1 / 21

PENDEKATAN KUALITATIF dan KUANTITATIF DALAM EVALUASI PERENCANAAN 02 VALIDITAS KUANTITATIF

PENDEKATAN KUALITATIF dan KUANTITATIF DALAM EVALUASI PERENCANAAN 02 VALIDITAS KUANTITATIF. VALIDITAS INSTRUMEN. VALIDITAS. KESESUAIAN ALAT UKUR ?. RELIABILITAS. KONSISTENSI HASIL PENGUKURAN ??. BEBERAPA KASUS …. UJIAN AKHIR NASIONAL. PERMASALAHAN VALIDITAS ATAU RELIABILITAS ?.

seth
Download Presentation

PENDEKATAN KUALITATIF dan KUANTITATIF DALAM EVALUASI PERENCANAAN 02 VALIDITAS KUANTITATIF

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENDEKATAN KUALITATIF dan KUANTITATIF DALAM EVALUASI PERENCANAAN 02VALIDITAS KUANTITATIF

  2. VALIDITAS INSTRUMEN VALIDITAS KESESUAIAN ALAT UKUR ?

  3. RELIABILITAS KONSISTENSI HASIL PENGUKURAN ??

  4. BEBERAPA KASUS … UJIAN AKHIR NASIONAL PERMASALAHAN VALIDITAS ATAU RELIABILITAS ? AKURASI SOAL UJIAN SEBAGAI ALAT UKUR SESUAI INDIKATOR PENCAPAIAN KEBERHASILAN KURIKULUM SOAL-SOAL SEC KONSISTEN MENGUKUR KEMAMPUAN SISWA (Asumsinyaujiandilaksanakan sec. jujur) KASUS VALIDITAS KASUS RELIABILITAS

  5. INDIKATOR KEMISKINAN DI INDIA APAKAH SAMA DGN INDONESIA? PERMASALAHAN VALIDITAS

  6. External VALIDITY TERKAIT PADA GENERALISASI HASIL PENELITIAN – DAPAT DIULANG PADA TEMPAT DAN WAKTU YANG BERBEDA PROBLEMS : 1. SELECTED SAMPLE THAT IS NOT REPRESENTATIVE THE UNIT OF ANALYSIS IS WHAT IS SAMPLED AND WHAT IS COUNTED

  7. SMALL RANDOM SAMPLE IS NOT REPRESENTATIVE !! SAMPLE TERLALU KECIL TERLALU BESAR NOT REPRESENTATIVE NOT EFFICIENT, COSTLY CONTOH : SAMPLE = 30 (TIDAK REPRESENTATIF) POPULASI = 100, SAMPLE = 10 (TIDAK REPRESENTATIF) TIDAK REPRESENTATIFNYA SAMPLE DI ATAS TERKAIT TEORI PROBABILITAS…

  8. TIDAK REPRESENTATIFNYA SAMPLE DI ATAS TERKAIT TEORI PROBABILITAS… SAMPLING DILAKUKAN DENGAN CARA : MENGAMBIL OBJEK DENGAN TIDAK MENGEMBALIKAN KE UNIT SAMPLENYA JUMLAH POPULASI = 50 JUMLAH POPULASI = 200

  9. 2. STUDYING “SENSITIZED” UNIT of ANALYSIS APABILA UNIT SAMPLE ADALAH MANUSIA DAN MEREKA MENGETAHUI SEDANG DIANALISIS MAKA KESADARAN INI CENDERUNG MENYEBABKAN SUBJEK MEMBERI INFORMASI YANG DISTORSI 3. STUDYING VOLUNTEERS or SURVEY RESPONDENTS MELAKUKAN SURVEY TERHADAP INDIVIDU YANG INGIN UNTUK DIANALISIS. SAMPLE YG MEMBERI RESPONS BERASAL DARI KALANGAN TERTENTU SAJA. DIBUTUHKAN METODE SURVEI PRIMER (WAWANCARA) YANG MAMPU MENJARING INFORMASI DARI KELOMPOK YANG HETEROGEN

  10. 4. STATISTICAL INTERACTION X X Y Y - Z + Z Z Z GROUP. A GROUP. B TIDAK BISA DILAKUKAN GENERALISASI !! KECILNYA UKURAN SAMPLE MENYEBABKAN RESIKO TERJADINYA “STATISTICAL INTERACTION” SEMAKIN BESAR.

  11. Statistical VALIDITY 1. RANDOMNESS IN SAMPLING LARGER SAMPLES HAVE LESS SAMPLING ERROR THAN SMALLER ONES. THE USE of DATA. Kajian yg mendalam terhadap sebuah variabel akan butuh data dan sampel yg lebih banyak.

