1 / 67

SITUASI DAN KEBIJAKAN PROGRAM PENGENDALIAN HIV-AIDS DI SUMATERA BARAT

SITUASI DAN KEBIJAKAN PROGRAM PENGENDALIAN HIV-AIDS DI SUMATERA BARAT. SEKSI PENANGGULANGAN PENYAKIT DINKES PROVINSI SUMATERA BARAT. SITUASI HIV-AIDS DI INDONESIA & SUMATERA BARAT. Gambaran Estimasi ODHA d i Indonesia Menurut Propinsi – Tahun 2012. Estimasi Jumlah ODHA 591.823.

lysa
Download Presentation

SITUASI DAN KEBIJAKAN PROGRAM PENGENDALIAN HIV-AIDS DI SUMATERA BARAT

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. SITUASI DAN KEBIJAKAN PROGRAM PENGENDALIAN HIV-AIDS DI SUMATERA BARAT SEKSI PENANGGULANGAN PENYAKIT DINKES PROVINSI SUMATERA BARAT

  2. SITUASI HIV-AIDS DI INDONESIA & SUMATERA BARAT

  3. Gambaran Estimasi ODHA di Indonesia Menurut Propinsi – Tahun 2012 EstimasiJumlah ODHA 591.823

  4. KasusHIV dan AIDS yang Dilaporkan per Tahun sd Juni 2013

  5. 10 Provinsidenganjumlah HIV dan AIDS terbanyaksdJuni 2013

  6. Sepuluh Provinsi dengan AIDS Case Rate Tertinggi sampai dengan Juni 2013

  7. Persentase Infeksi HIV yang Dilaporkan Menurut Jenis Kelamin Tahun 2008- 2013 Sumber Data : Layanan Konseling dan Tes HIV

  8. Persentase Infeksi HIV yang Dilaporkan Menurut Kelompok UmurTahun 2010- 2013

  9. Persentase Infeksi HIV yang Dilaporkan Menurut Faktor RisikoTahun2010-2013

  10. Case Fatality Rate AIDS yang Dilaporkan Menurut Tahun, 2000 sd Juni 2013

  11. Masuk Perawatan HIV = 127.012 68.61% 31.39% Memenuhi syarat untuk ARV = 87137 Tidak memenuhi syarat utk ARV = 39.875 25.02% 74.98% Pernah menerima ARV = 65.331 Belum menerima ARV = 21.806 7.55% 15.74% 0.06% 53.51% 19.94% 3.20% Unknown = 39 Stop = 2.090 LFU = 10.285 Rujuk keluar = 4.931 Masih menerima ARV = 34.961 Meninggal = 13.025 71.46% 25.36% 3.17% 0.01% Original 1st Line = 24.982 Substitusi = 8.865 Unknown = 4 Switch = 1.110 Laporan Perawatan HIV dan Pengobatan ARV s.d Juni 2013 • LFU : Lost Follow Up • Rujuk Keluar : Pindah ke layanan lain • Original 1st Line : Menggunakan Regimen Lini • Pertama • Substitusi : salahsatu ARV nyadiganti • denganobat ARV lain tapi • masihpadakelompoklini • pertama yang original • Switch: 1 atau 2 jenis ARV nyadiganti • denganobat ARV linikedua Sumber data : Layanan Perawatan HIV dan Pengobatan ARV

  12. KasusHIV dan AIDS Nasional yang Dilaporkan per Tahun sd Juni 2013

  13. 10 Provinsidenganjumlah HIV dan AIDS terbanyaksdJuni 2013

  14. KUMULATIF KASUS AIDS SUMBAR 2002- Juni 2013

  15. MENURUT UMUR

  16. MENURUT FAKTOR RISIKO

  17. MENURUT PEKERJAAN

  18. MENURUT KABUPATEN/KOTA

  19. MENURUT JUMLAH KASUS

  20. MENURUT CASE RATE

  21. KEBIJAKAN PENGENDALIAN HIV-AIDS DAN IMS

  22. Tujuan Pengendalian HIV-AIDS dan IMS GETTING THREE ZEROES • Menurunkan jumlahkasusbaru HIV • Menurunkan angka kematian • Menurunkan stigma dandiskriminasi Meningkatkan kualitas hidup ODHA

