1 / 39

BAB III MATRIKS , RELASI DAN FUNGSI

BAB III MATRIKS , RELASI DAN FUNGSI. 1. MATRIKS. Didalam matematika diskrit , matriks digunakan untuk merepresentasikan struktur diskrit . Struktur diskrit yang direpresentasikan dengan matriks antara lain relasi , graf dan pohon. Definisi Matriks.

Download Presentation

BAB III MATRIKS , RELASI DAN FUNGSI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. BAB III MATRIKS, RELASI DAN FUNGSI

  2. 1. MATRIKS Didalammatematikadiskrit, matriksdigunakanuntukmerepresentasikanstrukturdiskrit. Strukturdiskrit yang direpresentasikandenganmatriksantara lain relasi, grafdanpohon.

  3. DefinisiMatriks • Matriks adalah susunan skalar elemen-elemen dalam bentuk baris dan kolom.

  4. Beberapa matriks khusus Terdapat beberapa matriks khusus yang ditemukan dalam pembahasan matematika, antara laian : • Matriks diagonal • Matriks identitas • Matriks segitiga atas / bawah • Matriks transpose • Matriks simetri • Matriks 0/1 ( zero/one )

  5. MatriksDiagonal • Matriks Diagonal adalah matriks bujur sangkar yang semua elemennya sama dengan nol, kecuali elemen pada diagonal utamanya. • Contoh :

  6. Matriks Identitas • Matriks identitas, dilambangkan dengan I, adalah matriks diagonal dengan semua elemen diagonal = 1 • Contoh :

  7. Matriks segitiga atas / bawah Contohmatrikssegitigaatas: Contohmatrikssegitigabawah :

  8. Matriks Transpose • Jika baris dan kolom suatu matriks dipertukarkan. • Baris pertama menjadi kolom pertama • Baris kedua menjadi kolom kedua • Baris ketiga menjadi kolom ketiga, dst

  9. Matrikssimetri • A adalahmatrikssimetrijika AT = A. • Contoh : • Matriks zero/one adalahmatriks yang mempunyaientrimatrikshanya 0 dan 1. • Contoh : Matriks zero/one

  10. Operasi Matriks Operasiyang biasadilakukanterhadapmatriksadalah: • Operasipenjumlahan 2 buahmatriks. • Operasiperkalianmatriksdenganskalar. • Operasiperkalian 2 buahmatrik.

  11. 1. Penjumlahan 2 buah matriks

  12. 2. Perkalian 2 buahmatrik

  13. 3. Perkalian matriks dengan skalar

  14. 2. RELASI • Hubunganantaraelemenhimpunandenganelemenhimpunan lain dinyatakandenganstruktur yang disebutrelasi. • Relasiantarahimpunan A dan B disebutrelasibiner, didefinisikansebagaiberikut : Relasibiner R antara A dan B adalahhimpunanbagiandari A x B. Notasi : R  (A x B) • Contoh : Misalkan P = {2, 3, 4} dan Q = {2, 4, 8, 9, 15}. Jikakitadefinisikanrelasi R dari P ke Q dengan (p, q) ∈ R jika p habismembagi q makadiperoleh R = {(2, 2), (2, 4), (4, 4), (2, 8), (4, 8), (3, 9), (3, 15)}

  15. Definisi • Relasipadahimpunan A adalahrelasidari A x A. • Dengankata lain, relasipadahimpunan A adalahhimpunanbagiandari A x A. • Contoh : Misalkan R adalahrelasipada A = {2, 3, 4, 8, 9} yang didefinisikanoleh (x, y) ∈ R jika x adalahfaktor prima dari y. Maka R = {(2, 2), (2, 4), (2, 8), (3, 3), (3, 9)}

  16. 3. RepresentasiRelasi • Ada 4 cara yang dipakaiuntukmerepresentasikanrelasi, yaitu: • Diagram panah • Tabel • Matriks • Graf berarah

  17. 3.a. RepresentasiRelasidenganDiagram Panah Misalkan R adalah relasi dari himpunan A ke himpunan B , gambar dua buah lingkaran lalu tuliskan elemen-elemen A dan B pada masing-masing lingkaran. Gambarkan panah dari A ke B yang menyatakan A berelasi dengan B. Contoh : Kalkulus Statistik Fisika Amir Budi Susi

  18. 3.b. RepresentasiRelasidenganTabel • Jika relasi direpresentasikan dengan tabel, maka kolom pertama tabel menyatakan daerah asal, sedangkan kolom kedua menyatakan daerah hasil.

