1 / 36

PRODUKSI BENIH AGR 655

TM01. PRODUKSI BENIH AGR 655. 3 (2-1) Kuliah : Senin 9.00 – 10.40 Praktikum : Senin 13.00 – 15.30 Dosen : Dr. Asep Setiawan Dr. Memen Surahman Dr. Endah Retno Palupi. DESKRIPSI SINGKAT MATA KULIAH . Materi kuliah mencakup : Peran benih dalam pertanian

wyatt
Download Presentation

PRODUKSI BENIH AGR 655

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. TM01 PRODUKSI BENIHAGR 655 • 3 (2-1) • Kuliah: Senin 9.00 – 10.40 • Praktikum: Senin 13.00 – 15.30 • Dosen: • Dr. AsepSetiawan • Dr. MemenSurahman • Dr. EndahRetnoPalupi

  2. DESKRIPSI SINGKAT MATA KULIAH • Materi kuliah mencakup : • Peran benih dalam pertanian • Kebijakan pemerintah dalam produksi benih • Peluang dan tantangan industri benih • Berbagai faktor yang mempengaruhi produksi benih • Pengaruh faktor genetik, fisiologik dan lingkungan tumbuh tanaman terhadap mutu benih yang diproduksi

  3. Deskripsi singkat Mata Kuliah • Fenologi pembungaan, mekanisme penyerbukan, pembuatan kebun benih (semai dan klonal) • Prinsip produksi benih tanaman setahun dan tahunan • Produksi benih bebas penyakit

  4. Uraian singkat Mata Kuliah • Produksi benih hibrida dan seed less • Produksi benih sintetik dan produksi benih tanaman transgenik • Pemanfaatan marka molekuler untuk produksi benih

  5. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa dapat menjelaskan: • Peran faktor genetik, fisiologi serta lingkungan beserta interaksinya terhadap produksi benih bermutu untuk tanaman setahun dan tahunan • Fenologi pembungaan, mekanisme penyerbukan, pembuatan kebun benih (semai dan klonal)

  6. Tujuan Instruksional Umum • Prinsip produksi benih/bibit bebas penyakit • Perbanyakan bibit secara vegetatif • Prinsip produksi benih sintetik dan prinsip produksi benih hibrida & seed less • Manfaat marka molekuler untuk produksi benih

  7. KULIAH

  8. KULIAH

  9. KULIAH

  10. KULIAH

  11. PENILAIAN • UTS (40%) • UAS (40%) • PRAKTIKUM (20%)

  12. PERAN BENIH DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN Pembangunan pertanian Tantangan yang semakin kompleks • Revitalisasi Pertanian: • Ketahanan Pangan • Daya Saing Benih bermutu varietas unggul

  13. TANTANGAN PEMBANGUNAN PERTANIAN • (9) PASAR DAN TATA NIAGA (8) OTONOMI DAERAH (1) KEPEMILIKAN LAHAN (2) INFRASTRUKTUR PERTANIAN NASIB PETANI DAN PERTANIAN INDONESIA (7) KELEMBAGAAN PETANI (3) MODAL (6) BUDAYA KERJA (4) INFORMASI (5) IPTEK

  14. PERAN BENIH DALAM KETAHANAN PANGAN DAN DAYA SAING Peningkatan Produktivitas Peningkatan Kualitas Peningkatan Efesiensi Ketahanan Pangan Daya Saing

  15. Kualitas Masih rendah Beragam Produktivitas Masih rendah Beragam antar wilayah Padi : 25,71 - 54,65 ton GKG/Ha Jagung : 16,15 - 45,99 ku biji /Ha Kedelai : 8,44 - 14,33 ku biji/Ha Perlu Penggunaan Benih Bermutu

  16. Produktivitas Tanaman Pangan di 6 Provinsi

  17. KENDALA PENGGUNAAN BENIH BERMUTU • Produksi benih bersertifikat belum mencukupi kebutuhan • Distribusi benih bersertifikat belum merata di seluruh wilayah sentra produksi • Sebagian petani belum mau dan mampu menggunakan benih bermutu.

