1 / 111

SEMOGA KITA ADA DALAM LINDUNGAN TUHAN YANG MAHA ESA

1. A. SEMOGA KITA ADA DALAM LINDUNGAN TUHAN YANG MAHA ESA. Selamat anda telah naik ke kelas XI. 2. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN. Kelas XI Semester 1. Madrasah aliyah negeri krecek pare- kediri. 3. PERTEMUAN 1. d i m u l a i. 4. STANDAR KOMPETENSI 1.

regis
Download Presentation

SEMOGA KITA ADA DALAM LINDUNGAN TUHAN YANG MAHA ESA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. 1 A SEMOGA KITA ADA DALAM LINDUNGAN TUHAN YANG MAHA ESA Selamat anda telah naik ke kelas XI

  2. 2 PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Kelas XI Semester 1 Madrasahaliyahnegerikrecek pare-kediri

  3. 3. PERTEMUAN 1 d i m u l a i

  4. 4 STANDAR KOMPETENSI1 Menganalisis budaya politik di Indonesia Kompetensi Dasar : 1.1 Mendeskripsi-kan pengertian budaya politik PERTEMUAN ke 1 BUDAYA POLITIK A. Makna Budaya Politik 1. Pengertian budaya politik 2. Ciri-ciri budaya politik 3. Macam-macam budaya politik 4. Faktor penyebab berkembangnya budaya politik di suatu daerah 5. Budaya politik yang berkembang dalam masyarakat

  5. 5. 1. Pengertian Budaya Politik Budaya politik merupakan perwujudan nilai-nilai politik yang dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa dan negara yang diyakini sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan politik kenegaraan. Pendapat beberapa ahli tentang budaya politik : Rusadi Sumintapura, budaya politik merupakan pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik Samuel Beer, budaya politik merupakan nilai-nilai keyakinan dan sikap-sikap emosi tentang bagaimana pemerintahan seharusnya dilaksanakan dan tentang apa yang harus dilakukan oleh pemerintah Gabriel Almod dan Sidney Verba, budaya politik merupakan suatu sikap orientasi yang khas warga negara terhadap sistem politik dan sikap warga negara terhadap peranannya dalam sistem politik Austin Ranney, budaya politik merupakan seperangkat pandangan-pandangan tentang politik dan pemerintahan yang dipegang secara bersama, sebuah orientasi terhadap obyek-obyek politik Allan R. Ball, budaya politik merupakan susunan yang terdiri atas sikap, kepercayaan, emosi dan nilai-nilai masyarakat yang berhubungan dengan sistem politik dan isu-isu politik Kay Lawson, budaya politik merupakan suatu perangkat yang meliputi seluruh nilai-nilai politik yang terdapat di seluruh bangsa Menurut Gabriel Almod dan Sidney Verba, membagi budaya politik menjadi 2 bagian yaitu : 1. orientasi yang khas warga negara terhadap obyek politik 2. sikap warga negara terhadap peranannya dalam sistem politik

  6. 6 2. Ciri – Ciri Budaya Politik 1. Adanya kebiasaan berupa nilai yang hidup dan berkembang dalam asyaraka tpolitik 2. Adanya hubungan timbal balik Vertikal (hubungan rakyat dengan penguasa) 3. Adanya hubungan horisontal antar lembaga politik dan lembaga negara 4. Adanya partisipasi rakyat dalam dunia politik 5. Adanya kesadaran politik 6. Adanya sosialisasi politik 3. Macam-Macam Budaya Politik Gabriel Almond dan Sidney Verba mengelompokkan (mengklasifikasikan) macam-macam budaya politik sebagai berikut : 1. Budaya politik parokial (parochial political culture), pada tingkat budaya politik ini, tingkat budaya politik masyarakat sangat rendah. Hal ini disebabkan oleh faktor kognitif (rendahnya tingkat pendidikan), masih ada pada kehidupan kesukuan 2. Budaya politik kaula (subject political culture), pada tingkat ini budaya politik masyarakat sudah relatif maju (baik sosial maupun ekonominya, tetapi masih bersifat pasif (menunggu atau diam), masih ada pada kehidupan kerajaan 3. Budaya politik partisipan (participant political culture), pada tingkat ini budaya politik masyarakatnya sudah sangat tinggi terhadap kesadaran politiknya sendiri, sudah menjadi negara demokrasi

