1 / 32

KEBIJAKAN, STRATEGI DAN LANGKAH OPERASIONAL PROGRAM KEPENDUDUKAN DAN KB TAHUN 2011

KEBIJAKAN, STRATEGI DAN LANGKAH OPERASIONAL PROGRAM KEPENDUDUKAN DAN KB TAHUN 2011. RAPAT KERJA DAERAH (RAKERDA) PEMBANGUNAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA PROVINSI LAMPUNG Bandar Lampung, 14 Februari 2011. PENDAHULUAN.

kendra
Download Presentation

KEBIJAKAN, STRATEGI DAN LANGKAH OPERASIONAL PROGRAM KEPENDUDUKAN DAN KB TAHUN 2011

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KEBIJAKAN, STRATEGI DAN LANGKAH OPERASIONAL PROGRAM KEPENDUDUKAN DAN KB TAHUN 2011 RAPAT KERJA DAERAH (RAKERDA) PEMBANGUNAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA PROVINSI LAMPUNG Bandar Lampung, 14 Februari 2011

  2. PENDAHULUAN • Pembangunan Kependudukan dan KB tahun 2010-2014 merupakan salah satu program strategis dalam penyiapan SDM berkualitas, berdaya saing dan berkarakter. • Hasil Sensus Penduduk tahun 2010 mengindikasikan pertambahan dan pertumbuhan penduduk meskipun tidak melebihi proyeksi, maka perlu upaya kegiatan dan strategi yang lebih inovatif. • Berdasarkan UU No.52/2009 dan PerPres No.62/2010, tupoksi BKKBN berubah.

  3. KONDISI SAAT INI

  4. Jumlah Penduduk (SP 2010) ,000 Lampung : 7.596.115

  5. Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP)

  6. Jumlah Kepala Keluarga Menurut Jenis Kelamin, Status Pekerjaan, dan Status Perkawinan ,000 2001 Pendataan Keluarga 2010

  7. Jumlah Kepala Keluarga Menurut Status Pendidikan Pendataan Keluarga 2010

  8. Prosentase PUS menurut Kelompok Umur 4,16% (63.594) 37, 82% (577.719) (577.719) 58, 61% (886.086) (886.086) Jumlah PUS 1.527.399 Pendataan Keluarga 2010

  9. Peserta KB Baru (2010) PB TOTAL : 501.819 (122,25 % dari KKP) PB PRIA : 59.317 ( 83,55 % dari KKP) Kondom : 57.654 (83,56 % dari KKP) MOP : 1.663 ( 83,15 % dari KKP)

  10. Peserta KB Aktif 2010 JUMLAH PA JUMLAH PUS % PA/PUS 1.083.224 1.533.422 70,64 Sumber : Rek Prov. F/I/Dal/08 Des’2010

  11. Keluarga Balita Anggota BKB Aktif :106.878 • Keluarga Remaja Anggota BKR Aktif : 67.539 • Kelompok UPPKS mendapat akses modal : 850 • KPS dan KS I Anggota UPPKS ber – KB : 95,84 % • PIK Remaja/ Mahasiswa • Tahap Tumbuh :239 • Tahap Tegak : 46 • Tahap Tegar : 28

  12. SASARAN KINERJA TAHUN 2011 RPJMN 2010 - 2014 T F R 2,1 N R R = 1 UNMET NEED (5%) KONTRAK KINERJA PROVINSI TAHUN 2011 • Total Peserta KB BaruBukanPria 445.699 • IUD 25.581 • MOW/Tubektomi 1.252 • Implant 28110 • Suntikan 200.615 • Pil 190.141 • Total Peserta KB BaruPria 59.544 • MOP/Vasektomi 1.890 • Kondom 57.654 • Peserta KB Baru MKJP 56.833 • Total Peserta KB Baru 505.243 • PIK Remaja/Mahasiswa: Tumbuh 308, -Tegak 52, -Tegar 31 • 119.467 keluarga yang memilikibalitaaktif BKB • SetiapKecamatanmembentuk 2 kelompok BKB Percontohan • 73.341 Keluarga yang memilikiremajaaktif BKR • SetiapKecamatanmembentuk 1 kelompok BKR Percontohan • SetiapKecamatanmembentuk 1 kelompok BKL Percontohan • Sebanyak 2.308 kelompok UPPKS terdaftardalam Data Basis Online • 90,5 % PUS KeluargaPra S dan KS I anggotakelompok UPPKS menjadipeserta KB