  23. Kebijakan Pengendalian HIV-AIDS & IMS Tahun 2010-2014 • Meningkatkan advokasi, sosialisasi, dan pengembangan kapasitas. • Meningkatkan kemampuan manajemen dan profesionalisme dalam pengendalian HIV-AIDS dan IMS. • Meningkatkanaksesibilitasdankualitaspengendalian HIV-AIDS dan IMS. • Meningkatkanjangkauanpelayananpadakelompokmasyarakatberisikotinggi, daerahtertinggal, terpencil, perbatasandankepulauansertabermasalahkesehatan • Mengutamakanprogram berbasismasyarakat. • Meningkatkan jejaring kerja, kemitraan dan kerja sama. • Mengupayakanpemenuhankebutuhansumberdaya. • Mengutamakanpromotif dan preventif. • Memprioritaskan pencapaian sasaran MDG’s, komitmen nasional dan internasional

  24. Kegiatan Pengendalian HIV-AIDS & IMS

  25. Pengobatan IMS • PENCEGAHAN • PencegahanMelaluiTransmisiSeksual (PMTS) • PencegahandampakBurukNapza (PDBN) • PencegahanPenularanmelaluiIbudanAnak ( PPIA) TES HIV KONDOM LASS IPWL PENDIDIKAN • PENGOBATAN • Perluasantes • Pasien IMS • Penasun • IbuHamil • PasanganHIV + • Koinfeksi TB • Penderita Hepatitis • Inisiasi ARV dinipadapopulasikunci, Ibuhamil HIV +, koinfeksi TB, Koinfeksi Hepatitis B & C • MORAL • AGAMA • KESPRO • BAHAYA NAPZA L K B P “PERKUAT JEJARING INTERNAL” “PERKUAT JEJARING EKSTERNAL” KPA Fasyankes Komunitas

  26. Kerangka Kerja Layanan Komprehensif Berkesinambungan KOMISI PENANGGULANGAN AIDS (KPA)

  27. Pengembangan LKB HIVUnsur Utama

  28. LAYANAN TERKAIT HIV-AIDS DAN IMS DI SUMBAR

  29. DAFTAR LAYANAN LKB HIV

  30. DAFTAR LAYANAN LKB HIV

  31. DAFTAR LAYANAN LKB HIV

  32. UPAYA PENCEGAHAN

  33. UPAYA PENCEGAHAN HIV-AIDS dan IMS • PelayananKesehatanRemaja • PeningkatanPengetahuanKomprehensif di usia 14-25 tahun : • Apakahdengansalingsetiapadapasangandapatmengurangirisikotertular HIV? • Bisakahseseorangtertular HIV dengancaramenggunakanalatmakanatauminumsecaradenganseseorang yang sudahterinfeksi HIV ? • Bisakahseseorangtertular virus HIV melaluigigitannyamuk/serangga ?  • DapatkahAndamengetahuiseseorangsudahterinfeksi HIV hanyadenganmelihatnya ? • Bisakahseseorangmengurangirisikotertular HIV dengancaramenggunakankondomdenganbenarsetiap kali melakukanseks? • PendidikanKesehatanReproduksi di institusiPendidikanbersamaKemendiknas

  34. UPAYA STRATEGIS TERHADAP 3M (MOBILE MAN WITH MONEY) • Intensifikasi pencegahan melalui intervensi struktural dengan fokus pada LelakiBerisiko Tinggi/LBT: • Di TempatKerja: Peransektorswasta, peranaktifpimpinanperusahaandanpersonalia. Terintegrasidalam K3 (KeselamatandanKesehatankerja). • Di Lokasi Transaksi SeksBerisiko (Hotspot): Program Pencegahan Penularan Melalui Transmisi Seksual (PMTS)berupa komitmen stakeholder lokal untuk pemberdayaan pekerja seks, promosi penggunaan kondom dan pemeriksaan IMS. Hal inimelibatkanpemberdayaankomunitasdanmasyarakat. • Penguatan sistem, perluasan dan mutu layanan kesehatan yang berkesinambungan

  35. Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual (PMTS) Pendekatan:

