1 / 33

ETIKA PROFESI

PETEMUAN 1. ETIKA PROFESI. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------- Silabus Mata Kuliah : Etika Profesi SKS : 2 Dosen : Endang Suryana, S.Sos, M.M Tatap Muka : 14 kali pertemuan, masing-masing selama 100 menit

Download Presentation

ETIKA PROFESI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PETEMUAN 1 ETIKA PROFESI

  2. -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Silabus Mata Kuliah : Etika Profesi SKS : 2 Dosen : Endang Suryana, S.Sos, M.M Tatap Muka : 14 kali pertemuan, masing-masing selama 100 menit ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

  3. Silabus Tujuan Instruksional Umum Diharapkan setelah selesai mengikuti perkuliahan Etika Profesi, mahasiswa memiliki pengetahuan tentang etika, kesadaran etis dan perilaku etis. Peningkatan ini diharapkan akan berimplikasi pada meningkatnya kemampuan mahasiswa dalam pengambilan keputusan yang etis. Suatu pengambilan keputusan etis tidak hanya melibatkan rasionalitas saja, tetapi juga emosi dan intuisi. Untuk meningkatkan pengetahuan etika, materi meliputi berbagai spektrum pemikiran dalam etika, deskripsi etika dan profesi, isu-isu etis dalam profesi, serta implementasi dan perkembangannya dalam realitas praktik profesi dalam dunia kerja yang nyata. Tujuan Instruksional Khusus Diharapkan setelah selesai mengikuti perkuliahan Etika Profesi, mahasiswa dapat: (1) memiliki pengetahuan yang memadai tentang etika profesi yang akan dijalankan, (2) memiliki kesadaran etis dalam suatu pengambilan keputusan yang bernilai/bermanfaat untuk kepentingan umum/masyarakat, (3) melakukan tindakan yang bermakna dan inspiratif bagi perkembangan profesi dan masyarakat.

  4. Metode Perkuliahan 1. Ceramah 2. Tanya Jawab 3. Diskusi 4. Tes Kemampuan 5. Penulisan Makalah Evaluasi 1. Akumulasi dan proporsi kehadiran 2. Tes Kemampuan 3. Tugas Mandiri (Individual/ Kelompok)4. Makalah dan laporan kajian buku 5. Keaktifan dalam diskusi 6. Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester Pustaka Etika Profesi, R.Rizal Ismanto, S.T, M.M, M.T UNDIP Semarang Etika Bisnis, Sony Keraf (1991)

  5. TATA TERTIB PERKULIAHAN Toleransi keterlambatan kehadiran mahasiswa di kelas maksimal 15 menit Absensi kesatu lima menit pertama pada perkuliahan, absensi kedua bagi mahasiswa terlambat pada menit ke 50. Keterlambatan lebih dari 15 menit (tanpa pemberitahuan terlebih dahulu) tidak akan diabsen, mahasiswa terlambat masih diperbolehkan mengikuti kelas perkuliahan. Alat komunikasi (HP) di non aktifkan (silence) Pakaian rapih  tidak memakai T Shirt dalam kelas, alas kaki bersepatu (tidak memakai sandal) Tingkat kehadiran mahasiswa sesuai peraturan akademik menjadi syarat untuk dapat mengikuti UTS dan UAS Tidak membuat kegaduhan dan atau membuat kondisi / situasi kelas menjadi tidak kondusif untuk proses belajar mengajar Hal-hal lain sesuai dengan peraturan/tata tertib perkuliahan yang dikeluarkan oleh akademik harus diperhatikan dan ditaati.

  6. Bahan ajar akan diberikan/disampaikan agar mahassiwa Mampu menguasai dan mendapat manfaat dari materi perkuliahan Meningkatkan pemahaman/pengertian bahan ajar yang diberikan Termotivasi untuk menguasai materi bahan ajar Bahan ajar disampaikan dengan sistematika yang mudah untuk dapat difahami dengan memberikan contoh-contoh (kasus) yang relevan. Perkuliahan akan dijalankan tepat waktu (mulai dan berakhirnya) Proses belajar mengajar dijalankan secara interaktif untuk berbagi (sharing) pengetahuan antar mahasiswa, mahasiswa akan diberikan tugas mandiri (individual-kelompok) sesuai dengan konteks bahan ajar. Membuka seluas-luasnya kesempatan bagi mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan yang relevan dengan konteks bahan ajar dan berdiskusi. Menyediakan waktu diluar jam perkuliahan untuk mahasiswa yang ingin berdiskusi/berkonsultasi (yang berkaitan dengan mata kuliah ini) Materi bahan ajar dibuat untuk dapat diikuti/difahami oleh mahasiswa sesuai kompetensinya. Penilaian atas UTS/UAS dan Tugas yang diberikan akan dilakukan secara objektive/fair .

