1 / 24

Nutrisi pada Penyakit Kardiovaskuler

Nutrisi pada Penyakit Kardiovaskuler. Nur Indrawaty Liputo. DIET DAN PENYAKIT KRONIK NON INFEKSI. PENDAHULUAN PEMBANGUNAN KESEHATAN MENINGKATKAN TARAF & KUALITAS HIDUP DERAJAT KESEHATAN - MASYARAKAT KOTA - MASYARAKAT DESA. PENINGKATAN TARAF & KUALITAS KEHIDUPAN

Download Presentation

Nutrisi pada Penyakit Kardiovaskuler

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Nutrisi pada Penyakit Kardiovaskuler Nur Indrawaty Liputo

  2. DIET DAN PENYAKIT KRONIK NON INFEKSI • PENDAHULUAN • PEMBANGUNAN KESEHATAN MENINGKATKAN TARAF & KUALITAS HIDUP DERAJAT KESEHATAN - MASYARAKAT KOTA - MASYARAKAT DESA

  3. PENINGKATAN TARAF & KUALITAS KEHIDUPAN USIA HARAPAN HIDUP MERUBAH LIFE STYLE HIDUP DGN PENGELUARAN KALORI INTAKE OBESE TOLERANSI GLUKOSA TRANSISI EPIDEMIOLOGI

  4. TRANSISI EPIDEMIOLOGI • BEROBAHNYA POLA PENY DAN PENYEBAB KEMATIAN DARI PENY INFEKSI PENY KE PENYAKIT KRONIK NON INFEKSI • PADA ERA TRANSISI : 2 BEBAN GANDA

  5. Pencegahan • Lemak dalam makanan: • Trigliserida: gliserol + asam lemak • Asam lemak: • Asam lemak jenuh (saturated fatty acids) • Asam lemak tidak jenuh (unsaturated fatty acids): • Monounsaturated fatty acids • Polyunsaturated fatty acids

  6. Lemak • Saturated fatty acids • Rantai pendek: <C6:0 • Rantai sedang: C8:0 – C12:0 • C12:0: lauric acid • Rantai panjang: >C12 • C14:0 = miristic acid • C16:0 = palmitic acid

  7. Diet – heart Hypothesis Keys dkk • Asupan tinggi lemak jenuh, tinggi kolesterol, rendah lemak tidak jenuh Meningkatkan kadar kolesterol dalam darah Aterosklerosis Infark miokard

  8. Diet –Heart HypothesisKeys dkkSeven Countries Study, 1970penelitian selama 25 tahun lima negara di Eropa, Amerika Serikat dan Jepang

  9. Asam Lemak jenuh • Efek terhadap profil lipid darah: • Asam lemak <C10:0 : netral • C14: 0 sampai C16:0 : meningkatkan LDL dan juga HDL • C18:0 = efek ringan

  10. Kandungan Asam lemak

  11. Asam lemak jenuh • Asam lemak laurat: • Pada kelapa, virgin coconut oil • Mempunyai efek protektif: anti mikroba, anti virus • Pada masyarakat tropis: • kelapa sumber lemak satu-satunya • Bagian dari food culture • Kelapa dikonsumsi dengan mak protektif lain: ikan, bumbu

  12. Asam lemak laurat • Masyarakat tropis: • Tak terdapat perbedaan konsumsi kelapa pada penderita PJK dan orang sehat • Penderita PJK: • mengkonsumsi lebih lemak hewani, • kurang sayuran, • tinggi makanan mengandung kolesterol

  13. Monounsaturated fatty Acids • Oleic acid: asam oleat (C18:1) • Nama lain: omega 9 • Sumber utama: olive oil (minyak zaitun), minyak sawit • Efek terhadap profil lipid: netral • Lemak primadona • Masyarakat Mediteranian: rendah PJK, konsumsi olive oil tinggi

  14. PUFA • Omega 6: asam linoleat, asam arachidonat • Omega 3: asam linolenat, eicosapentanoat, (EPA, C20:5 N-3) dan asam docosahexaenoat ( DHA, C22:6 N-3).

  15. PUFA • Omega 6: • menurunkan LDL • Menurunkan HDL • Gampang teroksidasi, sangat aterogenik • Dapat menjadi asam lemak trans • Asam lemak trans: sangat aterogenik • Sudah ditinggalkan

  16. PUFA • Omega 3: • Penghambat trombosis • Protektif • menghambat produksi tromboksan, meningkatkan sintesa prostaksilin, menurunkan viskositas darah dan trombosis • Sumber utama: ikan

  17. Faktor makanan lain • Lemak total: jika konsumsi >30% total energi • Konsumsi energi berlebihan  obesitas • Karbohidrat: tinggi karbohidrat, mengurangi LDL, menurunkan HDL • Protein: rendah protein, rendah kolesterol darah

  18. Makanan • Ikan: protektif, sumber omega 3 • Sayuran dan buah-buahan: vitamin, mineral, serat, zat fitokimia • Zat fitokimia: antioksidan • Antioksidan: mengurangi agregasi trombosis, mengubah metabolisme kolesterol dan mengurangi tekanan darah • Antioksidan: pada bumbu dan rempah

  19. Pencegahan PJK • Lemak: total lemak, SFA, PUFA, MUFA • Total energi • Karbohidrat • Protein • Makanan

  20. Manajamen diet pada hiperlipidemia • Tujuan manajemen: • Pada penderita PJK: menurunkan kadar lipid darah, mencegah progresifitas aterosklerosis dan timbulnya serangan baru • Pada pasien tanpa gejala: mencegah timbulnya gejala PJK

  21. Manajamen diet pada hiperlipidemia • Kurangi: • Total energi, total lemak, lemak jenuh (lemak hewani), makanan mengandung kolesterol • Menambah: • Karbohidrat kompleks, serat, MUFA, protein nabati

  22. Manajamen diet pada hiperlipidemia • Konseling diet diteruskan hingga beberapa bulan • Pemeriksaan lipid darah setiap 6-8 minggu • Penentuan jumlah Kalori untuk kontrol berat badan • Total lemak: <30%, optimal: dibawah 25% • SFA: <10%, PUFA: >10%, omega 3: 2%, sisanya MUFA

  23. Manajamen diet pada hiperlipidemia • Asupan kolesterol: <100 mg untuk setiap 1000 kcal • Kurangi visible fats dan minyak: ganti daging sapi dengan ikan, ayam • Hindari invisible fat: pada snack, cake • Batasi kuning telur • Buah dan sayur

  24. Manajamen diet pada hiperlipidemia • Perubahan diet: menurunkan total kolesterol dan LDL 10 hingga 20% • Pasien hipercholesterolemia sangat tinggi: turunkan SFA hingga <7%, asupan kolesterol <70 mg/1000 kcal

More Related