  19. 3.c. RepresentasiRelasidenganMatriks Misalkan R adalahrelasidari A = { a, b, c,….} dan B = { 1, 2, 3, ….}. Relasi R dapatdisajikandenganmatriks M = [Mij] yang dalamhalini = 1, jika (aI , bJ) ∈ R mij = 0, jika (aI , bJ) ∉ R Contoh: Misal R adalahrelasidari A={a, b, c} dan B={ 1, 2, 3} R={(a,1),(b,2),(b,3),(c,1),(c,3)} Matriks Matriksrepresentasirelasimerupakancontohmatrikszero – one.

  20. 1 3 2 3.d. RepresentasiRelasidengan Graf Berarah. Representasirelasidengangrafberarahdigunakanuntukrelasipadasebuahhimpunan • Contoh : A = {1,2,3) R = {(1,1),(1,2),(1,3),(2,2),(3,1),(3,2)}

  21. 4. Sifat-sifatRelasiBiner Relasibiner yang didefinisikanpadasebuahhimpunanmempunyaibeberapasifat, yaitu : • Refleksif • SetangkupdanTolakSetangkup • Menghantar

  22. REFLEKSIF Definisi Relasi R padahimpunan A disebutrefleksifjika (a,a)  R untuksetiap a  A Contoh: Misalkan A={1,2,3,4} Relasi R pada A: • R={(1,1),(1,3),(2,1),(2,2),(3,3),(4,2),(4,3),(4,4)}  refleksif • R={(1,1),(2,2),(2,3),(4,2),(4,3),(4,4)}  tidakrefleksif

  23. SETANGKUP Definisi : Relasi R padahimpunan A disebutsetangkupjikauntuksemuaa,b A, jika (a,b)  R, maka (b,a)  R. Contoh: Misalkan A={1,2,3,4} R = {(1,1),(1,2),(2,1),(2,2),(2,4),(4,2),(4,4)}  setangkup R = {(1,1),(2,3),(2,4),(4,2)}  tidaksetangkup

  24. TOLAK SETANGKUP Definisi : Relasi R padahimpunan A disebuttolaksetangkupjikauntuksemuaa,b A dan (a,b)  R serta (b,a)  R hanyajika a = b Contoh: Misalkan A={1,2,3,4} R = {(1,1),(2,2),(3,3)} tolaksetangkup (setangkup) R = {(1,1),(1,2),(2,2),(2,3)} tolaksetangkup (tidaksetangkup) R = {(1,1),(2,4),(3,3),(4,2)}  tidaktolaksetangkup(setangkup) R = {(1,2),(2,3),(1,3)} tolaksetangkup (tidaksetangkup)

  25. MENGHANTAR • Definisi • Relasi R padahimpunan A disebutmenghantarjika (a,b)  R dan (b,c)  R, maka (a,c)  R, untuk a, b, c  A Contoh: Misalkan A={1,2,3,4} • R = {(2,1),(3,1),(3,2),(4,1),(4,2),(4,3)} menghantar • R={(1,1),(2,3),(2,4),(4,2)}  tidakmenghantar

  26. 5. RelasiInversi Misalkan R adalahrelasidarihimpunan A kehimpunan B. Inversdarirelasi R, dilambangkandengan R-1, adalahrelasidari B ke A yang didefinisikanoleh : R-1 = {(b,a) | (a,b)  R }

  27. RepresentasiRelasiInversdenganMatriks Contoh: Misalkan P={2,3,4} dan Q={2,4,8,9,15} Relasi R dari P ke Q adalah (p,q) R jika p habismembagi q R={(2,2),(2,4),(4,4),(2,8),(4,8),(3,9),(3,15)} R-1 ={(2,2),(4,2),(4,4),(8,2),(8,4),(9,3),(15,3)} M  matriks yang merepresentasikanrelasi R N  matriks yang merepresentasikanrelasiR-1

  28. 6. Mengkombinasikan Relasi Karenarelasibinermerupakanhimpunanpasanganterurut, makaoperasihimpunanantara 2 relasiataulebihjugaberlaku. Hasiloperasitersebutjugaberuparelasi. Dengankata lain jika R1 dan R2 masing-masingadalahrelasidarihimpunan A kehimpunan B, maka R1  R2, R1  R2, R1 – R2, jugarelasidari A ke B.

