1 / 53

ECONOMIC DEVELOPMENT

ECONOMIC DEVELOPMENT. Prof. Lincolin Arsyad, PhD Faculty of Economics and Business Univer s itas Gadjah Mada. General Business Environment, Master of Management Program, Faculty of Economics & Business Universitas Gadjah Mada. Outline. Definition of Development

duff
Download Presentation

ECONOMIC DEVELOPMENT

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. ECONOMIC DEVELOPMENT Prof. Lincolin Arsyad, PhD Faculty of Economics and Business Universitas Gadjah Mada General Business Environment, Master of Management Program, Faculty of Economics & Business Universitas Gadjah Mada

  2. Outline • Definition of Development • Structural Transformation • Development Indicators • The Main Problems of Economic Development • Domestic Market and the Rise of Middle Class

  3. 1. Definition of Development

  4. What the “development” is? • Traditional economic: capacity of a national economy to generate and sustain an annual increase of real GNP/capita • New economic view: a multidimensional process involving major changes in social structures, popular attitudes, and national institutions, as well as the acceleration of economic growth, the reduction of inequality, and the eradication of poverty

  5. Development versus Growth

  6. “Quality” Growth? • High growth of GDP • Sustainable • Creating employment and even distribution

  7. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (%), 2012

  8. Rating Investasi Indonesia Indonesia sepanjang tahun 2011 telah memperoleh posisi “investment grade” dari Japan Credit Rating Agency ,Fitch Ratings, dan Moody's Investor Service. Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas kerangka kebijakan makro, utang publik yang rendah, dan suku bunga riil positif menyediakan otoritas fleksibilitas kebijakan untuk merespon perlambatan ekonomi. Fitch Ratings memproyeksikan pertumbuhan PDB rata-rata Indonesia di atas 6 persen per tahun selama periode proyeksi (s.d. 2013), meskipun ekonomi global kurang kondusif.

  9. Investasi (PMTB) Sumber: BPS, diolah * = sampai dengan Triwulan III - 2011 • Pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tahun 2011 sampai dengan Triwulan III meningkat sebesar 7,9% • Komponen PMTB yang memberikan kontribusi pertumbuhan terbesar adalah: (i) bangunan; dan (ii) mesin dan perlengkapan luar negeri

  10. Aliran Masuk Investasi Asing Langsung (FDI) Sepanjang tahun 2011 (sampai dengan Triwulan III/2011) aliran investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) neto masih mencapai USD 14.792 miliar atau meningkat 64 persen dari kurun waktu yang sama tahun 2010. Realisasi investasi sektor non migas baik domestik maupun asing selama 9 bulan terakhir meningkat masing-masing 34,8 persen dan 15,5 persen dibandingkan posisi yang sama tahun 2010 (y o y). Investor utama selama 3 triwulan 2011 adalah Singapura, Belanda, Jepang, dan AS Investasi Sektor NonmigasTetap Tumbuh

  11. Unit Usaha Berdasarkan Jenis Usaha di Indonesia, 2006-2010 (Unit) Sumber: Kementerian Negara Koperasi dan UMKM

  12. The Objectives of Development • To increase the availability and widen the distribution of basic life-sustaining goods: food, shelter, health, and protection • To raise levels of living: higher incomes, provision of more jobs, better education, greater attention to cultural and human values • To expand the range of economic and social choices

  13. 2. Structural Transformation

  14. Structural Transformation • Definition: the change of economic structure • Indicator: shift and shareof GDP • Normal patterns of development: 1. Accumulation process 2. Allocation process 3. Distribution process 4. Demographic process

  15. Struktur PDB ADHB Menurut Lapangan Usaha , 2004-2013(%) Sumber: BPS

  16. Struktur PDB ADHK (2000) Menurut Pengeluaran, 2008-2013(%) Sumber: BPS

  17. Accumulation Process Resources use Productive capacity • Capital stocks • Human capital • SOCIAL CAPITAL? GDP = f (capital stock, human capital, social capital)

  18. Allocation Process systematic change in sectoral composition of: • domestic demand • international trade • production The change caused by interaction between: Demand effect due to the increase of income versus Supply effect due to the change of factor proportion and technology

  19. Distribution Process Distribution process influenced by : • Level of education • Production structure (growth and share) • Government budget for redistribution • Asset redistribution • Etc.

  20. Demographic Process Demographic process include: • Demograhic transition process • Migration and urbanization processes • The change of population structure • The change of employment structure (sectoral and regional)

  21. 3. Development Indicator

  22. Development Indicators • Monetary Indicators 1. Real income per capita 2. Net Economic Welfare • Non-monetary Indicators Health, education, housing, consumption, telecom facilities, etc. • Mixed Indicators World: Human Development Index (HDI) that consist of health indicator (life expectancy), education indicator (literacy rate), and income per capita (consumption).

  23. Perbandingan GNP per kapita Menurut Kurs Pasar dan Paritas Daya Beli (PPP) Beberapa Negara, 2012 Sumber: WDR 2014

  24. Perbandingan GNP per kapita Menurut Kurs Pasar dan Paritas Daya Beli (PPP) Beberapa Negara, 2012

  25. Total Population, GDI, and GDI per Capita of APEC Members in 2012 Sumber: WDR 2014

  26. Net Economic Welfare Positive correction: • leisure • Informal economic sector • Non-marketable activities Negative correction: • Negative externalities (environmental damage) • social costs Implication? NEW < GNP growth (2% percent)

  27. Social IndicatorsUNSRID, 1970: 10 indikator ekonomi dan 8 sosial Tingkat harapan hidup. Konsumsi protein hewani per kapita. Persentase anak-anak yang belajar di sekolah dasar dan menengah. Persentase anak-anak yang belajar di sekolah kejuruan. Jumlah surat kabar. Jumlah telepon. Jumlah radio. Jumlah penduduk di kota-kota yang mempunyai 20.000 penduduk atau lebih. Persentase laki-laki dewasa di sektor pertanian. Persentase tenaga kerja yang bekerja di sektor listrik, gas, air, kesehatan, pengangkutan, pergudangan, dan komunikasi. Persentase tenaga kerja yang memperoleh gaji atau upah. Persentase Produk Domestik Bruto (PDB) yang berasal dari industri-industri manufaktur. Konsumsi energi per kapita. Konsumsi listrik per kapita. Konsumsi baja per kapita. Nilai per kapita perdagangan luar negeri. Produk pertanian rata-rata dari pekerja laki-laki di sektor pertanian. Pendapatan per kapita Produk Nasional Bruto (PNB).