  7. Apakah Etika dan Etika Profesi ?

  8. Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.

  9. ETIKA Batasan maupun standar yang mengatur pergaulan manusia yang dikaitkan dengan seni pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada dan pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik. Etika tidak lain adalah aturan perilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.

  10. Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional diperlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusiabergaul, saling menghormati Dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain. PEDOMAN PERGAULAN

  11. Pedoman pergaulan, dimaksud tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agara mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuaI dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasiumumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita.

  12. APA BEDA ANTARA ETIKA & ETIKET

  13. Etika berarti moral sedangkan etiket berarti sopan santun. Dalam bahasa Inggris etiket dikenal sebagai ethics atauetiquette (bahasa Perancis).

  14. Persamaan antara etika dengan etiket • Etika dan etiket menyangkut perilaku manusia. Istilah tersebut dipakai mengenai manusia tidak mengenai binatang karena binatang tidak mengenal etika maupun etiket. • Kedua-duanya mengatur perilaku manusia secara normatif artinya memberi norma bagi perilaku manusia dan dengan demikian menyatakan apa yag harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilkukan. • Justru karena sifatnya normatif maka kedua istilah tersebut sering dicampuradukkan.

  15. Perbedaan antara etika dengan etiket (a) Etiket menyangkut cara melakukan perbuatan manusia. Etiket menunjukkan cara yang tepat artinya cara yang diharapkan serta ditentukan dalam sebuah kalangan tertentu. Misalnya dalam makan, etiketnya ialah orang tua didahulukan mengambil nasi, kalau sudah selesai tidak boleh mencuci tangan terlebih dahulu.Di Indonesia menyerahkan sesuatu harus dengan tangan kanan. Bila dilanggar dianggap melanggar etiket. Etika tidak terbatas pada cara melakukan sebuah perbuatan, etika memberi norma tentang perbuatan itu sendiri menyangkut masalah apakah sebuah perbuatan boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan. (b) Etiket hanya berlaku untuk pergaulan. Bila tidak ada orang lain atau tidak ada saksi mata, maka etiket tidak berlaku. Misalnya etiket tentang cara makan. Makan sambil menaruh kaki di atas meja dianggap melanggar etiket bila dilakukan bersama-sama orang lain. Bila dilakukan sendiri maka hal tersebut tidak melanggar etiket. Etika selalu berlaku walaupun tidak ada orang lain. Barang yang dipinjam harus dikembalikan walaupun pemiliknya sudah lupa

  16. …. LANJUTAN Perbedaan antara etika dengan etiket (c) Etiket bersifat relatif. Yang dianggap tidak sopan dalam sebuah kebudayaan, dapat saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Contohnya makan dengan tangan, bersenggak sesudah makan. Etika jauh lebih absolut. Perintah seperti jangan berbohong;jangan mencuri merupakan prinsip etika yang tidak dapatditawar-tawar. (d) Etiket hanya memadang manusia dari segi lahirian saja sedangkan etika memandang manusia dari segi dalam. Penipu misalnya tutur katanya lembut, memegang etiket namun menipu. Orang dapat memegang etiket namun munafik sebaliknya seseorang yang berpegang pada etika tidak mungkin munafik karena seandainya dia munafik maka dia tidak bersikap etis. Orang yang bersikap etis adalah orang yang sungguh-sungguh baik.

