1 / 41

BENTUK SEDIAAN

BENTUK SEDIAAN. Bentuk Sediaan → cara yang aman dan baik utk menggunakan obat dalam dosis yang tepat Alasan : - melindungi obat dari pengaruh luar seperti udara, kelembaban dan cahaya - melindungi obat dari kerusakan akibat pengaruh asam lambung setelah pemberian oral ( tab.salut)

tiana
Download Presentation

BENTUK SEDIAAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. BENTUK SEDIAAN

  2. Bentuk Sediaan→ cara yang aman dan baik utk menggunakan obat dalam dosis yang tepat • Alasan : - melindungi obat dari pengaruh luar seperti udara, kelembaban dan cahaya - melindungi obat dari kerusakan akibat pengaruh asam lambung setelah pemberian oral ( tab.salut) - menutupi rasa pahit, asin atau tidak mengenakkan dari obat - menyiapkan bentuk sediaan yang membuat obat lebih stabil - mencapai kerja obat yang lebih optimal; cara pemberian dan rute pemberian obat

  3. Jenis • sediaan padat  Pulvis, pulveres, kapsul, pil, tablet, suppositoria • sediaan cair  sirup, eliksir, obat tetes, gargarisma, saturasi/netralisasi, emulsi, suspensi • semi padat salap, pasta, krem, gel

  4. SERBUK

  5. DEFINISI SERBUK : • Partikel-partikel halus yang merupakan hasil suatu proses pengecilan ukuran partikel dari suatu bahan kering • campuran yang homogen dari beberapa bahan obat yang diserbukkan dalam keadaan relatif kering dan halus • secara kimia fisik partikel bahan padat yang mempunyai ukuran antara 10.000 nm – 0,1 m

  6. Keuntungan sediaan serbuk • Sbg campuran bahan obat  sesuai kebutuhan • Dosis lebih tepat • Lebih stabil daripada sediaan cair??why?? • Memberikan disolusi lebih cepat??why??

  7. Kerugian serbuk • Kurang baik untuk BO yg mudah rusak/terurai dg adanya kelembaban/kontak dg udara • BO yg pahit muntah, mual, yg korosif sulit diatasi • Peracikannya relatif lama

  8. KARAKTERISTIK SERBUK YANG BAIK 1. Homogen dan kering Homogenitas dipengaruhi faktor: • Ukuran Partikel • Densitas/berat jenis Kering : tidak boleh menggumpal atau mengandung air

  9. 2. Punya derajat kehalusan tertentu • Sediaan lebih homogen • Disolusi makin cepat • Permukaan serbuk jadi luas dan punya daya absorbsi besar (antasida atau karbo adsorben cocok) • AYAKAN??FI III

  10. Derajat halus serbuk dinyatakan dengan satu atau dua nomor dari pengayak yang digunakan satu nomor : semua serbuk dpt melewati pengayak pada no.tsb dua nomer : semua serbuk dpt melewati pengayak dgn no.terendah dan tdk lebih dari 40% melewati pengayak dgn no.tertinggi Nomer pengayak : menunjukkan jumlah lubang tiap 2,54 cm dihitung searah panjang kawat

  11. Serbuk sangat kasar = 5/8 • Serbuk kasar = 10/40 • Serbuk agak kasar = 22/60 • Serbuk agak halus = 44/85 • Serbuk halus = 85 • Serbuk sangat halus = 120 • Serbuk sangat halus =200/300

  12. MACAM-MACAM SEDIAAN SERBUK • PULVERES (serbuk terbagi) • PULVIS (serbuk tidak terbagi)dalam (contoh??) dan luar (contoh??)

  13. Jenis Pulvis • Pulvis adspersorius (serbuk tabur) - serbuk ringan - penggunaan topikal - wadah khusus (berlubang diatas) - melewati ayakan 100 mesh (halus halus) - bebas dari mikroorganisme spt Closteridium tetani, C.welchii, Bachilus anthracis (terutama bahan talk, kaolin dan bahan mineral) →steril kering - tdk boleh utk luka terbuka

  14. Jenis Pulvis 2. Pulvis dentrificius (serbuk gigi) - mengandung karmin (dilarutkan dlm etanol 90%) 3. Pulvis sternutatorius (serbuk bersin) - partikel halus sekali - dihisap melalui hidung 4. Pulvis effervescent - serbuk biasa yg pemakaiannya dgn dilarutkan dlm air dingin/hangat dan mengeluarkan gas CO2→ lar.jernih • campuran asam-basa • rasa segar • untuk pengobatan, dll