  13. PERMASALAHAN • Total Fertility Rate (TFR) cenderung menurun (SDKI 2007 : 2,5) namun “keinginan” untuk memiliki anak lebih dari 2 (jumlah anak ideal) masih terjadi (SDKI 2007 : 2,9). • Kecenderungan Pasangan Usia Subur (PUS) menggunakan alat kontrasepsi sebagian besar (70,20 %) adalah Suntik dan Pil, sedangkan IUD, MOW, MOP, Implant sebesar 27,88 % dari Peserta KB Aktif. • Tingkat kontribusi Peserta KB Baru (PB) terhadap Peserta KB Aktif (PA) masih rendah. • Tingkat partisipasi KB Pria masih rendah (3,14 % dari PA).

  14. Permasalahan…..(lanjutan) • Pembinaan dan cakupan pelayanan KB Pasca Persalinan dan Pasca Keguguran belum optimal. • Pembangunan Kependudukan belum dilaksanakan secara komprehensif. • Proporsi antara jumlah Petugas Keluarga Berencana (PKB) dengan Desa/Kelurahan belum seimbang. • Masih tinggi dan bervariasinya unmet need KB. • Kurangnya sosialisasi dan kurang mendalamnya Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) khususnya MOP, IUD dan Kondom. • Kurangnya komitmen, strategi, penggerakan, pelayanan, pembinaan dan pelaporan KB swasta. • Belum optimalnya pemanfaatan petugas penghubung.

  15. Permasalahan…..(lanjutan) • Keterbatasan sarana dan prasarana wilayah Kabupaten/Kota untuk persyaratan Pusat Informasi Konseling (PIK) Remaja dan PIK Mahasiswa tahap Tegar. • Penggerakan, pelayanan KB, dan pembinaan (Kesehatan Reproduksi, Ketahanan Keluarga dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga/PEK) belum optimal. • Belum optimalnya pemanfaatan Kelompok Kegiatan/Poktan untuk peningkatan kesertaan, pembinaan, dan kemandirian ber KB bagi PUS anggota Poktan. • Keterbatasan akses modal usaha bagi kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS). • Sumber dana, sarana dan prasarana kurang mendukung kegiatan operasional di lapangan, khususnya kegiatan Ketahanan Keluarga dan PEK. • Belum optimalnya Pencatatan dan Pelaporan berbasis TehnologiInformasi

  16. KEBIJAKAN DAN STRATEGI • Perumusan kebijakan pengendalian penduduk antara aspek kuantitas, kualitas dan mobilitas. • Peningkatan Pengetahuan, Sikap, Perilaku (PSP) lintas sektor melalui sosialisasi Kependudukan. • Peningkatan Advokasi Program Kependudukan dan KB kepada Eksekutif dan Legislatif. • Peningkatan Sosialisasi dan KIE melalui berbagai media dan pertemuan. • Peningkatan kesertaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). • Penajaman sasaran pelayanan KB : PUSMUPAR, Keluarga Pra Sejahtera (KPS) & Keluarga Sejahtera (KS I), wilayah tertinggal, terpencil, perbatasan/GALCILTAS, dan wilayah khusus. • Peningkatan akses kualitas dan kemitraan dalam pembinaan kesertaan KB di 972 Klinik Keluarga Berencana (KKB) Pemerintah dan Swasta. KEBIJAKAN

