1 / 28

ASURANSI

ASURANSI. Rita Tri Yusnita Sumber: BLKL, Edisi 2, Sigit Triandaru & Totok Budisantoso, Salemba Empat Uang, Perbankan dan Ekonomi Moneter, Mandala Manurung & Prathama Rahardja, FEUI Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank, H. Ahmad Rafiki , BBA, MMgt.

Download Presentation

ASURANSI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. ASURANSI Rita Tri Yusnita Sumber: BLKL, Edisi 2, Sigit Triandaru & Totok Budisantoso, Salemba Empat Uang, Perbankan dan Ekonomi Moneter, Mandala Manurung & Prathama Rahardja, FEUI Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank, H. Ahmad Rafiki, BBA, MMgt. Bank dan Lembaga Keuangan, Drs. Supriyanto, MM.

  2. PENGERTIAN ASURANSI Menurut UU RepublikIndonesia No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian Asuransi atau pertanggungan adalah…… Perjanjian antara dua pihak atau lebih,dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi yang bertujuan memberikan: ...... (Lihat slide berikutnya)

  3. LANJUTAN… • Penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan. • Tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti. • Pembayaran uang yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

  4. BIDANG USAHA PERASURANSIAN • Usaha asuransi • Usaha penunjang asuransi

  5. JENIS USAHA ASURANSI Jenis usaha asuransi : • Usaha asuransi kerugian, yang memberikan jasa dalam penanggulangan risiko atas kerugian, kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum terhadap pihak ke-3 yang timbul dari peristiwa yang tidak pasti • Usaha asuransi jiwa, yang memberikan jasa dalam penanggulangan risiko yang dikaitkan dengan hidup atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan • Usaha reasuransi, yang memberikan jasa dalam pertanggungan ulang terhadap risiko yang dihadapi perusahaan asuransi kerugian dan atau jiwa

  6. LANJUTAN… • Usaha Penunjang Asuransi, terdiri: • usaha pialang asuransi yang memberikan jasa dalam keperantaraan dalam penutupan asuransi dan penanganan penyelesaian ganti rugi dengan bertindak untuk kepentingan tertanggung • usaha pialang reasuransi yang memberikan jasa dalam keperantaraan dalam penempatan reasuransi dan penanganan penyelesaian ganti rugi dengan bertindak untuk kepentingan perusahaan asuransi. • usaha penilai kerugian asuransi yang memberikan jasa penilaian terhadap kerugian pada objek asuransi yang dipertanggungkan • usaha konsultan aktuaria yang memberikan jasa konsultasi aktuaria • usaha agen asuransi yang memberikan jasa keperantaraaan dalam rangka pemasaran jasa asuransi untuk dan atas nama penanggung

  7. RUANG LINGKUP USAHAPERASURANSIAN • Perusahaan asuransi kerugian hanya dapat menyelenggarakan usaha dalam bidang asuransi kerugian termasuk reasuransi. • Perusahaan asuransi jiwa hanya dapat menyelenggarakan usaha dalam bidang asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan diri, usaha anuitas, serta menjadi pengurus lembaga dana pensiun sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. • Perusahaan reasuransi hanya dapat menyelenggarakan usaha pertanggungan ulang.

  8. LANJUTAN… ruang lingkup usaha perasuransian • Perusahaan pialang asuransi hanya dapat menyelenggarakan usaha dengan bertindak mewakili perusahaan asuransi dalam rangka transaksi yang berkaitan dengan kontrak asuransi. • Perusahaan penilai kerugian asuransi hanya dapat menyelenggarakan usaha jasa penilaian kerugian terhadap kehilangan atau kerusakan yang terjadi pada obyek asuransi kerugian.

  9. LANJUTAN… ruang lingkup usaha perasuransian • Perusahaan konsultan aktuaria hanya dapat menyelenggarakan usaha jasa di bidang aktuaria. • Perusahaan agen asuransi hanya dapat menyelenggarakan jasa pemasaran asuransi bagi perusahaan asuransi yang memiliki ijin Menteri Keuangan Republik Indonesia.