  15. R/ Asetosal 250mg CTM 1 mg SL qs mf pulv dtd no XV s tdd p I Pro : Wati (8th) R/ Asetosal 3 CTM 20 mg SL qs mf pulv no XV s tdd p I Pro : Andi (8th) PULVERES

  16. Proses pencampuran bahan obat • Lumpang dilapisi dgn sedikit bahan penambah • Dimulai dgn menambahkan obat yg jumlahnya sedikit • Bahan obat yg berwarna dicampur diantara dua lapisan zat netral • Bahan obat yg kasar dihaluskan terlebih dahulu • Bahan obat yg berbobot ringan dan mudah menguap dimasukkan terakhir

  17. Lanjutan Bahan padat • Halus sekali a. berkhasiat keras: - juml.banyak, dilapisi zat tambahan - juml.sedikti, pengenceran b. tidak berkhasiat keras - Belerang; tdk diayak dgn bahan sutra/logam - Iodoform; diayak dgn ayakan khusus dan terpisah; bau tdk enak dan lengket

  18. Lanjutan 2. Hablur/kristal - kamfor; ditetesi etanol 95%; mudah mengkristal - asam salisilat,; ringan, mudah beterbangan → tetesi etanol tambahkan zat tambahan - as.benzoat, naftol, salol, timol,; campuran mudah mencair ;≈ as.salisilat - garam-garam yg mengandung air kristal (NaCO3, Fe(2)SO4, AlSO4, dll; diambil bentuk keringnya (eksikatus)

  19. Lanjutan Bahan setengah padat - jumlah banyak → bahan dilebur terlebih dulu - jumlah sedikit → tetesi aseton, eter contoh : adepslanae, cera, paraffin padat, vaselin Bahan Cair - minyak atsiri; diteteskan terakhir - kalii arsenitis solutio; diuapkan samp.kering, tambahkan zat tambahan - sol.formalida (formalin); diganti dgn btk padatnya (paraformaldehid) jumlah ≈kadar formalin tersedia - tingtur; menguap dan tdk menguap - ekstrak; kering → spt bhn padat lain kental →etanol 70%/90% dlm lumpang panas cair → dikerjakan spt tingtur

  20. Proses pembagian serbuk • Pembagian secara visual (juml.maks.10 bgks) • Juml.lebih dari 10 bgks; dibagi melalui penimbangan bbrp bagian shg bisa dibuat maks.utk 10 bgks, dan jika juml.nya ganjil ditentukan berat ratanya dan timbnag juml.bungkus secukupnya lalu sisanya dibagi. • Pemakaian dgn DM>80% harus ditimbang satu per satu, hasil akhir ditimbang sbg berat rata-rata dan timbang satu persatu.

  21. Membungkus serbuk • perkamen, kertas lilin, kertas perak, dll • Caranya??? • WADAH • Syarat : terlindung dari pengaruh cahaya, udara, mencegah penguapan serbuk, mudah diambil dari wadahnya • Dos serbuk, pot, botol mulut lebar

  22. 3. R/ Asetosal 0,05 Luminal 0,01 SL qs mf pulv dtd no XV s bdd p I Pro: wanda (5th) 4. R/ Cod. HCl 20 mg CTM 2,5 mg SL qs mf pulv no X s tdd p I Pro. Zaitun (3 th) Tugas: Hitung Penimbangan Bahan, % DMBagaimana prosedur pembuatan??

  23. PEMBUATAN SERBUK BERSIFAT KHUSUS Part 2

  24. A. BAHAN OBAT PADAT • BO berkhasiat keras. BO yg beratnya<50 mgpengenceran • BO higrokopis dan deliquescent lengket atau jadi pasta bila kontak dg udara terbuka. Mengatasinya: • Digerus dlm mortir kering dan hangat • Ditambah absorben inert, misal MgO, MgCO3 • Dibungkus yg baik dan rapat

  25. c. Bahan eflorecen mengandung air kristal dlm jumlah besar, bila diserbuk/digerus akan melepaskan air kristalnya shg serbuk lembab. Cara mengatasi : • diganti btk anhidrous • Dipanaskan suhu ttt ad berat konstan Contoh: asam citrat, asam tartrat, dll

  26. d. Terbentuk campuran etektik. Camp bahan-bahan yg pd suhu ttt mjd basah, contoh mentol-kamfer 53-74% mentol. Mengatasinya: • Ditambah absorben, mis: MgO, MgCO3,@bhn dicampur dg absorben baru digabung. • Diberikan terpisah tapi diberi keterangan keduanya diminum bersama • Dibiarkan terbentuk etektik, mis: mentol dan kamfer

