1 / 51

Model-Model Pembelajaran PAIKEM

Model-Model Pembelajaran PAIKEM. Materi PLPG. P A I K E M P embelajaran A ktif, I nteraktif, K reatif, E fektif, dan M enyenangkan P A I N O P embelajaran A traktif , I ntegratif, dan I no vatif. Pertimbangan Pemilihan Strategi Pembelajaran 1. tujuan

laquinta
Download Presentation

Model-Model Pembelajaran PAIKEM

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Model-Model Pembelajaran PAIKEM Materi PLPG

  2. PAIKEM Pembelajaran Aktif, Interaktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan PAINO Pembelajaran Atraktif, Integratif, dan Inovatif

  3. Pertimbangan Pemilihan Strategi Pembelajaran 1. tujuan - berkenaan dg. aspek kognitif, afektif, atau psikomotorik - kompleksitas tujuan: tingkat tinggi atau rendah? - apa memerlukan keterampilan akademik? 2. bahan atau materi pembelajaran - materi berupa fakta, konsep, hukum atau teori tertentu - ada prasyarat tertentu atau tidak untuk mempelajari materi ybs. - ketersediaan buku sumber? 3. siswa - tingkat kematangan siswa - minat, bakat, dan kondisi siswa - gaya belajar siswa 4. yang lain - apa hanya cukup dg. satu strategi? Apa hanya satu-satunya strategi? nilai efektivitas dan efisiensi strategi ybs. -

  4. Prinsip-prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran dalam Standar Proses Pendidikan 1.Berorientasi pada tujuan (sebagai komponen utama) 2.Aktivitas (bukan menghafal akan tetapi berbuat/ mengalami) 3. Individualitas (adanya perubahan perilaku siswa secara individual) 4.Integritas (bukan hanya mengembangkan kemampuan kognitif saja, tetapi juga aspek afektif dan psikomotorik.

  5. Pendekatan Pembelajaran yang Mendidik 1. Pembelajaran Pemecahan masalah dan Kontekstual 2. Pendekatan Kooperatif 3. Belajar dengan Menulis 4. Pembelajaran Berbasis Masalah 5. Pertanyaan Inovatif 6. Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pembelajaran 7. Pebelajaran Kreatif dan Produktif 8. Pembelajaran Keterampilan Pemecahan masalah Sosial. (Baca Modul Metode Pembelajaran bab 6-8, halaman 33-112)

  6. Kontruksivisme Konstruktivisme adalah proses membangun dan menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. Menurut konstruktivisme, pengetahuan memang berasal dari luar tetapi dikonstruksi oleh dalam diri seseorang. Pengetahuan terbentuk oleh dua faktor penting yaitu: obyek yang menjadi bahan pengamatan dan kemampuan subjek untuk mengintrepretasi objek tersebut. Pembelajaran melalui CTL pada dasarnya mendorong agar siswa bisa mengkonstruksi pengetahuannya melalui proses pengamatan dan pengalaman nyata yang dibangun oleh individu sipembelajar.

  7. 2. Bertanya Dengan pertanyaan, guru dapat memancing siswa agar dapat menemukan jawabannya sendiri. Pertanyaan guru dapat menjadikan pembelajaran lebih produktif, yaitu berguna untuk: a) menggali informasi ttng kemampuan siswa dlm penguasaan pelajaran b) membangkitkan motivasi siswa untuk belajar c) merangsang keingintahuan siswa terhdp sesuatu d) memfokuskan siswa pd sesuatu yang diinginkan e) membimbing siswa untuk menemukan atau menyimpulkan sesuatu.

  8. 3. Inkuiri, Inkuiri : proses pembelajaran didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berfikir secara sistematis. • Proses inkuiri dapat dilakukan melalui beberapa langkah, yaitu: 1) merumuskan masalah, 2) mengajukan hipotesa, 3) mengumpulkan data, 4) menguji hipotesis, 5) membuat kesimpulan. • Penerapan asas inkuiri pada CTL dimulai dengan adanya masalah yang jelas yang ingin dipecahkan, dengan cara mendorong siswa untuk menemukan masalah sampai merumuskan kesimpulan. • Asas menemukan dan berfikir sistematis akan dapat menumbuhkan sikap ilmiah, rasional, sebagai dasar pembentukan kreatifitas.