  18. Kebutuhan dan produksi benih bersertifikat padi, jagung dan kedelai

  19. KENDALA PENYEDIAAN DAN PENGGUNAAN BENIH • Kurang lancarnya alur perbanyakan benih dari BS BD BP  BR • Perubahan institusi perbenihan di era OTDA, cenderung menjadi kurang optimal menjalankan TUPOKSI-nya • Keragaman tingkat penerapan teknologi budidaya

  20. HUBUNGAN ANTARA PRODUKSI BENIH DENGAN PRODUKSI PADI NASIONAL DampakKegiatan PT. Sang Hyang Seri Dalammendukung PROGRAM PEMERINTAH melestarikanPeningkatanProduksi

  21. Kantor Pusat

  22. Peningkatan produksi terjadi akibat : • Perbaikan teknik produksi • Penggunaan pestisida • Penggunaan pupuk anorganik • Penggunaan benih bermutu varietas unggul

  23. Andil Benih terhadap Produksi • Periode 1920-1980: benih meningkatkan produksi 10 dt/ha • Pada periode yang sama terjadi peningkatan produksi gandum 30 dt/ha akibat penggunaan tiga input (pestisida, pupuk, benih) • Benih berkonstribusi 30% terhadap produksi • Percobaan lain bisa mencapai 50% (interaksi antar faktor)

  24. AndilBenih thdProduksi • Sarfo & Kone (1938): benih menyumbang 20% dari peningkatan produksi • Becker (2000) : benih menyumbang 30 – 50% dari peningkatan produksi • Woodstock (1973): produksi menurun 5% akibat benih kurang mutu • FAO: penurunan 2.6% produksi per generasi akibat benih tidak murni • Deptan (2007): penggunaan benih non sertifikat menurunkan produksi 10%.

  25. PENGGUNAAN BENIH BERSERTIFIKAT • Penggunaan Z-Saatgut di negara Jerman mencapai lebih 50%. Kisaran 40% (Bayern) - 80% (Niedersachsen, Nordheim Westfallen) • Penggunaan non Z-Saatgut menurunkan produksi 10%

  26. Budaya Tani Tanah Benih SDM Pengetahuan Ketrampilan Kemauan InteraksiantarUnsurUtama Asalan N SUBUR Bibit LMJ P Sedang Bobot K Tandus Sertifikat Bebet MAJU Sedang Tradisional Produksi akan dicapai maksimal dengan komponen yang maksimal pula Kantor Pusat

  27. KomponenUtama (dasar) dalamProduksiTanaman Produksi = f (Tanah X Benih X SDM petani) Masing-masingkomponenmempunyai grade/tingkatnilai score Salahsatukomponentidakbolehbernilai 0 (nol). Kalausalahsatukomponenbernilainol TIDAK ADA PRODUKSI Kantor Pusat

  28. Superior variety available But planting material limited R and D Qualified seed grower Multiplication Regulation Quality Control Enough quantity and quality planting material for farmer True variety High rate of seedling establishment Healthy WHY SEED MULTIPLICATION IMPORTANT

  29. Seed production = Quantity + Quality Quantity: Production/ha Quality : Virus free, high rate of plant establishment, etc Seed Source Quality planting material Land History Cultural practices Field isolation by distance/time Field inspection

  30. Poor yield, partly due to low seed quality Start with quality seed can Improve production Pathogen tested seed improve yield by 30 – 50% Quality seed can improve harvest quality as well

  31. DAFTAR PUSTAKA • Mugnisjah, W.Q dan A. Setiawan. 1989. Pengantar produksi Benih. Rajawali pers. 600 hal. • Raymond A. George, 2000. Vegetable Seed Production. CAB Intl Publisher. 384 pages. • Basra, Amarjit S. [Ed.] 2000. Hybrid Seed Production in Vegetables. Haworth Press Inc.,U.S. 135 pp. • Bas, Amarjit S. 2000. Heterosis and Hybrid Seed Production in Agronomic Crops. Haworth Press Inc.,U.S. 269 pp. • Phillips, R.L.; Vasil, I.K.; [Ed.]. 2001. DNA-Based Markers in Plants. 2.nd. ed. Springer Netherland. 532 P. • Redenbaugh, K. [Ed.]. 1993. Synseeds. Applications of Synthetic Seeds to Crop Improvement. Taylor & Francis Ltd. 494 pp. • International Rice Research Institute 1992 http://www.knowledgebank.irri.org/ hybridriceseed . • Bill O’Donnell, Scott Boreel, Eric Coleman, John Maltby and Stephen Harper Sweetpotatoes. Producing pathogen tested sweetpotato planting material. Department of Primary Industries and Fisheries, Queensland. http://www2.dpi.qld.gov.au/horticulture/

  32. Terimakasih

More Related