1 / 19

DESAIN EKSPERIMEN

DESAIN EKSPERIMEN. Prof. Dr. H. Djaali. GARIS BESAR MATERI PERKULIAHAN DESAIN EKSPERIMEN. Konsep penelitian eksperimen Komponen utama penelitian eksperimen Validitas internal penelitian eksperimen Desain ( rancangan ) eksperimen Analisis Varians Sederhana ( satu jalan )

yvon
Download Presentation

DESAIN EKSPERIMEN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. DESAIN EKSPERIMEN Prof. Dr. H. Djaali

  2. GARIS BESAR MATERI PERKULIAHAN DESAIN EKSPERIMEN • Konseppenelitianeksperimen • Komponenutamapenelitianeksperimen • Validitas internal penelitianeksperimen • Desain (rancangan) eksperimen • AnalisisVariansSederhana (satujalan) • Group Within Treatmen Design & analisisnya • Treatmen by Level Design & analisisnya • Factorial Design 2 faktor & analisisnya • Efekutama, efekinteraksi & efeksederhana • Model fix, model random dan model campuran • Factorial design tiga faktor dan analisisnya • Analisiskovarianssederhana

  3. KOMPONEN UTAMA • VariabelKriterion • Perlakuan • Rancangan • Monitoring • Instrumen

  4. VARIABEL KRITERION • Masalah Mayor • Tolok Ukur Keberhasilan Perlakuan • Terpengaruh oleh Perlakuan • Dapat diukur atau diamati

  5. PERLAKUAN • Perlakuanbertujuanuntukmengubahvariabelkriterionkearahyglebihbaik • PerlakuanEksperimenberbedadenganPerlakuanPembanding (konsepdanpelaksanaan). • RancanganPerlakuanberbasisteori. • RancanganPerlakuan final danjelas. • Adadasarteori yang kuatuntukmembuat inferensibahwaPerlakuanEksperimenlebihefektifdpPerlakuanPembanding.

  6. RANCANGAN • Tata keloladantatapenempatanperlakuan agar efektifitasperlakuandapatdiuji. • Dibuatsedemikiansehinggainformasi yang berhubunganataudiperlukanuntukpersoalan yang diselidikidapatdiperoleh. • Rancangandapatberbentuk: - PraEksperimen - KuasiEksperimen - True Eksperimen • RancanganEksperimenterdiriatas: - Rancangansatufaktor (sederhana) - Rancanganduafaktor - Rancangantigafaktor, dst..

  7. VALIDITAS INTERNAL • Mempersoalkan seberapa jauh perubahan variabel kriterion benar-benar adalah akibat perlakuan bukan karena faktor lain. • Untuk menjamin validitas internal, peneliti harus mengontrol faktor-faktor yang mengancam: - Peristiwa (sejarah) - Kematangan - EfekTesting - Instrumen - Regresi Statistik - Mortalitas - Kontaminasi - Bias oleh seleksi kelompok

  8. TRUE EKSPERIMEN(RancanganSatuFaktor) • Randomized Control Group Design R E T1 O1 R K T2 O2 • Randomized Pre and Post Test Control Group Design R E O1 T1 O2 R K O3 T2 O4 O1R E T1 O2 O3R K T2 O4

  9. TRUE EKSPERIMEN(RancanganSatuFaktor) • Salomon Four Groups Design R E O1 T1 O2 R K O3 T2 O4 R E . T1 O5 R K . T2 O6

  10. TRUE EKSPERIMEN(RancanganDuaFaktor) • Treatment by Level Design A = Perlakuan, mis: metodepembelajaran A1 = Met. CTL A2 = Met. Ekspositori B = Variebel Moderator, mis: IQ B1 = IQ Tinggi B2 = IQ Rendah Y = hasil belajar

  11. JENIS PENGARUH PERLAKUAN THD Y dlm Treatment by Level Main Effect (EfekUtama) • EfekUtama A: A1 banding A2 Interaction Effect (efekinteraksi) • Efekinteraksi A x B terhadap Y Simple Effect (EfekSederhana) • Efeksederhana A: - A1B1 banding A2B1 - A1B2 banding A2B2

  12. PERUMUSAN MASALAH (TbL) • Apakah ada perbedaan hasil belajar antara siswa yg menggunakan met. pemb. CTL dan yg menggunakan met. pemb. ekspositori? • Apakah ada pengaruh interaksi antara met. pemb. dan IQ thp hasil belajar? • Untuk siswa dgn IQ tinggi, apakah ada perbedaan hasil belajar antara yg menggunakan met. pemb. CTL dan yg menggunakan met. pemb. Ekspositori? • Untuk siswa dgn IQ rendah, apakah ada perbedaan hasil belajar antara yg menggunakan met. pemb. CTL dan yg menggunakan met. pemb. Ekspositori?

