1 / 60

TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH PENGUJIAN BENIH

TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH PENGUJIAN BENIH. PEMBERIAN SERTIFIKAT JANGKA WAKTU BERLAKUNYA SERTIFIKAT KELAS BENIH. PENENTUAN LAYAK JUAL, PERPANJANGAN / PENGURANGAN JANGKA WAKTU SERTIFIKAT. YANG MELAKUKAN SERTIFIKASI BENIH. METODE PENGUJIAN KADAR AIR BENIH. UJI PERKECAMBAHAN BENIH.

tarika
Download Presentation

TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH PENGUJIAN BENIH

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. TEKNOLOGI PRODUKSI BENIHPENGUJIAN BENIH

  2. PEMBERIAN SERTIFIKAT JANGKA WAKTU BERLAKUNYA SERTIFIKAT KELAS BENIH PENENTUAN LAYAK JUAL, PERPANJANGAN / PENGURANGANJANGKA WAKTU SERTIFIKAT

  3. YANG MELAKUKAN SERTIFIKASI BENIH

  4. METODE PENGUJIAN KADAR AIR BENIH

  5. UJI PERKECAMBAHAN BENIH

  6. PENGUJIAN BENIH • Tujuan : menetapkan (menaksir) nilaisetiapcontohdarisejumlahbenih yang diujiselarasdengankualitasbenih • Denganpengujian, menghindaripemakaianbenihberkualitasrendahmencegahtimbulnyakerugian. • Pengendaliankualitasbenihmeliputikegiatan: • Analisa Mutu Fisik ( kemurnian, kadar air, bobot 1000 butir) . Kemurnian (benih murni, spesies lain, gulma dan kotoran) • Analisa Mutu Fisiologis (DayaPerkecambahan dan Vigor) • Analisa Kesehatan • Ukurandankeseragaman

  7. ANALISA KEMURNIAN BENIH • Benih murni  tidak terkontaminasi dengan benih spesies tanaman lain, biji gulma, benda asing seperti pecahan benih, sekam, lembaran daun dan partikel tanah • Derajatpencampuranbenihdenganbenihspesies lain digambarkanolehjumlahbenihtiapbobotbenih yang diuji • Uji juga digunakan untuk menggambarkan tingkat kontaminasi dengan biji gulma • Pembersihan merupakan salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan kualitas benih • Pengendalianterbaiknyadilakukandilapangmelaluiinspeksidanujidilapanganpengujian, karenavarietasdapatdiidentiifikasilebihakuratmelaluiujipertumbuhantanamandibandingdenganujibenihkeringdilaboratorium.

  8. KADAR AIR • Kadar air menggambarkan jumlah kandungan air yang ada dalam benih • Selama produksi, kaadar air harus dikurangi untuk menghindari pertumbuhan jamur dan perkembangan serangga. • Kandungan air benih yang ekstrim rendah dapat menyebabkan masalah perkecambahan seperti dormansi sekunder

  9. DAYA PERKECAMBAHAN • Menggambarkanpersentasebenihmurni yang menghasilkankecambah normal dalamujilaboratorium. • Kecambahtidak normal tidakdisertakandalampersentaseperkecambahan • Perentaseperkecambahanmenggambarkanpotensialkelompokbenihuntukmenghasilkankecambahdibawahkondisi optimal

  10. VIGOR • Vigor mewakilikemampuanbenihuntukmenghasilkankecambahpadakondisilapang sub-optimal • Kelompokbenih yang memilikidayakecambahsamamungkinpenampilansaatkondisi sub-optimal akanberbeda, terutamabenihdengandayakecambahrendah • Vigor benihdapatberkurangakibatkerusakanembrioataukulitsaatpanendanpengolahan. • Faktor lain adalahlingkungandannutrisitanamaninduk, tingkatkemasakanbenihsaatpanen, ukuranbenih, penuaankarenapenyimpanan lama danpatogen.

  11. UKURAN DAN KESERAGAMAN • Padabanyakspesies, benihberukurankecildikalahkanolehbenihukuranbesar, karenaakanmenghasilkanbibitukurankecil yang kurangkompetitif, mudahterserangpenyakitdandayahasilnyarendah • Benih yang ukurannya seragam memudahkan dalam penanaman dengan menggunakan mesin sebar secara otomatis, mesin tanam dalam barisan secara otomatis

  12. PENGAMBILAN CONTOH BENIH • Langkah pertama sebelum pengujian benih adalah pengambilan contoh benih. • Tujuan : menyediakan contoh benih yang dapat mewakili keseluruhan kelompok benih. • Ada 4 macam contoh benih yang dinyatakan dalam peraturan ISTA : • Contoh Primer (Primary sample) • Contoh campuran (Composite sample) • Contoh yang dikirim ke Laboratorium (Submitted sample) • Contoh Uji (Working sample)

  13. Contoh primer : bagian kecil dari benbih yang diambil dari kelompok benih dalam satu lokasi • Contoh campuran : campuran dari seluruh contoh primer dari kelompok benih • Contoh yang dikirim ke laboratorium : contoh campuran yang dikirim ke laboratorium untuk diuji, berasal dari sebagian contoh campuran • Contoh kerja : sebagian dari contoh yang dikirim ke laboratorium yang digunakan untuk pengujian.

