1 / 70

MODUL 1 STRUKTUR DNA

BIOLOGI DASAR. MODUL 1 STRUKTUR DNA. STRUKTUR DNA. DNA terbentuk dari NUKLEOTIDA Double strand, komplementer, arah pembacaan yg berlawanan Satu NUKLEOTIDA terdiri dari fosfat, gula deoksiribose dan basa DNA. Basa DNA : Adenin (A) Timin (T) Guanin (G)

thea
Download Presentation

MODUL 1 STRUKTUR DNA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. BIOLOGI DASAR • MODUL 1 • STRUKTUR DNA

  2. STRUKTUR DNA • DNA terbentuk dari NUKLEOTIDA • Double strand, komplementer, arah pembacaan yg berlawanan • Satu NUKLEOTIDA terdiri dari fosfat, gula deoksiribose dan basa DNA. • Basa DNA : Adenin (A) • Timin (T) • Guanin (G) • Cytosin (C) • G = C dan A = T

  3. DGTP Basa DNA 5’ 1’ 4’ Fosfat 2’ 3’ 2’-deoksiribose

  4. DATP

  5. DCTP 5’ 3’

  6. Gambar DNA dilihat dengan mikroskop elektron

  7. GC : 3 ikatan hidrogen AT : 2 ikatan hidrogen

  8. Urutan 5’-3’ CAG

  9. Pembacaan 5’  3’ Double heliks putar kanan

  10. Double helix DNA Putar kanan

  11. Perubahan DNA dari double strand menjadi single strand Denaturasi Renaturasi

  12. Pengaruh temperatur pada single/ double strand DNA

  13. Dogma Central Crick & Watson Transkripsi Replikasi Translasi Reverse Transkripsi

  14. REPLIKASI DNA • Teori Konservative • Teori Semikonservative • Teori Dispersive • SYNTHESIS DNA • Replikasi semikonservative • (untuk perbanyakan DNA) • Unscheduled DNA Synthesis • (untuk perbaikan DNA)

  15. REPLIKASI KONSERVATIF Induk menghasilkan 1 anak, induk dan anak BERBEDA

  16. REPLIKASI SEMIKONSERVATIF Induk pisah menjadi 2, masing2 pisahan membentuk anak induk dan anak SAMA

  17. REPLIKASI DISPERSIF Induk menghasilkan anak yang berselang seling dengan induk, induk dan anak SAMA

  18. SINTESIS DNA Enzim yang berperan membuka double heliks DNA 1. Helicase : membuka double heliks 2. SSBP (Single Strand Binding Protein) : menjaga single strand agar tidak ter-anneal lagi. SSBP Helicase

  19. TERBENTUKNYA FRAGMEN OKASAKI Arah sintesis berlawanan dengan arah membuka DNA 3’ 5’ 3’ 5’ 3’ 5’ 3’ 5’ Fragmen OKASAKI

  20. Penyambungan Fragment OKASAKI Dihubungkan dengan enzim ligase

  21. SYNTHESIS DNA • Replikasi semikonservative • (untuk perbanyakan DNA) • Unscheduled DNA Synthesis(untuk perbaikan DNA) • -Endonuklease : memotong bagian DNA yg rusak • -Eksonuklease : menghancurkan bagian DNA yg rusak • (+ 10 nukleotida) • -Polimerase : mensintesis DNA baru berdasarkan • cetakan (template) strand yg lain. • -Ligase : menyambung ujung DNA yang telah • disintesis

  22. BIOLOGI DASAR • MODUL 2 • BIOSINTESIS PROTEIN

  23. Biosintesis Protein Transkripsi DNA ke RNA - RNA polimerase mengurai untai DNA secara transien (sekejap) - Hanya satu strand DNA yang ditranskrip - mRNA disintesis dari DNA template (strand anti sense). - Transkripsi RNA adalah proses conservative sedang replikasi DNA adalah proses semiconservative

  24. - Adenin (A) pada template akan membentuk ikatan dengan • urasil (U) • - Cytsosin ( C )akan membentuk ikatan dengan Guanin ( G ) • dan sebaliknya • Urutan pembentukannya dari 5’ --> 3’ pada leading strand • - Transkripsi dimulai dari pembentukan kompleks yang stabil • antara RNA polimerase dan kontrol sekuen (promoter) • Sintesis mRNA dikatalisa oleh RNA polimerase • Sintesis mRNA dihentikan oleh Transcription terminators. • - Ada 2 transcription terminator yaitu rho-dependent dan rho • independent terminator. • - Pada saat mRNA akan melepaskan diri dari DNA rho • bergerak sepanjang RNA dari 5’ menuju 3’ terminal

  25. BIOLOGI DASAR • MODUL 3 • MUTASI

  26. MUTASI 1. Mutasi DNA a. Point Mutation - Transisi (bs.purin diganti bs. Purin A  G) (bs.pirimidin diganti pirimidin T  C) - Transversi (bs. Purin diganti bs.pirimidin dan sebaliknya A  T/C, C  G/A)

  27. b. Insersi dan delesi Insersi : penambahan pasangan basa DNA Delesi : penghilangan pasangan basa DNA c. Inversi Penghilangan bagian dari heliks DNA diikuti dengan insersi pada posisi yang sama tetapi urutannya terbalik (C:G menjadi G:C) ( A:T menjadi T:A)

  28. 2. Mutasi pada tingkat GEN a. Silent Mutation Merubah kodon tetapi tidak merubah asam amino (genotip berbeda, fenotipnya sama) TTA --> leu berubah menjadi TTG --> leu b. Missense mutation Merubah kode asam amino GGA --> gly berubah menjadi AGA --> arg

  29. c. Nonsense mutation Merubah kodon menjadi kodon terminasi maka sintesis asam amino terhenti TTA --> leu berubah menjadi TGA--> stop d. Frameshift mutation Insersi atau delesi sehingga perubahan pembacaan total insersi G GGA GCT CTA TTA --> GGG AGC TCT ATT A gly ala leu leu gly ser ser ileu

  30. 3. MUTASI PADA TINGKAT KROMOSOM a. Delesi : Hilangnya suatu fragmen DNA dalam satu kromosom b. Insersi : Bertambahnya suatu fragmen DNA dalam suatu kromosom c. Duplikasi : fragmen DNA/gen yang diperbanyak menjadi 2 atau lebih baik dalam satu kromosom atau pada kromosom lain. D. Translokasi : berpindahnya suatu fragmen DNA dari suatu tempat pada kromosom ke tempat lain. E. Inversi : sepasang fragmen DNA atau gen yang bertukar tempat dalam kromosom.

  31. 4. Mutasi pada tingkat organisme a. Lethal mutation Mutasi yang menyebabkan kematian sel atau organisme b. Auxotrophic mutant Mutan yang kehilangan kemampuan men- sintesis protein tertentu. Contoh E. Coli yang tidak dapat mensintesis triptopan. Kebalikannya = Prototroph

  32. C. Conditional-lethal mutant mutan yang dapat hidup pada kondisi tertentu saja misalnya suhu kurang dari 30 oC. Lethal, auxotroph dan conditional-lethal mutant dapat merupakan produk gen termutasi yang tidak terinaktifasi total, mungkin penurunan fungsi atau justru penaikan fungsi Mutan dapat kembali menjadi wild-type melalui second site reversion.

  33. BIOLOGI DASAR • MODUL 4 • PEMBELAHAN SEL

More Related