras Asal Ya Ya Dinaikkan ke aras asal (?)

  46. INFORMASI TERSEDIA OLEH ARAS UKURAN KONSEP (Singleton Jr., 1988 : 110)

  47. KONSEP Pendapatan Nominal Ordinal Interval Ratio Rp. 500.000 S/D – Rp. 100.000 Rp. 100.000 – Rp. 200.000 Rp. 200.000 – Rp. 300.000 Rp. 300.000 – Rp. 400.000 Rp. 400.000 – Rp. 500.000 Rendah Agak Rendah Sedang Agak Tinggi Tinggi ? Berpendapatan Tak Berpendapatan ? ? Laki – laki Perempuan Gender Konsep

  48. Definisi • MENENTUKAN BATAS MAKNA YANG • DIKANDUNG KONSEP DEFINDIENDUM = Definiens Genus Proximum Differentia Specifica Menentukan macam konsep Menentukan aras ukuran konsep Atribut Peubah (Variabel) • Macam Konsep Nominal Cardinal Ordinal • Aras Ukuran Konsep Interval Ratio

  49. Definisi • MENENTUKAN BATAS MAKNA YANG • DIKANDUNG KONSEP DEFINDIENDUM = Definiens Genus Proximum Differentia Specifica Karakteristik bedaan spesifik ABSTRAK ? ? ? ? EMPIRIK Indikator Empirik Indikator Empirik Indikator Empirik Indikator Empirik

More Related