  9. Masalah Misalkan ABCD adalah segiempat sebarang. Tentukan Rumus Luas segiempat sebarang tersebut. Hipotesis Luas Segiempat ABCD = ½ .AC.BD.Sin dimana  : sudut antara AC dan BD

  10. 4. Masyarakat Belajar (learning community). Landasan : Pendapat Vygotsky,yg menyatakan bahwa pengetahuan dan pengelaman anak banyak dibentuk oleh komunikasi dengan orang lain. • Permasalahan tidak mungkin dipecahkan sendirian, tetapi membutuhkan bantuan orang lain untuk saling membutuhkan. • Hasil belajar dapat diperoleh dari hasil sharing dengan orang lain, teman, antar kelompok, sumber lain dan bukan hanya guru. • Penerapan melalui belajar kelompok, dan sumber-sumber lain dari luar yang dianggap tahu tentang sesuatu yang menjadi fokus pembelajaran.

  11. 6. Refleksi Refleksi adalah proses pengendapan pengalaman yang telah dipelajarinya dengan cara mengurutkan dan mengevaluasi kembali kejadian atau peristiwa pembelajaran telah dilaluinya untuk mendapatkan pemahaman yang dicapai baik yang bernilai positif atau tidak bernilai (negatif). Melalui refleksi siswa akan dapat memperbaharui pengetahuan yang telah dibentuknya serta menambah khazanah pengetahuannya.

  12. 7. Penilaian nyata Penilaian nyata adalah proses yang dilakukan guru untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar yang dilakukan siswa. Penilaian ini diperlukan untuk mengetahui : 1) apakah siswa benar-2 belajar atau tidak. 2) apakah pengalaman belajar mempunyai pengaruh positif terhdp pekemb siswa baik intelektual, mental, maupun psikomotorik. Penerapan : Penilaian dilakukan terus menerus selama kegiatan pembelajaran berlangsung, dan dilakukan secara terintregasi. Dalam CTL keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh perkembangan kemampuan intelektual saja, akan tetapi perkembangan seluruh aspek.

  13. Jenis-JenisModel Pembelajaran PAIKEM • Kontekstual • Kooperatif • Quantum Teaching • Terpadu

  14. I. Pembelajaran Kontekstual • Konsep Pembelajaran yang mendorong guru untukmenghubungkan antara materi dengan situasi nyata siswa (students based- situation) • Proses pendidikan yang menolong siswa melihat makna dalam materi akademik dng cara menghubungkan konteks lingkungan keseharian mereka.

  15. PembelajaranKontekstual • Adalah konsep belajar yang mendorong guru untuk menghubungkan materi dengan situasi dunia nyata siswa • Landasan filosofis: konstruktivisme • Pilar: 1. Saling ketergantungan 2. Diferensiasi 3. Pengorganisasian diri

  16. Landasan filosofi CTL Konstruktivimisme, yaitu filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal tetapi siswa harus mengkonstruksi pengetahuan sendiri. Pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta-fakta atau proposisi yang terpisah, tetapi mencerminkan ketrampilan yang dapat diterapkan. Akar Konstruktivisme adalah filsafat pragamatisme yang digagas oleh John Dewey (awal abad ke 20), yaitu sebuah filosofi belajar yang menekankan pada pangembanagan minat dan pengalaman siswa.

  17. Anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. • Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajari bukan hanya mengetahuinya. • Pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti hanya berhasil dalam kompetensi “mengingat” jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehiduapan jangka panjang.

  18. Komponen Pembelajaran Kontekstual • Konstruktivisme/Constructivism • Bertanya/Questioning • Menemukan/Inquiry • Masyrakat belajar/Learning Community • Pemodelan/Modelling • Penilaian sebenarnya/Authentic assessment • Pembelajaran Terpadu/Integrated

  19. KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS CTL • Kerjasama • Saling menunjang • Menyenangkan • Tidak membosankan • Belajar dengan bergairah • Pembelajaran terintegrasi • Menggunakan berbagai sumber • Siswa aktif

  20. LANJUTAN …KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS CTL • Sharing dengan teman • Siswa kritis, guru kreatif • Dinding kelas dan lorong-lorong penuh dengan hasil karya siswa, peta-peta, gambar, artikel, humor dll • Laporan kepada orang tua bukan hanya raport, tetapi hasil karya siswa, laporan hasil praktikum, karangan siswa dll.

