1 / 54

Manajemen

Pelatihan. Manajemen. Ir. Sri Rahayu, MM. Pokok Bahasan. Dasar-dasar Pendidikan Orang Dewasa Dasar-Dasar Program Latihan Tehnik Penyusunan Program Latihan Pengembangan Kurikilum Berdasarkan Kompetensi Kerja Model Pelaksanaan Latihan Siklus Belajar Berdasarkan Pengalaman

olive
Download Presentation

Manajemen

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Pelatihan Manajemen Ir. Sri Rahayu, MM

  2. Pokok Bahasan • Dasar-dasar Pendidikan Orang Dewasa • Dasar-Dasar Program Latihan • Tehnik Penyusunan Program Latihan • Pengembangan Kurikilum Berdasarkan Kompetensi Kerja • Model Pelaksanaan Latihan Siklus Belajar Berdasarkan Pengalaman • Penyusunan dan Penggunaan Elemen Keterampilan & Evaluasi Performance.

  3. Managemen/Programadalahsuatuproses yang menggunakanmetodeilmudanseniuntukmenerapkanfungsi POAC padakegiatansekelompokmanusiauntukmencapaitujuan yang sudahditentukandahulu.POAC ?

  4. MANAGEMEN PELATIHAN : Suatu proses penggunaan ilmu dan seni dalam penerapan fungsi POAC pada kegiatan penyelenggaraan pelatihan dengan menggunakan sumberdaya manusia dan sarana pelatihan untuk meningkatkan P, S, K yang diperlukan sasaran dalam melaksanakan tugas / pekerjaan

  5. Dasar-dasar Pendidikan Orang Dewasa Pendidikan orang dewasa dulu dikenal dengan nama “Adult Education “. Pada orang dewasa pendidikan merupakan proses penemuan sepanjang hidup terhadap apa yang dibutuhkan untuk diketahui dan dipergunakan dalam kehidupannya. Untuk itulah pendidikan untuk orang dewasa berbeda dengan pendidikan anak-anak.

  6. Perbedaan Antara Paedagogi dan Andragogi

  7. Prinsip-prinsip Pengajaran Orang Dewasa Pengertian Latihan Partisipatif • Menggunakan latihan Partisipatif,posisi pelatih adalahmitra dengan warga belajar. Pelatih berfungsi sebagai pencipta suasana agar warga belajar dengan senang hati dalam bertukar pengetahuan, pengalaman, serta pendapat untuk memecahkan masalah masalah yang dihadapi. • Pelatih adalah Fasilitator berarti orang yang memberikan fasilitas/kemudahan untuk belajar.

  8. Prinsip yang harus diperhatikan oleh fasilitator : 1.Setiap orang mempunyai pengetahuan dan pengalaman Fasilitator berusaha untuk memberi kesempatan yang luas,agar pengetahuan dan keahliannya dapat ditularkan dalam suasana bebas dan saling menghargai 2.Orang dewasa pada umumnya dapat belajar 3.Warga belajar sebagai sumber belajar 4.Warga belajar tidak dapat dipaksa untuk belajar 5.Kelompok merupakan forum belajar terbaik

  9. Prinsip pengajaran orang dewasa : • Perlu latihan ,umumnya orang dewasa berperan sebagai subyek • Peserta latihan sebaiknya menyetujui terhadap tujuan suatu kegiatan latihan • Kurikulum dan bahan pelajaran disusun dari bawah(peserta) • Metodologi dititik beratkan pada pengalaman peserta • Fasilitator hendaknya menguasai materi • Peserta latihan mempunyai tanggung jawab terhadap jalannya latihan

  10. Lanjutan : g.Semangat dan ketekunan dalam mengajar –merupakan suatu motivasi yang penting dalam belajar.Motivasi diri sendiri membuat lebih mantapnya kesediaan proses belajar mengajar itu sendiri. h.Metode belajar yang bervariasi,dengan perubahan –perubahan yang tepat. i.Program latihan hendaknya memiliki jadwal yang fleksibel dalam proses belajar mengajar. j.Evaluasi dengan titik berat pada sifat evaluasi uji diri,harus datang dari orang yang belajar.