  27. B. Bahan Obat Setengah Padat • Ekstrak kental BO dlm mortir hangat dilarutkan dg pelarut yg sesuai + pengering inert.Ekstrak beladon, Ekstr. Hyoscyami: alkohol 70%. Ekstrak Canabis indicae: alkohol 90%.Pengering: amilum, SL • Adep lanae, vaselin: - jumlah kecil: +pelarut organik + bhn pengering - jumlah besar dilebur di wb + pengering

  28. C. Bahan Obat Cair • Tingtura, ada 2 jenis: • bahan berkhasiat tahan pemanasan * jumlah kecil: mortir panas + pengering * jumlah besar : uapkan di wb ad kental + pengering

  29. Tak tahan pemanasan. • bhn berkhasiat dpt diganti komponen-komponennya maka ambil komponennya saja tanpa bhn cairnya, mis: TOB, Iodii, sol camphora spirituosa. • Bila tak dpt diganti : - jumlah kecil dpt langsung ditambahkan - Jumlah besar: uapkan T rendah ad kental+pengering mial : TOC, Tinct Valeriana

  30. b. Ekstrak cair. Sama dg tingtura. Bila tahu bobot sisa keringnya diganti komponen keringnya, misal: Extrac Rhamni Purshianae liq, sisa keringnya 25 % ganti btk kering 25 % berat. c. Bhn cair non alkoholis, mis: Liquor Arenicalis Fowleri mengandung 1% As2O3 - jumlah kecil langsung tambahkan - jumlah bear uapkan di wb ad 1/3nya+pengering. Tak boleh diganti As2O3 krn absorbsi beda d. Minyak atsiri dlm elaiosacchara. Camp gula-minyak atsiri 2g: 1 tetes, mis: elaiosacchara foeniculi, anisi, dll

  31. SERBUK TAK TERBAGI 1. Pulvis adspersorius: sediaan serbuk bebas dari butiran kasar dan utk obat luar. Syaratnya: • Homogen, bebas dari sifat fisik yg menyebabkan iritasi • Mudah mengalir, tersebar merata dan melekat di kulit • Sesuai tujuannya, misal: menyerap air

  32. PULVIS ADSPERSORIUS (SERBUK TABUR)

  33. SERBUK EFFERVESCENT 2. Serbuk effervescent: sediaan padat bentuk serbuk utk pemakaian dlm tdd camp asam-basa, saat dilarutkan dlm air akan melepas CO2. Asam: asam sitrat, asam tartrat Basa : Na bicarbonat

  34. SERBUK EFFERVESCENT ALASAN PENGGUNAAN : • Menutup rasa pahit/ tak enak (krn ada CO2) • Gas CO2 mempercepat penyerapan, krn merangsang cairan lambung+karminatif • Serbuk lebih stabil daripada potio

  35. Cara pembuatan • Cara kering: serbuk dikeringkan & dihaluskan kec asam sitrat. Lalu campur asam sitrat panaskan 100oC dalam oven. As sitrat melepas air kristal serbuk jd lembab membentuk pasta, lalu digranul ayakan no 6, keringkan suhu 50oC

  36. Cara basah. Bhn pembasahnya alkohol 95%. Semua serbuk dicampur lalu + alkohol 95 % sedikit-sedikit aduk ad massa granul, ayak no 6, keringkan suhu 50oC

  37. PENAMBAHAN TABLET DALAM RESEP SERBUK • Bila ada zat aktif saja ambil zat aktif saja • Bila tidak: tablet digerus dulu, campur dg serbuk lain, ayak • Bila jumlah tablet pecahan timbang dalam perbandingan. Misal: CTM 1/6 tab.Berat 1 tab= 200mg ambil 1 tablet gerus +SL ad berat camp 600 mg. Lalu ambil 100 mg campuran.

  38. LATIHAN • R/ Salycil talc 2 % 100 mfds pulvis adspersorius • R/ Menthol 7 camphor 3 ZnO 10 Calamin 10 Talk ad 100

  39. R/ NaCl 0,700 KCl 0,300 Na bicarbonat 0,500 Glucosum 5 mf pulv dtd no III • R/ TOB 1 SL qs mf pulv dtd no X

  40. R/ Aspirin tab 0,5 tab Parasetamol 0,25 tab Coffein 25 mg mf pulv dtd No XV • R/ Pulv aerophorus 10 Adde Ac Ascorbic 5 mf pulvis

  41. SELAMAT BELAJAR SEMOGA SUKSES

More Related