1 / 19

ETIKA PROFESI

ETIKA PROFESI. ETIKA FILSAFAT FUTURELOGIK YANG BERSIFAT PROSPEKTIF . ARTINYA “ AJARAN FILSAFAT ILMU, UNTUK MAMPU BERPIKIR SECARA ARIF MEMBAWA ILMU DALAM MENGHADAPI TANTANGAN MASA DEPAN”. BUKAN FILSAFAT RETROSPEKTIF

merle
Download Presentation

ETIKA PROFESI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. ETIKA PROFESI

  2. ETIKA FILSAFAT FUTURELOGIK YANG BERSIFAT PROSPEKTIF. ARTINYA “ AJARAN FILSAFAT ILMU, UNTUK MAMPU BERPIKIR SECARA ARIF MEMBAWA ILMU DALAM MENGHADAPI TANTANGAN MASA DEPAN”. BUKAN FILSAFAT RETROSPEKTIF ARTINYA “ILMU YANG MENULUSURI SEJARAH PEMKIRAN-PEMIKIRAN ARIF MASA LAMPAU. TANTANGAN MASA DEPAN : • Lahan pekerjaan semakin sempit pengangguran profesional • Kemajuan ilmu dan teknologi, teknologi informasi internet ( jangan mpy pola pemikiran EXCLUSIVITICS / berpikir hanya berpijak terkungkung dalam dunianya sendiri )

  3. Keterbukaan global • Adanya ilmu dan teknologi yang menyatu, menyebabkan ilmu dan teknologi berkembang sangat dahsyat peradaban yang mendunia, mengakibatkan perubahan : • Postulat BIOSELULAR BIOMOLEKULER Ilmu bukan lagi pola pemikiran strukturalisme, tetapi menjadi konstruksivisme

  4. JALAN PIKIRAN MANUSIA 1. DOGMATISME 2. METAFISME 3. RASIONALISME 4. POSITIVISME 5. NEOVOSITIVISME 6. EKSITENSIALISME 7. YOUTH CULTURE ADANYA REVOLUSI INFORMASI MAKA TERJADI PERUBAHAN KOMUNIKASI YANG HEBAT DAN PERTEMUAN ANTAR NILAI-NILAI ETIKA GLOBAL

  5. SYARAT ETIKA GLOBAL : 1. INCLUSIVCSM ( Dimungkinkan keserasian kerja sama Antar bangsa ) 2. GENDER EQUILITY (Mempunyai hak wewenang Tanggung jawab, fungsi sosial, tugas yang sama) 4. HUMANITY ( Di atas nilai-nilai etnik / budaya Keyakinan harkat jidup manusia diletakkkan paling tinggi ) 5. TOLERANCE ( orang tidak boleh berkeyakinan nilai- Nilainya paling benar. Harus ada kemampuan toleransi agar tidak terjadi konflik )

  6. PIJAKAN DASAR PENDIDIKAN 1. STUDENT ORIENTED • ORIENTASI PADA MAHASISWA / BERPIJAK PADA AUDIENS 2. FUTURE ORIENTED • ORIENTAI MASA DEPAN • ORIENTASI AGAR BISA MENATAP MASA DEPAN

  7. ABAD INFORMASI • REVOLUSI INFORMASI & REVOLUSI KOMUNIKASI • ENCOUNTER • REVOLUSI PERUBAHAN NILAI-NILAI KOLABORASI KOMPETENSI

  8. HOW TO WIN THE COMPETITION • 1. UP DATE INFORMATION • Harus punya chanel untuk dapat informasi mutakhir 2. THE SMART BEAUTIFULL MIND mempunyai pikiran-pikiran indah yang cerdas untuk bisa mentransfer informasimutakhir yang dapt markeable (market oriented ) dan bisa berkembang secara devergen 3. MEMPUNYAI KEBERANIAN MELANGKAH DENGAN CALCULATED RISK mempunyai keberanian melangkah dengan resiko yang dipertimbangkan

  9. SYARAT KOLABORASI : • 1. BISA BERBAHASA INGGRIS • 2. ETIKA GLOBAL ( harus terbiasa dg Etika Global ) • 3. RESPONSIBILITY ( ada pertanggungjawaban) • 4. HOW TO ENJOY( bagaimana memiliki hidup yang bahagia )

  10. Etika : suatu nilai-nilai baik dan buruk yang boleh dan yang tidak boleh Etika Profesi : etika yang jadi pegangan profesi agar tidak mengeksploitasi dengan merugikan orang lain. Ikatan profesi yang diperlukan adalah kesamaan persepsi terhadap profesi tsb, dan untuk mempertahankan keberadaan profesi tsb. Hal ini bisa berkaitan dgn hukum ( tindakan profesi yg kriminal) Suatu etika dibentuk oleh karena adanya ilmu. Tujuan ILMU : untuk menciptakan pemahaman profesionalisme. Dan ilmu bisa berkembang mengikuti perkembangan jaman