  14. Alat pengambilan contoh benih primer (seed trier)

  15. Setelah prosesing, benih yang akan diuji disimpan dalam dua bentuk yaitu di dalam silo (bulk) atau dalam karung (bags). • Benih dalam SILO : • Ukuran silo tidak lebih dari 10.000 kg, benih ukuran besar tidak lebih dari 20.000 kg dan khusus untuk jagung tidak lebih dari 40.000 kg. • Benih dalam KARUNG • Jika kelompok benih t.d 1-5 karung, setiap karung harus diambil contohnya dan minimal 5 contoh primer yang harus diambil. • Jika jumlah karung antara 6 – 30, setiap 3 karung diambil satu contoh dan tidak boleh kurang dari 5 contoh primer • Jika jumlah karung antara > 30, setiap 5 karung diambil satu contoh dan tidak boleh kurang dari 10 contoh primer • Jika kelompok benih terdiri atas 6 karung atau kurang, setiap benih harus diambil contohnya • Jika kelompok benih lebih dari 6 karung, contoh harus diambil dari 5 karung ditambah 10 % dari sisa karung

  16. Berat silo dan contoh benih

  17. Pengambilan contoh benih dalam karung

  18. KELOMPOK BENIH (ISTA, 1966), MEWAKILI TIAP JUMLAH SEBAGAI BERIKUT: • BENIH TAN.PANGAN DAN HORTI : UKURAN BENIH = ATAU > PADI BERAT MAKS KELOMPOK 20.000 KG. BILA < PADI BERAT MAKS KELOMPOK 10.000 KG • BENIH POHON-POHONAN : UKURAN = ATAU > FAGUS SPP. BERAT MAKS KELOMPOK 5.000 KG, BILA < FAGUS SPP BERAT MAKS KELOMPOK 1000 KG

  19. PENGAMBILAN CONTOH KERJA • Pembagi mekanik : benih dimasukkan dalam alat mekanik yang langsung membagi benih seacara acak dalam beberapa bagian • Metode pembagi roti (Pie Method) : menyebarkan benih dalam tempat datar dan membagi benih dalam beberapa bagian seerti membagi roti • Metode cangkir : menempatkan sejumlah cangkir dan masing-masing diisi benih secara bergiliran • Metode sendok :mengambil benih secara acak dengan menggunakan sendok

  20. PEMBAGI MEKANIK RIFFLE TYPE GAMET TYPE BOERNER TYPE

  21. Metode pembagi roti

  22. Metode cangkir : masing-masing cangkir diisi benih secara bergantian

  23. UJI MUTU FISIK • TUJUAN : MENGETAHUI MUTU FISIK SUATU KELOMPOK BENIHYANG MENCAKUP • KEMURNIAN, • KADAR AIR DAN • BERAT 1000 BUTIR BENIH

  24. UJI KEMURNIAN BENIH • CONTOH KERJA DIPISAHKAN MENJADI : • BENIH MURNI • Benih murni : bagian contoh kerja yang mewakili spesies yang dimaksud • BENIH SPECIES LAIN • Spesies lain : spesies selain benih yang dimaksud • BIJI GULMA • Biji gulma : persentasi biji yang termasuk dalam kategori gulma (tanaman pengganggu) • BAHAN LAIN/KOTORAN • Kotoran : bahan lain yang termasuk kotoran

  25. PENENTUAN KADAR AIR BENIH • METODA PRAKTIS: menggunakan electric moisture meter (moisture tester)  benih dimasukkan dalam alat dan langsung terbaca kadar airnya • METODA DASAR: menggunakan metoda oven pada suhu 105 °C atau 130 °C sampai diperoleh berat kering konstan

  26. Seed moisture meter

  27. PENENTUAN BERAT 1000 BUTIR BENIH • Penentuan berat 1000 butir benih dilakukan karena karakter ini merupakan salah satu ciri dari suatu jenis benih yang tercantum dalam deskripsi varietas

  28. Jikakoefisienkeragaman (KK) berat 100 butirbenihantara 8 ulangantsb: •  6,0 untukbenihrumput-rumputan, •  4,0 untukbenihlainnya, • makaberat 1000 butirbenihdapatdihitungsebagai 10 kali rata-rata beratseluruhulangan

  29. PENGUJIAN MUTU FISIOLOGIS BENIH • TUJUAN :UNTUK MENGETAHUI MUTU FISIOLOGIS SUATU KELOMPOK BENIH, YANG MENCAKUP • DAYA KECAMBAH, • KEKUATAN TUMBUH, • DAYA SIMPAN DAN • KESEHATAN BENIH

