1 / 15

KEBIJAKAN FISKAL

BAB V. KEBIJAKAN FISKAL. DEFINISI & PENGERTIAN. Penerimaan pemerintah berasal dari Pajak ( tax)/T. Pengeluaran pemerintah notasi yg digunakan adl Government Expenditure (G). a. Pajak

sanaa
Download Presentation

KEBIJAKAN FISKAL

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. BAB V KEBIJAKAN FISKAL

  2. DEFINISI & PENGERTIAN Penerimaanpemerintah berasal dari Pajak (tax)/T. Pengeluaran pemerintah notasi yg digunakan adlGovernment Expenditure (G).

  3. a. Pajak SecaraHukum,Pajak didefinisikan sbgiuran wajib kpd pemerintah yg bersifat memaksa & legal (berdasarkan UU), shg pemerintah memp. kekuatan hukum (mis. Denda/kurungan penjara) utk menindak wajib pajak yg tdk memenuhi kewajibannya.

  4. Secara ekonomi, Pajak didefinisikan sbg pemindahan sumber daya yg ada di sektor RT & perush ke sektor pemerintah melalui mekanisme pemungutan tanpa wajib memberi balas jasa langsung.

  5. KLASIFIKASI PAJAK • PajakObjektif,Mis: PPN dikenakan kpd mereka yg membeli brg & jasa kena pajak. • Pajak Subjektif, MislnyaPajak Penghasilan • Pajak Langsung, mis: PPh, PBB • Pajak tidak langsung, mis: Pajak Undian

  6. TARIF PAJAK • Pajak Nominal, Mis: pengenaan Pajak Pendapatan sebesar 50, maka ditulis T = 50. • Pajakpersentase 1. Pajak Proporsional, Mis: berapapun besarnya pendapatan maka PPh nya tetap 20%.

  7. 2) Pajak Progresif, Mis: UU No. 17/2000 mengenai PPh, tarif Penghasilan kena pajak utk pribadi <= Rp.25 juta / tahun tarif pajaknya 5%, PKP di atas 25 Juta – 50 juta / tahun tarif pajaknya 10% dst. 3) Pajak Regresif, tarif pajak makin rendah pada saat penghasilan meningkat.

  8. PENGARUH PAJAK THD PENDAPATAN & KONSUMSI • Pajak Nominal mempengaruhi pendapatan Disposable (pendapatan yg siap dipakai). Pajak nominal tidak mengubah sensivitas konsumsi (MPC). Yg berubah adl konsumsi otonomus yg menjadi lbh kecil. • Pajak Proporsional mempengaruhi perubahan MPC

  9. POLITIK ANGGARAN 1. Anggaran Tidak Berimbang • Anggarandefisit Jika pemerintah menempuh kebijakan ini maka disebut “Kebijakan FiskalEkspansif”. b. Anggaran Surplus, Makakebijakanpemerintahinidisebut “KebijakanFiskalKontraktif”.

  10. 2) Anggaran Berimbang, Adadua hal utama yg ingin dicapai oleh pemerintah yaitu peningkatan disiplin dan kepastian anggaran.

  11. EFEKTIVITAS KEBIJAKAN FISKAL FiskalEkspansif r FiskalKontraktif r1 IS2 IS0 IS1 0 Y0 Y1 Y2 Y

  12. b. Dampak Kebijakan FiskalEkspansifthd Inflasi r LM0 Moneter Ekspansif r1 LM1 r0 FiskalEkspansif IS1 IS0 0 Y0 Y1 Y2 Y

  13. Jikatambahan pengeluaran pemerintah akan menghasilkan tambahan output keseimbangan yg beberapa kali lipat, bukankah lebih baik pemerintah terus menerus meningkatkan anggaran defisitnya???????

  14. SLOPE KURVA IS DAN LM r LM r6 r5 IS6 IS5 r4 IS4 r3 IS3 r1 IS1 IS2 Y O Yo Y1 Y2 Y3 Y4 INTERVAL KEYNES INTERVAL ANTARA INTERVAL KLASIK

More Related