  11. METODE PENGAJARAN ORANG DEWASA ( 7 Macam ) dari 45 macam : • Model ELC (Experiental Learning Cycle) • Pemecahan Masalah • Elemen Keterampilan • Ceramah • Dinamika Kelompok • Diskusi • Kunjungan Lapangan

  12. Latihan 1: • Apa yang dimaksud dengan program latihan? • Sebutkan prinsip-prinsip pendidikan orang dewasa. • Apa beda antara pendidikan dan latihan dilihat dari pendekatan metode dan aspek perilaku sasaran.

  13. Dasar-Dasar Program Latihan Latihan adalah proses membantu para pegawai untuk memperoleh efektivitas dalam pekerjaan mereka baik yang sekarang ataupun yang akan datang,melalui pengembangan kebiasaan-kebiasaan pikiran dan tindakan,keterampilan,pengetahuan dan sikapnya.(Frank P.Shewood &Wallace H).

  14. Menurut Moekiyat ada 3 syarat yang harus dipenuhi agar suatu kegiatan dapat disebut latihan : • Latihan harus membantu menambah kemampuannya. • Latihan harus menimbulkan perubahan dalam kebiasaan-kebiasaan bekerja sehari-hari. • Latihan harus berhubungan dengan pekerjaan tertentu.

  15. Perbedaan antara Latihan dan Pendidikan,menurut beberapa penulis : • Latihan • Menambah pengetahuan dan kecakapan utk melakukan pekerjaan • Proses dimana bakat, kecakapan dan kemampuan dikembangkan • Mendidik dalam arti sempit • Mengutamakan segi praktek. • Pendidikan • Menambah pengetahuan umum • Meningkatkan pengetahuan,pengertian dan sikap pegawai • Mendidik dalam arti luas • Lebih mengutamakan segi teori

  16. Prinsip penyelenggaraan latihan : • Memperhatikan perbedaan-perbedaan individu • Materi dan kegiatan latihan didasarkan pada kebutuhan pelaksanaan pekerjaan • Memperhatikan motivasi peserta dalam mengikuti latihan • Partisipasi aktif peserta latihan • Seleksi calon peserta latihan

  17. lanjutan : 6.Seleksi para pelatih 7.Diperlukan latihan bagi para pelatih (TOT) 8.Pemilihan metode latihan 9.Memperhatikan prisip-prinsip belajar a.l. a.Belajar akan lebih mudah jika dimulai dari yang sederhana ke yang kompleks(sulit). b.Untuk jenis pekerjaan tertentu,lebih mudah dimulai dari bagian ke bagian kemudian mempelajari keseluruhan.

  18. Dasar-dasar Penyusunan Program Latihan Berdasarkan Kompetensi Kerja Perbedaan yang fundamental antara kegiatan pendekatan berdasarkan kompetesi kerja dengan pendekatan latihan yang lainnya adalah bahwa pendekatan berdasarkan kompetensi disusun, dipantau,dan disesuaikan dengan satu tujuan yakni hasil. D

  19. lanjutan ....... Falsafahnya adalah : 1.Kompetensi manusia. Kemampuan manusia untuk melakukan sesuatu dengan sungguh sungguh. 2.Belajar sehingga menguasai,hampir setiap orangdapat mempelajari setiap hal dengan baik,jika diberi pelajaran yang bermutu dan dengan waktu yang cukup.

  20. Ciri-ciri latihan : • Berorientasi pada hasil berlatih yang jelas dari peserta • Menggunakan paket bahan-bahan latihan yang dikembangkan secara cermat • Memusatkan pada kegiatan berlatih bukan melatih • Memastikan para peserta latihan menguasai setiap tugas dengan baik,sebelum meningkat pada kegiatan berikutnya

  21. Lanjutan....... Mengikuti selera atau ukuran tertentu yang langkah-langkah kegiatan dapat diatur sendiri • Mengevaluasi setiap peserta berdasarkan prestasinya.