  10. LARANGAN USAHA BAGI USAHA PERASURANSIAN • Perusahaan PialangAsuransi, dilarangmenempatkanpenutupanasuransipadaperusahaanasuransi yang tidakpunyaijin • Perusahaan PialangAsuransi, dilarangmenempatkanpenutupanasuransikepadasuatuperusahaanasuransisebagaiafiliasidariperusahaaanpialangasuransi yang bersangkutan, kecualiapabilacalontertanggungtelahmengetahuiadanyaafiliasitersebut

  11. LANJUTAN… larangan usaha bagi perasuransian • Perusahaan PenilaiKerugianAsuransi, dilarangmelakukanpenilaiankerugianatasobyekasuransi yang diasuransikankepadaperusahaanasuransikerugiansebagaiafiliasidariperusahaanpenilaikerugianasuransi yang bersangkutan • Perusahaan KonsultanAktuaria, dilarangmemberikanjasakepadaperusahaanasuransisebagaiafiliasidariperusahaanaktuaria yang bersangkutan • Agen Asuransi dilarang bertindak sebagai agen dari perusahaan asuransi yang tidak mempunyai ijin usaha

  12. OBYEK ASURANSI • Benda danJasa • Jiwadan Raga kesehatanmanusia • TanggungJawabHukum • Semuakepentinganlainnya yang dapathilang, rusak, rugi, danatauberkurangnilainya

  13. FUNGSI ASURANSI • Menanggulangirisiko yang dihadapianggotamasyarakat • Menghimpundanmenyalurkandanamasyarakat

  14. TUJUAN ASURANSI • Mengurangi risiko yang pasti (kematian) dan yang mungkin (kecelakaan),yang terjadi • Dapatdilakukanpencegahan / pengurangankerugian yang akanmemberikankeuntunganbagipihaktertanggung • Berupapengeliminiransebab-sebab yang dapatmenimbulkankerugian, perlindunganprodukatau orang yang akandirugikan, pengurangankerugian, danperlindungan agar produk yang telahrusaktidaksemakinrusak • Keuntungandenganmengetahuibesarnyarisiko yang terjadidapatdiketahuibesarnyakerugian yang dialami

  15. SASARAN ASURANSI • Pelakuekonomimikro (RumahTangga) • Pelakuekonomimakro (DuniaBisnisdanPemerintah) Pihak – pihak yang mempunyaikeinginanuntukmengurangikemungkinantimbulnyakerugian yang belumdiketahuisecarapasti di masamendatangmelaluiusahaperasuransian

  16. KLASIFIKASI PERUSAHAAN ASURANSI Klasifikasi Perusahaan Asuransi di Indonesia • Menurut Cabang Perusahaan: • Asuransi Umum (kerugian/Non Life Insurance ) merupakan usaha memberikan jasa dalam penanggulangan risiko atas kerugian, kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang timbul dari peristiwa yang tidak pasti. • Asuransi rangkap/Varia, merupakan asuransi yang mengandung unsur-unsur asuransi kerugian maupun asuransi jumlah, seperti asuransi kecelakaan dan asuransi kebakaran. • Asuransi Jiwa, adalah perjanjian, antara 2 (dua) pihak atau lebih dengan mana pihak Penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang diasuransikan.

  17. Klasifikasi Perusahaan Asuransi ... (lanjutan) • Menurut John H. Magee • Asuransi Sosial, adalah program asuransi yang diselenggarakan secara wajib berdasarkan suatu UU, dengan tujuan untuk memberikan perlindungan dasar bagi kesejahteraan masyarakat, tidak bertujuan komersial • Asuransi Sukarela, dijalankan dengan sukarela, tidak ada paksaan seperti jaminan sosial, sehingga boleh memiliki boleh tidak. Ada 2 jenis, yaitu: • Asuransi Pemerintah, untuk veteran/prajurit cacat • Asuransi Komersial, motif keuntungan

  18. PERIJINAN ASURANSI Syarat-syarat mendapatkan ijin usaha: • AnggaranDasar • SusunanOrganisasi • Permodalan • Kepemilikan • Keahlian di BidangPerasuransian • KelayakanRencanaKerja • Hal Lain yangMendukung Usaha PerasuransianyangSehat

