1 / 28

Indeks harga dan inflasi

Dihitung menggunakan. Indeks harga dan inflasi. Dihitung dengan cara. Metode agregatif tidak tertimbang. Metode agregatif tertimbang. Indeks harga. Metode Laspeyres. Inflasi. Metode Paasche. Indeks Harga perdagangan besar. Terdiri dari. Metode tahun khas. Indeks harga konsumen.

pegeen
Download Presentation

Indeks harga dan inflasi

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Dihitungmenggunakan Indeks harga dan inflasi Dihitungdengancara Metodeagregatiftidaktertimbang Metodeagregatiftertimbang Indeksharga MetodeLaspeyres Inflasi MetodePaasche Indeks Harga perdagangan besar Terdiridari Metodetahunkhas Indekshargakonsumen Indeks harga yang dibayardanditerimapetani

  2. Perhitunganangkaindeksdipeloporioleh G.R. Carli ; berkebangsaan Italia padatahun 1764 Angkaindeksadalahsebuah ratio yang umumnyadinyatakandalampersentase yang mengukursuatuvariabelpadasuatuwaktuataulokasitertenturelatifterhadapbesarnyavariabel yang samapadawaktuataulokasilainnya. Dalammenyusunangkaindeks, adabeberapapersoalanpenting yang perludiperhatikan : Perumusantujuanpenyusunanangkaindeks Sumberdansyaratperbandingkan data Pemilihanperiodedasar Pemilihantimbangan (weight)

  3. Jenisindeksharga : Indekshargapedagangbesar(IHPB) Barang yang diukurdenganindeksiniadalahbahanmentahdanbarangjadi yang diperjualbelikan di pasar primer. Jenisbarang yang dihasilkandalam IHPB diklasifikasikandalamsektor : Pertaniandengandengansubsektorbahanmakanan, tanamanperdagangan, kehutanan, perikanan, peternakandanperkayuan Pertambangandangaliandengansubsektorbatubara, aspal, pasir, batu kali, dankrikil Industidengansubsektortekstil, pakaian jadi, barang-barangdarikulit, makanan, minuman, kertas, barangcetakan, karetdanplastik

  4. Jenisindeksharga : Indeks HargaKonsumen Indeksinimengukurperubahanhargasekelompokbesarbarangkonsumsi yang dibelikonsumen FungsiIndeksHargaKonsumen (IHK) : Memungkinkankonsumenuntukmenentukanpengaruhperubahanhargaterhadapdayabelimereka Merupakansuatuindikatorekonomidantingkatinflasi Diguanakanuntukmenentukandayabelimatauangtertentu

  5. Jenisindeksharga : Indeksharga yang dibayardanditerimapetani Memuatindekshargabarang-barang yang dibelidandibayarolehparapetani, baikuntuk proses produksimaupununtukkonsumsi. Jikadalamindekshargainijugadihitungpajak, gajiburuhpetani, danbungahipotek yang dibayarpetanimakadisebutindeksparitas Indeksharga yang dibayarpetani, adaduakategoriprntingyaitu : Indekspembelanjaanuntukkonsumsirumahtangga Indekspembelanjaanuntukproduksi PerbandinganIndeksharga yang diterimadandibayarpetanidisebutNilaiTukarPetani (NTP). NTP merupakanindikator yang menunjukantingkatkesejahtraanpetani

  6. Metode AgregatiftakTertimbang Rumus : di mana : Indeksagregatifsederhana Pn= hargatahuntertentu Po= hargatahundasar ∑ = penjumlahan Ditanya : Indekshargatahun 2002 adalahsebesar …

  7. Jawab: = = 114,81% Artinyabahwahargadariketigabahanpokoktersebutmengalamikenaikanhargasebesar 14,81% jikadibandingkantahun2001

  8. Indeks Harga Agregatif Tertimbang Indeks Laspeyres Dikembangkan oleh Ettiene Laspeyres pada akhir abad ke-18 Rumus = di mana : IndeksLaspeyres Pn= harga-harga tahuntertentu Po= harga-harga tahundasar Qo = banyak barang pada tahun dasar ∑ = penjumlahan