  22. Proses merancang program latihan • Konsep penyusunan program latihan berdasarkan kompetensi,yang dikembangkan di lingkungan Kementrian Pertanian hampir sama dengan model MES (Model of Employable Skill yang dikembangkan ILO(International Labour Organition) • Pengembangan konsep ini didasarkan pada kebutuhan latihan-latihan untuk mendukung pembangunan pertanian

  23. Langkah-langkah merancang program latihan : Menurut konsep MES sebagai berikut : 1.Merumuskan spesifikasi jabatan,adalah suatu rumusan jabatan yang menjelaskan tentang apa-apa yang harus dilakukan, kondisi-kondisi yang mempengaruhi atau diperlukan,serta standar kemampuan yang dituntut untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. 2.Menentukan persyaratan kemampuan, perbedaan antara apa yang dapat mereka lakukan dengan apa yang mampu dilakukan

  24. Lanjutan: 3.Menetukan persyaratan kemampuan,dipelajari persyaratan-persyaratan kemampuan calon peserta. 4.Menentukan satuan-satuan modul dan elemen belajar 5.Menyusun Paket Belajar Didalam setiap paket latihan,elemen belajar disusun secara sequen berdasarkan tahapan ketrampilan. 6.Merancang tempat berlatih 7.Merancang jadwal berlatih 8.Menetapkan waktu proses berlatih 9.Merancang Evaluasi Kegiatan Berlatih 10.Menyusun Paket Belajar

  25. Aplikasi Konsep Penyusunan Program Latihan Berdasarkan Kompetensi Kerja Pengembangan konsep ini di dasarkan pada kebutuhan latihan untuk mendukung pembangunan pertanian,mampu melaksanakan tugas sesuai dengan tuntutan pekerjaan. Berdasarkan asumsi tersebut maka latihan dilaksanakan dengan prinsip berorientasi pada : • Pekerjaan • Perilaku • Murid(peserta)

  26. Aplikasinya Latihan di Lingkungan Deptan sbb.: 1).Pola penyelenggaraan merupakan suatu siklus yang meliputi empat tahapan utama seperi gambar berikut : • Analisis Kebutuhan Latihan • Penyusunan Kurikulum Latihan • Pelaksanaan Latihan • Evaluasi dan Bimbingan Latihan

  27. Gambar skema/siklus tahapanyang harus dilalui pada model ELC : Seperti ini, ANALISIS KEBUTUHAN LATIHAN EVALUASI DAN BIMBINGAN LANJUTAN PENYUSUNAN KURIKULUM LATIHAN PELAKSANAAN LATIHAN

  28. Lanjutan ..... 2).Analisis Kebutuhan Latihan,merupakan dasar penyusunan kurikulum. Kegiatan ini meliputi beberapa tahapan • Berlangsungnya suatu pekerjaan ditentukan oleh 2 hal : Pekerjaan dan Pegawai/Petugasnya • Pekerjaan mempunyai persyaratan dan kemampuan tertentu untuk melaksanakannya • Pegawai/Petugas memiliki kemampuan melaksanakan pekerjaan tertentu • Antara persyaratan kemampuan kerja yang dituntut oleh pekerjaan dan kemampuan yang dimiliki petugas,bisa terdapat perbedaan (gap).Perbedaan itulah yang merupakan kebutuhan latihan.

  29. Analisis Kebutuhan meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut : 2.1.Analisis pekerjaan (job analysis) Tujuannya untuk mengetahui kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan atau Kemampuan Kerja Patokan (KKP) dan kemampuan yang dimiliki pegawai atau Kemampuan Kerja Nyata (KKN) Tahap analisis pekerjaan diperinci sebagai berikut : a. Memperinci tugas pokok yang akan pokok yang tercakup dalam pekerjaan yang bersangkutan.(TP) b.Menguraikan tugas pokok menjadi Uraian Tugas (UT) c.Mengidentifikasi Keterampilan-keterampilan Kerja Patokan(KKP) yang diperlukan untuk pekerjaan.