  17. Kebijakan…..(lanjutan) • Peningkatan komitmen, strategi, penggerakan, pelayanan, pembinaan dan pelaporan KB Swasta. • Peningkatan komitmen Stakeholder dan keluarga terhadap Program Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga dalam mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera. • Pemanfaatan Poktan untuk peningkatan kesertaan, pembinaan, dan kemandirian ber KB bagi PUS anggota Poktan. • Peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku remaja tentang cara hidup sehat dan berakhlak mulia dalam rangka mewujudkan Generasi Remaja/GENRE. • Pengembangan kemitraan dengan lintas sektor, LSM, LSOM, dan Swasta. • Pemantapan sistem Pencatatan dan Pelaporan. • Peningkatan kecepatan dan kualitas penyediaan data, informasi dan dokumentasi berbasis Tehnologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

  18. STRATEGI OPERASIONAL • Mempertajam segmentasi sasaran advokasi, sosialisasi, promosi dan fasilitasi kebijakan pengendalian penduduk. • Mengintensifkan advokasi, sosialisasi, KIE program Kependudukan dan KB Nasional. • Meningkatkan akses dan kualitas informasi, penggerakan, dan pelayanan KB di 972 Klinik. • Meningkatkan jaminan kemitraan program Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana. • Mengembangkan peta wilayah sesuai dengan potensi wilayah garapan. • Meningkatkan jaminan ketersediaan sarana, prasarana alat obat kontrasepsi/alokon, dan non alokon.

  19. Strategi Operasional .... (lanjutan) • Meningkatkan pelayanan KB bagi keluarga miskin/GAKIN dan RENTAN (KPS & KS I) dan daerah GALCILTAS. • Meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Poktan melalui pembinaan Ketahanan Keluarga. • Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan akses sumber daya terhadap keluarga akseptor melalui ekonomi dan modal. • Mengembangkan dan melembagakan program Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR) melalui pendekatan ” Ramah Remaja dan Mahasiswa ”. • Pemanfaatan secara optimaltenaga lini lapangan, petugas penghubung yang ada.

  20. KEGIATAN STRATEGIS TAHUN 2011 • Kegiatan Bidang Kependudukan • Pembentukan tim kajian kebijakan Pengendalian Penduduk. • Inventarisasi peraturan tentang kependudukan. • Analisis Sensus Penduduk 2010 dengan parameter Kependudukan • Penyusunan analisis dan kebijakan pengendalian penduduk. • Sosialisasi kajian kebijakan pengendalian penduduk bagi Pengelola Program KB Tingkat Provinsi, Pengelola Program KB Kab/ Kota dan Organisasi Wanita.

  21. B. Kegiatan Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi • Pengadaan media luar ruang (Bilboard, Poster, Leaflet tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), Kesehatan Reproduksi(Kespro), dan Generasi Berencana (GENRE) di 14 Kab/Kota). • Orientasi peningkatan wawasan bidang Advokasi dan KIE. • Operasional KIE Mupen oleh Prov. dan Kab/Kota (pemutaran film). • Pelatihan teknis Mupen. • Pemantapan Advokasi kepada Stakeholder dan Mitra Kerja. • Pembinaan KB Lestari. • Pemantapan Bhakti TNI-KB-KES terpadu, Bhakti POLRI-KB-KES, KESRAK-PKK-KB-KES. • Pengembangan dan pemanfaatan SIDUGA berbasis Teknologi Informasi Komunikasi (TIK). • Penyebarluasan informasi Program Kependudukan dan Keluarga Berencana melalui media Elektronik dan media Cetak. • Pemilihan Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP), PKB terbaik tingkat Nasional / Provinsi. • Pertemuan Nasional KB Lestari.

