1 / 35

PERKEMBANGAN PSAK & KONVERGENSI IFRS

PERKEMBANGAN PSAK & KONVERGENSI IFRS. Presented: Dwi Martani. Akuntansi. Akuntansi mengidentifikasi , mengukur , dan mengkomunikasikan informasi keuangan . Akuntansi suatu sistem dengan input data/informasi dengan output informasi dan laporan keuangan.

keagan
Download Presentation

PERKEMBANGAN PSAK & KONVERGENSI IFRS

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PERKEMBANGAN PSAK & KONVERGENSI IFRS Presented: Dwi Martani

  2. Akuntansi • Akuntansimengidentifikasi, mengukur, danmengkomunikasikaninformasikeuangan. • Akuntansi suatu sistem dengan input data/informasi dengan output informasi dan laporan keuangan. • Informasi keuangan terkait suatu entitas • Informasi dikomunikasikan untuk pemakai untuk pengambilan keputusan

  3. Informasi Keuangan dan non Keuangan • Akuntansi menghasilkan informasi keuangan tentang sebuah entitas. • Informasi yang dihasilkan disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP): • LaporanPosisiKeuangan / Neraca • Laporan Laba RugiKomprehensif • Laporan Arus Kas • Laporan Perubahan Ekuitas • Catatan atas laporan keuangan • Selain laporan tersebut terdapat laporan yang bukan merupakan GAAP yang dihasilkan perusahaan: Laporan Tahunan, Sustainability Reporting, Prospektus, Laporan untuk Bapepam, Integrating Reporting.

  4. Tujuan Laporan Keuangan • Memberikaninfomasi yang menyangkutposisikeuangan, kinerjasertaperubahanposisikeuangansuatuperusahaan yang bermanfaatbagisejumlahbesarpemakaidalampengambilankeputusanekonomi • Laporankeuanganmenunjukkanapa yang telahdilakukanmanajemen (stewardship), danpertanggungjawabansumberdaya yang dipercayakankepadanya • Memenuhikebutuhanbersamasebagianbesarpemakai. • Menyediakanpengaruhkeuangandarikejadiandimasalaludantidakdiwajibkanmenyediakaninformasi non keuangan. Ref: PSAK Conceptual Framework

  5. Laporan Keuangan Relevan dan Reliable Standar Akuntansi Berkualitas • Pasar Modal yang efisien • Keputusan yang tepat Kerangka Konseptual Laporan Keuangan yang Relevan dan Reliable Manajemen Corporate Governance Informasi yang berkualitas Independen • Dampak informasi assimetri • Adverse selection • Moral hazard Kualitas Audit Standar Audit Kompeten

  6. Standar Akuntansi ?? • Untuk keseragaman laporan keuangan • Memudahkan penyusun laporan keuangan karena ada pedoman baku sehingga meminimalkan bias dari penyusun • Memudahkan auditor • Memudahkan pembaca laporan keuangan untuk menginterpretasikan dan membandingkan laporan keuangan entitas yang berbeda. • Pengguna laporan keuangan banyak pihak sehingga penyusun tidak dapat menjelaskan kepada masing-masing pengguna

  7. Empat PilarStandarAkuntansi Indonesia • Standar Akuntansi Keuangan • SAK-ETAP • Standar AkuntansiSyari’ah • Standar Akuntansi Pemerintahan • IFRS hanyadiadopsiuntukStandarAkuntansiKeuangan(PSAK) • SAK ETAP diluncurkan secara resmi pada tanggal 17 July 2009 • InstansiPemerintahmenggunakanStandarAkuntansiPemerintahan PP 71 tahun 2010

  8. >2012 • 2010-2012 StandarAkuntansi Indonesia

  9. PSAK SYARIAH • Basis transaksi • Digunakanolehentitas yang melakukantransaksisyariahbaikentitaslembagasyariahmaupun non lembagasyariah • Pengembangandengan model PSAK umumnamunberbasissyariahdenganacuan fatwa MUI • PSAK 100 – PSAK 106 • Kerangkakonseptual, PenyajianLaporanKeuanganSyariah, AkuntansiMurabahah, Musyarakah, Mudharabah , Salam, Istishna

  10. SAP • InstansiPemerintahmenggunakanStandarAkuntansiPemerintahan, PP 24 tahun 2005  PP 71 tahun 2010 • StandardisusunolehKomiteAkuntansiPemerintahankemudianditetapkandengan PP • Diterapkanuntukentitaspemerintah dalammenyusun LKPP dan LKPD: • instansipemerintahpusat • Instansipemerintahdaerah • BLU (digabung), BUMN (sbg investasi)  PSAK • Entitas sektor publik selain pemerintah menggunakan PSAK 45.