  9. Contoh : Diminta : Hitunglah IL tahun 1995 dengan tahu dasar : 1990 1990-1991 Jawab : Tahun dasar 1990 = X 100

  10. = X 100 (12,90) (128.500) + (141,10) (1.145) + (162) (2.381) = X 100 (13,23) (128.500) + (139,30) (1.145) + (156,20) (2.381) 2.204.931,5 = X 100 2.231.465,7 = 98,81 Berdasarkan analisa ini maka harga rata-rata susu, mentega, dan gula menurun sekitar 1,19% (100 – 98,81) di tahun 1995

  11. (12,90) (130.650) + (141,10) (1.186,5) + (162) (2.222,5) = X 100 (13,59) (130.650) + (143,65) (1.186,5) + (161,70) (2.222,5) Tahun dasar 1990 – 1991 2.212.845,15 = X 100 2.305.352,48 = 95,99 Berdasarkan analisa ini maka harga rata-rata susu, mentega, dan gula menurun sekitar 4,01% (100 – 95,99) di tahun 1995

  12. Inflasi Jenis Inflasi Tingkat Keparahan Penyebab Inflasi Asal Inflasi Teori Inflasi Dampak Inflasi Kebijakan Moneter Cara mengendalikan Inflasi Kebijakan fiskal Kebijakan lainnya

  13. Jenis inflasi Berdasarkan tingkat keparahannya, dibedakan atas : Inflasi ringan : dibawah 10% Inflasi sedang : 10% - 30% Inflasi Berat : 30% - 100% (inflasi sangat berat atau hiperinflasi) Inflasi adalah naiknya harga-harga yang bersumber dari terganggunya keseimbangan antara arus uang dan barang Berdasarkan penyebabnya : Demand – Pull Inflation Biasa disebut juga inflasi sisi permintaan (demand side inflation) yaitu inflasi yang disebabkan karena kelebihan permintaan efektif atas barang atau jasa.

  14. AD 2 AD 1 AS P E2 P2 AD 2 P1 E1 AD 1 AS Y Y1 Y2 Kenaikan upah meningkatkan permintaan agregat naik, sehingga kurva permintaan bergeser ke kanan (AD1 ke AD2). Karena penawaran agregat tetap, maka terjadi kenaikan harga (P1ke P2), output agregat meningkat dari Y1 menjadi Y2

  15. AS 2 AD AS 1 P Kenaikan biaya produksi mengakibatkan penawaran agregat berkurang (AS1 ke AS2) dengan permintaan agregat yang tetap maka harga akan naik (P1 ke P2) namun output agregat akan tutun dari Y1 ke Y2 P2 E 2 Cost – Push Inflation Kenaikan biaya produksi (cost-push) mengakibatkan harga barang-barang yang ditawarkan akan naik. Kenaikan biaya produksi karena naiknya bahan baku disebut price – push inflation Kenaikan biaya produksi karena naiknya upah/gaji disebut wage – push inflation E 1 P1 AD AS 2 AS 1 Y Y1 Y2

  16. Asal Inflasi Imported inflation Timbul karena adanya inflasi di luar negeri yang mengakibatkan naiknya harga barang dalam negeri Harga barang luar negeri naik maka naiknya pendapatan eksportir sehingga menambah jumlah uang yang beredar yang akhirnya meningkatkan permintaan barang dan jasa ( demand – pull inflation) Bagi produksi yang menggunakan barang luar negeri maka akan meningkatkan biaya produksi (cost – push inflation) Cara pengendaliannya ole pemerintah adalah melalui kebijakan pajak dan moneter

  17. Asal Inflasi Inflasi dalam negeri Inflasi yang murni berasal dari gejolak dalam negeri baik permintaan maupun penawaran. Bertambahnya permintaan pada akhirnya akan menghasilkan demand – pull inflation Kenaikan BBM akan menaikan harga penawaran yang menimbulkan cost – push inflation

  18. Teori Inflasi : Teori kuantitas Teori ini menyatakan bahwa inflasi sangat dipengaruhi oleh junlah uang yang beredar. Menurut teori Irving Fisher, dengan anggapan kecepatan sirkulasi transaksi dan output tetap, maka jumlah uang yang beredar berhubungan langsung dengan kenaikan harga. Dengan demikian semakin banyak jumlah uang beredar maka inflasi akan semakin tinggi Faktor-faktor penyebab inflasi : Jumlah uang beredar (faktor moneter) Administered prices Supply shock