  7. 7 4. Faktor Penyebab Berkembangnya Budaya Politik Suatu Daerah Kebudayaan daerah yang bersifat kawula gusti maupun yang bersifat Partisipan merupakan faktor berkembangnya budaya politik di daerah 1. Budaya Politik Jawa 2. Budaya Politik Minangkabau 3. Budaya Politik Sunda 5. Budaya Politik Yang Berkembang Dalam Masyarakat 4. Budaya Politik Bugis-Makassar 5. Budaya Politik Manado 6. Budaya Politik Papua 7. Budaya Politik Batak 8. Budaya Politik Bali

  8. 8 DISKUSIKANLAH 1 Dari kenyataan yang ada dalam kehidupan kenegaraan apabila norma- norma kenegaraan dalam budaya politik yang berdasarkan konsensus Nasional (seperti UUD 1945) tidak bisa jalan dengan praktik politik apakah Langkah yang harus dilakukan ? 2 Dari ciri budaya politik yang ada, yang manakah bersentuhan langsung dengan kampanye politik yang dilakukan para kontestan peserta pemilu ? 3 Diantara macam budaya politik yang ada, maka yang manakah yang berkembang di masyarakat saat sekarang ? 4 Faktor apakah yang menyebabkan berkembangnya budaya politik yang ada pada daerah-daerah di Indonesia !

  9. JAWABAN 9 1 Apabila tidak bisa jalan dengan praktik politik, langkah yang harus ditempuh ada 2 yaitu : 1. Praktik politik harus dipaksakan atau disesuaikan dengan konsensus yang ada, atau 2. Konsensus itu sendiri sudah saatnya untuk diubah atau diperbaharui 2 Ciri budaya politik yang bersentuhan langsung dengan kampanye Politik yang dilakukan oleh para kontestan peserta pemilu adalah sosialisasi politik 3 Dari macam budaya politik yang berkembang dimasyarakat saat sekarang ini adalah budaya politik partisipatif 4 Faktor penyebab berkembangnya budaya politik yang ada di daerah yaitu : 1. adanya faktor kaula gusti (adanya hubungan antara rakyat dan penguasa dari tingkat desa sampai pusat), 2. adanya faktor partisipan

  10. 10 Pertemuan Pertama Berakhir Om Shantih, Shantih, Shantih, Om

  11. 11 PERTEMUAN 2 d i m u l a i

  12. 12 STANDAR KOMPETENSI1 Menganalisis budaya politik di Indonesia Kompetensi Dasar : 1.2 Menganalisis tipe-tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia PERTEMUAN ke 2 BUDAYA POLITIK B. Tipe-tipe budaya politik 1. Macam-macam tipologi budaya politik 2. Dampak perkembangan tipe budaya politik sejalan perkembangan sistem politik yang berlaku

  13. 13 1 Macam-Macam Tipologi Budaya Politik : Macam-Macam tipe budaya politik dapat dibagi menjadi 2 : 1. budaya politik konvensional 2. budaya politik non konvensional 1. Memberikan suara dalam pemilu atau pilkada BU DA YA PO LI TIK KON VEN SIO NAL 2. Terlibat dalam kegiatan kampanye 3. Membentuk dan bergabung dengan kelompok kepentingan 4. Melakukan diskusi atau debat politik 5. Menjalin komunikasi politik dengan pimpinan politik Atau elit politik atau pejabat pemerintah

  14. 14 1. Demonstrasi Budaya Politik Non Konen- sional 2. Mogok 3. Boikot 4. Melakukan pembangkangan sipil

  15. 1. DEMONSTRASI 15 Demonstrasi, merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok atau beberapa kelompok, baik yang memiliki kepentingan yang sama maupun kepentingan saling bertentangan dengan jalan memperotes tindakan atau kebijakan pemerintah atau pihak lain yang dianggap merugikan kepentingan para demonstran atau masayarakat yang diwakili 2 D E M O N S T R A S I

  16. Butuh aktualisasi diri, hak asasi, demonstrasi 16

  17. 17 Diskuskanlah gambar di atas. 1. Apakah demonstrasi merupakan budaya bangsa Indonesia ? 2. Jika anda ada yang mengajak berdemonstrasi yang tidak mengerti duduk persoalannya. Apakah yang dilakukan terhadap ajakan tersebut ? 3. Pada suatu saat anda dibayar untuk ikut-ikutan berdemonstrasi selanjutnya fasilitas ditanggung dapat makan dapat uang saku. Apa yang harus anda perbuat ?