  30. lanjutan..... 2.2. Analisis Kemampuan Kerja Pegawai Kemampuan kerja pegawai disebut Kemampuan Kerja Nyata KKN. Analisis KKN dilaksanakan melalui observasi dan/atau wawancara dengan para pegawai calon peserta latihan. 2.3.Identifiasi Masalah Latihan Perbedaan antara KKP dan KKN disebut Deskrepansi Kemampuan Kerja (DKK). Proses analisis untuk menentukan DKK disebut Idetifikasi Masalah Latihan 2.4.Identifikasi Kebutuhan Latihan Kegiatan ini mempelajari DKK dengan mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan bisa tidaknya melaksanakan latihan untuk mengatasi deskrepansi tersebut (tenaga,waktu,tempat,biaya , kebijakan lain ) Hasil dari kegiatan ini diperolehnya daftar prioritas latihan (PL)) berupa keterampilan-keterampilan yang perludilatihkan.

  31. Job Analisis Training Need Identification TP UT KKP PEKERJAAN = DKK KKN PEGAWAI PL Training Problim Analisis Training Problim Analisis

  32. Lanjutan..... 3). Penyusunan Kurikulum latihan Pada dasarnya adalah rencana atau rancangan proses belajar atau rancangan program latihan. 4).Elemen keterampilan Menggunakan elemen tertentu untuk belajar. 5).Proses penyampaian dengan model ELC, Model berlatih secara induktif bahwa yang dilatihkan berdasarkan pengalaman emperis peserta.

  33. 3.Penyusunan Kurikulum latihan dan Kegiatan Belajar. Kurikulum adalah suatu alat yang penting untuk mencapai tujuan pendidikan dan latihan. Sedangkan pengertian kurikulum itu sendiri adalah segala kegiatan belajar yang diorganisa-sikan untuk dilakukan dan dialami oleh para peserta didik guna mencapai serangkaian tujuan pendidikan. Pengertian yang erat dengan kurikulum adalah silabus yaitu daftar mata pelajaran dari suatu proses pendidikan tertentu.

  34. Dalam hal ini kurikulum mengatur 4 hal pokok yaitu : Mengatur peserta Mengatur pelatih Mengatur strategi berlatih Mengatur lingkungan berlatih Dalam Kurikulum dapat pula dilihat komponen-komponennya : Apa tujuan berlatih Apa materinya Bagaimana metode penyampaiannya Sarana belajar apa yang diperlukan Bagaimana evaluasinya Berapa lama waktu yang dibutuhkan.

  35. Pendekatan yang digunakan dalam Penyusunan Kurikulum: Sangat tergantung pada tujuan dan falsafah yang digunakan; pendekatan tersebut adalah: • Kurikulum yang berorientasi pada guru adalah suatu kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan dari guru untuk menyampaikan sejumlah materi yang harus diterima oleh murid. Contoh: pelajaran matematika di SD,SMP,SMA. • Kurikulum berorientasi pada murid adalah kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan akan suatu murid.Contoh : Latihan Intensifikasi Ayam Buras.

  36. 3. Pendekatan yang berorientasi pada Subyect Matter, kurikulum yang bertitik tolak pada ilmu pengetahuan,tidak didasarkan pada kebutuhan,minat,dan masalah-masalah peserta/murid. 4.Pendekatan Kompetensi Kerja,adalah kurikulum yang disusun dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan kerja nyata seseorang sehingga mendekati kemampuan kerja patokan yang dituntut oleh tugas jabatannya. Prisip-prinsip kurikulum berdasarkan kompetensi kerja adalah kurikulum yang berorientasi pada murid dan perilaku. Teori dan ilmu tidak diberikan keseluruhan secara utuh,melainkan berupa bagian-bagian ilmu dan teori yang telah diralat sedemikian rupa serta disesuaikan dengan kebutuhan dalam proses perubahan perilaku.