  17. ETIKA • Berasal dari kata Yunani Ethos, artinya adat, tata akhlak, watak, sikap, cara berpikir, lebih mengarah ke moral • Menyangkut apakah suatu perbuatan boleh atau tidak boleh dilakukan • Berlaku kapan saja walaupun tidak ada saksi • Bersifat absolut • Memandang manusia dari lahir dan batin • ETIKET • Berasal dari kata Inggris Ethics dan Perancis Etiquette, yang artinya sopan santun. • Menyangkut cara melakukan sesuatu kepada orang lain • Berlaku hanya kalau ada saksi di sekitar • Bersifat relatif • Memandang manusia dari lahirnya saja

  18. Prinsip Etika • Prinsip Keindahan, etika manusia berkaitan dengan nilai-nilai keindahan • Prinsip Persamaan, hakekat manusia menghendaki adanya persamaan antara manusia satu dengan yang lain. • Prinsip Kebaikan, segala sesuatu yang menimbulkan pujian. Manusia  kebaikan tatanan sosial, ilmu pengetahuan, agama dll • Prinsip Keadilan, adanya kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya. • Prinsip Kebebasan, menginginkan keleluasaan bertindak berdasarkan pilihan. • Prinsip Kebenaran, segala sesuatu harus dapat dibuktikan kebenarannya

  19. Mengapa Kita Harus Belajar Tentang Etika - (Profesi) ?

  20. Fungsi Etika • Diperlukan untuk mengambil sikap yang wajar dalam suasana perbedaan. • Perbedaan dalam: suku, budaya, agama dll • Modernisasi membawa perubahan yang berbeda • Ideologi yang menawarkan diri sebagai penuntun kehidupan.

  21. RELATIVISME ETIS Kalau Etika merupakan ilmu yang membahas pola – pola aturan tentang nilai – nilai kesusilaan maka tindakan melakukan aturan etika disebut tindakan etik. Sedangkan sifat tindakan tentang pelaksanaan disebut bersifat Etis.

  22. Unsur – unsur Pokok dalam Etika Dalam hal berpikir Etis perlu ada 4 hal yang kita perhatikan yakni: Nilai Norma Situasi Obyek

  23. NORMA - KAIDAH Suatu nilai yang mengatur dan memberikan pedoman atau patokan tertentu bagi setiap individu atau masyarakat untuk bersikap dan berperilaku sesuai dengan peraturan yang telah disepakati bersama.

  24. Dalam pergaulan hidup, norma atau kaidah terbagi dalam: Norma Agama Kesusilaan Kesopanan Hukum

  25. Dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik dan • buruknya perilaku manusia • ETIKA DESKRIPTIF • ETIKA NORMATIF

  26. ETIKA DESKRIPTIF, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis danrasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalamhidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan faktasebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil. • Contoh : • Pandangan dan perilaku kehidupan moral  ada negara yang melegalkan aborsi, melegalkan prostitusi, perjudian dan tindakan/kegiatan lainnya yang dianggap tidak bermoral oleh orang lain menjadi sesuatu hal yang normal dalam kehidupan sehari-harinya  masyarakatnya cenderung menjadi permissif

  27. ETIKA NORMATIF, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap danpola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan. • Contoh : • Mana yang baik, mana yang buruk, mana yang boleh dilakukan mana yang tidak boleh dilakukan. • Seorang ulama besar/seorang pemimpin, sorang tokoh masyarakat  secara normatif harus mempunya sifat jujur, adil, bijak dll

  28. Secara umum etika dapat dibagi a. ETIKA UMUM, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogikan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori. b. ETIKA KHUSUS, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu dapat juga berwujud : Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis : cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau tidanakn, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya.

  29. ETIKA KHUSUS dibagi lagi menjadi dua bagian : a. Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri. b. Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia. Perlu diperhatikan bahwa etika individual dan etika sosial tidak dapat dipisahkan satu sama lain dengan tajam, karena kewajiban manusia terhadap diri sendiri dan sebagai anggota umat manusia saling berkaitan. Etika sosial menyangkut hubungan manusia dengan manusia baik secara langsung maupun secara kelembagaan (keluarga, masyarakat, negara), sikap kritis terhadpa pandangan-pandangana dunia dan idiologi-idiologi maupun tanggung jawab umat manusia terhadap lingkungan hidup.

  30. Etika sosial 􀂄Sikap terhadap sesama 􀂄Etika keluarga 􀂄Etika organisasi 􀂄Etika profesi 􀂄Etika politik 􀂄Etika lingkungan hidup

  31. BAHASAN PERTEMUAN – II PENGERTIAN PROFESI

More Related