  21. II. Pembelajaran Kooperatif 1. Adalah PP yg berfokus pada penggunaan kelompok kecil untuk bekerjasama 2. Elemennya: 1) Saling ketergantungan positif 2) Interaksi tatap muka 3) Akuntabilitas individual 4) Ktrampilan jalin hubngan antar pribadi

  22. CIRI-CIRI PEMBL KOOPERATIF • saling ketergantungan positif • interaksi tatap muka dan dialog • akuntabilitas individual (Penilaian kelompok yang didasarkan atas rata-rata penguasaan semua anggota kelompok secara individual) • Komunikasi antar kelompok Mengembangkan ketrampilan sosial • Evaluasi kelompok dan proses kelompok

  23. Teknik Kooperatif • STAD (Student Achievement Division) • Jigsaw • Group Investigation • Struktural 1) Mencari Pasangan 2) Bertukar Pasangan 3) Berkirim Salam dan soal 4) Bercerita berpasangan 5) Dua Tinggal Dua 6) Kancing Gemerincing

  24. A.Student Achievement Division Langkahnya: • Buat kelp a 4-5 orang, heterogen • A anggota pakai lembar akademik, saling membantu untuk menguasai bahan ajar • Scr periodik guru melakukan evaluasi • Beri skor terhadap hasil penguasaan thd bahan ajar

  25. B. Jigsaw Langkah: • Buat kelompok sesuai jml materi • Kaji materi bersama, tiap anggota hrs menguasai • Buat kelompok baru yang terdiri dari anggota lama, masing2 satu orang • Tiap anggota klp baru yg merupakan duta anggota klp lama bertanggung jawab untuk menjelaskan kepada anggota kelompok baru

  26. C.Group Investigation • Buat beberapa topik, 5 atau 6 • Siswa memilih topik • Kelompokkan siswa yang setopik • Merencanakan Kerjasama • Menerapkan kerjasama • Menganalisis dan mensintesis • Penyajian hasil • Evaluasi

  27. D. Struktural1) Mencari pasangan Langkahnya: • Siapkan kartu-kartu (sejumlah siswa) yang berisi konsep • Bagikan kepada siswa • Siswa diminta mencari pasangannya, sesuai aturan guru • Diskusikan hasilnya

  28. D.Struktural2) Bertukar Pasangan • Buat siswa berpasangan ( 2-2 ) • Beri tugas utk diselesaikan scr pasangan • Minta siswa bergabung dengan pasangan lain, lalu tukar pasangannya • Mintakan kpd pasangan baru untuk saling menjelaskan. Lalu kembali ke pasangan lama. • Temuan baru dari pasangan baru, disampaikan kepada pasangan lama

  29. D. Struktural3) Berkirim salam dan Soal • Buat kelompok, dan minta menulis soal yang akan dikirim ke kelompok lain • Tiap kelompok mengirim utusan utk menyampaikan soal ke klp lain • Tiap klp mengerjakan soal • Jawaban masing-masing klom dicocokkan dng jawaban klp yang membuat soal

  30. D. Struktural4) Bercerita Berpasangan Langkah: • Bagi bahan menjadi dua • Lakukan Brainstorming ttg bahan • Siswa dipasangkan • Bahan pertama –siswa 1, dua– siswa 2 • Siswa dengar/baca bhan dng catat frasa • Saling bertukar catatan • Menulis karangan dst

  31. D. Struktural5) Duatinggalduatamu • Buat kelompok2 beranggota 4 orang • Berikan tugas untuk diselesaikan • Dua orang bertamu, 2 orang tinggal • Yang tinggal, mmbrikn info ke tamunya • Tamu pulang, dan sharing ke anggota • Klp mencocokkan dan bahas hasil kerja

  32. D) Struktural6) Keliling kelompok • Buat kelompok • Beri tugas kelompok • Salah satu anggota klp membrikan pandangan dan pemikiran ttg tugasnya • Siswa berikutnya juga memberikan konstribusi • Lakukan terus sampai semua siswa dapat giliran

  33. D) Struktural7) Kancing gemerincing • Siapkan kotak yang berisi kancing atau benda kecil lainnya • Beri tiap siswa jml kancing yang sama • Tiap kali berbicara, dia harus mletakkan salah satu kancingnya di tengah • Jika salah satu habis duluan, tidak boleh bicara lagi shg semua temannya juga kancingnya habis

  34. III. Quantum Teaching • Landasan teori: sugestologi, kecerdasan ganda, pemrogaman neurolinguistik, eksperensial • Karateristik umum - berpangkal pada psikologi kognitif - bersifat konstruktivis - memusatkan perhatian pada interaksi yg bermutu dan bermakna - menekankan percepatan belajar -

  35. Beberapa Contoh Teknik Model Pembelajaran Kuantum 1. Peta Konsep Peta konsep dikembangkan oleh Tony Buzon tahun 1970-an yang didasarkan pada bekerjanya otak. Otak kita mengingat informasi dalam bentuk gambar, simbol, bentuk-bentuk, suara musik dan perasaan. Otak menyimpan informasi dengan pola dan asosiasi seperti pohon dengan cabang dan rantingnya, sehingga untuk dapat mengingat kembali dengan cepat apa yang telah kita pelajari sebaiknya belajar kita meniru bekerjanya otak yaitu seperti pohon dengan cabang dan rantinnya disertai gambar, warna simbul pola dan asosiasi, yaitu dalam bentuk peta konsep/pikiran yang menyerupai pohon.