  29. ContohKombinasiRelasi • Misalkan A={a,b,c} dan B={a,b,c,d} R1={(a,a),(b,b),(c,c)} dan R2={(a,a),(a,b),(a,c),(a,d)} adalahrelasidari A ke B, kombinasikeduarelasitersebutadalah: R1∩R2= {(a,a)} R1R2= {(a,a),(a,b),(a,c),(a,d),(b,b),(c,c)} R1-R2 = {(b,b),(c,c)} R2-R1 = {(a,b),(a,c),(a,d)} • R1 R2= {(b,b),(c,c),(a,b),(a,c),(a,d)}

  30. 7. KomposisiRelasi Definisi Misalkan R adalahrelasidarihimpunan A kehimpunan B, dan S adalahrelasidarihimpunan B kehimpunan C. Komposisi R dan S , dinotasikandengan S o R = {(a,c)|a  A, c  C, danuntukbeberapab  B, (a,b)  R, dan (b,c)  S

  31. ContohKomposisiRelasi Diketahui: A={1,2,3} B={2,4,6,8} C={s,t,u} Relasi A ke B  R={(1,2),(1,6),(2,4),(3,4),(3,6),(3,8)} RelasiB keC  S={(2,u),(4,s),(4,t),(6,t),(8,u)} TentukanRelasi A ke C! RelasiA ke C  SoR={(1,u),(1,t),(2,s),(2,t),(3,s),(3,t),(3,u)} Komposisirelasi R dan S

  32. 8. Relasi N-ARY Relasi n-aryadalahrelasi yang menghubungkanlebihdariduahimpunan.

  33. 9. Fungsi Definisi : • Misalkan A dan B himpunan. Relasibinerf dari A ke B merupakansuatufungsijikasetiapelemendidalam A dihubungkandengantepatsatuelemendidalam B. • Jikaf adalahfungsidari A ke B, kitamenuliskan : f : A  B , yang artinyaf memetakan A ke B.

  34. B A B A B B A A 1 a a 1 a 1 1 a 2 2 b b 2 2 b c b c 3 3 3 c 3 d d c d 4 4 4 Fungsi pada, bukan satu ke satu Fungsi satu ke satu, bukan pada Bukanfungsi satu ke satu, maupun pada Bukanfungsi relasi

  35. 10. BeberapaFungsiKhusus Bagian ini memberikan beberapa fungsi yang dipakai di dalam ilmu komputer, yaitu fungsi : • Floor dan Ceiling • Modulo • Faktorial • Perpangkatan • Eksponensial dan Logaritmik

  36. a. FUNGSI Floor dan Ceiling • Fungsi floor dari x dilambangkandengan x • x menyatakannilaibilanganbulatterbesar yang lebihkecilatausamadengan x. • Fungsi ceiling dari x dilambangkandengan x • x menyatakanbilanganbulatterkecil yang lebihbesaratausamadengan x. • Dengankata lain, fungsi floor membulatkan x kebawah, sedangkanfungsi ceiling membulatkan x keatas.

  37. b. Fungsi Modulo Misalkan a adalahsembarangbilanganbulatdan m adalahbilanganbulatpositif. Fungsi modulo adalahfungsidengan operator mod, dimanaa mod mmemberikansisapembagianbilanganbulatbila a dibagidengan m. a mod m = r sedemikiansehingga a = mq + r, dengan 0  r < m Contoh : 25 mod 7 = 4 15 mod 5 = 0 3612 mod 45 = 12

  38. c. Fungsi Faktorial Untuksembarangbilanganbulattidaknegatif n, faktorialdari n, dilambangkandengan n!, didefinisikansebagai :

  39. d. Fungsi Eksponensial dan Logaritmik. FungsiEksponensialberbentuk : Untuk kasus Perpangkatan negatif, Fungsi Logaritma berbentuk :

More Related