  22. Kegiatan Bidang KB • Peningkatan pembinaan dan kesertaan KB jalur Pemerintah, swasta melalui optomalisasi petugas penghubung. • Peningkatan pelayanan KB Pasca Persalinan dan Pasca Keguguran melalui Rumah Sakit Pemerintah maupun Swasta dan Puskesmas Rawat Inap melalui pembinaan dan monitoring pencatatan pelaporan. • Penyediaan sarana dan prasarana Klinik KB Alkon dan Non Alkon oleh Provinsi dan Kab/ Kota dengan monitoring distribusi alkon. • Sosialisasi dan KIE yang intensif tentang Medis Operatif Pria (MOP), Kondom dan Intra Uterine Device (IUD) melalui berbagai media pertemuan (sarasehan), media cetak dan media elektronik. • Peningkatan jejaring kerjasama dengan mitra kerja tentang pelayanan KB, Kelangsungan Hidup Ibu, Bayi dan Anak, (KHIBA) dan Penanganan Masalah Kesehatan Reproduksi (PMKR). • Bersambung..

  23. Kegiatan Bidang KB (lanjutan) • Promosi program KHIBA dan PMKR. • Menyediakan Ayoman dalam Pelayanan KB. • Pemanfaatan dan pemantapan proses Informed Choice dan Informed Consent dalam pelayanan KB. • Meningkatkan kepatuhan dalam pelayanan KB sesuai SOP. • Peningkatan akses pelayanan KB melalui Bhakti IBI (40 %), Bhakti TNI (20 %), Bhakti Bhayangkara (20 %), Kesrak PKK-KB-Kesehatan (20), dengan dirinci : • Episode I Maret : 25 % • Episode II Juli : 65 % (Bhakti IBI, Bhakti TNI dan • Bhakti Bhayangkara) • Episode III Oktober : 85 %(BhaktiTNI & Kesrak PKK-KB- Kesehatan) • Episode IV Desember : 100 % (Kesrak PKK-KB-Kes) Bersambung..

  24. Kegiatan Bidang KB (lanjutan) Meningkatkan pelayanan KB integratif (Papsmear, kondom dual protection, sosialisasi pencegahan PMS, HIV dan AIDS). Pertemuan Medis teknis. Mengintensifkan pencatatan dan pelaporan penggunaan kondom melalui apotek, toko obat dan supermarket.

  25. D. Kegiatan Bidang Keluarga Sejahtera • Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan dan Kemitraan PIK Remaja/ Mahasiswa. • Meningkatkan akses melalui pembentukan PIK Remaja/ Mahasiswa di Kecamatan dan di Perguruan Tinggi melalui : • Pengembangan COE ( Center Of Exellence ) di Perguruan Tinggi. • Workshop Pendidik Sebaya & Konselor Sebaya. • Sosialisasi program PKBR (Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja). • Advokasi PKBR kepada Pemerintah Daerah. • Meningkatkan Tahapan PIK Remaja/ PIK Mahasiswa, Tahap Tumbuh menjadi Tahap Tegak, Tahap Tegak menjadi Tahap Tegar melalui pembinaan, pelatihan, dan lomba.

  26. Kegiatan Bidang KS…..(lanjutan)0 • Pembinaan dan Pengembangan PIK Remaja dan Mahasiswa. • Orientasi PIK Remaja dan Mahasiswa. • Workshop pengembangan kualitas PIK Mahasiswa. • Meningkatkan kuantitas dan kualitas kemitraan pembinaan Program Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR) pada Kabupaten/Kota. • Penyusunan strategi program pembinaan Ketahanan Keluarga. • Peningkatan kemitraan dan keterpaduan dengan sektor terkait dalam pembinaan ketahanan keluarga. • Peningkatan kualitas dan kuantitas kelompok Bina - Bina. • Memaksimalkan pemanfaatan Data Basis dalam pembinaan dan pengembangan program.