  37. Tugas dikelas:

  38. TEHNIK MENYUSUN PROGRAM LATIHAN : Tehnik menyusun program latihan adalah merencanakan suatu program latihan dan mengatur pelaksanaannya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkanpadaperencanaan. Pada dasarnya program latihan harus memuat: • Menguraikan degan tepat hal-hal yang harus dipelajari oleh peseta • Menyediakan pelajaran yang bermutu tinggi • Membantu peserta latihan mempelajari suatu tugas dengan baik sebelum melanjutkan tugas berikutnya • Meminta setiap peserta latihan untuk mendemonstrasikan kompetensi

  39. Kegiatan tersebut dapat digolongkan menjadi 3 kegiatan utama yaitu: Menyusun kegiatan – kegiatan yang bersifat administratif, meliputi : a. Penentuan /survei kebutuhan latihan,kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran data,tentang jenis-jenis keterampilan yang dibutuhkan dan dilatihkan untuk setiap peserta. b.Penyusunan proposal proyek/program latihan yang berisikan : Judul proyek /latihan.;Lembar pengesahan; Intisart/Abstract; Pendahuluan; Tujuan ; Rencana Kegiatan ; Evaluasi ; Organisasi; Beaya.

  40. b. Menyusun kegiatan-kegiatan yang bersifat akademik,meliputi • Penetapan materi latihan, pada dasarnya merupakan kumpulan dari berbagai macam pengetahuan keterampilan serta pola sikap yang diperlukan untuk mencapai tujuan latihan.Itulah sebabnya maka materi latihan senantiasa ditunda dari hasil analisa kebutuhan latihan dikemas dalam bentuk paket latihan yang dipraktekkan. • Penyusunan rencana pelajaran,adalah program harian yang disusun oleh masing-masing pelatih dalam mengatur jalannya proses belajar.Rencana pembelajaran disusun atas dasar materi latihan yang ditetapkan,dengan format a.l : • Pokok bahasan,adalah materi latihan yang ditetapkan dari mata latihan dalam kurikulum. • Tujuan belajar • Metode dan Teknik penyajian • Alat bantu yang diperlukan • Cara evaluasi • Jumlah jam • penyusunan jadwal latihan • evaluasi penyelengaraan latihan • penyusunan biodata peserta dan pelatih serta nara sumber

  41. Yang harus diperhatikan dalam menentukan pokok bahasan adalah isi pokok dari materi latihan • penyusunan jadwal latihan ........... • evaluasi penyelengaraan latihan • Manfaat evaluasi ......... • Tujuan evaluasi • Untuk mengetahui tingkat perubahan sikap serta tingkah laku • peserta • Untuk mengetahui efisiensi n efektifitas penyelenggaraan lat. • penyusunan biodata peserta dan pelatih serta nara sumber

  42. MODEL PELAKSANAAN LATIHAN SBPP(Siklus Belajar BerdasarkanPengalaman) Mengacu pada prinsip pendidikan orang dewasa,prinsip model latihan SBPP berdasarkan pada : 1.Active Partisipating (Partisipasi aktif dari peserta dan pelatih). Model ini membutuhkan adanya peran serta aktif bukan hanya pengajarnya tetapi juga pesertanya. Dalam hal ini pelatih /fasilitator harus benar-benar terampil dalam menggali peran serta latihan.Disini diperlukan sikap untuk menerima dan memberi guna mengantarkan suatu materi tertentu.Demikian pula peserta yang sedikit banyak punya pengalaman kepada dan dari peserta lainnya.

  43. 2.Sharing Responsibility (Pembagian Tanggung jawab) Keberhasilan tujuan latihan tidak semata-mata tangggung jawab pelatih,tetapi juga menjadi tanggung jawapeserta.Oleh karenanya dalam keseluruhan proses yang dialaminya perlu ada suatu kesepakatan bersama antara peserta dan pelatih. 3.Need Orientation (Berorientasi pada kebutuhan) Model latihan yang berdasarkan kebutuhan.Belajar akan lebih efektif jika memusatkan pada persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan manusia. Contoh : Latihan kepemimpinan. Untuk memahami SBPP coba uraikan kembali peran fasilitator dalam mengaktifkan peserta latihan?