  11. Perubahan nilai-nilai masyarakat dan asperasi terhadap profesi tersebut. Dalam kondisi demikian itu, profesi itu harus tetap mampu mempertahankan keberadaan profesi, dengan: • Merubah postulat keilmuannya • Merubah paradigma ilmunya • Melakukan pencerahan pada ilmunya • Menghilangkan topik-topik dalam ilmunya, yang dinilai sudah kadaluwarsa atau tak laku jual, diganti topik-topik ilmu (baru) yang mampu untuk meningkatkan lahan “jual”

  12. Agar menuju profesionalisme harus ada “ STRUGGLE FOR SRVIVAL “, yang berupa : • safety ( kepastian melangkah ) • security ( keamanan ) • prosperity ( kesejahteraan ) dengan selalu memperhatikan etika dan etika profesi yang berlaku.

  13. THEORITICAL SCIENCE SCIENCE APLIED SCIENCE PROFESIONALISM ETIKA PROFESIONAL ETHICS • HEDONISME • EUDOEMONISME • STOICISME • UTILISASI • IDEALISME • AGAMA • TRADISIONAL • VITALISME • GLOBAL

  14. HEDONISME : ukuran etika dengan ide, seni dan kreasi yang bisa menyenangkan kliennya atau profesinya. artinya tidak boleh berakhir kesedihan EUDOMONISME : Suatu etika yang parameternya menggunakan ide, seni dan kreasi yang bisa membuat kliennya / profesinya merasa aman STOISISME : Etika dengan ide, seni dan kreasi mampu membuat kliennya / profesinya menjadi lebih dewasa, tidak emosional, karena emosi sering menjerumuskan ke arah nasib yang jelek

  15. DE-ONTOLOGI etika untuk menyelamatkan orang/klien/profesi meskipun dengan menyakiti sementara UTILISASI etika yang mendidik pada asas penggunaan IDEALISME etika yang mendidikkan hal-hal yang seharusnya, bukan yang senyatanya. Serba perfectionistic AGAMA etika yang mengajarkan nilai-nilai perilaku menurut agama TRADISIONAL etika yang mengajarkan nilai-nilai tradisional untuk perilaku sopan santun mengikuti tradisi

  16. VITALISME etika yang mengajarkan bagaimana hidup itu merupakan suatu perjuangan untuk mengatasi tantangan / ancaman masa depan akibat keterbukaan global. Revolusi informasi mengajarkan manusia tidak boleh terkungkung dalam dunia tersendiri. Hal itu akan menyebabkan tidak berkembang bahkan justru tersingkirkan akhirnya terlindas nilai-nilai dunia yg berkembang terus. ETIKA GLOBAL adanya keterbukaan global, adanya nilai-nilai etika global yang diperlukan yaitu : • Diatas segala nilai-nilai budaya, keyakinan, maka harkat hidup manusia diletakkan paling tinggi

  17. Adanya toleransi yang tinggi terhadap nilai-nilai yang berbeda, asal tidak menghancurkan nilai sendiri • Pola pandang inklusivisme harus diunggulkan. Orang setidaknya tidak berperilaku berkelompok, bicara AKU, KAMI dan KELOMPOK KAMI, tetapi bicara kita sesungguhnya kerukunan bangsa bisa dibina untuk bersama-sama mengatasi tantangan bumi yang makin tdk ramah terhadap keberadaan manusia bumi • Kesetaraan gender, wanita dan pria itu sesungguhnya mempunyai tugas, hak, wewenang, tanggung jawab dan fungsi sosial yang setara. Bukan lagi wanita itu terkooptasi oleh pria

  18. Pola pikir manusia KODE ETIK FISIOTERAPI Berubah & berkembang Saling kritis mengkritis Nilai pelayanan medik ( FT ) Ketidakpuasan tuntutan KODE ETIK FT

  19. PELAYANAN FISIOTERAPIberdasarkan WCPT tahun 1999 menyatakan “FT sebagai pelayanan yang ditujukan untuk perorangan dan masyarakat dengan lingkup pelayanan mengembangkan, memelihara dan memulihkan maksimal gerak dan kemampuan fungsi. Sehat arti fisiotrapi adalah keadaan gerak penuh dan fungsional fisioterapi peran serta dalam menggali dan memaksimalkan masalah potensi gerak yang berhubungan dengan lingkup peningkatan (promotif), pencegahan (preventif), penyembuhan (kuratif) dan pemulihan ( rehabilitatif )”. Berdasarkan KEPMENKES 1363/2001, menyatakan bahwa “FT merupakan pelayanan kesehatan kpd individu-kelompok, mengembangkan, memlihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang hidup, dengan manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektris, mekanis, pelatihan fungsi dan komunikasi)”

More Related