  11. SAK ETAP • SAK ETAP: Standarakuntansikeuanganuntukentitastanpaakuntabilitaspublik • ETAP adalahentitas yang: • Tidakmemilikiakuntabilitaspubliksignifikan; dan • Menerbitkanlaporankeuanganuntuktujuanumum (general purpose financial statement) bagipenggunaeksternal. • Menggunakanacuan IFRS untuk Small Medium Enterprises. • Lebihsederhanaantara lain: • Asettetap, tidakberwujudmenggunakanhargaperolehan • Entitasanaktidakdikonsolidasitetapisebagaiinvestasidenganmetodeekuitas. • Mengacupadapraktikakuntansi yang saatinidigunakan. • Tahun 2011 perusahaanharusmemilihmenjadimenggunakan PSAK-IFRS atau PSAK-ETAP

  12. PSAK – IFRS BASED Wajibditerapkanuntukentitasdenganakuntabilitaspublikseperti: Emiten, perusahaanpublik, perbankan, asuransi, dan BUMN. Dapatditerapkanolehentitaslainya. Basis transaksi, bukan basis industri. Tujuan: memberikaninformasi yang relevanbagi user laporankeuangan Indonesia melakukan adopsi penuh 1 Januari 2012

  13. IFRS - PSAK • Pasca Konvergensi PSAK 2012 = IFRS (kecuali IFRS terbaru) • Perbedaan IFRS dengan PSAK dijelaskan dalam Standar bagian depan. • Substansi / konseptual • Redaksional • Tanggal efektif • Secara gradual, IFRS sudah diterapkan mengikuti pemberlakuan PSAK yang bersangkutan. • Setelah konvergensi IFRS  PSAK akan berkembang dinamis mengikuti IFRS

  14. Mengapa IFRS • Indonesia bagian dari IFAC, yang harus tunduk pada SMO (Statement Membership Obligation), salah satunya menggunakan IFRS sebagai accounting standard. • Konvergensi IFRS adalahsalahsatukesepakatanpemerintah Indonesia sebagaianggota G20 forum. • Hasildaripertemuanpemimpinnegara G20 forum di Washington DC, 15 November 2008 : • “Strengthening Transparency and Accountability” • Pertemuan G20 di London, 2 April 2009 menghasilkankesepakatan untuk Strengthening Financial Supervision and Regulation “to call on the accounting standard setters to work urgently with supervisors and regulators to improve standards on valuation and provisioning and achieve a single set of high-quality global accounting standards.”

  15. Manfaat IFRS • Meningkatkan dayabanding laporankeuangan. • Memberikaninformasi yang berkualitasdipasar modal internasional • Menghilangkanhambatanarus modal internasionaldenganmengurangiperbedaandalamketentuanpelaporankeuangan. • Mengurangibiayapelaporankeuanganbagiperusahaanmultinasionaldanbiayauntukanalisiskeuanganbagiparaanalis. • Meningkatkankualitaspelaporankeuanganmenuju“best practise”.

  16. Roadmap IFRS di Indonesia

  17. PSAK Disahkan2007 - 2008 • PSAK 16 (revisi 2007): Aset Tetap • PSAK 13 (revisi 2007): Properti Investasi • PSAK 30 (revisi 2007): Sewa • PSAK 14 (revisi 2008): Persediaan

  18. PSAK Disahkan 23 Desember 2009 • PSAK 1 (revisi 2009): PenyajianLaporanKeuangan • PSAK 2 (revisi 2009): LaporanArusKas • PSAK 4 (revisi 2009): LaporanKeuanganKonsolidasiandanLaporanKeuanganTersendiri • PSAK 5 (revisi 2009): SegmenOperasi • PSAK 12 (revisi 2009):BagianPartisipasidalam Ventura Bersama • PSAK 15 (revisi 2009): InvestasiPadaEntitasAsosiasi • PSAK 25 (revisi 2009):Kebijakan Akuntansi, PerubahanEstimasiAkuntansi, danKesalahan • PSAK 48 (revisi 2009): PenurunanNilaiAset • PSAK 57 (revisi 2009): Provisi, LiabilitasKontinjensi, danAsetKontinjensi • PSAK 58 (revisi 2009): AsetTidakLancar yang DimilikiuntukDijualdanOperasi yang Dihentikan

  19. InterpretasiDisahkan23 Desember 2009 • ISAK 7 (revisi 2009): KonsolidasiEntitasBertujuanKhusus • ISAK 9: PerubahanatasLiabilitasPurnaOperasi, LiabilitasRestorasi, danLiabilitasSerupa • ISAK 10: Program LoyalitasPelanggan • ISAK 11: DistribusiAsetNonkasKepadaPemilik • ISAK 12: PengendalianBersamaEntitas: KontribusiNonmoneterolehVenturer