  19. Teori Inflasi : Teori Keynes Menurut teori ini, inflasi terjadi nkarena suatu masyarakat ingin hidup di luar batas kemampuannya Teori Strukturalis Ditekankan pada kelakuan dan struktur perekonomian seperti yang terjadi di negara-negara berkembang. Dengan teknologi yang rendah, penawaran tidak dapat mengimbangi cepatnya pertumbuhan permintaan. Ketidakseimbangan ini pada akhirnya akan menaikan harga-harga dan menimbulkan inflasi

  20. Dampak inflasi Orang-orang yang berpenghasilan tetap Dampak inflasi menyebabkan pendapatan riil merosot Orang-orang yang berpenghasilan tidak tetap, tidak terlalu terkena dampaknya Dunia usaha, biaya produksi barang akan naik dan modal yang tersedia mengalami penurunan nilai Pemerintah, dampaknya kepada defisit APBN.

  21. Cara mengatasi inflasi : Kebijakan Moneter, kebijakan dari bank sentral dalam mengatur jumlah uang beredar melalui instrumen-instrumen moneter yang dimilki bank sentral Kebijakan moneter yang ditempuh bank sentral adalah : Kebijakan diskonto (discount policy) adalah kebijakan untuk mempengaruhi peredaran uang dengan jalan menaikan atau menurunkan tingkat suku bunga. Dengan menaikan bunga diharapkan jumlah uang yang beredar akan berkurang

  22. Operasi pasar terbuka (open market operation) yakni dengan jalan membeli dan menjual surat-surat berharga. Dengan menjual surat berharga, diharapkan uang akan berkurang di masyarakat Kebijakan persediaan kas (cash ratio policy) yakni dengan menaikan atau menurunkan persentase persediaan kas dari bank. Dengan menaikan presentase persediaan kas, jumlah kredit akan berkurang

  23. Kebijakan fiskal Kebijakan ini berasa dari pemerintah dengan melakukan perubahan pengeluaran dan penerimaan pemerintah. Kebijakan fiskal antara lain : Pengaturan pengeluaran pemerintah Jika pengeluaran pemerintah melampaui anggaran yang telah ditetapkan maka akan menambah jumlah uang yang beredar Peningkatan tarif pajak Dengan menaikan tarif pajak, jumlah uang yang beredar akan berkurang

  24. Kebijakan lainnya : Peningkatan produksi; Jika produksi meningkat, jumlah uang yang beredar juga meningkat maka tidak akan menimbulkan inflasi; bahkan menunjukan kajuan peningkatan kemampuan perekonomian Kebijakan upah; Yakni dengan menekan kenaikan upah. Pengawasan harga Kecendrungan kenaikan harga oleh pengusaha dapat diatasi oleh pemerintah dengan menetapkan harga maksimum

  25. Deflasi Jumlah uang yang beredar sedikit, tetapi jumlah barang dan jasa yang tersedia melimpah sehingga nilai uang naik secara tajam Terjadi penurunan tingkat invetasi yang membawa kesulitan bagi perekonomian Cara mengatasi adalah melakukan tambahan pembelanjaan sebesar celah deflasi itu sendiri, menambahkan pengeluaran masyarakat (konsumsi dan investasi)

  26. Depresiasi Penurunan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri Perbedaan dengan devaluasi adalah Devaluasi penurunan karena kebijakan pemerintah dalam memperbaiki posisi neraca pembayaran Depresiasi penurunan karena kekuatan permintaan dan penawaran mata uang di pasar valuta asing Devaluasi Penurunan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri Dilakukan untuk memperbaiki posisi neraca pembayaran yang tidak seimbang

  27. Apresiasi Kenaikan nilai tukar mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri Menyebabkan impor lebih murah dan ekspor lebih mahal Revaluasi Usaha untuk menaikan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri karena nilai mata uang dalam negeri terlalu rendah

  28. Hal tersulit dalam kehidupan ini bukanlah untuk melampaui orang lain, tetapi melampaui ego dan diri kita sendiri.

More Related