  19. BENTUK HUKUM ASURANSI • Usaha perasuransianhanyadapatdibentukolehbadanhukum yang berbentuk : • Persero • Koperasi • Perseroan Terbatas • Usaha Bersama • Usaha KonsultanAktuariadan Usaha AgenAsuransidapatdilakukanolehperusahaanperorangan

  20. KEPEMILIKAN PERUSAHAAN PERASURANSI Usaha perasuransianhanyadapatdidirikanoleh WNI danataubadanhukum Indonesia yang sepenuhnyadimiliki WNI danbadanhukum Indonesia

  21. PEMBINAAN & PENGAWASAN USAHA PERASURANSIAN • Kesehatan keuangan bagi perusahaan asuransi kerugian, asuransi jiwa dan perusahaan reasuransi terdiri dari: • Batas tingkatsolvabilitas • Retensisendiri • Reasuransi • Investasi • Cadanganteknis • Ketentuan lain yang berhubungandengankesehatankeuangan

  22. LANJUTAN… • Penyelenggaraan Usaha • Syarat-syarat polis asuransi • Tingkat premi • Penyelesaian klaim • Persyaratan keahlian di bidang perasuransian • Ketentuan lain yang berhubungan dengan penyelenggaraan usaha

  23. ASURANSI DAN PERJUDIAN (menurut Abbas Salim)

  24. UPAYA MENGURANGI RISIKO KERUGIAN • Menurut H. Abbas Salim, upaya menghindari dan mencegah risiko yang mungkin terjadi, terdiri dari: • Truly preventive, pencegahan disini bertujuan untuk menggelimir sebab-sebab yang bisa menimbulkan kerugian (cause of loss) misalnya: pada “Help Insurance” untuk usaha mengurangi risiko, bisa dilakukan dengan mendirikan poliklinik-poliklinik dan Rumah Sakit. • Protective, tujuannya adalah untuk melindungi barang—barang atau orang yang akan dirugikan • Minimizing, mengurangi kerugian seminimum mungkin • Salvaging, bertujuan supaya barang-barang yang telah rusak dilindungi agar jangan bertambah rusak

  25. ASURANSI DEPOSITO • UU Perbankan No.10 Tahun 1998 pasal 37B “setiap bank wajib menjamin dana masyarakat yang disimpan pada bank yang bersangkutan” • Pendirian suatu Lembaga Penjamin Simpanan yang berbentuk lembaga asuransi deposito (insurance deposit scheme atau IDS) • Demi melindungi kepentingan nasabah dan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada bank • Berakhirnya program penjaminandanamasyarakatyakniblanket guaranteeolehpemerintah • Pentingnyapenjaminankeamanandana • IDS merupakan skema penjaminan oleh perusahaan asuransi khususnya simpanan deposito di bank.

  26. Lanjutan ..... Beberapa prinsip universal yang diberlakukan dalam mengelola perusahaan asuransi deposito: • Berdasarkan status keanggotaannya; perusahaan asuransi deposito bersifat wajib dan perusahaan asuransi deposito bersifat sukarela • Berdasarkan kelembagaan • perusahaan asuransi deposito pemerintah • perusahaan asuransi deposito swasta • Berdasarkan batasan jumlah dan limit ganti rugi yang sangat bervariasi antar negara maka terdapat perusahaan asuransi deposito yang bervariasi pula

  27. Lanjutan ..... Beberapa masalah yang dipertimbangkan dalam membentuk perusahaan asuransi deposito di Indonesia Pembentukan model perusahaan asuransi deposito sebaiknya: • menggunakan dasar konsorsium antara pemerintah dan swasta, baik domestik maupun internasional • mewajibkan bagi bank untuk berperan serta • mewajibkan bagi nasabah yang mempunyai simpanan deposito di bank berapapun nilainya tanpa batasan nilai depositonya menggunakan batasan limit ganti rugi

  28. Terima kasih

More Related