  20. PPSAK DisahkanSepanjang 2009 (Berlakuefektif 2010) • PPSAK 1 : Pencabutan PSAK 32 Akuntansi Kehutanan, PSAK 35 AkuntansiPendapatanJasa Telekomunikasi, dan PSAK 37 Akuntansi PenyelenggaraanJalanTol • PPSAK 2: Pencabutan PSAK 41: Akuntansi Warandan PSAK 43: AkuntansiAnjakPiutang • PPSAK 3:Pencabutan PSAK 54: Akuntansi RestrukturisasiUtangPiutangbermasalah • PPSAK 4: Pencabutan PSAK 31 (revisi 2000): AkuntansiPerbankan, PSAK 42: Akuntansi Perusahaan Efek, danPSAK 49: Akuntansi Reksa Dana • PPSAK 5: Pencabutan ISAK 06: InterpretasiatasParagraf 12 dan16 PSAK No. 55 (1999) tentangInstrumenDerivatifMelekatpadaKontrakdalam Mata UangAsing

  21. PSAK Disahkan 2010 PSAK Disahkan 19 Februari 2010 PSAK 19 (2010): Asettidakberwujud ISAK 14 (2010): BiayaSitus Web PSAK 23 (2010): Pendapatan PSAK 7 (2010): PengungkapanPihak-Pihak yang Berelasi PSAK 22 (2010): KombinasiBisnis (disahkan 3 Maret 2010) PSAK 10 (2010): Transaksi Mata UangAsing (disahkan 23 Maret 2010) ISAK 13 (2010) : LindungNilaiInvestasiNetodalamKegiatanUsaha LuarNegeri

  22. PSAKDISAHKANNOP 2010 PSAK 24 (2010) : ImbalanKerja ISAK 16 : PerjanjianKonsesiJasa (IFRIC 12) PSAK 60 : InstrumenKeuangan: Pengungkapan PSAK 50 (R 2010): InstrumenKeuangan: Penyajian PSAK 8 (R 2010): PeristiwaSetelahTanggalNeraca PSAK 53 (R 2010): PembayaranBerbasisSaham

  23. PSAK DISAHKAN 2011 PSAK 3 : LaporanKeuangan Interim PSAK 18 (2010): Program ManfaatPurnakarya PSAK 61 : Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah PSAK 56 : Laba Per LembarSaham PSAK 46 : PajakPenghasilan PSAK 62 : Kontrak Asuransi PSAK 63 : Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi

  24. PSAK DISAHKAN 2011 PSAK 28 : Revisi 2011 Akuntansi Asuransi Kerugian PSAK 36 : Revisi 2011 Akuntansi Asuransi Jiwa PSAK 56 : Laba Per Lembar Saham PSAK 34 : Kontrak konstruksi PSAK 45 : Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba PPSAK 8 : Pencabutan PSAK 27 Akuntansi Koperasi PPSAK 6: Pencabutan PSAK 21 Akuntansi Ekuitas, ISAK 1 Penentuan Harga Pasar Dividen, ISAK 2 Penyajian Modal dalam Neraca dan Piutang kepada Pemesan Saham, ISAK 3 Akuntansi atas Sumbangan dan Bantuan

  25. PSAK DISAHKAN 2011 ISAK 15: Batas AsetImbalanPasti, PersyaratanPendanaan Minimum danInteraksinya. ISAK 17 : LaporanKeuangan Interim danPenurunanNilai ISAK 18 : Bantuan Pemerintah – Tidak ada Relasi Spesifik dengan Aktivitas Operasi ISAK 19: Penerapan Penyajian Kembali dalam PSAK 63 Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiper Inflasi ISAK 20 : Pajak Penghasilan: Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Saham ISAK 21 : Perjanjian Konstruksi Real Estate

  26. PSAK yang Disahkan 2011 PSAK 33 (revisi 2011): Akuntansi Pertambangan Umum PSAK 64: Eksplorasi dan Evaluasi Sumber Daya Mineral ISAK 22: Perjanjian Konsesi Jasa: Pengungkapan ISAK 23: Sewa Operasi-Insentif ISAK 24: Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan Suatu Bentuk Legal Sewa PSAK 11: Pencabutan PSAk 39: Akuntansi Kerja Sama Operasi.