  18. 18 J a w a b a n 1. Tidak, karena ini merupakan budaya barat, sedangkan budaya Indonesia kekeluargaan dan gotong royong 2. Menolaknya, Alasannya: karena sebagai pelajar sebaiknya belajar dengan baik dan bila terjadi permasalahan sebaiknya di selesaikan dengan kepala dingin dan rasa kekeluargaan bukannya dengan unjuk kekuatan atau demonstrasi 3. Menolaknya, Alasannya: karena sebagai pelajar sebaiknya belajar dengan baik dan bila terjadi permasalahan sebaiknya di selesaikan dengan kepala dingin dan rasa kekeluargaan bukannya dengan unjuk kekuatan atau demonstrasi

  19. 19 Mogok, merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara pasip atau berhenti melakukan kegiatan atau aktivitas secara bersama-sama oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu, entah politis atau non politis 2. M O G O K Boikot, merupakan bentuk penolakan terbuka oleh sekelompok warga masyarakat terhadap tindakan, kebijakan, atau produk tertentu untuk bernegosiasi dengan kelompok lain atau badan pemerintah guna memenuhi kepentingan ekonomi atau politik tertentu 3. B O I K O T Pembangkangan sipil, merupakan perlawanan warga masyarakat tanpa kekerasan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan 4. PEMBANGKANGAN SIPIL

  20. 20 2 Dampak Perkembangan Budaya Politik Dalam perkembangan politik yang terjadi sekarang ini di Indonesia, yang perlu mendapatkan perhatian kita bersama diantaranya : 1. stabilitas spolitik, 2. partai politik dan penyusunan kebijakan umum 1. Stabilitas Politik Stabilitas politik, merupakan suatu keadaan, di mana proses pembentukan kebijakan-kebijakan pemerintahan dapat berjalan secara tetap, teratur tanpa menimbulkan kekacauan politik. 2. Partai Politik dan Penyusunan Kebijakan Umum Menurut Ramlan Surbakti, dari segi isinya kebijakan umum dapat dibedakan menjadi kebijakan umum yang bersifat ; 1. ekstratif, 2. distributif dan alokatif, 3. regulatif

  21. Dampak dari perkembangan budaya politik Perkembangan politik yang terjadi sekarang ini di Indonesia, yang perlu mendapatkan perhatian kita bersama diantaranya : 1. Adanya kebebasan berpolitik yang terlalu bebas sehingga membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa, 2. Jumlah partai politik yang terlalu banyak, sehingga membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa 3. Sering terjadi politik uang dalam setiap pemilihan kepala daerah atau pemilihan umum 4. Pencalonan atau pemilihan calon DPRD dan DPR sepertinya terjadi gambler (pertaruhan), contoh calon harus mengeluarkan uang banyak Bila berhasil akan menang Dabn bila kalah akan bangkrut 21

  22. 22 Pertemuan Ke dua Berakhir Om Shantih, Shantih, Shantih, Om

  23. 23 PERTEMUAN 3 d i m u l a i

  24. 24 STANDAR KOMPETENSI1 Menganalisis budaya politik di Indonesia Kompetensi Dasar : 1.3 Mendeskripsi-kan pentingnya sosialisasi pengembangan budaya politik PERTEMUAN ke 3 BUDAYA POLITIK C. Sosialisasi budaya politik 1. Makna sosialisasi kesadaran politik 2. Mekanisme sosialisasi budaya politik 3. Fungsi dan peranan partai politik

  25. 25 1. Makna Sosialisasi Politik Sosialisasi politik, merupakan proses pembentukan sikap dan orientasi politik anggota masyarakat Ada dua alasan yang melatarbelakangi sosialisasi politik menjadi kajian yang menarik dalam kehidupan kenegaraan : 1. Sosialisasi politik dapat berfungsi untuk memelihara agar suatu sistem berjalan dengan baik dan positif sehingga budaya politik dapat berkembang dengan baik 2. Sosialisasi politik ingin menunjukkan relevansinya dengan sistem politik dan data mengenai orientasi anak-anak terhadap kultur politik orang dewasa dan pelaksanaannya dimasa mendatang mengenai sistem politik 2. Mekanisme Sosialisasi Budaya Politik Mekanisme melalui tiga pilar sosialisasi budaya politik : pilar In Formal (keluarga), pilar Non Formal (Masyarakat) dan pilar Formal (Pendidikan, Lembaga negara dan Lembaga politik).