  12. 2. RANDOMNESS IN MEASUREMENT MULTIPLE MEASUREMENTS or MULTIPLE INDICATORS REDUCES RANDOM MEASUREMENT ERRORS, ESPECIALLY WHEN WHAT IT IS BEING MEASURED IS AN ABSTRACT CONCEPT 3. RANDOMNESS IN BEHAVIOUR DIPENGARUHI OLEH DINAMIKA PERILAKU RESPONDEN

  13. Internal VALIDITY BEBERAPA PERMASALAHAN TERKAIT INTERNAL VALIDITY INTERVENING EVENTS & TRENDS. OUTPUT SUATU PROGRAM TERCAPAI BUKAN KARENA KEBERHASILAN BERJALANNYA PROGRAM TERSEBUT, TETAPI KARENA TERJADINYA SUATU KONDISI YG TIDAK DIPERHITUNGKAN ATAU TREND TERTENTU. TESTING. ADANYA SUATU KEGIATAN PENGUJIAN AKAN MEMBERIKAN KESADARAN RESPONDEN BAHWA MEREKA SEDANG DIEVALUASI, HAL INI DAPAT MENGUBAH SIKAP MEREKA SEHINGGA KINERJA PROGRAM SULIT DIUKUR.

  14. BEBERAPA PERMASALAHAN TERKAIT INTERNAL VALIDITY INSTRUMENTATION. ADANYA PERUBAHAN STANDARISASI / INSTRUMEN PENGUKURAN AKAN MENGGANGGU PROSES EVALUASI. REGRESSION ARTIFACTS. ADANYA NILAI EVALUASI YANG EKSTREM MEMILIKI KECENDERUNGAN SECARA ALAMI UNTUK KEMBALI KE NILAI RATA2 NORMAL. UNCONTROLLED SELECTION. ADANYA VARIABEL YANG TIDAK DIPERHITUNGKAN (Z) TAPI TERNYATA SANGAT MEMPENGARUHI OUTPUT (Y). SETIAP LOKASI STUDI YG BERBEDA AKAN MEMILIKI KONDISI YG BERBEDA PULA. Z X Y X Y LINGKUNGAN A. LINGKUNGAN B.

  15. BEBERAPA PERMASALAHAN TERKAIT INTERNAL VALIDITY ATTRITION. UMUMNYA TERJADI PADA PENELITIAN EKSPERIMENTAL, DIMANA ADA PERUBAHAN RESPONDEN SETELAH DILAKSANAKAN TREATMENT, SEHINGGA PENGUKURAN DAMPAK TIDAK VALID. MULTIPLE TREATMENT INTERFERENCE (MULTICOLLINIEARITY). CONTAMINATION. UMUMNYA TERJADI PADA PENELITIAN EKSPERIMENTAL, DIMANA SAMPEL MENGALAMI KONTAMINASI OLEH PIHAK2 DENGAN KARAKTERISTIK DI LUAR PENGENDALIAN EKSPERIMEN.

  16. DENGAN DEMIKIAN, DAPAT DISIMPULKAN : VALIDITAS INTERNAL TERKAIT AKURASI DESAIN PENELITIAN DALAM KAITANNYA SESUAI DENGAN TEORI DAN PENGALAMAN DALAM MEMAHAMI KONSTRUK YANG TERLIBAT DALAM PENELITIAN Z (Extraneous Variables) µ (Random Component) X (Treatment) Y (Output)

  17. UJI VALIDITAS KUANTATIF VALIDITAS KONSTRUK PENDAPAT AHLI (EXPERT JUDGEMENT), Minimal 3 Orang. DIUJICOBA PADA SAMPEL (Min. 30 Orang) ANALISIS FAKTOR

  18. VALIDITAS ISI MEMBANDINGKAN ISI INSTRUMEN DENGAN MATERI PENGUJIAN. DIBANTU KISI2 INSTRUMEN BERUPA : VARIABEL dan INDIKATOR serta NOMOR BUTIR2 PERTANYAAN DARI yang BERASAL DARI PENJABARAN INDIKATOR. ANALISIS BUTIR

  19. VALIDITAS EKSTERNAL MEMBANDINGKAN (MENCARI KESAMAAN) ANTARA KRITERIA PADA INSTRUMEN DENGAN FAKTA-FAKTA EMPIRIS DI LAPANGAN

  20. DALAM MENYUSUN DESAIN PENELITIAN, TINDAKAN PRAKTIS APA YANG DAPAT DILAKUKAN UNTUK MENGHINDARI SAMPLING ERROR PADA EXTERNAL VALIDITYDAN MENGHINDARI METHODOLOGICAL ERROR PADA INTERNAL VALIDITY, SEHINGGA PELAKSANAAN PENGUJIAN VALIDITAS DAPAT BERJALAN EFISIEN?

  21. DAFTAR PUSTAKA FAISAL. 1989. FORMAT-FORMAT PENELITIAN SOSIAL. PT RAJAGRAFINDO PERSADA. JAKARTA. LANGBEIN dan FELBINGER. 2006. PUBLIC PROGRAM EVALUATION. SUGIYONO. 2011. METODE PENELITIAN KOMBINASI (MIXED METHODS). PENERBIT ALFABETA BANDUNG. WHOLEY, et al. 2004. HANDBOOK OF PRACTICAL PROGRAM EVALUATION.

More Related