  44. Pelaksanaan Latihan dapat dibagi menjadi 4 tahap : 1. Tahap Mengalami (Experiencing) 2.Tahap Mengolah (Processing) 3.Tahap Generalisasi 4.Tahap Menerapkan (Applying) Untuk cara menyajikan materi dibagi dalam 3 bagian : 1.Bagian Pengantar Bagian ini terdiri dari Climate Setting yaitu upaya untuk menciptakan suasana belajar-mengajar sehingga terjadi partisipasi dan pembagian tugas dan tanggung jawab. Selanjutnya dilanjutkan penjelasan tentang tujuan latihan (Goal Clarificatioan). 2.Bagian Pelaksanaan 3.Penutup

  45. Untuk cara menyajikan materi dibagi dalam 3 bagian : 1.Bagian Pengantar Bagian ini terdiri dari Climate Setting yaitu upaya untuk menciptakan suasana belajar-mengajar sehingga terjadi partisipasi dan pembagian tugas dan tanggung jawab. Selanjutnya dilanjutkan penjelasan tentang tujuan latihan (Goal Clarificatioan). 2.Bagian Pelaksanaan Bagian ini meliputi 4 tahap yang telah dikemukakan dimuka yaitu mengalami,mengolah,generalisasi dan menerapkan. 3.Penutup Sebelum diisi petunjuk yang lain untuk memahami materi,bisa diberi evaluasi apakah hasil belajar sudah tercapai atau belum.

  46. Apabila dirinci dapat berbentuk : • Climate Setting • Goal Clarification • Tahap Mengalami • Tahap Generalisasi • Tahap Menerapkan • Closure (Penutup)

  47. Evaluasi Pelatihan • Evaluasi Pelatihan menurut (Goldstein,1980) melihat evaluasi dari sisi kegiatan(yaitu pengumpulan data)dan penggunaannya(untuk membuat keputusan yang bersangkutan dengan kegiatan pembelajaran). Pengertian itu memerlukan penjelasan lebih lanjut mengenai pengumpulan data dan penggunanya menyangkut informasi deskriptif,informasi judgemental,siapa pengumpul informasi,siapa pembuat keputusan kebijakan seleksi,adopsi,norma,dan modifikasi berbagai kegiatan instruksional,untuk membuat pelatihan lebih efektif.

  48. Informasideskriptifmerupakaninformasiyangumumnyabersifatkuantitatif.MisalnyaproduktivitaskerjaInformasideskriptifmerupakaninformasi yang diukurdenganbanyaknyabarang yang dapatdihasilkanataubanyaknyapekerjaan yang dapatdiselesaikandalamkurunwaktutertentu.Dapat pula berupaskorpengetahuan,skorsikapatauskorketerampilan.Informasi judgmental informasisudahbermuatanstandarataunormatertentu.Contoh: skor 100 baikdst.nya

  49. Evaluasi bagian dari Program Pelatihan Evaluasi pada intinya bertujuan mengukur keberhasilan program dalam segi : • Hasil belajar partisipan berupa pengeta huan,sikap,dan keterampilan yang diperkirakan sbg.akibat pelatihan dan • Kualitas penyelenggaraan program pelatihan dalam aspek-aspek yang bersifat tehnis dan substantif.

  50. Kegiatan evaulasi yang dilakukan a.l: • Pretes/Prates • Evaluasi Formatif : evaluasi yang dilakukan ditengah masa pelatihan untuk menilai hasil belajar partisipan sewaktu latihan sedang berjalan. • Evaluasi Sumatif : evaluasi pada akhir pelatihan untuk mengukur hasil belajar (posttes). • Evaluasi Plan of Action Partisipan yaitu evaluasi rencana penggunaan hasil pelatihan pada masa pasca pelatihan. • Evaluasi diri,evaluasi dilakukan oleh partisipan sendiri untuk menilai hasil pembelajaran.

More Related