  36. b. Cara Membelajarkan Peta Konsep Secara Klasikal. Cara pembelajaran dengan peta konsep ini perlu disajikan dengan metode tugas kerja kelompok. Adapun contoh langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: • Guru melakukan apersepsi dengan pertanyaan • Sajikan gambar • Gunakan pertanyaan tentang segiempat • Sambil bertanya guru mencoba menstrafer jawaban siswa dalam bentuk peta konsep • Perbaiki peta konsep yang belum terstruktur menjadi terstruktur • Setelah gambar peta konsep jadi di papan tulis, guru meminta siswa untuk membuat peta konsep secara berkelompok berdasarkan sub-sub materi yang ada, atau menurut apa yang dipikirkan

  37. - Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, kemudian siswa kerja kelompok untuk membuat peta konsep. Batasan waktu misal, 15-20 menit. • Selama siswa menyusun peta konsep guru keliling untuk memberikan penjelasan jika ada kelompok yang bertanya. • Guru meminta siswa untuk membuat matrik konsep, pengelompokkan dan atributnya • Setelah selesai wakil-wakil kelompok disuruh maju untuk mempresentasikan hasil pekerjaanya. • Jika diperlukan guru perlu memberikan penjelasan terhadap materi yang belum dapat dipahami siswa. • Berikan masukan terhadap hasil pekerjaan siswa, • Lakukan postest tentang konsep yang dikuasai • Berikan siswa untuk memberikan masukan terhadap cara pembelajaran yang dilakukan guru sebagai evaluasi untuk pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.

  38. 2. Teknik Memori Teknik memori adalah teknik memasukkan informasi ke dalam otak yang sesuai dengan cara kerja otak (brain-based technique). Karena metode yang digunakan se jalan dengan cara otak beroperasi dan berfungsi, maka hal itu akan meningkatkan efektivitas dan efisiens otak dalam menyerap dan menyimpan informasi. • Melatih Imajinasi Sekarang coba anda melakukan satu hal. Sambil menutup mata, coba bayangkan dalam pikiran anda hal-hal berikut ini: 1. Bayangkan sebuah baju kaos tanpa kerah, herwarna merah, mempunyai satu saku di bagian tengah.

  39. Sekarang bayangkan baju kaos ini membesar sampai 5 kali dari ukuran semula. • Bayangkan baju kaos ini mempunyai kepala, kaki dan tangan. • Bayangkan baju kaos ini mengajak anda berbicara, berkenalan dengan anda. • Bayangkan anda mendengar baju kaos itu berkata, "Hi... Bu guru apa kabar hari ini? Senang berkenalan dengan anda. Siapa nama anda?" apa anda hari ini senang mengikuti PLPG? Seriuskah anda? Mengapa anda ngantuk seperti muridmu? Apa anda ndak malu dengan pengajarnya kalau ngantuk? Kalau ngantuk makan dulu saja.

  40. b. Teknik Rantaian Kata Teknik ini adalah melatih merangkai membuat kalimat/cerita dari kata-kata yang sudah ada. Contoh : 1. Semesta 2. variabel 3. Konstanta 4. fungsi 5. persamaan

  41. c. Teknik Plesetan Kata Teknik plesetan kata digunakan untuk mengingat istilah-2 yang sulit. Kata yang dibuat adalah yang mudah dan menarik untuk diucapkan. Contoh : 1. Mejikuhibiniu 2. Mervenbumaryusauneplu

  42. d. Sistem Pasak Lokasi Misalnya anda diminta untuk menghapal cerita nama hewan yang dilindungi di Indonesia seperti di bawah ini 1. Bangau Hitam 2. Biawak Pohon 3. Burung Udang 4. Harimau Sumatra 5. Monyet Hitam 6. Kakak Tua Raja 7. Orang Hutan Kalimatan 8. Jalak putih ?

  43. Karena ada sepuluh data, maka kita membutuhkan sepuluh lokasi Kita ambil rumah anda sebagai contoh. Sekarang kita tentukan lokasinya. 1. Jalan di depan rumah anda 2. Pintu pagar rumah anda 3. Halaman depan rumah 4. Pintu masuk utama 5. Ruang tamu 6. Tembok di ruang tamu 7. Ruang keluarga 8. Lemari es (yang ada di ruang makan) Sekarang setelah kita menentukan lokasi, kita akan menempatkan atau mencantolkan data dengan lokasi. Seberapa kuat informasi ini akan tertanam dalam memori anda bergantung pada dua hal, yaitu: • Seberapa baik anda menentukan alur lokasi (harus berurutan). • Seberapa baik anda melakukan visualisasi.