  27. Kegiatan Bidang KS…..(lanjutan) • Pelaksanaan Program PKLK melalui kelompok Percontohan Bina Lingkungan Keluarga (BLK). • Peningkatan kemampuan Tenaga Pengelola dan Pelaksana Kelompok UPPKS dalam pelatihan dan orientasi. • Pengembangan jejaring kemitraan dalam mengakses sumber daya ekonomi. • Pengembangan pola pendampingan kelompok UPPKS dengan Perguruan Tinggi (Program KKN) • Pengembangan data basis kelompok UPPKS Online. • Kegiatan Momentum antara lain : HARGANAS, Hari Anak Nasional, Hari Lansia dan Hari HIV/AIDS,

  28. Kegiatan Bidang KS…..(lanjutan) • Lomba Pengelola dan Kader Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Lingkungan Keluarga(BLK), Keluarga Harmonis Sejahtera dan UPPKS Tk Provinsi dan Kab/Kota. • Temu Kader BKB, BLK, Keluarga Harmonis dan UPPKS Tk Nasional. • Orientasi Pengelola Program Ketahanan keluarga. • Jambore Kader Bina -Bina (BKB, BKR dan BKL) Tingkat Provinsi. • Pendampingan Kelompok Bina – Bina

  29. E. Kegiatan Bidang Penunjang • Pengembangan Sistem Informasi Data Keluarga. • Memberikan dukungan dan pembinaan ke pengelola KB Kabupaten/Kota untuk melakukan pencatatan dan pelaporan secara tertib dan benar. • Identifikasi data keluarga dan penunjang lainnya. • Melakukan pelaporan secara berjenjang dan tepat waktu. • Kapasitas kompetensi petugas yang meliputi : Pengembangan sub sistem pelaporan pengendalian lapangan dan pengembangan program aplikasi data basis dan kegiatan pelayanan KB. • Pengembangan program aplikasi data basis dan kegiatan pengendalian lapangan. • Pengembangan program aplikasi data basis dan data pengendalian lapangan. • Pengembangan program aplikasi Mutasi Data Kependudukan (MDK). • Penyediaan dan pengembangan sarana dan prasarana TIK. • Pengembangan analisa dan evaluasi.

  30. Kegiatan Penunjang Bidang …..(lanjutan) • Pendidikan dan Pelatihan. • Pengembangan dan Penelitian Pembangunan Kependudukan. • Sosialisasi hasil penelitian. • Survey RPJM. • Mini Survey. • Peningkatan kapasitas tenaga pengelola Pembangunan Kependudukan dan KB. • Pelatihan Medis Tehnis bagi Dokter dan Bidan. • Orientasi Program Kependudukan dan KB. • Pelatihan Pembentukan dan Pembinaan PIK Remaja dan Mahasiswa. • Pelatihan KIP/K dengan ABPK. • Pelatihan Pencatatan dan Pelaporan Program KB. • Pelatihan Advokasi dan KIE bagi Toga/Toma. • Pelatihan Peningkatan Kompetensi (PDU, TOT).

  31. Kegiatan Bidang Penunjang…..(lanjutan) • Dukungan Manajemen dan tugas teknis lainnya. • Dukungan Logistik. • Perencanaan kebutuhan kontrasepsi dan non kontrasepsi. • Pengelolaan, penyimpanan dan penyaluran sesuai dengan kebutuhan. • Meningkatan kualitas managemen logistik, termasuk dukungan administrasi pelayananBhakti Sosial. • Mengoptimalkan penyediaan dukungan sarana non alat obat kontrasepsi, berupa alat-alat kesehatan untuk pelayanan KB. • Dukungan Pembiayaan • Pengendalian pelaksanaan program dan anggaran • Inventarisasi dan pengadministrasian Barang Milik Negara (BMN) • Peningkatan kualitas laporan keuangan. • Pengendalian dan Pengawasan • Kegiatan pengawasan/pemeriksaan dan pembinaan. • Koordinasi pengawasan.

  32. sekian, TERIMAKASIH

More Related