  26. Sosialisasi Politik → Kampanye Pemilu 26

  27. 27 3. Fungsi dan Peranan Partai Politik 1. Fungsi Partai politik Menurut Sigmund Neumann, mengemukakan fungsi partai politik di negara demokrasi dan dinegara komunis sebagai berikut : 1. fungsi partai politik di negara demokrasi : untuk mengatur keinginan dan aspirasi golongan-golongan di dalam masyarakat 2. fungsi partai politik di negara komunis : untuk mengendalikan semua aspek kehidupan secara monolitik dan rakyat dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan cara hidup yang sejalan dengan kepentingan partai Fungsi Utama dan Fungsi Tambahan Partai Politik 1. Fungsi utama partai politik, merupakan suatu usaha untuk mencari dan mempertahankan kekuasaan dalam rangka mewujudkan program-program yang disusun berdasarkan ideologi tertentu. 2. Fungsi tambahan dari partai politik : sosialisasi politik, rekrutmen politik, partisipasi politik, memadukan kepentingan, komunikasi politik, pengendalian konflik, dan kontrol politik.

  28. 28 2. Peranan Partai Politik Partai politik memeiliki peran sebagai berikut : 1. Mengawasi jalannya pemerintahan 2. Menguji kebijakan pemerintah dengan memperhatikan titik-titik kelemahannya 3. Mengajukan alternatif-alternatif kebijakan 4. Mendidik kader yang belum terikat oleh kepentingan pemerintahan D I S K U S I K A N L A H 1 Bagaimanakah menurut anda, Apakah pendidikan yang diikuti di sekolah sekarang ini, Bisakah digolongkan dalam sosialisasi politik ? Dalam bentuk apakah partisifasi politik anda dapat dilaksanakan di sekolah saat sekarang ini ? 2

  29. 29 J A W A B A N 1. Pendidikan di sekolah dapat digolongkan dalam sosialisasi politik karena di sekolah mendapat pelajaran tentang politik melalui mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan 2. Partisifasi politik yang dapat dilaksanakan di sekolah adalah : menjadi pengurus Kelas, pengurus osis yang dilaksanakan melalui pemilihan selain itu adanya metode berdiskusi dalam proses pembelajaran

  30. 30 Pertemuan Ke Tiga Berakhir Om Shantih, Shantih, Shantih, Om

  31. 31 PERTEMUAN 4 d i m u l a i

  32. 32 STANDAR KOMPETENSI 1 Menganalisis budaya politik di Indonesia Kompetensi Dasar :1.4 Menampilkan peranserta budaya politik partisipan PERTEMUAN ke 4 BUDAYA POLITIK D. Budaya politik partisipan 1. Pengertian partisifasi politik 2. Bentuk-bentuk partisifasi politik 3. Sebab-sebab timbulnya partisifasi politik 4. Faktor pendukung partisifasi politik

  33. 1. Pengertian Budaya Politik Partisipan (Partisipasi Politik) 33 Ramlan Subakti, mengemukakan Partisipasi Politik, merupakan kegiatan warga negara biasa untuk mempengaruhi proses pembuatan atau pelaksanaan kebijakan umum serta ikut menentukan pemimpin pemerintahan Hutington, mengemukakan Partisipasi politik, merupakan kegiatan warga negara pribadi (private citizen) yang bertujuan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan oleh pemerintah. Prof. Miriam Budiardjo, dalam Dasar-Dasar Ilmu Politik. Menyebutkan: Partisipasi Politik, merupakan kegiatan seseorang dalam partai politik. Herbert Mc. Closky, Dalam International Encyclopedia of the Social Science. Menyebutkan : Partisipasi Politik, kegiatan-kegiatan sukarela dari warga masyarakat melalui mana mereka mengambil bagian dalam proses pemilihan penguasa dan secara langsung terlibat dalam proses pembentukan kebijakan umum. Norman H. Nie dan Sidney Verba, dalam Handbook of Political Science. Menyebutkan : Partisipasi politik merupakan kegiatan pribadi warga negara yang legal yang sedikit banyak langsung bertujuan untuk mempengaruhi seleksi pejabat-pejabat negara dan/atau tindakan-tindakan yang mereka ambil