  27. ED PSAK yang BelumDisahkan ED PSAK 13 (revisi 2011): PropertiInvestasi ED PSAK 16 (revisi 2011): AsetTetap ED PSAK 30 (revisi 2011): Sewa ED PSAK 38 (revisi 2011): KombinasiBisnisEntitasSepengendali ED ISAK 25: Hakatas Tanah ED PPSAK 10 Pencabutan PSAK 51: Akuntansikuasireorganisasi

  28. Karakteristik IFRS • IFRS menggunakan “Principles Base “ : • Lebih menekankan pada intepreatasi dan aplikasi atas standar sehingga harus berfokus pada spirit penerapan prinsip tersebut. • Standar membutuhkan penilaian atas substansi transaksi dan evaluasi apakah presentasi akuntansi mencerminkan realitas ekonomi. • Membutuhkan profesional judgment pada penerapan standar akuntansi. • Menggunakan fair value dalam penilaian, jika tidak ada nilai pasar aktif harus melakukan penilaian sendiri (perlu kompetensi) atau menggunakan jasa penilai • Mengharuskan pengungkapan (disclosure) yang lebih banyak baik kuantitaif maupun kualitatif

  29. “Judgment” • Ilustrasi • PT. A memiliki kontrak dengan PT. B untuk membeli semua produk yang dihasilkan. Produknya khusus dan hanya dapat dijual kepada PT. A. Kontrak meliputi jangka waktu 20 tahun. Kontrak tersebut menjamin bahwa PT. A membeli jumlah minimum produk B setiap tahun dengan harga yang telah ditentukan. Dari kontrak tersebut PT. B dapat memperoleh pengembalian modal dari investasi untuk memproduksi produk tersebut. IFRS = Principles Penerapan standard mengacu pada substansi ekonomi bukan bentuk hukumnya. Pemahaman underlying transaksi dan detail kontrak menjadi penting Pengajaran dengan menggunakan kasus

  30. Dinamis • IFRS membuka wawasan, bahwa mengajarkan akuntansi keuangan harus sesuai dengan standar bukan teks book. • Awareness terhadap standar akuntansi meningkat • Materi pengajaran harus dinamis mengikuti perkembangan standar. • IFRS sering berubah • Digunakan perusahaan banyak di negara sehingga kesulitan penerapan akan membuahkan kritik terhadap standar yang ada  perubahan • Perubahan lingkungan usaha • Contoh  Pendapatan awalnya menggunakan konsep risk and reward, kemudian ditambahkan konsep present obligation.

  31. “Fair value” • Nilaiwajaradalahsuatujumlah yang digunakanuntukmengukuraktiva yang dapatdipertukarkanmelaluisuatutransaksi yang wajar (arm's length transaction) yang melibatkanpihak-pihak yang berkeinginandanmemilikipengetahuanmemadai. • Kuotasi harga di pasar aktif; • Jikapasartidakaktif, makamenggunakanteknikpenilaian yang meliputi: • transaksi-transaksipasarwajar yang terkiniantarapihak-pihak yang mengerti, berkeinginan, jikatersedia; • referensiatasnilaiwajarterkinidariinstrumen lain yang secarasubstansialsama; • analisisaruskas yang didiskonto (discounted cash flow analysis); dan • model penetapanhargaopsi (option pricing model)

  32. “Fair value” • Fair valuemenggunakanhargakuotasijikatidakadamenggunakanhargawajaralternatif • Perlu tidak mengajarkan perhitungan fair value • Bagaimana menentuka arus kas • Tingkat suku bunga • Model opsi • Judgment : produk serupa, transaksi terkini, biayapenjualan • IAS 41 Agriculture • Biological asset dinilai sebesar nilai wajar dikurangi dengan biaya penjualan (point-of-sale costs), baik pada pengakuan pertama maupun pada tanggal laporan • Agriculture product dinilai nilai wajar dikurangi dengan biaya penjualan (point-of-sale costs), pada pengakuan pertama. • both on initial recognition and at each balance sheet date

  33. Pengungkapan Lebih Banyak Pihak pengakuisisi mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan dapat mengevaluasi dampak keuangan dari penyesuaian yang diakui pada periode pelaporan berjalan yang berhubungan dengan kombinasi bisnis yang terjadi pada periode tersebut atau periode pelaporan sebelumnya. Jika pengungkapan spesifik yang dipersyaratkan tidak mencapai tujuan pengungkapan, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan seluruh informasi tambahan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut * BuletinTeknis No. 3 Ilustrasi laporan keuangan. Membaca dan membuat pengungkapan pengungkapan yang diinginkan oleh standar Judgment : apa yang perlu diungkapkan

  34. Main References • Intermediate Accounting, IFRS Edition, Kieso, Weygandt, Warfield, JhonWillley son, 2010. • International Financial Reporting Standards – Certificate Learning Material The Institute of Chartered Accountants, England and Wales • Standar Akuntansi KeuanganDewan Standar Akuntansi Keuangan

  35. Dwi Martani martani@ui.ac.id atau dwimartani@yahoo.com 081318227080 / 08161932935 http:/staff.blog.ac.id/martani/ http://staff.ui.ac.id/martani TERIMA KASIH

More Related