  36. Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual (PMTS) 1. Pemakaiankondomkonsisten padaprilakuseksualberesiko • Di Lokasi/hotspot (disetiapwisma/kamar) • PadaseluruhPopulasiKunci (PS, LBT, GWL, Penasun, RemajaBerisiko PMTS Paripurna) melalui: • PenjangkauanmelaluiPendidikSebaya • FasilitasLayananKesehatan 2. Pengobatan IMS komprehensif • Sebagai “pintumasuk” bagiLayanan HIV Komprehensif yang Berkesinambungan (LKB) • Rutin Screening GejaladanPengobatanbagipopulasikunci • KondomMerupakanPaketdalampengobatan IMS

  37. Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual (PMTS) 3. MencegahPenularandariIbuKeanak penggunaankondomsebagai “dual protection” mencegahkehamilan yang tidakdirencanakanpada ODHA 4. Advokasi, Sosialisaidan KIE • AdanyaRegulasisebagaidukunganlingkungan yang kondusif • Sosialisasidan KIE tentangkondomdanupayapencegahan HIV-AIDS dan IMS

  38. Legal dan Advokasi, Sosialisasi, KIE • Mendorong penerbitan Perda yang mendukung pada upaya pengendalian HIV/AIDS dan IMS • Penyusunan berbagai kebijakan dan pedoman2 teknis pengendalian HIV-AIDS dan IMS • Merupakan salah satu kriteria dalam Akreditasi RS • Pembuatan media KIE untuk berbagai kelompok populasi kunci • Peningkatan pengetahuan Komprehensif pada populasi umum • Standarisasi kurikulum dan modul program HIV/AIDS dan IMS • Pelatihan TOT terkait HIV/Aids dan IMS untuk 33 Propinsi • Pelatihan Pengurangan Stigma dan Diskriminasi • Pelatihan untuk penyedia pelayanan, KDS, Komunitas dan Stakeholder terkait

  39. Pengembangan SDM & KewaspadaanStandar • Standarisasi kurikulum dan modul program HIV/AIDS dan IMS • Pelatihan TOT terkait HIV/Aids dan IMS untuk 33 Propinsi • Pelatihan Pengurangan Stigma dan Diskriminasi • Pelatihan untuk penyedia pelayanan, KDS, Komunitas dan Stakeholder terkait • penyusunan pedoman Kewaspadaan Standar, berkoordinasi dengan Direktorat BUK Dasar • Semua tindakan medis yang invasif harus menerapkan prinsip kewaspadaan standar

  40. Jejaring Kerja & Partisipasi Masyarakat • Melakukankoordinasibersama KPAN/KPAP/KPAKab/kota • Melibatkanmasyarakat, LSM, kelompokpopulasikuncidalampelaksanaan program pengendalian HIV-AIDS dan IMS (mis. dalam monitoring ARV, LKB) • Melibatkanorganisasiprofesidalampelaksanaan program pengendaliantermasukDokterPraktekswasta • Melibatkanpenyediapelayananbaikpemerintah, swasta, danorganisasiamasyarakatlainnyadalampelayanan IMS dan HIV/AIDS

  41. Logistik • Pengalihansentralisasipengelolaan ARV menjadidesentralisasisertaterintegrasidengan“One Gate Policy” • Perencanaankebutuhanobatdanreagenpemeriksaanterkait HIV-AIDS dan IMS • Menjaminketersediaanobat ARV bagiodha yang membutuhkan (100% lini1) • Penyediaanobat IO dan IMS, sertareagenpemeriksaan HIV dan IMS untuklayanan (sesuai SE Dirjen PPPL makshanya 40%) • StandarisasidanPenyediaanalatpemeriksa CD4 dan VL besertareagennya

  42. Pengamanan Darah Donor dan Produk Darah Lainnya • Penyusunan pedoman untuk pengamanan darah donor dan produk darah, berkoordinasi dengan Direktorat BUK Dasar dan PMI • Semua darah donor dilakukan skrining HIV dan sifilis • Penyediaan reagen untuk skrining darah donor oleh Direktorat BUK Dasar • Membuat jejaring dengan PMI/UTD RS agar dapat mengakses layanan IMS, KT dan PDP