  28. Human Development Index (HDI) Life expectancy Literacy rate Real income per capita

  29. HDI Beberapa Negara Terpilih (UNDP, HDR, 2013)

  30. Peringkat IPM Propinsi-propinsi di Indonesia, 2005 (BPS, 2009)

  31. 4. The Main Problems of Development

  32. 1. Income Distribution • Macam ketidakmerataan: perorangan, sektoral, dan regional • Penyebab ketidakmerataan (Adelman & Morris, 1973): • Pertambahan penduduk yang tinggi • Inflasi • Ketidakmerataan antara daerah • Investasi bias ke padat modal • Rendahnya mobilitas sosial • Hancurnya industri UMKM, dsb

  33. GDP per Capita, GNI per Capita & Gini Index GDP: Gross Domestic Product GNI: Gross National Income Sumber: World Development Report, 2006

  34. Koefisien Gini Indonesia, 1996-2013 Sumber: BPS

  35. Koefisien Gini Indonesia 2013 0,413 tertinggi sepanjang sejarah

  36. Catatan: • Selama tiga tahun terakhir, koefisien Gini di Indonesia meningkatdari 0,38 menjadi 0,413. • Pada periode yang sama, bagian pendapatan dari 20% terkaya meningkat dari 41.2% di tahun 2009 menjadi 48.6% di tahun 2012 • Sementara bagian pendapatan dari 40% termiskin turun dari 21.2% di tahun 2009 menjadi hanya 16.9% di tahun 2012.

  37. Distribusi Regional: Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) Sumber: BPS (2012)

  38. 2. Poverty Macam kemiskinan: Kemiskinan absolut Tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup minimum Kemiskinan relatif terkait dengan distribusi pendapatan

  39. Penyebab Kemiskinan • Terbatasnya pemilikan dan akses ke faktor produksi • Kebijakan pemerintah yang kurang tepat • Budaya miskin Kombinasi ketiganya melahirkan istilah kemiskinan struktural

  40. Indikator Kemiskinan • Tingkat konsumsi beras (Sajogyo, 1977) • Tingkat pendapatan • Indikator-indikator lainnya: indikator kesejahteraan rakyat, IPM, Core Susenas, dsb.

  41. Garis Kemiskinan, 2010-2012

  42. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah, 2010-2012 Sumber: BPS (2012)

  43. 5. The Development of Domestic Market and the Rise of Middle Class

  44. 1. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) • Jumlah penganggur cenderung menurun dari 8,32 juta (Agustus 2010) menjadi 7,7 juta orang (Agustus 2011), dan menjadi 7,61 juta (Februari 2012) • Tingkat pengangguran terbuka (TPT) menurun dari 7,14 persen (Agustus 2010) menjadi 6,56 persen (Agustus 2011), dan menjadi 6,32 persen (Februari 2012). • Penurunan TPT merupakan perubahan yang membaik oleh adanya perkembangan kesempatan formal.

  45. TPT Menurut Tingkat Pendidikan • TPT Menurut Tingkat Pendidikan menurun hampir disemua tingkat pendidikan. • Untuk lulusan Diploma dan perguruan tinggi, TPT menurun dibandingkan tahun 2010. Jika tahun 2010, masing-masing sebesar 12,78 % dan 11,92 % maka tahun 2011 menurun menjadi 7,16 % dan 8,02 %. • TPT lulusan SMU dan SMK juga menurun meskipun masih diatas 10,0 %.

  46. 2. Pekerja Formal Meningkat • Tahun 2011, jumlah Pekerja Formal bertambah 5,71 juta pekerja, dari 35,78 juta tahun 2010, menjadi 41,49 juta. Dibandingkan periode sebelumnya (Agust 2009-Agust 2010) pertambahan pekerja formal sekitar 3,64 juta. • Proporsi pekerja formal juga meningkat dari 33,07 persen menjadi 37,83 persen. • Membaiknya perkembangan investasi PMDN dan PMA merupakan salah satu kontribusi berkembangnya lapangan kerja formal.

  47. 3. Pekerja Kurang Produktif • Pekerja bebas pertanian, yang umumnya bekerja sebagai buruh tani lepas, dengan jam kerja yang relatif pendek, dan upah relatif rendah menurun sebesar 0,34 juta, dari 5,82 juta tahun 2010 menjadi 5,48 juta tahun 2011. • Pekerja tanpa upah atau pekerja keluarga, juga mengalami penurunan tahun 2010-2011, sebesar 0,78 juta.

  48. 4. Pertumbuhan Kelas Menengah • Bank Dunia: kelompok masyarakat yang pengeluaran per kapita per hari antara US$ 2-20. • 2003: 81 juta (37,7%) • 2010: 131 juta (56,5%)

  49. Peningkatan Kelas Menengah di Indonesia, 2003-2010 Catatan: Pengeluaran harian per kapita disesuaikan dengan daya beli 2005 Sumber: Bank Dunia (2011)

More Related