  30. KETENTUAN-KETENTUAN UJI MUTU FISIOLOGIS BENIH • Analisa dilakukan pada benih murni • Contoh uji 400 butir benih setiap perlakuan dengan ulangan 4, 8 atau 16 • Pengamatan uji daya kecambah : • (3x24) jam + (2x24) jam atau • (5x24) jam + (2x24) jam dan • Pengamatan uji kekuatan tumbuh : • 4x24 jam atau 6x24 jam • Beda antar ulangan lihat tabel 4.5 dan 4.6 di buku teks

  31. UJI PERKECAMBAHAN BENIH

  32. UJI PERKECAMBAHAN BENIH

  33. METODE UJI DAYA KECAMBAH • Metoda Uji Daya Kecambah Secara Langsung Dengan Kertas Merang • UJI DIATAS KERTAS (UDK) • UJI ANTAR KERTAS (UAK) • UJI KERTAS DIGULUNG (UKD) • Metoda Uji Daya Kecambah Secara Langsung Dengan Substrat Pasir Atau Tanah • Sebaiknya pasir atau tanah yang akan digunakan disterilkan dulu

  34. PENILAIAN HASIL UJI DAYA KECAMBAH • Evaluasi Dilakukan Setelah (3x24) Jam + (2x24) Jam Atau (5x24) Jam + (2x24) Jam • Kriteria : Kecambah Normal, Kecambah Abnormal, Benih Mati Atau Belum Tumbuh Kecambah normal dan tidak normal

  35. METODA UJI KEKUATAN TUMBUH • UJI KERTAS DIGULUNG DIDIRIKAN (UKDD) • UJI KERTAS DIGULUNG DIDIRIKAN DALAM PLASTIK • UJI HOPPE DIUBAH DALAM PLASTIK (UHDDP) • PLASTIK CELL WOODSTOCK • MEDIA PASIR ATAU TANAH

  36. PENILAIAN HASIL UJI KEKUATAN TUMBUH • Evaluasi dilakukan setelah 4x24 jam atau 6x24 jam • Kriteria : kecambah normal tumbuh kuat, kecambah normal tumbuh kurang kuat, kecambah abnormal, mati Kecambah kuat, lemah dan tidak normal

  37. UJI KEKUATAN TUMBUH BENIH

  38. UJI TETRAZOLIUM • Yaitu suatu cara pengujian daya hidup (viabilitas benih) secara tidak langsung, dengan mengukur aktivitas metabolisme benih • Bahan : 2,3,5 triphenyl tetrazolium chloride atau bromide • Tetrazolium dikembangkan di jermal oleh LAKON tahun 1940 an. • Embrio yang hidup atau sumbu akar benih akan mengubah larutan tetrazolium yang tidak berwarna menjadi bahan berwarna merah yang disebut FORMAZAN.

  39. 2,3,5 TRIPHENYL TETRAZOLIUM CLORIDA (TIDAK BERWARNA) • TRIPHENYL FORMAZAN • (BERWARNA MERAH)

  40. UJI PERKECAMBAHAN • Uji perkecambahan ini tidak secara tepat mewakili penampilan. • Pada kondisi benih yang kualitasnya lebih tinggi penampilannya akan lebih baik dibanding kelompok benih yang kualitasnya rendah. • Uji perkecambahan akan selalu dilakukan terhadap benih murni. • Dari benih murni yang dicampur secara baik (merata) dihitung sebanyak 400 benih secara acak dalam ulangan yang terdiri atas, 100, 50 atau 25 benih. • Benih diatur dalam jarak yang sama pada substrat yang berair, sehingga memudahkan untuk evaluasi dan menghindari singgungan antar benih sebelum dihitung dan dipindah.

  41. PENGHITUNGAN KECAMBAH BENIH • Penghitungan pertama dilakukan saat sebagian besar kecambah nyata telah berkembang sehingga layak dievaluasi • Kecambah normal dipindah dan dihitung. • Benih busuk dan kecambah yang membusuk juga dipindah untuk menghindari kontaminasi dan dihitung. • Penghitungan ulang dilakukan saat pelaksanaan uji menurut prosedur yang sama. • Pada akhir penghitungan juga dicatat jumlah benih keras dan segar tidak berkecambah. • Jika beberapa benih mulai berkecambah pada akhir pengujian, maka uji dapat diperpanjang.

  42. SUBSTRAT UJI PERKECAMBAHAN • Substrat yang digunakan dalam uji perkecambahan adalah kertas, pasir dan tanah, tergantung kepada fasilitas laboratoriumnya, benih dan pencahayaan untuk pertumbuhan tanaman. • Substrat harus bukan bahan toksin dan relatif bebas dari jamur, mikroba lain dan spora lain. Iam juga cukup aerasi dan kandungan airnya untuk perkecambahan. • Semua substrat yang berupa kertas harus porous, tetapi teksturnya baik sehingga dapat akar kecambah terhindar untuk tumbuh di kertas. • Pasir umum digunakan sebagai substrat untuk benih ukuran besr seperti serealia, kapri dan kacang-kacangan.

More Related