  44. Untuk itu anda harus melakukan atau membayangkan hal berikut ini sewaktu anda pulang ke rumah. Dalam proses anda masuk ke rumah, anda melihat hal berikut ini : 1. Bayangkan ada seekor bangau hitam yang berdiri di jalan di depan rumah anda. 2. Pada pintu pagar rumah anda ada seekor biawak yang menggigit sebatang pohon (biawak pohon). 3. Dihalaman didepan rumah anda hinggap seekor burung yang membawa udang diparuhnya (burung udang) 4. Saat mau mau masuk ke rumah, pintu dijaga oleh seekor harimau Sumatra yang sedang mengaum

  45. Teknik Akronim (Jembatan keledai) Teknik akrostik adalah teknik menghafal dengan cara mengambil huruf depan dari materi yang ingin diingat dan kemudian digabungkan sehinga menjadi singkatan atau kata atau kaimat yang lucu. • Contoh: • Mejikuhibiniu (Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Ungu), • Hari libur naik kuda, rabu kamis free (singkatan dari unsur kimia golongan IA: H, Li, Natrium, K, Cs, Fr) • Cewek sinting genit senang plembungan(singkatan dari unsur kimia golongan IV A: C, Si, Gn, Sn, Pb)

  46. Contoh Penerapan Model Quantum Pada pembelajaran Menggambar grafik Trigonometri dengan sofware Mathematics Kegiatan Pendahuluan 1. Memberikan Apersepsi dengan menyajikan Contoh grafik fungsi trigonometri 2. Memberikan motivasi dengan menjelaskan kegunaan Sofware Mathematics 3. Menjelaskan tentang pembelajaran yang diterapkan Kegiatan Inti • Menugaskan siswa untuk membaca cara menggunakan sofware • Guru mendemostrasikan cara menggambar grafik dengan sofware ini.

  47. Beberapa siswa mencoba latihan penggunaan Sofware Mathematica • Pemberian tugas kepada siswa secara kelompok untuk melakukan analisis secara konvensional. • Pemberian tugas untuk analisis dengan menggunakan Software Mathematics Pembelajaran. • Presentasi hasil tugas siswa secara bergantian dalam diskusi kelas. • Penyampaian tanggapan oleh kelompok lain Penutup • Penyampaian tanggapan, evaluasi dari guru terhadap hasil kerja siswa serta ringkasan hasil pembelajaran. • Post test berupa tugas analisis data. • Pemberian tugas individu analisis keruangan dengan software Mathematics

  48. 5 Pilar Pendidikan 1. Learning to believe the God BelajarutkberimandanbertaqwakpdTuhan 2. Learning to Know Belajarutkmemahamidanmenghayati 3. Learning to Do Belajarutkmelaksanakandanberbuatsecaraefektif 4. Learning to Be Belajarutkmembangundanmenemukanjatidiri 5. Learning to Live together Belajarutkhidupbersamadanbergunabagiorang lain

  49. Soal latihan Materi Model Pembelajaran Kontekstual Pilihan ganda 1. Pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar yang mendorong guru untuk ... . a. Mengajarkan dengan berbagai media secara bersamaan. b. Menghubungkan materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa. c. Melakukan kolaborsi berbagai disiplin ilmu. d. Mengembangkan materi dari suatu permasalahan. 2. Berikut ini adalah ciri-ciri pendekatan CTL, kecuali... . a. Belajar berdasar pengalaman b. Berpikir tingkat tinggi c. Berpusat pada guru d. Siswa kritis dan kreatif

  50. 3. Dalam pendekatan kontekstual tugas pokok guru adalah... . a. Mengajar b. Memberi tugas c. Mengarahkan d. Mengistruksi. 4. Landasan filosofi pendekatan kontekstual adalah konstruktivisme yang menekan bahwa ... . a. Belajar perlu tempat yang edukatif b. Belajar dengan media secara lengkap. c. Belajar dengan mengalami dan tidak sekedar menerima. d. Belajar perlu dengan menghafal. 5. Ciri kelas yang menggunakan pendekatan CTL adalah sebagai berikut, kecuali: a. Sharing dengan teman b. Pengalaman nyata c. Guru kreatif d. Menggunakan satu sumber.

More Related