  13. HIPOTESIS (TbL) • Hasil belajar siswa yg menggunakan met. pemb. CTL lebih tinggi dp siswa yg menggunakan met.pemb. Ekspositori. • Pengaruh met. pemb. Thd hasil belajar siswa tergantung pada IQ. • Untuk siswa dgn IQ tinggi, yg menggunakan met.pemb. CTL mempunyai hasil belajar lebih tinggi dp yg menggunakan met.pemb. ekspositori. • Untuk siswa dgn IQ rendah, yg menggunakan met.pemb. CTL mempunyai hasil belajar lebih rendah dp yg menggunakan met.pemb.ekspositori.

  14. TRUE EKSPERIMEN(RancanganDuaFaktor) • Factorial Design A = Perlakuan, mis: metodepembelajaran A1 = Met. CTL A2 = Met. Ekspositori B = Bentuk Soal Tes Formatif B1 = Uraian B2 = Obyektif Y = hasil belajar Math

  15. JENIS PENGARUH PERLAKUAN TERHADAP Y DLM DESAIN FAKTORIAL Main Effect (EfekUtama) • EfekUtama A: A1 banding A2 • EfekUtama B: B1 banding B2 Interaction Effect (efekinteraksi) • Efekinteraksi A x B terhadap Y Simple Effect (EfekSederhana) • Efeksederhana A: - A1B1 banding A2B1 - A1B2 banding A2B2 • EfekSederhana B: - A1B1 banding A1B2 - A2B1 banding A2B2

  16. PERUMUSAN MASALAH (FD) • Apakah ada perbedaan hasil belajar antara siswa yg menggunakan met. pemb. CTL dan met. pemb. ekspositori? • Apakah ada perbedaan hasil belajar antara siswa yg diberi tes formatif bentuk uraian dan siswa yg diberi tes formatif bentuk obyektif? • Apakah ada pengaruh interaksi antara met. pemb. dan bentuk Tes formatif thp hasil belajar? • Untuk siswa yg diberi tes formatif bentuk uraian, apakah ada perbedaan hasil belajar antara yg menggunakan met. pemb. CTL dan yg menggunakan met. pemb. Ekspositori?

  17. PERUMUSAN MASALAH (FD) (LANJUTAN) • Untuk siswa yg diberi tes formatif bentuk obyektif, apakah ada perbedaan hasil belajar antara yg menggunakan met.pemb. CTL dan yg menggunakan met.pemb. ekspositori? • Untuk siswa yg menggunakan met.pemb. CTL, apakah ada perbedaan hasil belajar antara yg diberi tes formatif bentuk uraian dan yg diberi tes formatif bentuk obyektif? • Untuk siswa yg menggunakan met.pemb. ekspositori, apakah ada perbedaan hasil belajar antara yg diberi tes formatif bentuk uraian dan yg diberi tes formatif bentuk obyektif?

  18. HIPOTESIS (FD) • Hasil belajar siswa yg menggunakan met.pemb. CTL lebih tinggi dp yg menggunakan met.pemb. konvensional • Hasil belajar siswa yg diberi tes formatif bentuk uraian lebih tinggi dp yg diberi tes formatif bentuk obyektif. • Terdapat pengaruh interaksi antara met.pemb. dan bentuk tes formatif thd hasil belajar siswa • Untuk siswa yg diberi tes formatif bentuk uraian, siswa yg menggunakan met.pemb. CTL mempunyai hasil belajar lebih tinggi dp yg menggunakan met.pemb. konvensional

  19. HIPOTESIS (LANJUTAN) (FD) • Untuk siswa yg diberi tes formatif bentuk obyektif, siswa yg menggunakan met.pemb. CTL mempunyai hasil belajar lebih rendah dp yg menggunakan met.pemb. konvensional • Untuk siswa yg menggunakan met.pemb. CTL, siswa yg diberi tes formatif bentuk uraian mempunyai hasil belajar lebih tinggi dp yg diberi tes formatif bentuk obyektif • Untuk siswa yg menggunakan met.pemb. konvensional, siswa yg diberi tes formatif bentuk uraian mempunyai hasil belajar lebih rendah dp yg diberi tes formatif bentuk obyektif.

More Related