  34. 2.Bentuk-Bentuk Partisipasi Politik 34 Berbagai bentuk partisipasi politik dapat kita lihat dari berbagai Kegiatan warga negara yang mencakup hal-hal berikut : 1. Terbentuknya organisasi-organisasi politik maupun organisasi masyarakat sebagai bagian dari kegiatan sosial, sekaligus sebagai penyalur aspirasi rakyat yang ikut menentukan kebijakan negara 2. Lahirnya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sebagai kontrol sosial maupun pemberi input terhadap kebijakan negara 3. Pelaksanaan pemilu yang memberi kesempatan kepada warga negara untuk dipilih atau memilih, misalnya : berkampanye, menjadi pemilih aktif, menjadi anggota Lembaga Perwakilan Rakyat, menjadi anggota parpol (dengan memiliki kartu anggota parpol), menjadi pengurus partai dan sebagainya 4. Munculnya kelompok-kelompok kontemporer yang memberi warna pada sistem input dan output kepada pemerintah, misalnya : melalui unjuk rasa, petisi, protes, demonstrasi, mogok, konfrontasi dan sebagainya

  35. 35 Menurut Gabriel Almond mengemukakan bentuk-bentuk partisipasi politik I meliputi : Pemberian suara Diskusi kelompok K O N V E N S I O N A L Debat publik Kegiatan kampanye Membentuk dan bergabung dgn kelompok kepentingan Komunikasi individu dengan pejabat politik / organisasi Pengajuan petisi

  36. 36 Menurut Gabriel Almond mengemukakan bentuk-bentuk partisipasi politik II meliputi : Berdemonstrasi N O N K O N V E N S I O N A l Konfrontasi Mogok Tindak kekerasan politik terhadap harta benda, Perusakan, pembakaran, tindak kekerasan politik Terhadap manusia ( penculikan aktivis), pembunuhan, Perang gerilya, revolusi, teror, dan fitnah)

  37. Tindak kekerasan politik terhadap harta benda, Perusakan, pembakaran, tindak kekerasan politik Terhadap manusia ( penculikan aktivis), pembunuhan, Perang gerilya, revolusi, teror, dan fitnah) 37

  38. 38 3. Sebab-Sebab Timbulnya Gerakan Partisipasi Politik 11 Menurut Myron Weiner, sedikitnya ada lima hal yang dapat menyebabkan timbulnya gerakan ke arah partisipasi politik yang lebih luas dalam proses politik : 1. Modernisasi Sejalan dengan berkembangnya industrialisasi, perbaikan pendidikan dan media komunikasi massa, maka pada sebagian penduduk yang merasakan terjadinya perubahan nasib akan menuntut untuk berperan dalam kekuasaan politik 2. Perubahan-perubahan struktur kelas sosial Salah satu dampak modernisasi, dimana munculnya kelas pekerja baru dan kelas menengah yang semakin meluas, sehingga mereka merasa berkepen- tingan untuk berpartisipasi secara politis dalam pembuatan keputusan politik 3. Pengaruh kaum intlektual dan komunikasi massa modern Kaum intlektual (sarjana, pengarang, wartawan) melalui ide-idenya kepada masy. umum dapat membangkitkan tuntutan akan partisipasi massa dalam pembuatan keputusan politik. Demikian juga perkembangannya sarana transportasi dan komunikasi modern mampu mempercepat penyebaran ide-ide baru 4. Konflik diantara kelompok-kelompok pemimpin politik Para pemimpin politik berkompetisi memperebutkan kekuasaan. Sesungguhnya apa yang mereka lakukan adalah dalam rangka mencari dukungan rakyat. Berbagai upaya yang mereka lakukan untuk memperjuangkan ide-ide partisipasi massa dapat menimbulkan gesekan-gesekan yang mengarah kepada konflik 5. Keterlibatan pemerintah yang meluas dalam urusan sosial, ekonomi dan kebudayaan Perluasan kegiatan pemerintah dalam berbagai bidang membawa konsekuensi adanya tindakan-tindakan yang semakin menyusup ke segala segi kehidupan rakyat. Ruang lingkup aktivitas atau tindakan pemerintah yang semakin luas mendorong timbulnya tuntutan-tuntutan yang terorganisir untuk ikut serta dalam pembuatan keputusan politik

  39. 4. Faktor-Faktor Pendukung Partisifasi Politik 39 11 Pendidikan politik Kesadaran politik Faktor-Faktor Pendukung Partisipasi Politik Budaya Politik Sosialisasi politik

