1 / 13

Aliran Pemikiran

Aliran Pemikiran. Pandangan Makro Pemikiran lingkungan Pemikiran finansial / kapital Pemikiran displacement Pandangan Mikro Pemikiran trait (ciri) entrepreneurial Pemikiran peluang perusahaan Pemikiran formulasi strategis. Pandangan Makro.

tyler-moses
Download Presentation

Aliran Pemikiran

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Aliran Pemikiran • PandanganMakro Pemikiranlingkungan Pemikiranfinansial/kapital Pemikirandisplacement • PandanganMikro Pemikiran trait (ciri) entrepreneurial Pemikiranpeluangperusahaan Pemikiranformulasistrategis

  2. Pandangan Makro • Pandangan Makro menjabarkan faktor-faktor yang mempengaruhi sukses gagalnya suatu perusahaan entrepreneurial. Faktor-faktor ini umumnya merupakan kondisi eksternal yang berada di luar kontrol seorang entrepreneur.

  3. Pandangan Mikro • Entrepreneur potensial memiliki kemampuan atau kontrol untuk mengarahkan atau menyesuaikan keluaran dari setiap pengaruh dalam pandangan ini. Tidak seperti Pandangan Makro yang berfokus pada kejadian dari pandangan luar, Pendekatan Mikro berfokus pada sesuatu dengan memandang dari dalam ke luar.

  4. Sudut Pandang Ilmu Ekonomi • Dari sudut pandang ilmu ekonomi, perkembangan entrepreneurship dapat ditelusuri mulai dari pendekatan classical, neoclassical sampai dengan Austrian Market Process (AMP) movement (Murphy, Liao, & Welsch, 2006).

  5. Classical • Cantillon, seorang bankir yang bekerjadiPerancis, padatahun 1700-an memperkenalkankonsep formal entrepreneurship kedalamliteraturekonomidanbisnis. • Diamenggambarkanperbedaanantarapasokandanpermintaansebagaiopsiuntukmembelidenganhargamurahdanmenjualdenganharga yang lebihtinggi. Entrepreneur memahamikondisiini, membeli input padatingkathargatertentudanmenjual output padatingkatharga yang belumpasti, membawasistempasarmenujustabilitas.

  6. Pendekatan classical menekankan pentingnya ketidakpastian dan risiko. Kepemilikan dan status tidak dilihat sebagai sesuatu yang mutlak diperlukan entrepreneur. Inovasi dan koordinasi merupakan aspek dominan dalam aktivitas entrepreneurial. Inti dari pendekatan classical adalah pasokan, permintaan, dan harga jangka pendek.

  7. Neoclassical • Pendukungpendekatanneoclassical berpendapatbahwaasumsikeseimbangantidakkompatibeldenganhargajangkapendekdanbiayaproduksirelatif. Konseputilitas marginal yang menurun (diminishingmarginal utility) munculsebagaipenjelasandariaktivitasekonomi. Fokusnyabukanpadaakumulasikapitalnamunlebihpadakombinasibarudarisumberdaya yang dimiliki. • Entrepreneur berperandalammenyesuaikanalokasisumberdayakarenaperubahansepertipeningkatanpasokan, penurunanpermintaan, dankondisikeseimbangan.

  8. Pada masa ini muncul istilah “creative destruction”–nya Schumpeter yang menggambarkan keterlibatan entrepreneur dalam inovasi. Entrepreneur menciptakan produk baru, metode produksi baru, memperkenalkan sumber daya baru, atau bentuk organisasi baru yang kemudian menyebabkan kondisi lama menjadi usang.

  9. Austrian Market Process • Pendekataninimenekankanpadaaktivitasmanusiadanmemberikankerangkakonseptual yang lebihkayapada entrepreneurship. Penekanannyaadalahpadabagaimanamenumbuhkanpengetahuan yang dibutuhkanuntukmenemukanpeluangdanmembuatkeputusan yang tepat. Pendekataninimenjelaskanapabilapengetahuandikomunikasikandalamsistempasar, misalnyamelaluiinfomasiharga, makainovasiakanmunculdan entrepreneur akanmemuaskankebutuhanpasar. Apabila entrepreneur mengetahuibagaimanamenghasilkanprodukbaruataucara yang lebihefektifuntukmenghasilkanprodukbaru, makamanfaatdapatdiperolehdaripengetahuanini.

  10. Pendekatanneoclassical tidakmenjelaskanaktivitasini. Austrian market process memandanglingkungantidakdapatdiulangiatautidakselalumemberikankeluaran yang samadalamsistemekonomi. Entrepreneurmemperolehinsentifdenganmenggunakanpengetahuanuntukmenghasilkannilai. Dibangunberdasarkanideneoclassical, Austrian market processmendudukkan entrepreneurship sebagaipendorongsistempasar.

  11. Pentingnya Entrepreneurship • Penciptaan lapangan kerja. • Inovasi. • Globalisasi.

  12. Proses Entrepreneurial • Identifikasi dan evaluasi peluang. • Mengembangkan rencana bisnis dalam rangka memanfaatkan peluang. • Menentukan sumber daya yang diperlukan dalam rangka memanfaatkan peluang yang ada. • Mengevaluasi usaha yang terbentuk. Setelah memperoleh sumber daya, entrepreneur menggunakan sumber daya ini untuk mengimplementasikan rencana bisnisnya.

  13. Tugas di Luar Kelas • Kunjungilah website GEM (Global Entrepreneurship Monitor), kemudian ceritakanlah aktivitas GEM dan bagaimana peran GEM dalam mendorong entrepreneurship terutama di negara-negara sedang berkembang.

More Related