  43. Pengendalian IMS • Skrining awal dan Pengobatan pada Populasi kunci • Skrining berkala dan pengobatan dengan tanda IMS • Tatalaksana IMS sesuai dengan pedoman nasional  pendekatan sindrom atau dengan pemeriksaan laboratorium sederhana • Pengobatan IMS sekaligus satu paket dengan Distribusi kondom kepada pasien yang berisiko, melalui klinik IMS, layanan PPIA, layanan TB-HIV, layanan KT, layanan PDP • Penawaran tes HIV bagi semua pasien IMS dan couple konseling • Adanya Klinik IMS yang “User Friendly” bagi populasi kunci sesuai kesepakatan dengan penyedia layanan

  44. Pengurangan Dampak Buruk Akibat Napza Berdasarkan 9 kebijakan • Penyediaan LASS melaluifasyankesdengan 3 strategi : Menetap, satelitdanbergerak • TerapiketergantunganNapza, baikmelaluiterapisubstitusiopiate (PTRM danlainnya) danterapiNapzalainnya • AksesTes HIV dankonseling • AksesTerapi ARV • PencegahandanterapiIMS • Pemberiankondombagipenasundanpasanganseksnya • KIE terarahbagipenasun danpasanganseksnya • Diagnosis danterapi OI • Pencegahan, diagnosis danterapi TB

  45. Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak • 4 PRONG : • Pencegahanpenularan HIV padawanitausiasuburmelaluikesehatanreproduksi • Pencegahankehamilan yang tidakdirencanakanpadaperempuan HIV positif • Pencegahanpenularan HIV dariibuhamil HIV positifkebayi yang dikandungnya • Pemberiandukunganpsikologis, sosialdanperawatankepadaibu HIV positifbesertabayidankeluarganya • Ibuhamilditawarkanuntuktes IMS dan HIV padasaat K1 pada : • Epidemimeluasdanterkonsentrasi : semuabumil • Epidemirendah : bumildenganrisiko (IMS&/TB) • Dilakukancouple conselingdantes IMS dantes HIV padapasangannya • Konselinguntukkeputusanpersalinanamandanpemberianmakananbayi

  46. Konseling Dan Tes HIV (KTH) • Dengan 2 pendekatan: KTS (KonselingdanTesSukarela) dan TIPK (TesatasInisiatifpetugasKesehatandanKonseling) denganmengikutiprinsip 3C (counseling, confidential dan informed consent) 2R • Aksestes HIV sukarela • Pasien yang dicurigaiterinfeksi HIV ditawarkanuntuktes IMS dan HIV • Tesdenganreagen rapid HIV, menggunakanstrategi 3 secara serial (dengan 3 reagenberbeda)

  47. Pengobatan, DukungandanPerawatan • Tatalaksana ART mengikuti buku pedoman nasional • Inisiasi ARV di RS Rujukan ARV, follow up bisa dilakukan di RS/Puskesmas satelit • Peresepan ARV yang terstandarisasi • Setiap 6 bulan sekali dilakukan monitoring pengobatan (jumlah CD4, VL, tes fungsi hati dan ginjal, foto thorax) • Penguatan layanan PDP pada tingkat Puskemas • Pengembangan Jejaring Layanan (Internal dan Eksternal)melalui Pendekatan Layanan Komprehensif Berkesinambungan

  48. PENGOBATAN IMS & HIV-AIDS • IMS dapatdiobatidengantuntas (kecuali virus) • HIV-AIDS sudahadaobatnya, sekalipuntidakmenyembuhkan • Obat HIV : ARV (Anti retroviral) disediakanpemerintah • AZT (zidovudin) • TDF (tenofovir) • 3TC (lamivudin) • EFZ (Evafirenz) • NVP (Nevirapin) • Syarat : • patuh 100% • Seumurhidupdiminum • Beritahuorangterdekat, PMO orangterdekat • Selalupakaikondom

  49. UPAYA PENINGKATAN CAKUPAN TES HIV (Permenkes no 21 Tahun 2013) • Penguatan program TIPK • Penawaran tes HIV kepada: • Pasien IMS • Pasien TB • Ibu hamil (sesuai prevalensi HIV di daerah) • Pasangan odha • Tes ulang (re-testing) populasi kunci tiap 6 bulan

More Related