  40. 40 Pertemuan Ke Empat Berakhir Om Shantih, Shantih, Shantih, Om

  41. 41 PERTEMUAN 5 d i m u l a i

  42. 42 STANDAR KOMPETENSI 2 Menganalisis budaya demokrasi menuju masyarakat madani Kompetensi Dasar : 2.1Mendeskripsikan pengertian dan prinsip-prinsip budaya demokrasi Budaya demokrasi PERTEMUAN ke 5 A. Sistem Pemerintahan Demokrasi 1. Pengertian demokrasi 2. Bentuk demokrasi 3. Macam-macam demokrasi 4. Prinsip-prinsip demokrasi

  43. 1. Pengertian Demokrasi 43 Istilah demokrasi berasal dari bahasa Yunani, secara etimologi demokrasi berasal dari kata demos dan kratein yaitu demos artinya rakyat dan kratein berarti pemerintah. Ini berarti kekuasaan pemerintahan tertinggi berada ditangan rakyat, atau pemerintahan rakyat. Menurut Abraham Lincoln, demokrasi adalah pemerintahan yang berasal dari, oleh dan untuk rakyat 1. Dalam arti yang sempit Pengetian Demokrasi 2. Dalam arti yang luas demokrasi dalam arti sempit yang hanya meliputi bidang politik saja, dimana dalam sistem pemerintahannya hanya membicarakan sistem pemerintahan yang mencakup tentang pengertian pengakuan hak azasi manusia. demokrasi dalam arti luas meliputi pengertian dalam arti sempit yaitu bidang politik yang ditambah dalam bidang ekonomi dan sosial

  44. 44 2. Bentuk Demokrasi Demokrasi Langsung Bentuk Demokrasi Demokrasi Tidak Langsung Demokrasi langsung yaitu suatu sistem pemerintahan dimana rakyat secara langsung terlibat di dalam menentukan jalannya pemerintahan Demokrasi tidak langsung yaitu suatu sistem pemerintahan dimana rakyat tidak secara langsung ikut serta terlibat di dalam menentukan jalannya pemerintahan melainkan dengan jalan memilih wakil-wakilnya melalui pemilu. Dan bentuk ini sering juga disebut dengan demokrasi perwakilan

  45. 45 3. Macam - Macam Demokrasi Sistem Pemerintahan Demokrasi Libral Parlementer Sistem Pemerintahan Demokrasi Liberal Presidensial Macam-Macam SISTEM Demokrasi Sistem Pemerintahan Demokrasi Rakyat Sistem Pemerintahan Demokrasi Refrendum Sistem Pemerintahan Demokrasi Pancasila

  46. 46 1. Adanya perlindungan harkat dan martabat manusia yaitu perlindungan hak azasi manusia Asas negara demokrasi 2. Adanya partisipasi rakyatnya di dalam pemerintahan, baik langsung maupun tidak langsung 1. Memiliki lembaga perwakilan rakyat atau dewan perwakilan rakyat 2. Untuk mengangkat dan menetapkan anggota badan atau majelis dilaksanakan pemilu untuk jangka waktu tertentu Ciri-Ciri Negara Demokrasi 3. Kekuasaan atau kedaulatan rakyat dilaksanakan oleh badan atau majelis yang bertugas mengawasi pemerintah 4. Susunan kekuasaan badan atau majelis ditetapkan dalam undang-undang dasar

  47. 47 4. Prinsip – Prinsip Budaya Demokrasi Keterlibatan warga negara dalam Pembuatan keputusan politik Prinsip Budaya Demokrasi Secara Universal Persamaan atau kesetaraan Diantara warga negara Kebebasan atau kemerdekaan yg diakui & dipakai warga negara Supremasi hukum Pemilihan umum berkala

  48. 48 Pertemuan Ke Lima Berakhir Om Shantih, Shantih, Shantih, Om

  49. 49 PERTEMUAN 6 d i m u l a i

  50. 50 STANDAR KOMPETENSI 2 Menampilkan sikap positif terhadap sistem hukum dan peradilan nasional Kompetensi Dasar : 2.2Mengidentifikasi masyarakat madani PERTEMUAN ke 6 Budaya demokrasi 1. Pengertian masyarakat madani 2. Ciri-ciri masyarakat madani 3. Proses menuju masyarakat madani 4. Kendala yang dihadapi dan upaya mengatasi dalam mewujudkan masyarakat madani B. Masyarakat Madani

More Related